Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kedewasaan yang kukira berbentuk kehidupan yang tenang, jalan yang melandai, dan keakraban pada arah yang dituju. Nyatanya, semakin terjalnya jalan membuatku terus bergoyang. Hembusan angin pada tanah yang semakin asing, membuat kepalaku ikut berdenging. Ketenangan yang kuimpikan, tidak juga datang mewujudkan rupanya.
Lalu, bukankah tujuan yang dituju adalah ujung kefanaan?
Kukira tanganku semakin pintar menghalau kerikil, bersama kaki yang semakin kokoh menemukan pijakan dalam arus. Dalam pekat remang malam, aku tetap tak punya daya.
Aku masih tetap kerdil. Kecil. Menuju ujung kefanaanku.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menjadi keras kepala untuk percaya dengan jalan yang ingin dilalui sendiri. Uluran tangan yang datang malah semakin mendorongku masuk semakin dalam pada goa ketidak-tahuan. Tanganku terus mengepal, sedang bulir pasir menutup mata yang basah.
Satu-satu, katamu, satu-satu.
Ambil lipstikmu yang paling tebal, poleskan dalam bentuk tegar. Tutup rambutmu yang tergerai dalam pasrah, biarkan langkah kaki mengajakmu pergi semakin jauh.
Satu-satu, aku percaya, satu-satu. Ketegaran adalah perisaimu.
Memahami perlunya belajar untuk berdamai dengan segala hal. Ada banyak hal yang harus dipahami bahwa jalan kita bukan menuju kearah sana. Untuk terus menggenggam obor panas di pelukan. Bukan saja lidahnya yang menjulur-julur mencari perhatian, sekaligus tangan yang harus terus mengingat untuk memberi jarak pada panas apinya.
Satu hal yang pasti, jalanku harus kuyakini. Kepalaku harus tetap sekeras batu. Dan hatiku harus melebar luas menerima banyak pemahaman.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
to imagine that someday a few months, our life will be so different, I am now a little anxious.
but aren't we all already prepared for the worst by the uncertainty in these pandemic moments.
i want a little peace now, as i have already gone for too long, being lonely.
but now i have you by my side, i started to build my own life, with your presence along the way.
i am still anxious. life's so unpredictable. i am still worried. how well that new home will become, as I have already started to get comfortable with my-now-six-months-home. i am now already building my routine, decorating my space, and getting familiar with the neighbourhood.
Sometimes I am afraid, that someday, I become another person my current self won't ever know anymore. When actually, today, I already become one, of my past self. How much the world will affect my own sanity, my own dreams.
And I guess living as real minority is truly difficult. When trying to keep fit in whether wider or intimate society. I found this phenomenon or example of cases from social media figures, whose image is trying to be faithful and independent women living in different beliefs or circumstances. Some of them try to figure out their own true self through the journey they choose to have, or a life they should belong to. But I guess, it's a real challenge. And without a solid support system, things could go differently.
I want to highlight the solid support system. I imagine living in somewhere far away, then I couldn't find a community or place to welcome my presence. Become the only one having distinct differences, maybe I tend to change myself to be fitter in.
The thought of it itself, to be able to fit in somewhere we do not actually belong to is quite challenging. But to know the consequences, own abilities, I don't know ...
Di sepanjang tahun 2022, peradaban manusia bertaruh, tentang mendefinisikan kembali kehidupan yang 'normal', setelah menjalani dua tahun yang dilingkupi ketidakpastian. Dan salah satu manusia itu adalah aku, yang bertaruh untuk menuju salah satu fase hidup yang sebelumnya juga terasa terlalu jauh untuk terjadi. Aku bertaruh untuk pernikahanku, yang di sepanjang tahun doa yang kugulirkan adalah semoga diberikan segala kelancaran, dan apapun yang terjadi semoga aku dan semua yang terlibat mampu untuk menjalaninya. Ada satu dua nasehat, ada satu dua hal yang mengganggu, tapi pada akhirnya hari itu bisa benar-benar tiba. Yang kadang masih terasa seperti 'ah rencana Tuhan selalu jauh yang terbaik'. Pandemi? Rasanya masih seperti mimpi bahwa peradaban yang sekarang hampir bisa melaluinya. Meskipun harganya terlalu tinggi untuk dibayangkan.
Kemudian satu hal anugerah yang tidak berani dimimpikan sepanjang 2022 terjadi di awal 2023. Aku duduk di balkon salah satu apartemen di selatan jakarta, melihat jalanan jakarta minggu sore yang cukup lengang. Ada angin yang kencang, ada segelas kopi, dan percikan suara air kolam dari halaman apartemen. Memanggil tempat ini rumah, dan mencoba untuk mendefiniskan menjadi rumah yang hangat kutinggali. Menutup sepuluh tahun perjalanan nomaden ku seorang diri.
Lalu aku menjadi ingin serakah untuk ingin bermimpi dan melakukan banyak hal. Seperti aku ingin punya kebun kecil di balkon. Aku ingin bisa memasak dengan cepat dan enak. Aku ingin bisa berenang. Aku ingin banyak membaca, aku ingin banyak menulis juga.
Lalu aku ingin bersekolah kembali. Satu hal yang pernah hampir kulupakan. Atau mungkin terasa sudah terlalu tidak mungkin.
Tahun ini sepertinya tahun yang baik untuk bermimpi. Merencanakan hal yang ingin dilakukan, menata hal yang pernah berantakan dan hilang saat pandemi, yaitu harapan. Peradaban manusia ternyata masih terus berlari, entah menuju keabadian, atau kehancuran. Dan aku sudah berhenti mencari, dimana aku seharusnya berada.
aku berdiri di tepian ruang hampa, yang tak pernah terisi oleh rasa tuk bertahan, menoleh ulang.
hanya suaramu yang jelas memanggil namaku
di pelupuk matamu, kuberteduh dari teriknya dunia yang tak henti habis terbakar oleh hasratku
dari segala dusta yang bergulir dan bertambah, goreskan luka dalam. biarkanlah kali ini kan ku obati.
hanya hatimu yang kelak aku tinggali
dari segala duka yang terlahir oleh sikap dan semua tingkah lakuku. biarkanlah kali ini kan ku obati.
hanya restumu yang kan mampu membuka jalanku
di pelupuk matamu, kuberteduh dari teriknya dunia yang tak henti habis terbakar oleh hasratku
aku berdiri di tepian ruang hampa, ijinkanlah.
Kita, Pusakata 2019
-
dulu aku berimajinasi, bahwa 'rumah' yang menjelma sebagai kekasih memang bukan hanya tentang perasaan berbunga dan pelangi. kemudian aku singgah dan menetap di 'rumah' sang tuan, rumah itu lalu pernah menjelma menjadi rumah sakit. entah mengobati luka dalam dari masa lalu, atau luka yang tak sengaja tergores di perjalanan luar, atau luka yang terbentuk dari dalam rumah.
rumah itu menjadi tempat luka tumbuh, kemudian disembuhkan, kemudian luka yang lain akan muncul lagi. tangan yang sudah menggenggam luka yang sama, hingga kemudian mengerti bahwa kita terlalu lama berada di ruangan yang sama. jarak yang memberi kebebasan akan menuntun untuk memahami dan mengerti, bagaimana luka tumbuh, dan sembuh.
ada mimpi, harapan, dan perasaan. di dalam rumah yang lama ditinggal asa, ruangan menjadi hampa. dingin dan berdebu. luka dan amarah menahan hasrat untuk pulang. rumah menjadi tak lagi hangat.
di sinar bola matanya, harapan dan mimpi mulai terkikis, redup berdebu oleh amarah. di depan mata terbentang jalan, ujung persimpangan, dan kita bertanya, bagaimana membaca peta yang sudah tak bisa lagi dibaca.
During my teenage days, I dreamed about how I will become in my twenties. The excitement of being called as an adult, being responsible of own life, and having something to do called career. Then, in a blink, I passed my half of twenty.
Then in the present, I dream about what will I be in my thirty. How things will change in my maturer perspective. How my career will define my life. And how the world will become in the future days-my world.
Living the half of my twenties somehow exciting, somehow lonely, somehow exhausted. Life is about ambition, finding things to change, shaping self perspective, but not knowing whether things are right or wrong. The doubt within self, about the world, about the dream.
But its a life anyway. About learning the wrongs or the rights. About having the most during breakfast in the morning untill dinner at the night. We learn, people learn, and evolve.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
adalah untuk bertanya. pertanyaan tentang siapa dirinya. apa yang harus dilakukannya. bagaimana dia bisa tetap hidup. dimana dirinya. bagaimana dunia di sekitarnya bekerja. siapa tuhannya.
dan untuk menemukan jawabannya.
begitulah manusia hidup dan bertahan. menemukan pertanyaan, dan mencari bagaimana mendapatkan jawaban.
tulisan ini adalah salah satu upaya untuk mendokumentasikan perasaan dan segala kejadian-kejadian sepanjang memori tersisa di dua ribu dua puluh satu ini.
TAHUN KEDUA COVID
rasanya kaya orang gila. terbangun dengan perasaan nggak nyaman, buka handphone dengan was-was, takut, berita buruk apa yang datang tadi malam. setiap saat berdoa dengan sungguh-sunggu, ya Allah, tolong berilah kesehatan kepadaku, keluargaku, dan teman-teman terdekatku.
menjalani hari-hari mencekam seperti itu selama tiga bulan.
memikirkan segala cara untuk bertahan. memberi semangat satu-sama-lain. ucapan duka cita menjadi hal terakhir yang ingin diberikan, tapi nyatanya tetap harus disampaikan. takut. takut dengan jarak, merasa tak bisa menjaga, merasa tak bisa menjadi ada.
suatu hari cuma bisa berbaring di tempat tidur, meresapi duka kepergian ayah dari teman yang dikasihi. tak bisa memberi kata, apalagi penghiburan. lalu takut, kalau-kalau harus mengalami hal yang sama lagi. ingin bertanya kabar, tapi takut duka yang datang. akhirnya hanya bisa diam. meresapi duka dalam sendiri.
lalu ketika akhirnya satu-satu mulai pulih.
tapi trauma masih menyisa. tahu betul, jalan panjang pandemi masih jauh. hari demi hari masih belum pasti. tapi yang pasti, dari duka menjadi belajar, akan pentingnya memaknai kebersamaan.
SELF ACCEPTING
tahun ini juga, belajar banyak tentang menerima. termasuk di dalamnya memberikan maaf, dan toleransi tak terbatas terhadap orang lain.
bukan hanya penerimaan terhadap perlakuan orang lain kepada diri sendiri, tapi juga termasuk penerimaan terhadap diri sendiri. menjadi sabar dan ikhlas, dan melampui batasnya.
sekarang masih jauh di tahap belajar. masih belum bisa menahan diri untuk tidak terburu-buru dan tergesa mengambil kesimpulan, menghakimi, dan belajar untuk pelan-pelan meresapi makna, kemudian mengartikulasikan dengan tepat kepada orang lain.
termasuk memahami perasaan apa yang sedang dirasakan diri sendiri. lalu meletakkannya di tempat yang tepat.
perasaan hancur, tak berdaya, tak berguna, sakit hati, menjadi penyakit-penyakit yang bergantian memberati langkah. masih jauh jalanku, masih jauh.
COLLECTING DREAM
di tahun ini pula, merasakan keberhasilan dan kegagalan di waktu yang sama. tapi pada akhirnya, semuanya jadi tak berguna. ternyata memang bukan itu yang aku mau.
mencoba menata lagi ambisi, tapi ternyata semuanya cuma semu. tak benar-benar menemukannya. menata mimpi, tapi rasanya masih terlalu jauh.
akhirnya banyak berdamai untuk satu-satu dulu dijalani. satu-satu dipilih. dan meresapi lagi makna untuk apa.
pada akhirnya, aku bisa mengakhiri pergantian tahun dengan banyak curahan perasaan syukur. alhamdulillah masih diberikan kesehatan, alhamdulillah keluarga masih sehat. alhamdulillah masih bisa mendapatkan rejeki dengan cara yang baik. alhamdulillah, atas semua proses yang sedang dijalani ini, yang ternyata memberi arah yang positif.
alhamdulillah, karena memang harus satu-satu dijalani. dan alhamdulillah, masih bisa diberi kekuatan sepanjang tahun ini. untuk tidak runtuh, hancur, dan bercecer.