Masih pantaskah kita kecewa akan takdir yang Allah pilihkan?
Apalagi yang kamu rasakan ketika mimpi-mimpi mu tak tercapai, harapanmu tak tergapai, atau sesuatu yang kamu inginkan tidak sesuai dengan yang kamu dapatkan.
Setelah itu semua terjadi yang kamu lakukan adalah menyalahkan diri sendiri, menyalahkan keadaan, atau jangan jangan kau mulai merasa tuhan tak lagi sayang padamu.
Jika kamu sudah mulai merasakan itu, coba buka kembali Al Qur'an Al Insyirah ayat 5-6
Maka Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ( Al Insyirah 5-6)
Jika kamu masih merasa masalah hidupmu berat, coba buka lagi lembaran Al Qur'an surah Al Baqarah ayat 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui ( Al Baqarah ayat 216)
Sampai pada titik ini, harusnya kita mulai bisa berhusnudzan dan menerima apapun takdir yang Allah pilihkan, tapi jika hati kita masih keras dan rasa kecewa itu masih membekas cobalah mulai evaluasi diri dengan mentadabbur i ayat Allah, buka kembali Al Qur'an tepat di surah At Thahaa ayat 124 ;
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta (At Thahaa ayat 124)
Bisa jadi kekecewaan kita akan takdir yang Allah pilihkan adalah akibat dari dosa-dosa kita yang terus menerus kita lakukan.
Jadi masih pantaskah kita untuk kecewa akan takdir yang Allah pilihkan? bersabarlah sejenak, karena Allah punya caranya sendiri untuk menyayangi hambanya
Jika ujian terus menerus datang, kuatkan ketaqwaan, dekatkan diri sedekat-dekatnya pada Allah, ingatlah janji Allah yang terdapat pada surah At Thalaq ayat 2-3 ;
Barangsiapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya Rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka (At Thalaq ayat 2-3)
Buat apa kecewa, sedih, marah, menyesal untuk urusan duniawi, kan kita masih punya Allah : D
Yogyakarta, 11 Februari 2018
Tulisan ini ditulis sembari berdo'a Semoga tidak akan pernah ada lagi kekecewaan atas takdir yang Allah pilihkan.