Malam kota lamaku....
Mendengarkan bait-bait awal lagu ini mengingatkan saya akan waktu-waktu di Pekanbaru, tempat dimana saya menghabiskan 3 of 27 tahun keberadaan di dunia. Agak meleset perumpamaannya karena disana nggak ada kereta. Cuma saya rasa vibes-nya mirip-mirip lagu ini.
Bandara Sultan Syarief Kasim II tahun 2017, pesawat Citilink Penerbangan PKU-JOG. Di tepi jendela, seperti kisah hidup saya 3 tahun ke belakang diputar ulang bersama sakit-sakit lama maupun baru. Ada airmata tetapi bukan tangis, ada kosong tapi bukan derita.
Nggak tahu. Momen dimana saya merasakan hidup saya direset ulang. Keyakinan yang saya bawa saat pulang. Saya pasti bahagia. Tidak ada tanda tanya, tidak ada tanda seru. Saya akan menjalani segalanya sampai titik. Cukup.
Kemudian penerbangan kali itu membawa saya menyadari banyak hal. Ada jutaan hikmah yang saya bawa kembali pulang. Mungkin saya tidak bawa harta yang banyak seperti Bilbo setelah perjalanannya berpetualang, saya cuma bawa sekoper pakaian yang tidak ada apa-apanya dibanding segala pelajaran yang telah Pekanbaru berikan untuk saya.
















