Tulisan Spesial Bukan Baper (Part 1)
Tau kisah 7 pemuda yang diabadikan jalan perjuangannya oleh Allah SWT dalam sebuah surat di Al Qurâan? Tujuh pemuda yang, kata Raihan, melarikan diri ke dalam Gua, demi menyelamatkan iman.
Kisah yang menurutku sungguh luar biasa. Dari pertemuan yang tidak disengaja, para anak bangsawan yang semula tidak saling kenal itu malah nekat memutuskan untuk pergi bersama, lari dari penguasa dzalim yang berusaha menangkap dan membunuh mereka, sebagai balasan karena teguh pada keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Esa. Keyakinan yang kemudian, dengan betapa Maha Besarnya, Allah selamatkan.
Kisah yang selalu mengingatkan diriku bahwa teman-teman kita, yang membersamai di bagian manapun perjalanan hidup kita adalah hadiah dari Allah. Dipilihkan Allah, dipertemukan disaat terbaik, di tempat terbaik.
Mungkin ada saat-saat Allah menjadikan mereka sebagai ujian untuk kita. Tapi lebih seringnya Allah mengenalkan kita kepada mereka, adalah sebagai salah satu jalan Allah untuk menyayangi kita, menegur jika salah agar kembali ke Allah lagi, menyemangati disaat-saat sulit agar tetap ada sabar di sekelilingnya, dan mengimbangi disaat-saat bahagia agar tak lupa ada syukur di dalamnya.
Jadi, siapapun yang kita temui dulu, sekarang, dan bertahun-tahun mendatang, terlepas dari baik tak baik sikap mereka kepada kita, Allah pilihkan mereka karena ada kebaikan. Ada sesuatu yang Allah mau kita tau, dan jalannya dari orang itu.
Kenapa prolognya kisah itu? Karena yang akan diceritakan setelah ini adalah tentang 7 orang yang saling tak kenal, yang bertemu secara tak sengaja juga, yang kemudian mengarungi perjalanan bersama juga. Meski kisahnya tak seheroik mereka, dengan perjuangan yang tak sesulit dan segawat mereka, tapi semoga 7 orang inipun bisa menjadi orang-orang yang diselamatkan Allah dari segala hal yang dapat membahayakan keimanan. Aamiin.
Perkenalkan, penulis cerita ini adalah orang ketujuh. Alhamdulillah diberi kesempatan sama Allah untuk merasakan banyak sekali perjalanan bahagia. Salah satunya adalah perjalanan menjadi bagian dari keenam orang dalam tulisan ini.
Empat dari mereka sebenernya mungkin sudah bertemu aku di pertemuan kedua orientasi organisasi (pertemuan pertama bolos dulu soalnya XD). Tapi nyadarnya baru setelah pertemuan ke sekian, haha.
Yang pertama, perempuan Subang yang suka pakai gelang. Waktu awal-awal pendiem banget. Atau aku yang pendiem, ya? Pokoknya kami kayaknya hampir nggak pernah ngobrol. Inget nama dan wajahnya waktu pertama kenalan disaat yang aneh banget, yaitu waktu kami sama-sama lagi pakai sandal di dekat kursi panjang akhwat Masjid Salman. Kenalan sambil make sandal itu peristiwa yang aku sampe sekarang suka mikir, kenapa nggak beresin dulu pakai sendalnya, terus kenalan waktu kita udah sama-sama duduk di kursi panjang akhwatnya XD. Tapi emang ya, Allah tuh kece banget, membuat ini jadi hal nggak biasa yang nantinya nggak aku lupa. Kenapa inget wajahnya? Karena waktu itu ada temen yang ikut orientasi organisasi bilang, Mbak Subang ini punya kembaran di organisasi sebelah. Pas ketemu, sepintas emang mirip, tapi sekarang kalau ditanya, ternyata beda banget :D.
Setelah perkenalan dan pertemuan itu, kami nggak pernah ngobrol lagi. Aku dan dia tenggelam di dunia masing-masing. Bahkan mungkin kami pernah punya pertemuan-pertemuan lain setelahnya, entah di Masjid ini lagi, entah di gerbang ganesha atau di tempat-tempat lainnya, yang terlalui tanpa saling mengenali.
Seiring waktu berjalan, kami dipertemukan lagi saat sama-sama menjadi panitia camp di Ujung Genteng. Beres disitu, Allah pertemukan kami lagi dalam track yang lebih rumit, pendakian yang lebih berat. Tapi dari sana kami jadi teman yang âmeminjam istilah seseorang yang sepertinya bosan melihat kami, haha- kayak sandal. MBTInya ISTJ, aku INFP. Tapi apalah arti perbedaan. Kami tetap jadi sesama introvert yang bisa jalan bareng walaupun di sepanjang jalannya itu cuma kedengeran bunyi jatuhnya dedaunan, sampe yang bisa tiba-tiba ketawa bareng ngeliat kejadian yang orang-orang lain bilang nggak tau lucunya dimana. Tapi kadang aku juga suka jealous, dimanapun dan dalam kondisi apapun, kalau ada kucing lewat, dia pasti menomorduakan aku, haha XD. Paling terharu itu waktu Allah mengizinkan kami melakukan hal-hal kecil bersama, seperti beli kebaya bareng, wisuda bareng, les bareng, ke dokter bareng, ngambil sertifikat bareng, nyari kerja bareng, daan kerja di Bandung juga bareng :D. Ah iya! Pernah denger nggak ITB wisuda dibagi 2? Peristiwa langka yang menyulut protes dari para mahasiswa. Dan itu terjadi pada wisuda kami. Wisudawan paling banyak yang pernah ada (katanya), sampai-sampai sabuganya nggak bakalan cukup kalau dipaksain. Akhirnya dengan berat hati, pihak kampus memutuskan untuk membagi wisuda menjadi dua. DanâŚterserah orang mau bilang apa, tapi sejujurnya aku seneng banget. Karena itulah akhirnya aku dan orang pertama bisa saling menghadiri wisuda satu sama lain, yang selang sehari doang. Tuhkan, Allah memang yang paaaling ngerti aku ^^ (geer).
Pelajaran berharga yang didapat dari orang pertama ini, yang paling banyak adalah tentang ketegasan dan kemandirian. Jangan pernah nggak enak buat negur seseorang, kalau memang itu yang dia butuhkan. Karena saat orang tersebut melakukan kesalahan, lalu kita biarkan, maka apa bedanya kita dengan orang-orang lain di luar sana, yang tidak mengenali sehingga tidak peduli? Karena hidup bukan untuk menyenangkan hati semua orang dengan menutup-nutupi semua yang sebetulnya tidak menyenangkan. Selain itu, dalam hidup kita tidak pernah benar-benar ditemani. Sejatinya kita ini sendiri, berdua dengan Allah. Beliau sering sekali mengingatkan untuk tidak bergantung kepada siapapun kecuali Allah. Kutipan yang beliau sangat suka, adalah milik Ibnu Taimiyyah, yang berbunyi: âDonât depend too much on anyone in this world, because even your own shadow leaves you when you are in darkness.â
Satu hal lagi yang jelas, aku, Insya Allah, nggak pernah khawatir kehabisan bahan obrolan kalau bareng teman yang ini. Oh iya hampir ketinggalan, orang pertama ini suka berantem ama orang kedua wkwk kalau udah gitu, berasa lagi nonton sinetron TV tanpa layar haha.
Siapa dia? #1
(to be continued)