Fitur Grup di BBM dan WhatsApp
Terlepas dari kualitas bagaimana BBM mengeluarkan aplikasinya di Android dan iPhone, saya ingin mengajak pembaca untuk berdiskusi mengenai opini saya tentang perbedaan target pengguna yang ingin di-akuisisi oleh BBM dibandingan dengan WhatsApp dan akan berkorelasi pada perbedaan fitur-fitur, tulisan ini akan fokus pada fitur percakapan grup.
Kenapa target pengguna? karena target pengguna akan mempengaruhi secara besar fitur-fitur di aplikasi yang akan dikembangkan.
Kenapa menyorot fitur grup? fitur grup adalah fitur yang advanced.
WhatsApp menjadi platform chat kesukaan saya setelah mIRC, selain cepat, tampilannya sederhana, walaupun ada fitur-fitur yang masih kurang atau belum tepat penggunannya (menurut saya), misalkan:
Mute di grup, fitur mute bagi saya adalah pengguna tidak menerima chat apapun dari grup yang saya aktifkan fitur mute, saat ini WA masih mengirimkan semua obrolan pada grup yang saya mute.
Percakapan di grup, percakapan di WA adalah percakapan 1 kanal, akan susah bagi pengguna untuk fokus pada 1 pembicaraan. Topik pembicaraan cepat usang dan WA tidak menyediakan fitur untuk membuat kanal-kanal pembicaraan di sebuah grup. Jika ingin membuat kanal percakapan lagi, pengguna harus membuat grup tersendiri dan mengundang pengguna lainnya yang ingin bergabung.
Keanggotaan, WhatsApp fokus untuk mengakuisi pengguna telepon seluler dengan menggunakan nomor telepn seluler sebagai identitas pengguna, dan sebagai informasi, nama tidak wajib di-isi.
BBM bukan platform baru, diusung oleh Blackberry, BBM menjadi platform percakapan yang sukses di Indonesia. Gary Klassen, pembuat BBM mengirimkan pujian kepada pengguna BBM di Indonesia.
Fitur di BBM jauh lebih lengkap ketimbang WA, karena Blackberry di-produksi untuk pengguna di perusahaan atau kantor (enterprise). Maka otomatis, produk perangkat lunaknya mengikuti visi misi tersebut. Berikut fitur-fitur yang ada di percakapan grup pada BBM:
Multi Kanal Percakapan, jika ada topik menarik di-tengah-tengah percakapan, pengguna bisa membuat kanal percakapan sendiri tanpa harus keluar dari grup dan masih bisa fokus pada topik yang ingin di-diskusikan dan siapapun anggota di grup bisa bergabung pada kanal tersebut, jika sudah usah bisa keluar dari kanal percakapan tersebut tanpa harus keluar dari grup.
Media (Gambar) memiliki fitur chat tersendiri, BBM ingin mengirimkan pesan kepada pengguna, bahwa gambar yang diunggah oleh pengguna adalah bagian dari topik yang bisa di-diskusikan.
Events, pengguna bisa membuat jadwal acara sendiri dan pengguna lain di grup bisa melihat informasi tersebut.
Lists, jika sebuah grup ingin mengadakan acara outing , para pengguna di grup bisa membuat catatan persiapan apa saja yang perlu dicatat.
Keanggotaan, kenapa BBM tidak menggunakan nomor telepon mengakusisi
Dari ke-empat fitur tersebut, terlihat terlalu berat jika pengguna ingin membuat grup percakapan yang kebutuhannya hanya ingin berbicara yang ringan-ringan saja, seperti saya yang bergabung di grup percakapan temen-temen Volta98 (alumni Teknik Elektro UGM angkatan 1998) pada WhatsApp.
Namun, jika pengguna memiliki tim dalam berkerja, dan memerlukan aplikasi yang bisa mewakili kebutuhan pengguna untuk berkoordinasi dengan temen-temen saya dalam sebuah tim secara real-time, tentu saya akan memiliki BBM.
WhatsApp dan BBM memiliki target pengguna yang berbeda, menyamakan kedua-nya hanya karena sama-sama mengusung platform percakapan sepertinya kurang tepat, tidak salah, cuman kurang tepat :)