"Kan memang begitu, mimpi kita mengecil sesuai dengan kedewasaan kita. Pada akhirnya kita paham, di mana letak realita dan harapan kelabu. Bukan maksud tidak percaya diri, tapi tentang sudah mengenal diri sendiri."
"Ah, iya juga...."
Lint Roller? I Barely Know Her
he wasn't even looking at me and he found me
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Alisa U Zemlji Chuda
will byers stan first human second


titsay
Three Goblin Art
Peter Solarz

izzy's playlists!
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Jules of Nature
we're not kids anymore.
Cosimo Galluzzi
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Kiana Khansmith
🪼
Mike Driver

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@kuasaksara
"Kan memang begitu, mimpi kita mengecil sesuai dengan kedewasaan kita. Pada akhirnya kita paham, di mana letak realita dan harapan kelabu. Bukan maksud tidak percaya diri, tapi tentang sudah mengenal diri sendiri."
"Ah, iya juga...."

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak apa untuk bersedih dan menangis. Barangkali, hidup sulit nan gersang perlu dibasahi dengan mata air dari mata.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku mengingatnya jelas, ketika malam itu kau memutuskan melangkah pergi. Sialannya, aku tidak bisa menahanmu untuk pergi. Ketika malam itu kau memutar balikkan badanmu dan menjauh dariku, aku hancur. Kau masih berhutang penjelasan padaku. Tentang apa yang membuatmu tidak tinggal. Aku membanting tubuhku ke kasur, lalu menatap langit-langit. Anehnya, mataku tidak bisa menangis. Padahal hati ini sudah sesak sejak awal. Waktu berjalan sangat lambat, aku masih berusaha mengerti tentang segala hal yang terjadi. Tentang kepergianmu. Sialan! Kau masih berhutang penjelasan! Mengapa waktu begitu kejam dalam membalikan keadaan. Yang dulu kita masih saling cinta, sekarang aku harus rela melepaskan.
i still remember well, when you staring at me like not usual. that smile; a smile that must be supressed. every single word that you said was like a sword that stabbed to my heart in a split second. i fall into the silent, thinking about every word that comes out from your mouth, digest all the pause that you give. my heart was torn out, especially when you say, "i need to go."
"Jadi apa? " Kamu bertanya sembari menyalakan cerutu di tangan.
Aku memerhatikanmu menyesap cerutu lalu membuang asapnya ke udara.
"Tolol!" Kataku, sambil menyalakan cerutu milikku juga.
Kamu terkekeh perlahan tanpa menoleh padaku. "Sudah kubilang, bukan?" Katamu, sembari melihat ke arah jendela. Aku tertawa kecil, melihat baju kusutmu yang tak karuan.
Sudah empat batang cerutu kita habiskan bersama. Namun, percakapan belum dilanjutkan. Sudah lama aku tidak bersantai denganmu. Entahlah. Sesibuk apa aku ini?
"Sebenarnya, waktuku tidak banyak." Suaramu memecah keheningan. Aku mengernyitkan dahi, karena biasanya aku yang berkata seperti itu.
"Mau kemana?" Tanyaku.
Kamu mematikan bara di cerutumu ke asbak tanah liat milikku.
"Bukan urusanmu. " Kamu melangkah, tanpa menoleh padaku sedikitpun. Aku tertawa, berpikir dan merasakan. "Rupanya begini rasanya dilupakan dan ditinggalkan diri sendiri?" Kataku perlahan sembari bersandar pada bangku rotan berwarna coklat sembari merebahkan kaki.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hujan
Kemarin malam, hujan deras dan suara petir terdengar nyaring. Kau datang mengigil dan basah. Aku persilahkan kau masuk dan menetap sebentar. Kau duduk didekat perapian sambil kedinginan. Aku membawakanmu selimut dan coklat panas, berusaha membuatmu menghangat. Hujan masih terdengar deras sekali diluar. Dan, kau sudah mulai membaik. “Aku cinta kamu.” Terdengar suara dari mulutmu itu. Ku padamkan api, ku tarik selimut dan ku banting coklat panas itu. “Silakan pergi.” Jawabku singkat.
Gelap Malam
Akhirnya semua akan tiba pada sebuah tanda koma.
Seperti sebuah pilihan ke kiri atau ke kanan.
Semakin dipikir semakin kacau.
Apakah hari ini sudah selesai kawan?
Ataukah ada yang sedang diperjuangkan?
Katakanlah!
Besok atau lusa semuanya bias.
Tanpa suara kau nampak tersenyum?
Benar, bukan?
Atau mungkin,
aku yang mengigau akibat tatapanmu?
Dengan cermin di depanku
Aku bisa melihatmu kawan.
Kantung mata yang hitam itu, selalu indah dilihat.
Sayangnya, aku hanya bisa melihatmu.
Kemudian harus kehilangan jiwa.mu
24-11-19
Aku masih ingat tentang lagu-lagu yang sering kita dengarkan. Minuman favoritmu di kedai kopi pinggir kota. Wangi parfum yang bergerak lembut ke saraf hidungku. Dan, tatapan indah mata hitam itu.
Aku kembali ke tempat itu. Masih dengan mendengar lagu yang sama, memesan minuman favoritmu sembari mengingat wangi parfum itu. Bedanya, tanpa kamu di hadapanku.
Hanya karena aku duduk diam, menyendiri dengan secangkir ampas kopi dan laptop yang hidup mati, bukan berarti aku hilang diri.
Sajak ini berdansa dengan atau tanpa rima. Hati-hati jika kau bersamaku. Boleh jadi, sajak ini akan berisi perihalmu yang membuat hidup ini hancur.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hingga kelak aku menatapmu lagi. Mata yang sayu, tangan yang kaku. Menggenggam erat jiwa yang lusuh. Mendekap kuat hati yang rapuh. Memeluk hangat raga yang lumpuh. Sembari berkata, "Harusnya aku tidak pernah membenci diriku ini."
Hanya karena aku pernah mencintaimu sebegitunya, bukan berarti aku tidak bisa pergi. Terlebih, jika memang kau sudah tidak mau aku di sampingmu.