Minggu lalu aku ke salon.
Seperti biasa kala itu. Dengan treatment yg sama.
Jika kau belum berlalu, mungkin kita masih akan bercerita banyak tentang hidup.
Ingatanku masih sama tentang malam dimana terakhir kali kau menelponku. Masih dengan luka yg sama. Namun rasa tidak suka telah ku tekan. Beberapa kali aku telah bertegur sapa. Bukan karna aku kuat. Tapi memilih mengalah. Demi beberapa bagian dari dirimu yg kau tinggalkan di beberapa raga dengan nyawa.
Sayangnya aku masih bertanya2. Kenapa kau tak mengungkap beberapa kata yg kau pendam saat itu? Saat dimana kau terasa memohon tapi aku kecil dan tidak dapat berbuat banyak. Apa yg kau rasakan akhir2 kala itu??
Adakah luka di hatimu? Dari orang paling dekat dengan mu???
Namun aku akan memberi terima kasih ku untuk bisu mu. Sehingga beban marah ku tidak begitu besar dan memberat.




















