Katanya Ust. Darlis: Aku dekat, Allah dekat. Aku jauh? Allah tuh nggak pernah jauh. :’)
Alisa U Zemlji Chuda
🪼
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Three Goblin Art
Not today Justin

tannertan36
I'd rather be in outer space 🛸
tumblr dot com

titsay
Game of Thrones Daily
RMH
occasionally subtle

if i look back, i am lost

ellievsbear

blake kathryn
Keni
Sweet Seals For You, Always
Show & Tell
TVSTRANGERTHINGS
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Singapore
@lenifaqih
Katanya Ust. Darlis: Aku dekat, Allah dekat. Aku jauh? Allah tuh nggak pernah jauh. :’)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Segala Sesuatu yang Berharga Memiliki Penjaga
Penjaga hatimu adalah pendengaran dan penglihatan. Dan kekuatan penjagaan keduanya atas hatimu, sesuai dengan sejauh mana pemeliharaan imanmu dan penghindaran keduanya dari tempat-tempat yang penuh ujian.
Allah berfirman, "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (17:36)
Pendengaran dan penglihatan disebut pertama karena keduanya adalah gerbang menuju hati. Bila keduanya terjaga, hati menjadi baik. Bila keduanya rusak, hati pun akan ikut rusak.
Kalau hatimu cukup berharga, maka pilihlah untuk "penjaga hatimu" sesuatu yang dapat meningkatkan kekuatannya. Ciptakan ekosistem yang baik bagi pertumbuhannya agar semakin tinggi harganya untuk dipersembahkan pada Dia, yang berhak mendapat versi terbaik hatimu.
— Giza, sehari-hari adalah penjagaan diri. Sampai mati.
Sudah saatnya kau hidup dengan gagasan bahwa kau dapat ditinggalkan dan dilupakan, setiap kali kau pikir kau berharga bagi seseorang.
— Repose
Tapi ada yang...
"Tuhanmu tiada meninggalkanmu, dan tiada benci kepadamu." (QS Ad Dhuha: 3)
Dan itu akan cukup bagi kita :')
Kalau lagi gabut suka iseng nyari kata-kata di Al-Qur'an. Suatu hari nemu potongan ayat menarik.
"Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Al-Furqan (25) : 20
Kesan pertama saat bacanya tuh merasa tersentuh, karena ditanya, "maukah kamu bersabar?" meanwhile di ayat lain justru biasanya berbentuk perintah. Udah gitu, dikasih tau kalau kita tuh dilihat dan dinilai ketika sedang bersabar.
Kesan keduanya adalah, ayat ini aneh. Aneh karena maknanya tidak lazim dan harus dipikirin beberapa kali buat nemu the next wow. Perhatiin deh kalimatnya. Normalnya yang disuruh bersabar kan yang diuji ya, tapi ini malah "kamu" sebagai cobaan yang harus bersabar.
Kalimatnya kalau normal bakalan gini,
"Dan Kami jadikan sebagian yang lain sebagai cobaan bagi sebagian dari kamu. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Nah ayat itu justru memposisikan "kamu" sebagai ujian bagi orang lain. Keren kan point of view-nya? Jadi sabar tuh bukan cuma ketika diuji, melainkan:
Maukah bersabar juga ketika kita dipakai Allah untuk menguji orang lain?
Maukah sabar dalam menumbuhkan dan memelihara awareness, mengenal diri, dan memperbaiki diri ketika kita menjadi ujian bagi orang lain?
Harus ngeh juga kok bisa kita jadi ujian untuk orang lain?
Maukah bersabar agar tidak menjadi ujian bagi orang lain?
Ayat ini menunjukkan bahwa ujian dalam hidup sering datang melalui interaksi kita dengan orang lain, bisa berupa konflik, perbedaan pendapat, atau tantangan dalam hubungan sosial.
Di sini ada dualitas ujian dalam hubungan sosial yang menekankan bahwa semua orang adalah bagian dari ujian bagi orang lain. Secara nggak langsung ayat ini mengingatkan kita supaya nggak hanya melihat diri kita sebagai korban cobaan, tetapi juga untuk reflektif terhadap bagaimana tindakan kita bisa menjadi ujian bagi orang lain.
Dalam konteks ini, hubungan sosial bersifat dua arah di mana kita berinteraksi dan saling mempengaruhi. Misalnya, kita mungkin menghadapi kesabaran ketika berhadapan dengan orang yang pemarah, sementara orang pemarah tersebut juga sedang diuji untuk belajar mengendalikan emosinya.
Refleksi Diri dan Empati
Memahami bahwa kita bisa menjadi sumber ujian bagi orang lain mendorong kita untuk introspeksi dan mengembangkan empati. Kita perlu menyadari tindakan, kata-kata, dan sikap kita karena itu bisa menjadi tantangan atau cobaan bagi orang lain. Ini mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam perilaku kita sehari-hari.
Pembelajaran dan Pertumbuhan Bersama
Kesalingan dalam ujian membuka ruang bertumbuh bersama. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah bagian dari ujian bagi orang lain, kita dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan tersebut. Misalnya, dalam sebuah keluarga atau komunitas, kita memahami mana "red button" atau hal-hal yang dapat melukai ego orang lain, sehingga lebih mengolah komunikasi menjadi lebih efektif dan membangun level pemahaman serta memperluas pengertian bersama.
Peran dalam Pembentukan Karakter
Ujian yang kita berikan dan terima dari orang lain berperan penting dalam pembentukan karakter kita. Dengan proses ini, kita belajar tentang kesabaran, toleransi, pengendalian diri, dan nilai-nilai positif lainnya. Dengan menyadari peran kita dalam ujian sosial, kita dapat lebih fokus pada pengembangan karakter yang positif dan konstruktif. Perspektif ini bisa menumbuhkan rasa saling menghormati dan mengurangi egoisme dalam interaksi sosial.
"Maukah kamu bersabar?"
Dengan menanyakan "Maukah kamu bersabar?", Allah memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada manusia untuk memilih bagaimana mereka akan merespons cobaan. Ini menunjukkan bahwa kesabaran bukan sesuatu yang dipaksakan, tetapi sebuah pilihan yang harus diambil secara sadar dan sukarela oleh individu.
Pertanyaan ini juga mengajak kita untuk secara aktif merenungkan dan menyadari situasi yang kita hadapi. Ini memaksa kita untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan sikap kita (baik ketika diuji maupun ketika kita yang menjadi ujian) daripada bereaksi secara impulsif atau tanpa berpikir panjang.
Dengan menawarkan pilihan untuk bersabar, ayat ini juga menekankan bahwa kesabaran adalah kualitas yang harus dikembangkan. Ini bukan cuma tentang menahan diri dalam situasi sulit, tetapi juga tentang membangun karakter dan ketahanan batin. Kesabaran menjadi sebuah latihan spiritual dan moral yang membantu kita tumbuh sebagai individu.
Kalimat tanya ini juga mengimplikasikan bahwa kesabaran memiliki nilai tinggi dan layak diperjuangkan. Dengan memilih untuk bersabar, seseorang menunjukkan kepercayaan kepada Allah. Inilah adalah sikap yang diharapkan dan dihargai oleh-Nya. Selain itu, kalimatnya menunjukkan hubungan dialogis antara manusia dan Allah. Allah nggak cuma memerintahkan, tapi juga ngajak kita untuk berpikir dan memilih. Begitu dinamis dan interaktif, kan?
Dengan menyadari bahwa kesabaran adalah sebuah pilihan dalam menghadapi ujian, kita juga lebih sadar akan maksud Allah menguji dan sifat sementara dari ujian itu sendiri. Ini bisa membantu kita melihat cobaan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang seperti maunya Allah, daripada hanya sebagai penderitaan yang harus ditanggung.
"Dan Tuhanmu Maha Melihat."
Ini another subhanallah lagi sih. Liat deh peralihan kata ganti dari sebelumnya "Kami" menjadi "Tuhanmu."
Kalau dalam istilah kebahasaan, ada yang namanya Pluralis Majestatis, yang berarti penggunaan bentuk jamak untuk menunjukkan keagungan dan kebesaran. Contohnya banyak dalam banyak teks keagamaan, termasuk di Al-Qur'an saat Allah menggunakan diksi "Kami".
Peralihan ke "Tuhanmu" di akhir ayat ngasih sentuhan yang lebih personal dan nunjukin kedekatan emosional. Ketika menguji, Allah dengan diksi "Kami"-nya mengirimkan 'aparatur kerajaan-Nya'. Namun Dia langsung mengawasi dalam rangka menjalankan kedudukan-Nya sebagai Rabb. Ini menekankan hubungan langsung antara Rabb dan hamba-Nya.
Dengan menyebut "Tuhanmu Maha Melihat" juga, ayat ini ngasih tau bahwa segala ujian dan cobaan yang dialami manusia ada dalam pengawasan Allah langsung. Yang dengannya dapat memberikan rasa ketenangan dan keadilan, karena mengetahui bahwa tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan Allah. Kek, Allah tuh bukannya gak tau kita kesusahan. Kalau kata Pastor Raguel Lewi,
"Hanya karena kita tidak melihat, bukan berarti Dia diam dan tidak bekerja."
Ini juga memperkuat pesan bahwa meskipun Allah mengatur segala sesuatu di alam semesta, Allah juga memiliki perhatian khusus terhadap setiap individu. Allah sangat dekat dan peduli terhadap setiap detail kehidupan kita, termasuk cobaan yang kita hadapi.
Sebagai penutup, gaya bahasa dalam ayat ini membantu memperkuat pesan tentang ujian dan kesabaran. Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.
— Giza, menebak dan menanti ayat mana lagi yang akan Allah pertemukan dengannya untuk dielaborasi seperti ini?
Tempo Ujian
Kadang kita punya kesempatan memperpendek masa ujian kita. Tapi kadang ada jenis ujian tertentu yang benar-benar ga bisa kita kontrol waktunya.
Tempo ujian manusia itu berbeda-beda tergantung apa yang mau Allah uji darimu. Entah Allah mau melihat seberapa cepat kamu berlepas diri dari apa yang menguji kamu. Entah Allah mau melihat seberapa tahan kamu berpegang teguh, ketika apa yang mengujimu memaksa kamu berlepas diri dari Allah. Inilah konsep al-Wala wal Bara.
Kalau ujiannya mengenai "bara" atau berlepas diri, bakal lama kalau kita ga punya kesadaran bahwa kita sedang diuji. Jatuhnya malah bisa terus menerus menempatkan diri dalam kondisi keimanan diuji, contohnya konteks ujian syahwat/lawan jenis. Bahkan kadang orang seneng diuji dan ga mau berlepas diri di jenis ujian ini. Kalau kita bisa sesegera mungkin berlepas, tentu kita ga akan boros di alokasi energi, perasaan, waktu, dan emosi lebih lama. Kita akan beruntung.
Kalau ujiannya mengenai "wala" atau loyalitas (kesetiaan) memang yang pengen Allah uji itu kesabarannya, makanya jangka waktu ujiannya Allah yang tentukan. Contohnya konteks ujian kemiskinan atau penyakit. Kalau sampai finish kita berhasil, maka kita beruntung.
Dan, ohiya, boleh kok kita minta sontekan tips and tricks ke orang yang ujiannya lebih cepat selesai, atau ke orang yang terlihat tetap teguh saat diuji lebih lama. Sebenernya sontekannya juga udah banyak di kisah para nabi. Mau lihat contoh "bara" bisa baca kisah Nabi Ibrahim saat menghadapi kerajaan Namrudz atau kisah Nabi Yusuf saat diuji dengan istri Al-Aziz. Mau lihat contoh "wala" bisa baca kisah Nabi Nuh yang ujiannya ratusan tahun, atau kisah Nabi Ayyub yang sakit dalam jangka waktu yang lama.
Anw, hal paling penting dalam ujian "bara" adalah logika. Nabi Ibrahim adalah salah satu contoh nabi yang mengedepankan logika dalam caranya memandang dan mengambil sikap. Simpelnya, "logika aja masa nyembah sesuatu yang ga bisa mendatangkan manfaat? Rugi dong!" (Logika kan emang bicara untung rugi ya). Makanya banyak cewek merasa dirugikan dalam hubungan non halal karena suka ga pake logika dalam kebucinannya.
Hal paling penting dalam ujian "wala" adalah pemahaman yang baik dan benar tentang Allah. Keyakinan bahwa Allah Maha Bijaksana dan Maha Tepat. Keyakinan bahwa Allah tidak dzalim terhadap makhluknya. Sehingga kita tak perlu repot-repot berprasangka baik untuk meng-counter prasangka buruk. Kita punya iman yang jangkauan pandangnya jauh ke depan, yakin bahwa selalu ada hikmah dari setiap ujian yang panjang walau dalam menjalaninya seperti menggenggam bara api, tak tertahankan.
Jadi dalam hal diuji, jangan ngerasa di dunia ga ada orang yang relate. Jangan ngerasa ujian kita paling susah dan paling baru di dunia. Kadang emang harus merendahkan hati untuk mau membaca ayat-ayat Allah dalam kisah para nabi. Allah udah kasih sontekannya, tinggal kita mau nyontek atau enggak. Kan itu definisi sebenarnya dari bijaksana, mau mengambil pelajaran/hikmah. Ga perlu menghantam diri sendiri dengan ujian bertubi-tubi untuk belajar. Bisa belajar dari pengalaman orang lain untuk alokasi waktu dan energi yang lebih efisien.
— Giza, lagi mikir mana ujian yang bisa dipersingkat temponya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tuhan lebih berkepentingan agar rencana-Nya di dalam hidupmu tercapai, dibandingkan dirimu sendiri.
— Raguel Lewi
Kegagalan itu wajar karena kita manusia kadang khilaf dan di kondisi tertentu masih belum siap.
Kondisi saat itu semua terjadi mungkin berbeda-beda, tetapi asalkan niatmu sama tulusnya, ia (cita-citamu itu), insya Allah akan menemukanmu kembali, bersama kebaikan-kebaikan yang nantinya akan kamu syukuri. :)
So, keep trying, keep believing!
Tak jarang manusia memerlukan kisah duka orang lain sebagai wadah bersyukur. Kelebihan-kelebihan dan kemudahan hidup itu seolah tak cukup berharga sampai kita membutuhkan hal itu -nasib orang- untuk menyadarinya :(
...kepada nasib-nasib baik yang akan menyembuhkan lukaku :)
"Ya Allah, aku sudah menganggap baik seluruh takdir yang engkau berikan padaku, maka aku mohon sembuhkanlah dan perbaikilah hidupku"
Puncak tertinggi dari hati yang bersih adalah menyerahkan segalanya bahkan masa depannya pada Ilahi.
Tanpa tapi.
Tidak mudah melatih husnudzon dan prasangka baik pada Allah itu, mungkin bagi mereka yang Allah hujani dengan kenikmatan akan mudah untuk melakukannya, tapi tidak mudah bagi mereka yang Allah berikan gerimis bahkan hujan ujian. Soal pasangan, keluarga, pekerjaan, keadaan sosial, ekonomi dan semua hal yang barangkali menyesakkan dada, seakan Allah tidak mencintainya. Padahal, tidak selalu yang Allah hujani dengan kenikmatan itu berarti Allah suka padanya. Dan tidak pasti juga yang hari ini Allah berikan ujian bertubi-tubi menandakan Allah membencinya. Semua ada takaran dan tolok ukurnya, dan pada ujungnya, semua yang bisa mendekatkan diri pada Allah adalah kenikmatan, entah ujian atau nikmat yang datang. Aku pun sama denganmu, masih tertatih untuk bisa selalu mengedepankan prasangka baik. Semoga Allah berikan kita hati yang seluas samudera perihal takdir ini, Allah berikan selimut sabar atas dinginnya ujian. Sebab surga tidak pernah murah.
@jndmmsyhd
ya Rabb, sembuhkan dan perbaiki hidupku...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Kita bukan pengawal, bukan pula pengakhir. Karena kita adalah rantai-rantai kebaikan." (25/02/23)
If you feel like everyone’s dream is moving forward, and we just stay still on our path, just remember that Allah is Al Muqaddim and Al Mu’akhir.
Allah Yang Maha Mendahulukan, Allah Yang Maha Mengakhirkan. Inget aja gimana Allah pernah delay happinessnya Nabi Yusuf di awal dan membayar itu semua, membanjiri itu semua di akhir. Dan tentunya di akhirat lebih-lebih lagi balasannya. Semangat ya, KDR x PSDMF! 🌻✨
Kita sama-sama takut gagal lagi
Mungkin, kita malas mengulang dari nol lagi
Atau
Bisa jadi,
Kita cuma takut kesepian.
- Marcella F
Ada bagian dari diri kita yang masih belum menerima bahwa kita sudah makin berumur dan menua.
Bagian dari diri kita yang selalu ingat masa kecil yang riang dan hangat, pusingnya hanya karena PR dan persiapan ujian.
Dan di saat diri yang berumur itu sedang jatuh, ia menangis sendiri dan mengharap andai masa lalu bisa diulang.
Karena habisnya waktu itu gak kerasa, makanya Allah mengingatkan kita, "Demi Masa" (QS. Al Ashr: 1)
Kalau menurut Engkau kelak diriku tak bisa menghindar, ya Allah, semoga sejak awal aku dijauhkan saja, dari situasi2 ambigu,
yang barangkali membuatku terlena dan mendurhakaiMu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kamu sibuk kesana kemari tapi lupa menyayangi dirimu sendiri. Padahal ia yang paling butuh kamu melebihi siapapun saat ini. :)
Be very wary of the consequences of sins, and be very hasty in seeking to erase them by returning to God, because sins have evil and ugly consequences, whether they come quickly, or whether they accumulate and befall you all at once.
Ibn al-Jawzi (via islamic-art-and-quotes)