"terjebak didalam sebuah lubang hitam yang dalam, sendiri, asing, dan tak memiliki harapan"

if i look back, i am lost

❣ Chile in a Photography ❣
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
he wasn't even looking at me and he found me
we're not kids anymore.
Show & Tell

roma★

Kiana Khansmith

PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
ojovivo

izzy's playlists!
Game of Thrones Daily

★
The Stonewall Inn
TVSTRANGERTHINGS
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

sheepfilms
🪼

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Oman
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Italy

seen from Venezuela
seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Portugal
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Japan

seen from Malaysia
@kun-muhammad
"terjebak didalam sebuah lubang hitam yang dalam, sendiri, asing, dan tak memiliki harapan"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Diam, lalu merengek.
Dibesarkan hanya oleh seorang ibu, kurang lebih hampir 20 tahun, menjadikan saya anak yang sensitif. Sensitif dalam hal apapun, teknis, sistem, struktur, kultur, bahkan sampai perasaan.
Sensitifitas tinggi itu kadang membuat semua tidak nyaman. Takut untuk ini, takut untuk itu, takut bilang ini, takut bilang itu. Cuma bisa dirasa, cuma bisa hayal.
Dari SD sampai awal SMA tidak pernah berani untuk jatuh cinta, takut kalau harus bilang sayang, takut kalau harus pisah, takut kalau kalau ada hati yang lebih sensitif. Sampai akhirnya waktu itu, terpaksa untuk jatuh cinta.
Namanya terpaksa, ya pasti akan ada titik dimana kejenuhan datang. Yups, lulus SMA rasanya mau lepas dari keterpaksaan itu. Kembali dalam rasa kesendirian yang nyaman lebih nyaman.
Selama kuliah ini kembali jadi manusia sensitif yang bebas. Takut untuk jatuh cinta. Bahkan hanya untuk sekedar memandang pun takut. Takut kalau rasa terpaksa itu hadir lagi.
Sensitifitas itu kadang membuat lega juga. Mata ini lebih sering terpejam, dibanding terbuka untuk melihat dunia. Terpejam, terdiam, kemudian, menangis. Ya, air mata itu tak terasa selalu keluar. Apapun penyebabnya, tujuannya cuma satu, rumah.
Menjalani tahun ke 12 jauh dari rumah ini, lebih banyak air matanya daripada bahagianya. Ntah darimana asal penyebab air mata ini terus mengalir. Tapi yang jelas, bagi saya, menangis itu obat.
Obat dari segala penyakit, jasadiyah maupun ruhaniyah.
Beragama Jangan Berlebihan, Katanya.
Kalau yang dimaksud dengan berlebihan dalam beragama itu adalah melaksanakan apa saja yang diperintahkan dan meninggalkan apa saja yang dilarang, maka itu bukan berlebihan, tapi mencukupkan.
Melakukan banyak hal, karena memang diperintahkan. Meninggalkan banyak hal, karena memang dilarang. Beragama itu sesederhana melakukan dan meninggalkan.
Saat kamu menganggap seseorang berlebihan dalam beragama, ada dua kemungkinannya: orang itu yang memang berlebihan, atau kamu yang kurang wawasan soal agamamu sendiri.
Jadi, solusinya juga cuma dua. Dia yang gak perlu berlebihan, atau kamu yang perlu lebih banyak belajar.
Gimana?
— Taufik Aulia
#islamicquotes #quotesoftheday #quotes #lifequotes
Perjalanan dimulai.
Bismillah aja dulu, biar Allah yang menyutradarai semua skenario yang telah dibuatNya
Drama panjang, penolakan, ketidak ikhlasan, berujung kebencian kepada beberapa bagian hal dikehidupan ini. Akhirnya kapal yang tak sengaja dinaiki ini berlayar!
Kurang lebih 4 bulan menjadi momok pikiran paling mengganggu, dan mungkin, sampai saat ini pun masih begitu.
Sempat terpikir hendak lompat dari kapal, berenang dilautan, berharap bisa kembali ke pulau. Ga kepikiran kalau bakal ada badai di laut, hiu yang lapar, karena bisa jadi ini kapal ada di samudera yang luas!
Solusi paling mantap cuma satu saat itu, mati! Tapi itu bodoh, belum lulus kuliah, belum nikah, belum banggain mamak. Mati mu sia-sia nak!
Perjalanan ke tanah suci, membuat semua buah pikir seakan menjadi tanah dipinggiran aliran sungai. Hanyut terbawa arus, bercampur, terus sampai ke hilir.
Sadar memang Allah sudah berikan amanah ini, sadar memang Allah sudah design kehidupan ini, sadar memang Allah sudah mau kita bangkit dari segala ke-kurangbermanfaat-an yang selama ini menjadi keseharian.
Menjadi manusia seutuhnya itu berat, hawa nafsu, ego, merasa berkuasa, merasa mau enak, terus hadir dan meracun. Membawa slogan #KAMMIHumanis tapi tidak sadar bahwa ternyata diri ini juga masih manusia.
Mencoba menampar diri sendiri, KAU MANUSIA BUNG! Manusia yang Allah jadikan lemah atas kekuatannya, Manusia yang Allah jadikan haru atas kebahagiaannya, Manusia yang Allah jadikan khalifah diatas makhluk lainnya.
Kapal besar ini berlayar bukan untukmu, bukan untuk keluargamu, bukan untuk kolegamu. Kapal ini berlayar untuk ummat, untuk agama, untuk negara, untuk nusa dan bangsa, untuk Dia yang Maha Kuasa.
Sebesar-besarnya memohon rahmat dan ampunan atas segala kesalahan, atas segala ke-khilafan, perjalanan kapal ini baru saja dimulai.
Lompatlah jika kau merasa mampu berenang dilautan tanpa batas ini. Lompatlah jika kau merasa mampu sampai ke ujung lautan dengan tangan dan kaki mu sendiri. Lompatlah jika kau merasa kapal ini tidak mampu membawamu dan segenap keinginan duniamu.
Yang bertahan hanya dia yang mau berjuang ditengah badai. Yang bertahan hanya dia yang mau belajar menambal kebocoran. Yang bertahan hanya dia yang sadar kapal ini akan hidup dengan atau tanpa dirinya.
Untuk kalian yang masih bertahan, istiqomah lah, ikhlas lah, tegar lah. Lautan ganas lah yang menempa pelaut ulung. Pukulan palu lah yang menjadikan sebuah pedang yang tajam. Pecutan tali lah yang membuat kuda berlari kencang.
Kalian bukan orang yang dikorbankan, kalian adalah orang yang diberi mandat Tuhan atas kekuatan, kelembutan, dan kemampuan membela kebenaran.
Kalian bukan orang yang ditinggalkan, kalian adalah orang yang diamanahkan kesempurnaan, cinta, dan kasih sayang atas perjuangan.
#KAMMIHumanis untuk manusia yang merasa dirinya manusia seutuhnya.
#KAMMIHumanis untuk manusia yang merasa dirinya terkungkung dalam kesemrawutan dunia.
#KAMMIHumanis untuk manusia yang merasa dirinya bisa terlepas dari jeratan manusia-manusia lainnya.
Tembalang, 23 Juli 2019
Nakhoda Kapal Besar #KAMMIHumanis

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Barang siapa sedang jatuh cinta berhati-hatilah, aku khawatir jika ternyata Jatuh cinta itu dekat dengan riba.
Karena kebanyakan orang yang sedang jatuh cinta, hatinya berbunga-bunga :p
Hereuy riwayat Anwar
Nice!
Baz: It’s a package from my dad.
Simon: oh, what’s in it?
Baz: It's heavy. It must be his disappointment in me.
Semua orang itu baik, tapi baiknya tidak kepada semua orang
Baik itu relatif
Halah senyum palsu, dibalik itu semua kau rapuh!
Dulu. Kuliah terasa ringan.
Kelas 9 dulu punya senior se-asrama, punya hubungan yang cukup dekat dengan beliau sih, meskipun beliau kelas 12, jadi terpaut sekitar 3 tahun bedanya. Kemudian disaat lulus, kudapati beliau lanjut studi ke kampus negri ternama di Bandung. Ambil jurusan oseanografi. That's a cool name! Dari situ mimpi ini mulai terajut.
Kelas 10 masuk, disaat semua teman-teman mulai menggambar cita-cita di kampus apa dan jurusan apa. Jujur, masih bingung saat itu, untuk masuk jurusan di kelas sebelas saja pikir panjang. Sampai teringat sang senior dulu, ya! Jurusan oseanografi. Setelah pikir panjang, ku putuskan untuk bercita-cita. Masuk jurusan oseanografi.
Tidak jauh dari sana, kemudian terpikir, kenapa si senior ambil jurusan oseanografi, yang padahal beliau ini expert di bidang fisika, coba cari tahu, dan, oh Tuhan, oseanografi berisi segala hal tentang fisika dilautan. BIG NO! Paling anti dengan namanya fisika. Let's move out. Ku pilih jurusan ilmu kelautan. Kenapa? Laut Indonesia luas sob, mau teriak-teriak juga ga bakal direspon sama ikan.
Diakhir kelas 10, kuputuskan buat ambil jurusan IPA. Yaa demi supaya bisa masuk jurusan Ilmu Kelautan, kelak, saat kuliah.
Kelas 11 menjadikan sadar, ilmu kelautan, kalau di latin-in, laut itu ocean, ilmu itu logy, so? Oceanology? Or oceanography? Oh My God! It's a same thing. Ilmu kelautan adalah oseanografi versi bahasa Indonesia. Dan lagi lagi, demi menghindari fisika, let's move out!
Kelas 12 akhirnya tiba, dan saat itu jadwal UN juga dimajukan disekitar bulan maret/april. Gatau lagi mau kemana. Takut ketemu fisika, takut ketemu matematika, sedikit takut sama kimia, berharap banyak pada biologi. Coba nanya sama Mamak, karena rata-rata teman-teman kalau bingung ya tanya sama orang tua. Dan jawaban default yang selalu mamak utarakan "terserah abang aja" membuat semakin bingung. Dalam hati berbisik "kok punya mamak, gini-gini amat sama anak, semua dibebasin".
Memperhatikan nilai pelajaran selama ini sangat fluktuatif, meski kebanyakan turunnya ketimbang naiknya. Bikin suasana belajar dikelas 12 tuh gaenak. Mikirin nilai, mikirin mau lanjut kemana, mikirin bisa lulus engga. Duh gusti. Sampai pada titik dimana "udah jenuh banget sama pelajaran". Yang ujungnya, sering banget pura-pura sakit, males belajar, gitu gitu deh.
Ada satu pertolongan dari Allah saat itu datang. 'SEMUA SISWA KELAS 12 SAAT ITU, BERHAK IKUT/BERKOMPETISI DI SNMPTN JALUR UNDANGAN', ini buat sedikit lega. Mencoba mencari-cari lagi jurusan yang sekiranya mudah dan "kemungkinan" bisa lulus nya besar. And i found it! PERIKANAN.
Dulu cuma tau jurusan Budidaya Perikanan. Dan pilihan ku jatuh padanya. Budidaya. Terdengar seperti berisi biologi tentang ikan, gamungkin ada fisika nya, bisa jadi ada matematika, tapi itu kemungkinan yang kecil. And that's it.
Beberapa kali searching tentang perikanan, muncullah satu nama lagi, TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN. Its sound good, dan (mungkin) bisa lebih baik dari Budidaya Perikanan. Keputusan final, Teknologi Hasil Perikanan. Kampusnya? Ga masalah dimanapun, asal jangan pulang ke sumatera. Itu pikiran saat itu.
Seiring berjalannya waktu di kelas 12, langkah kaki semakin berat, UN di depan mata, persiapan SBMPTN, dimana semua teman berlomba bersemangat, udah capek banget waktu itu, mengejar segala ketertinggalan. Jadi 5 orang yang diperkirakan tidak lulus UN. Gimana coba. Sejatuh-jatuhnya perasaan ya disitu.
Sempat ada waktu, nelpon sama mamak, "mak, abang gausah kuliah ya". Udah mau nangis, cuman gengsi waktu itu masih tinggi. Mamak cuman jawab "iyaa". Gusti, jawaban macam apa itu! Kemudian lanjut "abang bantuin mamak aja dirumah, nyapu, ngepel, masak, ngantar mamak ke kampus" dan lagi-lagi mamak jawab "iyaa". Udah.
Pilihan jatuh di kampus negri ternama di bogor. Mikirnya supaya gajauh-jauh dari bandara Soetta. Biar kalo ada apa-apa bisa cepat pulang. Dilalah, ada temen yang menjatuhkan pilihan di jurusan dan kampus yang sama, dan nilainya lebih tinggi, jleb. Pupus, cari kampus lain. Karena memang ga niat waktu itu, saat pendaftaran asal aja. Cari jurusan, cari kampus, dapat. Teknologi hasil perikanan, Universitas Diponegoro. Gatau undip dimana, gatau passinggrade-nya berapa. Asal aja. Dan mamak setuju.
UN lewat, Alhamdulillah. Dari asrama mengadakan program bimbel untuk SBMPTN. Ikut aja deh, daripada bingung. Celetuk hati waktu itu. Tryout pertama lulus, peringkat kedua tertinggi. Bahkan Kedokteran UI pun bisa. Tryout selanjutnya, masih diposisi yang sama, kedua terendah. Bahkan untuk masuk jurusan paling jelek sekalipun ga bisa.
Tiba saat pengumuman SNMPTN. Dijadwalkan siang, kemudian di undur sorenya. Selepas ashar di masjid, mengasingkan diri, berdiam, berlama-lama, berharap supaya lulus. Pulang ke asrama pun berjalan pelan. Dari masjid sudah terdengar sorakan. 2 orang sudah diterima. Masuk asrama, kemudian cari nomer peserta, dan pinjam HP kawan. Keluar warna hijau. Seketika langsung sujud syukur. Nangis. Jelas.
Orang pertama yang harus dikabari. Mamak. Bergegas nelpon, dan kali ini betul-betul nangis "mak, anak mamak jadi mahasiswa". Nangis bukan senang, nangis karena derita kebodohan akan dilanjutkan lagi. Nangis karena akan merantau lagi. Nangis karena akan semakin berjarak dengan rumah.
Fase kuliah ini pun dimulai. Di semester satu sakit-sakitan. 2 kali masuk rumah sakit. IPK nasakom. Sedih, asli. Pengen nyerah, tapi udah masuk. Pengen ngulang, tapi males belajar lagi. Yaudah dikuat kuatin. Sampai sekarang. Semester genap yang ke-6.
Masih menjadi beban pikiran, kenapa harus ke semarang, kenapa ga dirumah aja, kenapa harus kuliah, kenapa harus semakin jauh dari rumah.
Kepikiran aja liat kawan-kawan yang sudah punya pekerjaan, sudah berumah tangga, sudah punya pikiran lain. Sebenarnya itu ga terlalu, lebih ke, kenapa masih minta sama mamak, kenapa masih ngeluh sama mamak, kenapa belom bisa banggain mamak.
Seandainya, kuliah se-ringan dulu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir
Chu Pat Kai
Ini baru qoutes!
Adakah cara lain?
Untuk mendekatimu tanpa kau ketahui?
Untuk memerhatikanmu tanpa kau sadari?
Untuk mempersiapkan diriku tanpa kau curigai?
Untuk bersembunyi dari perasaan yang meluap
mengalir di sepanjang jalan yang kamu lalui
selalu berusaha untuk menyingkirkan semua rintangan
membantumu diam-diam melalui tangan orang lain
Adakah cara lain yang lebih bijak dari ini? Aku tak mampu menjagamu dari ketidakmampuanku menjaga dan manahan diriku sendiri.
Yogyakarta, 3 Juli 2019 | ©kurniawangunadi
Tapi tolong pahami, jangan lantas pergi, bukan aku tak peduli, hanya sedang menanti, menanti waktu suci, saat ku datang dengan sepenuh hati.
Dia Yang Senyumnya Manis dengan Pipi Merah Delima..
Mengenal lebih dekat dengannya 2 tahun terakhir, menyadari diri ini masih banyak kekurangan. Meskipun kadang dia mengatakan dirinya juga kurang sholeh. Ah, itu cuma penilaianmu bung! Kami disini bangga padamu.
2 tahun itu sebetulnya waktu yang lama, tapi terasa singkat dimana kami bercengkrama, berdebat, bertengkar, makan berdua, sampai membicarakan hal-hal yang kurang pantas dibicarakan juga. Membuat 2 tahun terlewati begitu saja.
Perawakan kurus, bisa dibilang cungkring, hehe. Brewokan, kalo udah dicukur tuh, looks more young then the age.
Aneh.
Ga ada yang bisa baca pola fikirnya, he is a freakin man. Tetiba nongol depan kamar, tetiba nelpon, tetiba ngechat, dan tetiba tetiba lainnya.
Dibalik pipi merah delimanya itu dia menyimpan senyum manis, senyum yang bisa membuat hati bergetar, mata menatap, mulut berucap. Pokoknya manish!
Meskipun doyan males-malesan, hafalannya lumayan, ibadahnya jalan, amanahnya? Jadi andalan.
Paling hanya satu-dua orang saja yang betul betul bisa mengerti dia. Itupun mungkin hanya sebatas kulitnya saja. Karena memang dia cuma terdiri dari tulang dan kulit. Hehe.
Kini dia sudah masuk tahap kesekian dalam hidupnya. Menjadi seorang suami. Agak sedikit tak terbayang, bagaimana dia sengan sikapnya bisa menyanding seorang wanita! Hahaha.
Momen-momen lucu selalu teringat kalau membayangkan dia kan duduk di pelaminan. Manja, sedikit cuek (meski sangat peduli), hatinya tak bisa dibaca. Semoga kau bahagia Akhi!
Mulai dari prosesi khitbah nya saja membuat pikiran berantakan. (Hampir) pakai batik kusam lengan pendek, gatau mau naik apa, haahh menyebalkan.
Satu lagi yang membuatku sebal! Kau bersanding dengan seorang wanita, kemudian meninggalkanku sendiri dengan amanah yang tak terkira!
InsyaAllah kucoba ikhlaskan akhi 😉
Untuk kau wanita sholihah yang sekarang bersanding dengannya. Selamat! Kau mendapatkan pria sholih, yang mampu mentransformasikan ke-sholih-an nya dengan caranya sendiri. Selamat! Kau mendapatkan imam yang handal, mampu memimpin perjalanan panjang berbekal keberanian dan takwa. Selamat! Kau mendapatkan teman yang bisa membimbingmu meniti jalan Tuhan sampai ke jannahNya.
Doaku kusertakan untuk kebahagiaan keluarga kalian.
Dan Akhi, pastikan kau tetap membimbingku, menuntunku, mengingatkanku untuk selalu istiqomah, ikhlash, dan khusyu' dalam setiap perjalanan hidupku.
"Barakallahu Lakuma Wa Baraka 'Alaykuma Wa Jama'a Baynakuma Fii Khair"
Tembalang, 2 Juli 2019
Yang selalu menanti kepulanganmu.
KRL malam itu..
Demi Allah, ketika itu niat tulus dan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun. Yaa berawal dari kalimat "mana nih, ga nyampe-nyampe". Maka muncullah niat inisiatif, semoga bisa menenangkan jiwa, meski sedikit.
Perjalanan KRL malam itu terasa lama, asli, ntah kenapa. Sempat dapat duduk, kemudian terdiam, senyum-senyum sendiri. Hehe.
Kayak orang bodoh sih, tapi gimana lagi. Pada satu moment, kemudian pindah gerbong menuju arah selanjutnya. Berdiri, dan ya sama, senyum-senyum sendiri lagi.
Bodoh!
Memang!
Tenang, meminta sama Allah agar segala sesuatunya di permudah. Ntah apapun itu, ntah bagaimana pun itu.
Perjalanan malam itu terasa sangat singkat, meskipun di jam-jam padatnya manusia kembali ke kandang. Sadar lelah berdiri, kemudian, senyum-senyum sendiri. Bodoh!
Tak terasa KRL sudah sampai di tujuan akhir. Turun, seakan berharap, semoga bukan hanya itu saja yang sampai, tapi perasaan ini juga.
Untukmu yang Sedang Mempersiapkan Diri (bag. 3)
Jika kamu laki-laki, ingatlah bahwa perempuan cenderung memilih laki-laki yang bisa menyediakan sumber daya. Atau, paling tidak berpotensi untuk menyediakan sumber daya. Ini bukan berarti perempuan semata-mata bersikap materialistis. Perempuan punya naluri melindungi, sehingga terbiasa berpikir jangka panjang. Ketersediaan sumber daya adalah salah satu indikator sederhana bahwa kelak kehidupan bisa berjalan dengan baik dan bahagia.
Tetapi, menjadi kuat secara finansial saja tidak cukup. Bahkan, yang menurut Rasulullah tak boleh ditolak jika datang melamar bukanlah laki-laki yang kaya, melainkan ia yang pemahaman agama dan akhlaknya baik, sebagaimana sabdanya: “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.”(HR. Tirmidzi).
Tentu saja, kalau seorang laki-laki memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik, tak ‘kan pernah putus doa dan usahanya untuk menjemput rezeki dari Allah. Laki-laki dengan pemahaman agama dan akhlak yang baik tak ‘kan membiarkan orang yang dicintainya kelaparan dan menderita. Ia akan berjuang dengan segenap jiwa dan raganya untuk mewujudkan kehidupan hasanah di dunia dan hasanah di akhirat.
Jika kamu perempuan, kamu tentu sering mendengar bahwa laki-laki cenderung pada mereka yang berwajah cantik dengan bentuk tubuh menarik. Ini memang tak bisa dipungkiri. Bagaimanapun, laki-laki memang makhluk visual.
Hal ini yang kemudian dimanfaatkan oleh industri—dan didorong oleh media massa—untuk mempromosikan tingkat kecantikan yang sebenarnya mustahil diraih oleh kebanyakan perempuan. Bukankah kita tak bisa memilih wajah sendiri sebelum dilahirkan?
Laki-laki memang memiliki kecenderungan kepada yang cantik. Tetapi, untuk membina hubungan jangka panjang, yang lebih penting bagi laki-laki adalah kepribadian, selera humor, dan kecerdasan. Terkait hal ini, Rasulullah pun pernah mengingatkan dalam sebuah riwayat: “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”(HR. Bukhari-Muslim).
Perempuan dianjurkan menikahi yang saleh. Laki-laki dianjurkan menikahi perempuan salihah. Bayangkan, jika laki-laki saleh dan perempuan salihah menikah, tidakkah akan semakin tercium wangi kehidupan janah?
***
Buku Belajar Mencintai (2019)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mau Ga Nunggu Sebentar Lagi?
Gatau ya apa yang membawa arah percakapan ini, tapi emang sepertinya udah harus ambil langkah panjang.
Momentnya juga pas banget, sama mamak berdua, di mobil, lagi jalan.
Sebenarnya tema ini tuh (kayak) udah biasa banget dari tahun ke tahun, tapi untuk yang sekali ini jadi lebih panjang ceritanya.
"Mak, tahun depan abang nikah ya"
Hehe.
Dan selalu menjawab dengan jawaban template.
"iya"
Tapi ada ekornya.
"emangnya udah punya calon?"
Waduw. Gapernah-pernahnya bahas kayak ginituh. Ga pernah cerita apapun sama Mamak, ga pernah bilahg apapun. Just silent!
"belom ada sih"
"terus mau nikah sama siapa?"
Mencoba memberanikan diri, narik nafas, dan..
"ada sih, tapi belom pernah bilang, baru minta sama Allah aja"
"ya bilang lah, gimana dia bisa tau perasaan abang kalo abang aja gapernah bilang"
"takut timbul fitnah aja Mak"
"bukan gitu, kalaupun gamau pacaran dan sebagainya, setidaknya dia bisa jaga perasaan abang, drpd ditinggal, nanti sakit loh"
"iya juga sih.."
And, done.
Kembali berkaca pada diri sendiri. Seandainya (seandainya) emang beneran nikah tahun depan. Sudah seberapa pantas?
Hapalan mu berapa Muh? Sholat mu gimana Muh? Amalan yaumiyah mu gimana Muh? Suda selayak apa dirimu mendapatkan dia?
Kayak cuman bisa berharap sama Allah, sampai waktu yg ditentukan bisa merubah diri menjadi lebih baik.
Kuliah. Mudah-mudahan di tahun ini selesai. Tapi ini sebenarnya yg bikin waktu terasa lamaaa sekaliii.
Intinya sih, ya perbaiki diri aja Muh, kalau memang dia yg di mau, minta betul-betul sama Allah. Allah tau kok yang dibutuhkan hambaNya. Gusti Allah mboten sare. Kalau emang mau pake banget. Ya deketin Allah lagi, pake banget juga.
In the end, mau ga nunggu sebentar lagi?
Ngobrol ngalor ngidul kali ini di sponsori oleh mamad yg maksa mo ngirim leholeh sebelum saya nikah, katanya. W kira bisa dipake tuk biaya nikah ya, ternyata lebih powerful dari itu : air zamzam yg udh dibawa thawaf!!!
Diskusi kali ini @kun-muhammad banyak nanya2 saya seputar kakak. Yg berujung cerita tentang keluarga masing-masing yg bahkan selama 10 tahun berteman, kita gak pernah bener-bener cerita tentang hal itu wqwqwq
Hal reflektif yg membuat saya menulis kejadian hari ini adalah…. Karena waktu itu kakak pernah ngambek, katanya interaksi kakak gak seseru interaksi saya dan teman-teman saya. Waktu itu saya bilang, it is the matter of time. Tapi ternyata selama berinteraksi dengan mamad tadi saya menyadari sesuatu :
Kalau dengan teman-teman saya, saya bebas mengumpat! HAHAHAHAHA!! bebas mau ngomong apapun yg saya mau. Respon seperti apa.
Hal yang - berusaha saya rubah dan jaga - di depan kakak, sebagai calon suami saya wkwkwkwkwkwkw.
Jadi emang ketawa-ketawa hari ini dan disertai dengan penuh tanda tanya khususnya temen SMA saya tentang “siapa orang yg bisa bersabar dengan ainna yg agak wild ini?”
Well.. Let see! Kata mamad ku harus jd seperti khadijah!! Wkwkwk
Jadi pengen nikah juga hahaha