rasa yang tersakiti bukan untuk ditinggalkan, tapi untuk di benahi
maknai semua rasa yang tersakiti menjadi tantangan. layaknya ketakutan, harus kah tetap berdiri di antara ketakutan itu, atau melawannya. benahi lah diri yang tersakiti.

@theartofmadeline
The Stonewall Inn

Discoholic 🪩
Fai_Ryy
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

titsay
cherry valley forever
I'd rather be in outer space 🛸
Today's Document
Claire Keane
trying on a metaphor
Show & Tell
untitled
occasionally subtle
Mike Driver

#extradirty
Monterey Bay Aquarium
Noah Kahan
Sade Olutola
ojovivo
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Venezuela

seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from South Korea

seen from Portugal

seen from Denmark
seen from Ecuador
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from China
seen from Venezuela
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Ecuador

seen from Netherlands
seen from Netherlands
@laterunner
rasa yang tersakiti bukan untuk ditinggalkan, tapi untuk di benahi
maknai semua rasa yang tersakiti menjadi tantangan. layaknya ketakutan, harus kah tetap berdiri di antara ketakutan itu, atau melawannya. benahi lah diri yang tersakiti.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
membakar kenangan tak beda dengan membuat kebingungan besar saat waktu yang merubah, tertahan atau mengubah
terpuruk yang dirasa memberikan dorongan untuk menghapus luka dengan membakar kenangan, tapi apakah yang terjadi jika waktu berpihal lagi, memberi celah cahaya dan menumbuhkan bunga rasa.
Bulan indah dan mimpi buruknya
Tafsiran mata yang menunjuk keindahan bagai suatu surga yang terlihat kala nafas masih menghela, berkutat suatu tampat mencari pemandangan yang tarsejuk mata untuk diam sejenak menikmati alam nan romansa. Bulan yang memerah dengan taburan bintang bermain di sekitarnya tentu membuat mata terpesona dan ingin mengabadikan. Tapi yang terasa tidak untuk malam ini, tidak untuk saat ini, kosong pikiran yang menggantuk membuat diri tak sadar akan apapun. Lutut yang biasa menahan kini terasa lelah untuk berjalan. Persoalan yang membelenggu yang tak dapat di jelaskan dan tak dapat untuk di selesaikan seperti pohon yang gugur. Bagai perpindahan musim yang memberi hawa seakan terbentangnya layar tanpa adanya angin. Tatapan kosong yang menyorot tajam ke arah bulan memerah tidak seperti penikmat akan kekagumannya.
Tubuh letih ini mencoba merebah. Pergi ke ruang beratap berakhir melihat langit. Hanya ruang dengan tembok pekat, bagai sekat berjalan ingin menghimpit. Tergeletak tubuh ini, tersandar kepala ini, tertutup mata ini, tapi pikiran masih tertuju dan kosong. Sebab yang terjadi sudah tertulis sebelumnya. Halnya kisah yang kelanjutan membuat cerita nan amat panjang, bukan waktu yang terbawa, kembali hati yang bicara.
Layaknya bunga tidur, semua menginginkan kebahagiaan yang terlukis di dalam walau tak nyata tarjalan, tapi doa yang selalu ingin mewujudkan berproses dalam kenyataan. Hal yang selalu tertanam sebab mimpi adalah kehidupan kelak, menjadikan air mata menetes ketika kedua kelopak mata terbuka. Mata yang kembali bersemi terbilas untuk kesegaran yang di berikan, tapi tidak untuk tubuh dan pikiran yang pergi jauh melawan arah. Takut itu tertuang dalam mimpi. itu yang membuat pagi ini tak indah lagi, melihat embun pun seperti tangisan daun untuk raga yang tak memiliki ruh.
Terlihat dalam dunia semu itu, semua masalah tulisan lalu, suatu kebahagiaan seseorang yang terlihat tapi tidak sesuai keinginan, hanya kisah romansa yang membuat organ tubuh berhenti akan jati dirinya. Seperti melihat seseorang dengan masa depan yang terjadi. Memang semua menginginkan tapi rasa ini sebenarnya ingin ada dan menjadi pemeran dalam mimpi. Kisah indah yang tertulis untuk hal di masa depan, dan tentu ingin terukir jelas pada masanya. Hanya terbakar emosi, hanya terbakar. Pandai besi pun kuat dengan panasnya, ketika kulit yang mulai menghitam dan terbakar. tapi rasa yang terbakar ini yang tidak meninggalkan bekas yang terlihat. Sulit menyapa harap tak ubah. Percaya waktu akan mengubah. Tapi dalam mimpi itu selalu terpikir, apakah mimpi itu tertuang dalam kenyataan. Dan ini yang tersebut mimpi buruk.
Keindahan yang malam lalu tak berpihak, pagi indah yang kini sirna, ungkapan kosong yang selalu meradang, hanya membuat tubuh mengambang hanyut dan menghilang. Ungkapan prihatin diri dengan dorongan mental untuk membangun taman surgawi sendiri tiba-tiba musnah. Masih belum dapat menerima, masih belum bisa bicara. Harapan hanya teririsnya telinga ini untuk tak mendengar kisahnya. Memang ingin terus melihat senyum yang tergambarkan, ceria yang di tawarkan, tapi telinga ini masih belum dapat mengantar pada pintu hati. Masih dalam kerangkeng pikiran dan ketakutan hari ini mencoba mencari langkah, tapi tidak untuk pergi meninggalkan, hanya untuk menerima keadaan,karena ini bukan cinta.
Bukan Kau, Hanya Cerita Kita
Tak ubahnya hari pada sebelumnya, waktu yang berputar, dingin pagi dengan embun yang selalu menyapa dan tatapan bukit-bukit indah yang menyejukan. Langkah kaki seperti hari sebelumnya membawa tubuh. Hanya pijak berharap kenyamanan berlebih dari sebelumnya. Dia, bukan alasan untuk hela nafas ini, dia bukan tujuan tubuh ini untuk bangkit, dia hanyalah kenangan masa yg dulu hanya membuat sakit. Rambut ikal tergerai indah, mata tak sayu dengan senyum yang menusuk pipinya, terlihat bisa saat melihatnya.
Dahulu hanya dia yang membiarkan kelopak mata tak ingin tertutup, dahulu hanya dia yang mebuat gerak dan langkah tak beraturan, dan dahulu yang membuat sakit ini bersandar. Bukan karena kata, bukan karena pernyataan. Mulut ini layak seperti pengecut, membungkam hanya membiarkan udara yang keluar. Membuat seluruhnya di rasa akan terubah. Apa ini di sebut kalah? Apa ini akan memburuk?
Sejarah berkata lain dari sakit yang bersandar, memberikan suatu titik pengertian dengan kedewasaan yang harus di temui, ego yang muncul di coba untuk meredam, merubah rasa menjadi tiada. berhasilkah? Banyaknya tiupan angin yang selalu mendorong, banyaknya panas yang selalu membakar, pikiran terlatih. Hanya kenyamanan yang di rasa saat mencoba mengembalikannya. Nyaman untuk berbagi cerita bersandar di pohon rindang, melantun tembang dengan petikan nada gitar tua. Bukan ikatan dengan janji atau penawaran, sebatas waktu untuk bersama. Ini bukan untuk dimiliki oleh ego, ini bukan untuk bersanding hingga akhir. Ini hanya menemukan hal yang di yakini menyejukan hati.
Dahulu canda yang di beri dengan senyum dan tawa membuat tubuh ini layak untuk menikmati tugasnya. Berjalan pada suatu kebersamaan, tak ada pikiran memiliki dan kembali pada ego. Hanya rasa syukur membuat kedekatan bersama. Langkah semangat pun tertuang bersama angin yang mengantar.
Langkah kaki ini berpijak pada dataran gusar penuh pasir dengan kayu tersusun untuk mengistirahatkan tubuh. Kawan terik tertahan tetap bersapa berbagi cerita, sampai akhirnya ungkapan kata yang terdengar membuat pikiran melayang. Cerita tentang dia, dia bersama seseorang yang tak terukir dalam pikiran terlintas dalam catatan. Rasa apa yang terjadi? Tubuh berubah dingin, beban terasa ringan dan melayang. Tidak, ini bukan sejarah dahulu yang yakin terhapus, ini bukan cerita tembok putih yang bersarang laba-laba di sudutnya. Apa ini sakit dahulu kembali bersandar? Yakin dalam pikiran, ingatan itu telah menjadi dewasa, rasa itu telah menjadi biasa, kisah itu sudah tiada. apakah ini?
Bersamanya kini terlihat berbeda, sesuatu yang ganjal tersirat seperti tembok pembatas. Diam mulut ini, diam badan ini, seketika terpaku kembali melihat kedua bola matanya. Rasa yang bertumpuk dengan ego yang tak kunjung meredam hanya karena cerita singkat yang bersemayam di pikiran. Arti ini masih sulit terjelaskan, mulut tak henti bertanya, kisah tak henti mengingat. Apakah rasa lalu masih meninggalkan benih yang sekarang tumbuh oleh emosi. Tak henti saat ini berfikir bersandar di dekat hulu air mengalir.
Tepat di malam ini bintang dan bulan seakan menusuk perasaan dengan keindahannya. Harapan dengan baik senyum masih dapat terasa walau yang terasa kini telah berbeda. Tertulis cerita baru yang hendak dirasa dengan ingatak dahulu yang tak henti terbaca. Apakah ini semua? Rasa apa yang terjadi? Pikiran berproses dengan hati tergores... Ini bukan cinta.
kau yang terlihat letih untuk pergi
seketika melihat, seketika terasa, kesadaran memang membatasi salah satu alasan ku untuk diam. menghela nafas dan mengelus dada merasakan dan mengingat hal bodoh ku yang ku lakukan di masa itu. merasa kesalahan yang ku perbuat, merasa semua salah tapi selalu melihat kau lah yang pergi meninggalkan. apa guna mulut ini jika tidak untuk bicara, sedikitpun ucap yang ingin ku katakan agar keadaan kembali seperti semula. mata yang di gunakan untuk melihat ini juga terasa letih melihat mu yang selalu menangis dalam senyuman, tawa palsu mu sudah dapat terbaca, ucap canda tertahan mu telah terkunci, aku selalu melihat mu menangis.
aku dapat berjalan, tapi kenapa langkah ku ini selalu jauh dari mu, aku yang menghindar atau bayang itu yang menghilang. semua pun dapat memikirkan dengan ego, dengan pembelaannya. mungkin perasaan malu yang membelenggu, mungkin tembok rahasia mu begitu kokoh, atau mungkin aku yang bodoh. sejauh ini yang kurasa kosong untuk berjalan. berat kaki menjadi terasa saat memang itu semua menjadi nyata.
aku dapat menggenggam, tapi apalah daya ini. sesal yang selalu selalu dan selalu ku ungkapkan, atau mungkin sudah menjadi garis hidup ku? hidup ini ada pada genggaman ku, tapi selalu saja menyesal saat aku sudah tidak dapat menggenggam tangan mu kembali, menarik mu dari kesediahan, membawa mu kembali ke arti senyuman tanpa harus mengenal sedih yang kau pendam.
letih yang ku lihat pada mu mungkin hanya kekhawatiran yang mendalam, ingin aku teriak agar kau berhenti berjalan, tak usah juga kau menoleh dan kembali ke belakang, karena aku akan menghampiri mu dengan langkah-langkah bodoh ku, aku ingin langsung menggengam tangan mu bersama bergandengan menarik mu dari kesediahan.
memang benar semua kau rasa, semua kau jalani. tapi ingin ku ada bersama walau semua itu hanya beberapa menit. bicara kehidupan, memaknai suatu arti bersama, atau sekedar bahasan tak berguna untuk menghibur diri. aku selalu bodoh dalam situasi, bersikap tau akan segala kondisi, memaksa apa yang mungkin tak sepantasnya ku ketahui. tapi semua itu agar kau ketahui aku ada untuk mu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
KARYA
Indah suatu mata, kedipan sanubari layaknya embun pagi di tengah padang rumput hijau yang selalu membuat kesejukan. Hati yang tenang membuat luasnya pengelihatan dan berfikir untuk apa tubuh ini berdiri, merasa, bergerak apa yang difikir dan apa yang di ingin. Saat indah itu membuat perasaan yang berkecamuk menjadikan arah-arah cahaya untuk berpijak di saat itu atau suatu hari nanti. Mengendus aroma seakan semua harus bungkam dan merasakannya.
Suatu hal yang harus di nikmati apapun bentuk yang ada dan apapun rasa yang ada. Apresiasi mendalam saat dapat mengarungi keindahan menyelam dan menikmati pemandangan dasar laut yang tidak semua orang dapat lakukan. Mendaki dan menemukan titik tertinggi dimana merasakan semua rasa yang tak nyata menjadi terasa. Semua dapat terlihat, semua dapat tercium, semua dapat merasakannya dengan tubuh ini.
Kehidupan-kehidupan yang indah menjadikan suatu keinginan untuk tetap melihat, tetap merasakan dan tetap selalu ada dekatnya. Goresan-goresan tinta yang menjamu kanfas putih memberikan suatu cacatan visual bagaimana satu sudut kecil dunia dapat di abadikan. Takala teknologi yang mengambil sentuhan cahaya dalam suatu kertas, ataupun gulungan film yang terputar selalu untuk ingatan yang ingin di kembalikan saat-saat indah itu.
Saat semua merasa, saat semua takjub, saat semua mencari suatu karya tersebut, suatu hari nati pengabadiannya akan menjadikan memori tempat yang pernah ada atau bahkan yang dahulu pernah ada. Apakah lukisan, foto, dan film itu saja yang akan terekam? Sunggu keindahan sebenarnya adalah kenyataan yang haruslah terabadikan, alam yang lama memberi kehidupan, memberi keindahan cukupkah hanya untuk di abadikan dalam lukisan, foto, atau film?
Karena karya sebenarnya adalah alam yang terlukis, alam yang tersinari cahaya saat fajar hingga senja, dan alam yang memberi cerita saat ada pada memorabilia penikmat.
Terbang Menjauh
Tulisan tulisan tak kasat mata, memaknai suatu kejadian yang sebenarnya di pendam. Alangkah baik itu terucap ataupun hanya sebagai ruangan yang tertutup tanpa adanya udara. Semua kisah ini yang seharusnya tejamahkan oleh sesuatu yang dapat di mengerti orang, kini hanyalah tinggal suatu angan tergantung jauh di langit. Sosok ku bukan lah sesuatu yang dapat di banggakan ataupun yang dapat membanggakan orang, hanya cinta yang bersatu yang menjadikan ku seperti ini, hanya darah kehidupan yang dapat ku tempatkan diri untuk bercerita kepadanya, dan hanya keringat seperjuangan yang dapat ku beri keceriaan dalam keluh ku.
Di tanah asing aku berlari, melompat, jatuh, terkikis. Di tanah asing aku bernafas mencarikan suatu pemikiran. Melanjutkan sebagaimana tumbuh menjadi dewasa takala bermimpi akan menjadi apa nanti. Jauh ku bercerita tentang sejarah hidup, jauh ku laksanakan seluruh tulisan ini, tahap demi tahap ku coret dalam lembar-lembarnya. Tak ada yang ingin ku buktikan tak ada yang ingin ku salahkan, aku menulis bukan karena belas kasih, aku bercerita bukan harap kau menangis, tapi ini harap ku agar ku dapat berbagi, memberikan sesuatu kenyataan, memberikan bagian dari kehidupaku untuk yang tak ingin jatuh dan terhempas seperti tubuh ini.
Semua ceria ini memang tertuju pada satu bidadari yang mungkin terbang menjauh. Bukan paras wajah yang terekam oleh hati ini, tapi masa-masa dikala memang ku tak sadar akan seperti ini. Melihat kebelakang apa yang sebenarnya sesuatu kenyamanan ada pada dirinya, ada pada sosok yang sulit di jelaskan. Kebersamaan yang melebihi sesuatu pada kewajaran, dan hati ini pun mulai bermain-main, melangkah padanya. Tentu ingatan ini tidak lah mudah terhapus, tentu cerita ini tak akan ku biarkan hilang dengan sepoy angin yang selalu berubah.
Bidadari yang dulu dapat ku bercengkramah baik. kini terbang karena kejujuran ku, ketidaknyamanan yang iya lontarkan membuat ku kini merasa kosong. Hanya diam, diam, dan diam yang sejak saat itu di rasa. Iya terbang bebas, menjauh dan mungkin akan menghilang. Tenaga ini sudah cukup untuk tidak ingin berlari mengejarnya, tenaga ini sudah tidak sanggup menahan semua beban yang mungkin akan bertambah kembali. Aku diam merenung sambil memaki diri ini.
Simbolis semua kenagan yang hanya dapat ku lihat, ku pandang, dengan sebagian indra ku kini hanya tertuang dalam kisah-kisah ini. Apakah aku ini seorang pengecut, bodoh, atau memang tidak pantas untuk mencinta. Aku tau cinta memang tidak bisa di paksakan, semua mengetahui itu. Tapi mencintai seseorang bukan lah suatu larangan yang harus di musnahkan.
lama waktu yang di perlukan berkata, mencoba sadar untuk mengucap. tertahan karena tak sejalan, pergi dan dijauhkan. peduli untuk di lupakan.
Tetap bersuara untuk keadilan

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
12-12-12
kalah bukanlah saat kau bersimbah darah, bahkan mati tergeletak di tanah, tapi kalah adalah ketika kau bukan siapa-siapa dan tak seorang pun mengenal mu.
- late runner
Kesendirian
Manusia-manusia yang berlarian, membawa kesenangan hidup menerbangkan layang-layang mereka, mengadukan, menarik dan mengulur benang agar layangan mereka dapat tetep terbang dengan indah. Mereka berlari, mereka sembunyi, seseorang menghitung mundur angka dan mencari. Mereka melompat, memengang tali dan mengayunkannya dengan irama. Mereka adalah manusia-manusia sang fajar yang selalu memberi senyum bebasnya, tawa lepasnya dan mereka manusia-manusia yang dirindukan.
Kebebasan mungkin sulit di artikan kala matahari sudah bersinar langsung mengarah ubun kepala. Saat redupnya senyum, saat berlalunya tawa, saat dimana ransel penuh dengan cobaan serta emosi yang tak kunjung padam. Tidak ada maksud mengajari, tidak ada maksud membohongi, tapi semua kata kalimat terucap dari bibir lain justu membuat suatu problema baru, suatu perbandingan yang hanya menambahakan beban atau hanya suatu yang sia-sia. Pikiran yang melaju pasti bertemu celah-celah jalan dengan anggapan akan menemukan pintas dan sampai pada tujuan, tapi yang sebenarnya mungkin akan bertemu ribuan cabang bahkan buntu yang akan di dapat.
Siang yang menyengat, hembus angin yang jarang, bahkan tak dirasa pada kulit yang mulai menghitam. Tak ada sedikitpun garis senyuman dari bibir itu, hanya tekanan mata yang menjaga agar tangis tak terlihat, hembusan nafas tertahan agar tidak tersendat. Apa terfikir tidak ada yang memeperhatikan? Sungguh sedih tubuh itu, sungguh sedih perasaan itu, satu sisi mencoba bertahan, satu sisi dia menagis membutuhkan. Ribuan orang yang bertatap muka, memberi senyum, bersahut sapa, pastilah akan menemukan genggaman tanggan ikhlas bersama dalam tangis dan duka, bahkan orang yang tidak pernah bertatap muka sekalipun.
Sungguh sanggat disayangkan, saat melewatkan matahari dengan pikiran dan tubuh yang menyendiri membenturkan ke tebing karang. Bantuan-bantuan yang diberikan akan membuat ingatan indah saat mulai menutup tirai jendela dikala waktu sudah senja, akan membuat senyum kembali berbinar, haru gembira saat membayangkan hari itu kembali kau genggam, bersama ketika bertatap muka bersaut sapa menjadikan perbincangan yang menarik dan kembali selalu melewatkan matahari demi matahari secara bersama-sama. Tapi jika tetep pada egois itu, hanyalah tangisan penyesalan, kesendirian dan rasa amarah pada diri yang terlantun pada malam hidup.
Seperti langit yg ingin menyampaikan pesan melalui gemuruh dan petir kau berusaha sembunyi di tengah gurun pasir. Semua sia-sia.
- @deaameliia
cobalah pahami nafas itu, dan rasakan. Maka engkau akan segera menutup hidup menyium aromanya.
- @deaameliia

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
- man of sun, late runner
- old building, late runner