Long time no see. Yuk menulis lagi

ellievsbear
Fai_Ryy
cherry valley forever

izzy's playlists!
I'd rather be in outer space 🛸
$LAYYYTER
macklin celebrini has autism
EXPECTATIONS

Origami Around
Noah Kahan
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

Product Placement
todays bird
Cookie Run:Kingdom Official!

bliss lane
Cosmic Funnies

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States

seen from United States

seen from Norway

seen from Japan
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Colombia
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Australia

seen from Germany

seen from Romania
@nisaahmadaz
Long time no see. Yuk menulis lagi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
My #NHW2 : Indikatorku Menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga
Kali ini, saya akan mengutarakan ceklis indikator saya untuk menjadi ibu kebanggaan keluarga. Ceklis tersebut terdiri dari indikator sebagai personal, sebagai istri, dan sebagai seseorang ibu.
As a personal, saya menempatkan diri sebagai seorang pegiat sosial di bidang pendidikan. Saya punya misi menjadi hafidzah khusnul khatimah yang diridhoi Allah SWT. Berikut ceklis indikator saya as a personal :
Amalan yaumi semakin baik dan meningkat (tidak mengalami penurunan). Hal ini akan saya upayakan dengan membuat jadwal harian ceklis amalan yaumi dengan sistem penilaian A, B, dan C. Dan dibuatkan rapor mingguan yang didevaluasi dengan target keberhasilan minimum B setiap minggunya.
Aktif mengajar anak yatim dan dhuafa di lingkungan tempat tinggal minimal satu hari dalam seminggu. Kemungkinan, meskipun saya sudah menjadi seorang istri, tetap saja ingin berkiprah di dunia sosial. So, as a personal, saya gak mau kehilangan bakat saya dalam mengajar dan mengembangkannya. Saya ingin tetap bisa mengajar anak-anak yatim dan dhuafa minimal 1 kali seminggu.
Join seminar/pelatihan yang akan menjadi bekal mengembangkan kegiatan sosial mengajar saya baik online maupun offline dan kemudian menuliskannya di blog minimal 2 minggu sekali.
Melakukan “me time” minimal satu kali dalam sebulan ke pantaaaaai. Ini penting karena sebagai upaya saya untuk me-reward diri sendiri agar tetap menjaga semangat menjadi ibu kebanggaan keluarga.
As a wife
Suami menyukai masakanku dengan nilai minimum B+ setiap minggunya. Hal ini akan saya upayakan dengan membuat tabel penilaian sederhana tentang rasa, citarasa, penampilan, dll. Sebelumnya juga saya harus mendafta masakan kesukaan diaaaa daaan tentu sajaa belajar masaknya! Haha ini rasanya jadi baper gimana gitu. Tapi ini rasanya perlu banget aku lakuin sebagai upayaku ingin memberikan yang terrbaikk agar suami bahagia dan ridha kepadaku. (meskipun suaminya belum ada :D)
Suami menyukai, mendukung, dan meridhai aktivitasku di dalam maupun di luar rumah. Hal ini akan aku upayakan dengan cara mencari tahu/mengupdate tiap bulan apa yang disukai atau tidak disukai suami. Semisal mengevaluasi cara berpenampilan, memasak, bergaul dengan tetangga, berkegiatan di luar rumah, dan aktivitas lainnya.
Menjadi kawan terbaik suami saat suka dan duka. Minimal 2 kali seminggu tidak melewatkan “pillow talk” bersama suami.
As a mom
Mendidik dan membahagiakan anak dengan cara mengajak bermain di alam minimal 2 minggu sekali dengan juga menanamkan hikmah-hikmah islami.
Mengembangkan potensi unik anak dengan cara membantu memunculkannya, mengembangkannya, dan bersama-sama memperjuangkannya.
Join komunitas ibu dan anak untuk mengembangkan ilmu dan kemampuan untuk mengembangkan pendidikan anak minimal 1 komunitas dan mereview ilmu yang didapat minimal 2 minggu sekali yang kemudian dituliskan di blog pribadi..
Begitulah kiranya indikator-indikator yang saya rancang dan harus saya capai agar dapat menjadi ibu kebanggaan keluarga. Catatan ini memang masih revisi karena suami dan anaknya juga belum ada. tapi setidaknya, inilah yang akan menjadi gambaran indikator saya jika telah menjadi seorang istri, maupun seorang ibu kelak. Insyaa Allah..
“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” QS Al Furqan:74.
📚NICE HOME WORK #2📚
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝 a. Sebagai individu b. Sebagai istri c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan. Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu: - SPECIFIK (unik/detil) - MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar) - ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah) - REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari) - TIMEBOND (Berikan batas waktu)
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
🙋 MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama a. Apa Itu Ibu Profesional? b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional? c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional? d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
🍀 APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1) perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2) sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; 3) panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4) bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5) yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1) bersangkutan dengan profesi; 2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
🍀 APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
🍀 MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anaknya. 2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul. 3. Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya 4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
🍀 VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
🍀 BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu : a. Bunda Sayang Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
🍀 APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya? b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi? c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini? d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik? b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”. c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini? d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita? b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut? c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini? d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini? b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada? c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus? d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb: “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
📚SUMBER BACAAN: Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008 Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012 Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013 Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014 Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
#NHW1 Adab Menuntut Ilmu
Oleh : Sayyidatun Nisa Azzahra
This is it, my first NHW di MIIP Batch 3. Tema NHW pertama ini yaitu tentang adab mencari ilmu. Jadi... saya ditugaskan untuk menjawab empat buah soal. Begini tugasnya :
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di Universitas kehidupan ini!
Passion saya adalah merancang kegiatan-kegiatan sosial terutama di bidang pendidikan, sehingga mengajar adalah kegiatan yang menjadi bagian dari kebutuhan hidup saya. Di universitas kehidupan ini, saya sangat ingin sekali menekuni ilmu tentang Home Schooling/Home Education yang berlandaskan nilai-nilai islami untuk anak-anak. Rasanya ingin sekali mendalami metodologi yang tepat untuk anak-anak terutama anak-anak muslim di Indonesia yang maju dan berkembang namun tidak meninggalkan nilai-nilai islami di setiap kegiatan pembelajarannya.
sumber gambar : pinterest.com 2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
Alasan terkuat mengapa saya ingin memperlajari ilmu tentang Home Schooling/Home Education berlandaskan nilai-nilai islami adalah berawal dari keprihatinan melihat sistem pendidikan sekolah pada umumnya saat ini. Saat ini, masih banyak sekali sekolah-sekolah yang tidak mengutamakan nilai-nilai islami dalam proses pembelajarannya. Padahal Indonesia adalah negara muslim terbesar namun dalam prosesnya seringkali terlalu berfokus kepada nilai dalam bentuk angka.
sumber gambar : google.com Saya pernah menjadi guru bimbel di sebuah lembaga dan sering menerima curhatan anak yang lelah karena harus diporsir mengerjakan tugas PR setiap hari, kalau nilainya di bawah KKM maka akan remedial terus menerus, sehingga tak jarang dia juga sering membawa contekan saat ulangan bahkan mengajak banyak temannya untuk melakukan hal negatif tersebut. Sungguh prihatin. Apalagi jika menjalang Ujian Nasional anak-anak banyak yang stress bahkan sering menangis karena takut nilainya kecil di pelajaran matematika dan IPA. Padahal dia masih usia Sekolah Dasar yang seharusnnya dia merasakan ilmu itu adalah anugerah, bukanlah tekanan ataupun siksaan yang kemudian menjerumuskan dia pada dosa ketidakjujuran. Iya sungguh memprihatinkan. Padahal jika sekolah tersebut menerapkan nilai-nilai islami, mengutamakan kejujuran dan keteladanan tanpa tekanan, insyaa Allah anak akan dengan sendirinya mencontoh dan tidak terjerumus kepada hal negatif.
Saya sangat ingin sekali mencari metodologi paling tepat agar semua orang percaya bahwa nilai dalam bentuk angka bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah keridhoan Allah dengan menanamkan nilai-nilai islam terhadap setiap anak/individu. Insyaa Allah islam sudah punya dasar metodologi untuk pendidikan terbaik, saya hanya perlu mengeksplore lebih jauh agar bisa sesuai dan dipercaya oleh para anak dan juga orang tua di Indonesia. Semoga dengan mencari ilmu ini, kelak anak-anak saya juga bisa menjadi generasi islami yang Rabbani dan Qur’ani.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu tersebut?
a. Menggali ilmu tentang pedidikan anak via online dan offline. Kalau pas SMA dan kuliah saya masih seneng beli novel setiap ke toko buku, sekarang, saya jadi sering nyari buku-buku non fiksi tentang metodologi mengajar anak, parenting, dan juga buku tentang keluarga muslim ideal. Meskipun saya belum berkeluarga yaa PD ajalah, insyaa Allah mempelajari ilmu nggak sia-sia kan? Saya juga terkadang mengikuti beberapa seminar parenting yang diadakan lembaga pendidikan formal maupun informal.
Selain lewat buku-buku saya juga sering baca artikel-artikel pendidikan lewat online, berlangganan e-book lewat website yang mendalami Home schooling, dan mengikuti blog-blog terpercaya yang membahas pendidikan anak. Channel islami di Youtube juga sangat membantu saya untuk memahami bagaimana menanamkan nilai-nilai islam pada anak. Saya juga berlangganan channel luar negeri yang membahas tentang parenting.
b. Mempelajari beberapa role model home schooling/home education dari beberapa praktisi
Beberapa tokoh saya amati dan pelajari sebagai role model bagi saya untuk menekuni bidang homeschooling. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Teh Kiki Barkiah dan Teh Septi Peni Wulandari. Selain itu juga saya sering memeperhatikan cara mendidik islami Ust Yusuf Mansur, K.H Abdullah Gymnastiar, dan Ust Bachtiar Nasir dalam mendidik anak-anaknya.
c. Mempraktikkan langsung ilmu yang didapatkan agar tidak mudah lupa
Alhamdulillah Allah memberikan saya wadah untuk mengajar setiap saat di beberapa tempat. Salah satunya di anak-anak bimbingan saya di Bandung yang sebulan sekali saya datangi untuk saya praktikkan ilmu yang telah saya peroleh sebelumnya. Dengan mempraktikan langsung teori yang didapat memudahkan saya mengevaluasi apa kekurangan dan kelebihan dari metodologi yang saya pelajari.
d. Berdoa agar Allah senantiasa selalu membimbing menuju ilmu terbaik yang bermanfaat bagi ummat. Saya percaya doa adalah pengikat ilmu yang ampuh. Tanpa pertolongan Allah, ilmu yang saya dapatkan akan hilang begitu saja. Maka dari itu saya selalu berdoa semoga Allah senantiasa mencukupkan ilmu saya untuk meraih ridhoNya lewat dunia pendidikan yang saya tekuni ini.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Setelah mendalami topik Adab Menuntut Ilmu di MIIP, ada beberapa perubahan sikap yang insyaa Allah akan saya perbaiki, antara lain :
- Bergegas dalam menghadiri majelis ilmu dan mengumpulkan tugas
Jujur, kebiasaan buruk saya adalah menjadi deadliner yang mengerjakan tugas dan bergegas pergi di last minute. Padahal jika saya melakukannya di awal waktu seharusnya bisa lebih baik lagi hasilnya. Mulai saat ini insyaa Allah saya akan bergegas menghadiri majelis ilmu sesuai jadwal juga mengumpulkan tugas di awal waktu.
- Saya orangnya mudah percaya pada kata-kata positif atau ilmu yang diutarakan seseorang. Alhasil terkadang saya kebingungan yang mana yang harus saya jadikan role model dalam membangun ilmu yang saya tekuni. Mulai saat ini, saya akan menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. Jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Alhamdulillah, sekian jawaban NHW pertama saya. Mohon maaf jika jawabannya terpapar panjang karena saya orangnya seneng nulis dan menjelaskan hal-hal yang ada dalam pikiran saya.
Semoga bermanfaat dan berkah.
Wassalammu’alaikum Warahmatullah Wabarakatu
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Adab Menuntut Ilmu
PROLOG 1 KELAS MATRIKULASI BATCH 3 INSTITUT IBU PROFESIONAL
☘☘☘☘
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya.
☘ ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati. Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c. Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
☘ ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
☘ ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
Usaha Menjadi Ibu dengan Ilmu di MIIP #3
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Tahun ini, Alhamdulillah Allah mengizinkanku mengikuti Martikulasi Institut Ibu Profesional ketiga a.k.a MIIP Batch 3 yaitu komunitas para ibu-ibu yang mau belajar jadi ibu professional. Rasanya agak canggung memang karena gadis single ‘sok-sok-an’ ikut nimbrung ibu-ibu hhe. Tapi Alhamdulillah mereka pada welcooome dan bertanggapan baik karena merekapun menyadari belajar menjadi ibu sejak dini itu sangat perlu. Ibu adalah madrasah utama dari seorang individu. So, aku harus berusaha memantaskan diri biar suatu saat kalau diberikan amanah anak ada bayangan mau dibawa kemana. Aku gak mau mendidik pake tebak-tebakan. Aku mau mendidik dengan ilmu, karena dengan ilmu, Rasulullah bilang kita bisa menemukan jalan pintas menuju surga, menuju kebahagiaan hakiki. Insyaa Allah.
Nah, di MIIP Batch 3 ini ada tugas mingguannya, namanya Nice Home Work (NHW). Aku percaya NHW ini didesain biar para ibu punya pandangan ilmu yang terarah. Jadinya enggak tebak-tebakan tea soal menjadi ibu. Sebelum setiap NHW diberikan, ada pembahasan tentang materi-materinya duluu di kelas martikulasi. Jumlah pembahasan di kelas martikulasi ada delapan materi ditambah prolog tentang Adab Menuntut Ilmu di awal. Kesembilan materi tersebut yaituuuu :
Prolog : Adab Menuntut Ilmu
#1 [Overview Ibu Profesional] : Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
#2 [Bunda Sayang] : Membangun Peradaban dari dalam Rumah
#3 [Bunda Sayang] : Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani
#4 [Bunda Cekatan] : Ibu Manajer Keluarga
#5 [Bunda Cekatan] : Belajar Bagaimana Caranya Belajar
#6 [Bunda Produktif] : Rezeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari
#7 [Bunda Produktif] Menemukan Misi Spesifik Hidup
#8 [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan
Nah, para peserta MIIP ini mesti mengikuti #9 Materi tersebut yang bakal disampaikan fasilitator. Para peserta juga bisa berdiskusi kapan aja biar bisa memahami materi dengan lebih baik. Peserta juga diwajibkan mengerjakan Nice Home Work (NHW) yang bakal diberikan di setiap topik. Syarat kelulusan Kelas Martikulasi adalah mengumpulkan minimal 7 NHW lhooo jadiii mesti rajin diskusi dan nulis yaa.. hhehe
Insyaa Allah mulai saat ini sayapun bakal rajin share nih tentanng ilmu MIIP di sini.. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan semakin banyak wanita yang mempersiapkan untuk menjadi ibu dengan ilmu. Bukan dengan tebak-tebakan yang berujung “Kumaha engke we lah” :D
Selamat menggapai ilmu yahh Ladies,, semoga Allah ridho
Bandung, Januari 2017
Calon Ibu fii dunya wal akhirah
:)
VOLUNTEER TOTAL
minggu ini aku belajar dari seseorang, orang biasa, namun ternyata selidikpunyaselidik dia bukan orang biasa.. jauh dari kata founder A, B, C, meskipun sebenernya dia sangat pantas untuk itu..
berawal dari kata : "Saya bukan volunteer." Jelas awalnya saya bingung,, namun setelah lebih lama berbincang,, ada satu hal yang menarik yang bisa aku pelajari darinya,, tentang ke-rendah-diri-an di hadapan Tuhannya..
darinya aku belajar, tentang sesuatu yang tidak atau mungkin belum aku temukan di seorang pegiat sosial sebelumnya,, bagaimana dia mengemas 'ribuan' kebaikannya, tak kasat mata, namun ia berhasil banyak menjaring orang-orang untuk ikut berbuat kebaikan yang sama..
darinya aku belajar, tentang cerdas menjadi orang baik,, menyembunyikan kebaikan namun tetap bisa mengajak yang lain kepada kebaikan.. karena menjadi baik tidaklah cukup jika dibarengi dengan hati yang tinggi dan memerlukan pengakuan dari oranglain,, kurang ikhlas namanya..
katanya, "Volunteer sejati adalah volunteer yang bisa terlepas dari kata 'volunteer'"
lalu kutanya, "kuncinya menggapai hal itu apa?"
jawabnya kira2 begini, "Selalulah mengingatNya, tanamkan pada diri bahwa kita amat rendah di hadapanNya, selalu seperti itu, hingga kau akan terus dan terus mencari cara untuk memuaskan Dia.. mencari kebaikan kebaikan baru, hingga kebaikan itu sendiri yang mendatangimu..
gak rugi merendah padaNya, dengan begitu semakin mudah untuk indera kita mencampakan seisi semesta,, maka semakin mudah kita mendekati keikhlasan sejati,, ikhlas adalah harga yang mahal, balasannya surga, dan surga berisi milyaran kebaikan yang perlu kita saingi agar Tuhan bisa terpesona oleh kebaikan kita,,
merendah padaNya adalah kenikmatan,, membuat semakin menikmati kehausan pada kebaikan, sekecil apapun,,
so jangan mau jadi volunteer biasa, Kita harus berbeda,,
Volunteer berbeda? Iya, volunteer yang total gak menginginkan apa2, bahkan gakperlu disebut sebagai volunteer Jadilah Abdillah, total, Mengabdi hanya untuk Allah..
Ciputat, Januari 2017
Hard to sleep?
A : "Hi, did you had a good sleep?"
B: "Last night was better than before.."
A : "it's okay, you must be grateful.."
B: "what are you thinking?"
A: "your dreams are becoming so real.."
B : "I hope so.. I can feel it."
Ready to write consistently here!
karenaa facebook sudah semakin enggak banget, kayaknya bakal pindah full kesini untuk mencari sisi lain biar kuota bermanfaat,,
Bismillah..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tenang, ada Allah..
Jangan buang waktu menerka2 akhirnya,, Tenang, aku di sini. Slama kau di sisi, aku berjanji, tak kemana-mana.. - Tangga, tak kemana-mana
Bismillaah..
Nak, ini ikhtiar umma biar bisa membesarkanmu menjadi hamba Allah yg dicintaiNya.. Gapapa meskipun kayaknya kecepetaan gitu nanti umma yg masih belum nikah sendiri hhaha
Doakan umma yah,, Semoga kuliah umma di sini lancaaar.. Segera lulus jadi Ibu Profesional.. Aamiin..
I Love you Naak,, Because Allah.. :)
match,,
alangkah indahnya, jika dua insan bukan cocok karena hobi, status sosial, pekerjaan, atau bahkan cerita kehidupan,, namun mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagunganNya.. match, karena Allah..
teman bertanya
kok bisa sih seseorang memilih TEMAN HIDUP yg nantinya bakal bareng2 selamanya cuma dgn 1 atau beberapa pertanyaan? Hmmm Karena dia yakin, ada Allah yg menyayanginya..
Umma cancel semua demi kamu dan Dia :)
dan akhirnya aku harus berani cancel semua destinasi liburan... krakataauu,, sebuku.. sebesi.. juga pulau Umang,, oh ya wakatobi,, dan juga Banyuwangi,,,
iya Nak, Umma ingin fokus menyiapkan kamu,, meskipun kita belum bertemu, bahkan meskipun Umma belum ketemu Abimu,, Umma akan lebih memilih menghabiskan uang dan waktu bukan untuk traveling lagi, tapi bersiap bertemu denganmu, dan denganNya :) Doakan Umma ya, meskipun sebenernya Umma belum pantas dipanggil “Umma” hehehe
Love you, Nak.. Ciputat, Awal Januari 2017

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Let it flow ?
Cinta.. Ah, rasanya bosan kalau bahas tema tentang ini,, Karena manusia seringkali mengartikannya dengan artian sempit, tak terkecuali si aku.. Cinta, memang selalu bisa menjadi asbab segala gejolak perasaan, Namun belakangan aku banyak belajar tentangnya, bahwa cinta itu perlu ditujukan pada orang atau sesuatu yg tepat,, jangan pernah berprinsip "let it flow" pada namanya cinta.... . . Belakangan, aku belajar sesuatu, Setelah aku pernah mencintai seseorang dengan sangat, dan kemudian aku harus melepasnya dengan orang lain, aku rasa di situ aku sedang belajar tentang cinta yg gak harus memiliki.. Sebesar apapun perjuangan aku dan dia utk menikah, Kalau gak satu visi dan gak jodoh, akhirnya akan menemui perpisahan juga.. Aku dan dia sempat mengenal segala macam cinta, Namun pada akhirnya aku harus membuktikan kalau aku bahagia saat dia bahagia,, Dan ya,, Sungguh aku bahagia melihat senyummu saat di pelaminan bersamanya.. Dan dari kisah tragis aku dan dia, Aku belajar pelajaran penting.. Kesalahan aku dan dia adalah terlalu membuat cinta mengalir begitu saja, Tanpa tujuan.. Tanpa visi yg jelas.. Yang terbangun hanya harapan bahagia, Tanpa merencanakan ingin berjuang seperti apa Tanpa visi, cinta hanya akan jadi indah sepagi, Cemburu sesiang, Rindu semalam.. Ia mengalir terbawa nafsu yg cuma mebayangkan hal2 indah saja.. Dan akhirnya,, Saat cobaan melanda smua mudah goyah dan kmudian lama2 hancur.. Lima tahun bukan waktu yg singkat, tapi lamalama iya akan rapuh juga tanpa visi yg sejalan.. Sekali lagi, cinta tanpa visi akan mudah hancur.. Maka, mulai dari kjadian perpisahanku dengannya aku belajar, Belajar untuk mengetahui visi seseorang sebelum aku jatuh.. Meskipun, jodoh adalah rahasia yg cuma Allah tau, Tapi jatuh cinta pada org yg satu visi tidak akan mengecewakan.. Ia malah ter sebutkan menjadi sebuah aanugerah yang kmudian stiap impian kan mudah terwujudkan.. Ah cinta, Gara2 dia aku bingung ini sebenernya aku lg nulis apa.. Ya tapi gitu, Pesanku jgn pernah let love flow.. Tapi control cintamu, biar ia jatuh di orang yang tepat yg akan membersamaimu dalam setiap perjuanganmu.. Bandung, Des 2016
Mengingatkan pada satu mata kuliah favorit di @ftipunpad 😆😆 . . difotoin @amaliashl pas anak" lagi dzuhuran 😅😆