Ya Allah, jika malam ini adalah malam Lailatul Qadar, maka kabulkan lah doa kami ya Allah. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah mawadah wa Rahmah dan anak-anak kami menjadi anak-anak yang soleh dan Solehah.

JVL
Today's Document
styofa doing anything
Lint Roller? I Barely Know Her
noise dept.
DEAR READER
🪼
Stranger Things
almost home
KIROKAZE
$LAYYYTER
AnasAbdin

blake kathryn

@theartofmadeline
Claire Keane
we're not kids anymore.
d e v o n
Mike Driver
Keni
seen from United States
seen from Australia

seen from Türkiye
seen from Spain
seen from Venezuela
seen from Peru
seen from United Kingdom

seen from New Zealand
seen from Tunisia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@maujadibaik
Ya Allah, jika malam ini adalah malam Lailatul Qadar, maka kabulkan lah doa kami ya Allah. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah mawadah wa Rahmah dan anak-anak kami menjadi anak-anak yang soleh dan Solehah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
memohon doa yang sama
bagaimana rasanya memohon doa yang sama selama sebulan penuh? bagaimana rasanya memohon doa yang sama selama setahun? sepuluh tahun? seumur hidup?
hingga kamu sadar. yang lebih penting bukanlah bilamana doamu dijawab iya sekarang. yang lebih penting adalah undangan Allah untukmu berdoa.
bagimu, memohon doa yang sama tidak masalah. yang penting Allah tetap mengundangmu untuk berdoa.
kalau kita bukan seseorang itu
hanya ada satu nama yang bisa menyentuh inti hati setiap manusia. hanya ada satu nama yang bisa menjadi yang teristimewa. terima kenyataan itu.
seperti adit untuk kica. seperti kica untuk adit. seperti banyu untuk rasya. seperti adit untuk faza. hanya ada satu nama–yang meskipun kadang hanya dipertemukan tanpa dipersatukan–yang bisa memiliki tempat itu.
nama itu punya daya pikat luar biasa. nama itu, mendengarnya saja bisa membuat air mata menguap tiba-tiba. seseorang itu begitu menarik, sehingga segala hal kecil yang disukainya juga mencuri perhatian kita. seseorang itu cita-citanya, mimpinya, ingin kita perjuangkan juga.
tapi terima kenyataannya. hanya sedikit sekali yang dipilihkan bersama dengan seseorang itu. kebanyakan tidak. kebanyakan, pilihan terbaik menurut Tuhan bukan yang terbaik menurut kita.
ada yang lebih susah daripada bersama dengan seseorang yang bukan seseorang itu, daripada ikhlas melepaskan seseorang itu–yaitu menjadi seseorang yang bukan seseorang itu, ikhlas diterima sebagai bukan seseorang itu. sebab selamanya, kita tidak pernah menyentuh inti hatinya.
tetap bersyukurlah–pun kalau kita bukan seseorang itu. sebab kita adalah seseorang itu, kata Tuhan. kita mungkin tidak bisa menyentuh inti hatinya. siapa tau, kita justru bisa menyentuh dan mendiami surga-Nya.
Aku masih mendoakan kebaikan atasmu, menghujanimu—sederas-derasnya.
Langit-Nya akan terus menyapa jalan-jalanmu. Birunya, jingganya; terang, gelapnya; berbintang, sepinya; semoga jadi alasan untuk kau tetap gagah berani menjalani hidup ini.
Sudah sekian kali perayaan perputaran bumi yang aku lewatkan riuh redamnya—aku bersyukur karena masih bisa mendoakanmu.
Semoga keberkahan Allah kian ramai, mengganti sepi yang (mungkin) menghampirimu berkali-kali.
"You have been through, a lot..."

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
tentang meminta maaf
lewat di timeline Twitter saya sebuah tulisan. "bagi seseorang yang tidak pernah merasa bersalah, meminta maaf adalah hukuman." that rings a bell.
urusan meminta maaf, manusia itu ada macam-macam. yang pertama, mereka yang meminta maaf karena terpaksa. golongan ini ya itu tadi, menganggap meminta maaf adalah hukuman. pasalnya, mereka nggak pernah merasa bersalah.
orang-orang yang kedua meminta maaf sih, tetapi hanya untuk membuat dirinya sendiri merasa lebih baik. "maaf ya" dan itu saja. padahal dampak dari perbuatannya luar biasa. baginya, maaf saja cukup. akibat dari kelakuannya? bukan urusannya.
kelompok yang ketiga sungguhan meminta maaf. maksudnya, meminta maaf bukan untuk membuat diri merasa lebih baik, melainkan untuk membuat yang dia lukai menjadi lebih baik. minta maaf yang ini diiringi dengan upaya untuk ikut bertanggung jawab atas kerusakan yang sudah dibuat.
yang keempat, meminta maaf meskipun nggak berbuat salah. orang-orang yang begini seringkali menghargai hubungan mereka dengan orang lain lebih dari gengsi diri. meminta maaf itu biasa, tak menunggu salah yang sengaja.
mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang mudah meminta maaf. mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang tidak membuat orang lain sakit hati, marah, sedih, kecewa, dengki, atau terluka.
No matter how loudly society tries to rush or label women as they grow older—I will wait.
I’ll wait until I understand myself. I’ll wait until I know what really matters, and what doesn’t.
I’ll wait—even if it takes much of my time.
Cukup
Aku pikir perjalanan penerimaan akan selesai dalam 2-3 tahun, tapi ternyata aku salah. Perjalanan penerimaan akan terus berlangsung--berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun lagi; bahkan mungkin sampai aku tak lagi mampu berhitung. Sampai aku tak lagi mampu mengingat. Sampai aku tak lagi mempertanyakan apa-apa yang membingungkan.
Kadang, aku bertanya pada diriku sendiri--kenapa pertanyaan-pertanyaan itu kian ramai, padahal satu demi satu jawabannya kerap kuupayakan. Tapi titik-titik tak terdefinisi itu tidak kunjung berkurang, bahkan kini membentuk sebilah pedang tajam yang mengecam tepat di depan mataku.
Ada yang bilang ini tentang kecukupan--bahwa merasa cukup dengan apapun yang digariskan adalah tameng paling kuat yang bisa melindungi dari apa-apa yang menakutkan.
Merasa cukup dengan ketetapan--baik yang membahagiakan; maupun yang melatih kekuatan.
Justru terkadang yang baik untukmu itu adalah sesuatu yang selama ini sering kamu tolak.
Sudah lama tidak melakukan life retrospective, alhasil segalanya hanya berputar dan melayang di dalam kepala. Sebenarnya diskusi dengan beberapa teman sudah menjadi mini retrospective, namun seringnya, diskusi hanya sekadar diskusi tanpa ada aksi lanjutan yang strategis. Bahkan ditulis saja tidak.
Belakangan semakin menyadari fungsi dari menulis adalah mengurai benang kusut, tapi lagi-lagi—banyak sekali distraksinya. Belum lagi dengan keberanian menghadapi tiap arah runtutan benangnya apabila menuju ke hal yang tidak disuka.
Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang menunggu untuk dijawab. Semoga satu per satu menemukan jawabannya, sembari kaki terus melangkah dan mengumpulkan bekal untuk keputusan hidup—berikutnya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
ketenangan
kebanyakan orang bilang ingin bahagia dalam hidup. definisi bahagianya beda-beda. ada yang ingin sukses karirnya, ada yang ingin berkeluarga, ada yang ingin mencapai sesuatu. tapi kalau direnungkan sekali, sebenarnya yang paling kita butuhkan dalam hidup itu ketenangan.
tenang karena punya pekerjaan / rutinitas yang membuat kita merasa bermakna. tenang karena pasangan hidup kita benar-benar teman hidup yang setia. tenang karena anak-anak kita tangki cintanya terpenuhi.
tenang karena tidak ada utang---baik uang, janji, maupun pekerjaan. tenang karena secara keuangan, masih bisa hidup dan menghidupi. tenang karena tidak ada dosa besar yang menghantui. tenang karena tidak punya rasa bersalah yang begitu berat karena tidak pernah secara sadar membuat kesalahan yang berat.
tenang karena tidak ada---sesedikit mungkin---orang lain yang tidak menyukai kita. tenang karena semua maaf sudah kita mintakan. tenang karena kita selalu memaafkan.
tenang karena bisa beribadah dengan khusyuk. tenang karena hati kita penuh sabar dan syukur. tenang karena kita mengupayakannya.
tenang, tak berarti masalah hidup tidak ada. hanya saja, kegembiraan tak menjadikan hati terlalu gembira. kesedihan tak membuat diri terpuruk apalagi putus asa. badai tak membuat kita kehilangan konsep diri, prinsip dan nilai yang dipunya.
hidup dijalani dengan tenang sehingga ketenangan itu datang. hidup dijalani dengan tenang sampai Allah memanggil kita sebagai manusia berjiwa tenang. bukankah itu akhir yang kita inginkan?
POV : Pencuri Kebahagiaan
Hidup lagi damai-damainya. Kamu sedang menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, dinafkahi dan diperlakukan dengan baik oleh pasangan. Tiba-tiba ada orang yang mengatakan kepadamu; "Jadi perempuan itu harus bekerja, biar nggak direndahin sama laki-laki. Bisa beli macem-macem sendiri. Jaga-jaga kalau ada apa-apa sama rumah tanggamu, kalau-kalau nanti suamimu selingkuh!" Hidup lagi damai-damainya. Kamu dan pasangan sedang menjalani kehidupan rumah tangga jarak jauh dan kalian saling setia. Dan kalian baik-baik saja. Tiba-tiba orang lain bilang," Ah belum ketauan aja itu pasanganmu di sana, pinter mainnya!" Hidup lagi damai-damainya. Kamu baru aja beli HP seharganya 20 juta, sesuatu yang udah kamu upayakan selama setahun terakhir dengan kerja tambahan macem-macem. Tiba-tiba ada orang yang mengatakan kepadamu ; "Beli hape mahal-mahal, mending ditabung atau dibeliin emas!" Hidup lagi damai-damainya. Kamu sekeluarga baru aja beli mobil LCGC baru, harganya sampai 200jt. Mobil baru dan mobil pertama kalian. Tiba-tiba ketemu temen yang bilang, "Yah, 200 juta sayang banget dibeliin mobil kaleng, kalau dibeliin bekas itu bisa dapat mobil yang lebih bagus!" Dan berbagai macam lainnya. Dia yang terluka hidupnya, dia yang dikecewakan sama keluarga, dia yang dikhianati laki-laki, dia yang tidak mampu beli, dia yang punya keinginan tak tercapai. Dia pula yang memaksakan orang lain untuk hidup dengan cara pikir dan pandangnya. Menyeret orang lain ke dalam luka dan traumanya. Hurt people hurt people. Kalau ada orang yang kamu kenal suka mencuri kebahagiaanmu, tinggalkan! Atau jangan-jangan, kitalah yang suka mencuri kebahagiaan orang lain?
Makanan
Kalau lagi makan di luar barengan—dulu, selalu merasa lebih tenang karena sebesar apapun porsinya selalu bisa sharing. Selalu bisa di-spare di awal supaya tetap habis dan gak food waste. (tengs, sobat-sobat anti temenan sm setan).
Contohnya di suatu agenda makan di perjalanan sepulang kondangan jauh sama teman-teman, ada salah satu teman yang menghalangiku untuk pesen nasi 1/2.
A: Mas, nasinya setengah aja ya.
B: Eh Ra, kenapa setengah?
A: Ga habis ntar kak, mubadzir.
B: Satu aja, ntar setengahnya kasih gue. Lebih baik jadi temen gue kan. (Daripada jadi temennya setan maksudnya).
Beda kalau makan sendiri, selalu super considerate sama porsi. Sering banget ngeribetin pramusajinya untuk nanya seberapa besar porsinya—atau sesederhana minta porsi setengah aja.
Long story short, gak inget momen berubahnya kapan—saking terbiasanya makan sendirian, ternyata diri terlatih untuk bertanggungjawab sama makanan apapun yg dipesan—sebesar apapun porsinya. Entah dengan cara dipaksa dihabiskan, atau dibungkus dan dibawa pulang. Tentu ini dibarengi dengan level pemahaman food waste menyumbang kerusakan alam cukup besar—setelah sebelumnya merasa guilty—karena banyak orang di luar sana yang gak bisa makan. :(
Side effect-nya, sepertinya ukuran lambungku sekarang seukuran perempuan dewasa pada umumnya—alias bisa makan cukup banyak. Entah ini alhamdulillah atau astaghfirullah. Atau lebih cocok didzikirkan—keduanya.
Salam takzimku pada teman-teman yang suka menghabiskan makanan supaya tak ada sisa—baik karena sayang bumi, maupun sayang diri sendiri. 💖
iri
kalau dulu lebih sering iri sama orang-orang yang Allah lebihkan dalam fisik dan hartanya, sekarang lebih suka iri sama orang-orang yang Allah telah beri kemudahan dan kesempatan untuk bisa mengenal dirinya dengan baik. Paham dirinya mau dan butuh apa. Paham segala kekuatan dan kelemahannya. Dan bisa memanfaatkan segala kapasitas yang diberikan oleh Allah untuk bisa menjadi manusia yang bermanfaat dengan maksimal.
Seseorang yang sudah tahu apa yang ingin ditujunya, dan bagaimana cara mendapatkannya. Seseorang yang yakin dan mantap dengan setiap keputusan yang diambilnya. Seseorang yang dengan segala privilege yang diberikan Allah padanya, ia gunakan dengan baik.
Seseorang yang tidak mudah digoyahkan oleh hal yang tidak penting semisal pendapat orang lain dan perasaan sesaat yang hadir. Seseorang yang kokoh dengan prinsip hidup yang dipegangnya.
Sedang diri sendiri, sering kali kebingungan dengan apa yang sebenarnya hendak dituju. Masih kerap diguncangkan oleh perasaan sendiri, sehingga antara tujuan dan keinginan menjadi tidak lagi sejalan.
Oh Allah, di antara semua bentuk rezeki yang telah Engkau berikan kepadaku, tolong tambahkan rezekiku berupa kemampuan untuk bisa mengetahui apa yang sebenarnya terbaik untuk dunia dan akhiratku. Bantu aku untuk bisa menjadi sebaik-baik manusia ciptaan-Mu. Bantu aku untuk bisa memaksimalkan segala hal yang telah Engkau anugerahkan untuk bisa bermanfaat bagi diri dan orang-orang di sekitarku.
cc kang @yasirmukhtar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai."
(HR. Tirmidzi, no.3479)
Semakin dewasa, rasa-rasanya semakin bingung bagaimana menyusun redaksi doa—yang pada akhirnya mendoakan hal yang itu-itu saja.
Wondering, apakah bawaan dewasa yang terlatih logis dan rasional, yang setiap harinya bersandar pada usaha-usaha yang bisa diraba indera, perlahan melumpuhkan harap—mematikan keyakinan atas kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa jadi letaknya di luar logika—yang padahal kuasanya jauh lebih besar.
Frasa sederhana namun menampar berkali-kali, “berdoalah—dengan yakin”.
"Banyak pernikahan bermasalah bukan karena kurangnya cinta; melainkan kurangnya ilmu untuk mencintai" – Ustadz Salim A Fillah