𓃗
RMH

ellievsbear
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
art blog(derogatory)
EXPECTATIONS

bliss lane
d e v o n
untitled
Fai_Ryy

Game Changer & Make Some Noise

if i look back, i am lost

@theartofmadeline

titsay
🩵 avery cochrane 🩵
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
hello vonnie
cherry valley forever
Lint Roller? I Barely Know Her
tumblr dot com
seen from Bangladesh
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from France

seen from France
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Israel

seen from Singapore

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from Indonesia

seen from India
seen from United States
seen from United Kingdom
@katalukita

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Me and My Hanguko Story
안녕하세요 여러분!
Halo teman-teman.
Selesai ujian tengah semester terpikir buat sharing aktivitas belajar bahasa yang lagi gue jalanin. Jadi lah gue mampir ke Tumblr.
Menjelang akhir tahun lalu gue berniat di tahun depan mau ikut kursus bahasa asing selain Bahasa Inggris. Dari sekian banyak bahasa yang ada di dunia ini, beberapa yang gue pertimbangkan untuk gue pelajari adalah Bahasa Jepang, Bahasa Korea, dan Bahasa Belanda. Masing-masing punya alasan tersendiri, tapi pada akhirnya gue memutuskan untuk ikut kursus Bahasa Korea. Alasannya? Karena sebelumnya sudah mencoba belajar sendiri bahasa tersebut dan sudah mengenal huruf Korea (Hangeul), jadi ga ada salahnya dilanjutin lebih serius.
Hal pertama yang gue lakukan adalah mencari informasi soal tempat kursus. Gue mempertimbangkan dua tempat, yakni King Sejong Institute Jakarta atau LBI UI. Lalu, karena ternyata LBI UI buka pendaftaran lebih dulu akhirnya gue daftar lah di sini. Saking lagi semangatnya, jadi pengen yang duluan aja. Di term yang sedang berjalan saat ini pendaftaran kursus bahasa asing LBI UI mulai dibuka bulan November sampai awal Januari, dan gue daftar kelas Bahasa Korea sejak bulan November. Sengaja daftar di awal, selain karena udah niat, biar ga kehabisan slot juga.
Di LBI, level untuk kelas Bahasa Korea terdiri dari level dasar (1, 2, 3) dan level madya (1, 2, 3). Kalau teman-teman sudah pernah belajar Bahasa Korea sebelumnya dan tidak ingin memulai dari level paling dasar, teman-teman bisa mengikuti tes penempatan dahulu saat pendaftaran. Kelas yang gue pilih adalah level paling dasar alias dasar 1. Jadwal les untuk kelas Bahasa Korea ada tiga pilihan di dua lokasi yang berbeda. Untuk lokasi LBI Salemba jadwal tersedia di hari Selasa dan Kamis (19.00-21.00) serta hari Sabtu (13.00-17.00). Sementara untuk LBI Depok jadwal kelas Bahasa Korea dilaksanakan di hari Sabtu (08.30-13.00). Kelas hari Sabtu ini lah yang gue pilih. Kita ga belajar nonstop dari jam 08.30-13.00, tapi dibagi jadi dua sesi. Sesi pertama mulai jam 08.30-10.30, kemudian dilanjut sesi kedua mulai jam 11.00-13.00. Selain soal jadwal, tentunya teman-teman penasaran soal biayanya dong. Untuk kelas Bahasa Korea level dasar biayanya Rp 1.400.000,00, sementara level madya Rp 1.500.000,00. Biaya tersebut belum termasuk biaya pendaftaran sebesar Rp 160.000,00. Informasi lebih detail bisa teman-teman lihat di website LBI langsung ya.
Aktivitas kursus saat ini dilakukan secara daring menggunakan Zoom dan Google Classroom (akhirnya gue ikutan trend nge-Zoom juga). Satu kelas yang gue ikuti terdiri dari 16 orang, dengan dua orang pengajar (쌤 - ssaem). Di sesi 1 dan sesi 2 pun gurunya berbeda. Di kedua sesi tersebut sama-sama belajar menulis dan tata bahasa, tapi di sesi 2 praktik berbicara lebih ditekankan, jadi lebih sering ditanya-tanya juga. Kelas sesi 2 ini juga yang selalu meninggalkan PR, kecuali Ketika ujian. Di beberapa pertemuan juga akan diselingi kuis. Pengalaman kemarin, setelah dua pertemuan jadwal kuis pertama sudah muncul. Pengalaman masa kuliah, denger kata kuis udah bikin degdegan duluan kan. Dan akhirnya hari ini, 27 Februari 2021, setelah mempelajari 6 bab kami menjalani UTS. Yay! Lega karena udah selesai.
Oya, mungkin teman-teman penasaran apakah pengajarnya orang Korea asli? Untuk level dasar pengajarnya bukan native speaker, tapi dari pengalaman teman yang pernah les di LBI sebelumnya, ada juga kok orang Korea yang jadi pengajar. Walaupun begitu, pengajar gue tetep banyak ngomong pake Bahasa Korea selama di kelas, tentunya masih diselingi arti Bahasa Indonesianya. Di LBI buku pengantar yang digunakan adalah buku Sejong Korean.
Buku ini dijual untuk umum juga kok, pernah liat di e-commerce orange. Buat penunjang, gue juga belajar pake buku Tata Bahasa Korea untuk Pemula by Darakwon, Inc. yang diterjemahkan Bahasa Indonesianya oleh Penerbit Erlangga (bukan endorse guys).
Ini bukunya juga enak buat bantu belajar tata bahasa yang lumayan ribet dengan beragam partikel dan akhiran yang ada.
Jadi begitulah Me and My Hanguko Story. Sebenarnya belajar bahasa ga harus dilakukan lewat kursus. Banyak juga yang belajar secara mandiri dan bisa, apalagi sekarang ini sumber pembelajaran bisa didapat dari mana-mana. Mau yang gratis? Di internet banyak tersedia. Aplikasi belajar bahasa pun banyak macamnya. Tetep mau ikut kursus? Banyak juga pilihan tempatnya, bahkan yang online via WhatsApp pun tersedia. Belajar bahasa juga banyak manfaatnya loh. Selain menambah skill pribadi juga bisa memperluas jaringan dengan orang-orang dari lokasi yang berbeda budaya dan bahasanya. Dari sisi kesehatan pun belajar bahasa bisa meningkatkan efektivitas kerja otak dan menunda terjadinya demensia. Selain itu, ain’t being a multilingual person is cool? 😎
읽주셔서 감사밥니다.
Terima kasih sudah membaca
좋은 하루 보내세요 🌼
Have a nice day 🌼
Pengalaman Seleksi Beasiswa LPDP 2019
Halo teman-teman scholarship hunters, kalo kalian lagi persiapan buat apply beasiswa LPDP kalian mampir ke tempat yang tepat. Lewat tulisan ini saya akan share pengalaman jadi pelamar beasiswa LPDP di tahun 2019. Oya, tulisan ini akan panjang, diharap kesabarannya dalam membaca 😊
Tentunya teman-teman sudah mengetahui bahwa Beasiswa LPDP adalah beasiswa pendidikan untuk jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) dengan tujuan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Pelamar jenjang magister dapat memilih 3 perguruan tinggi tujuan yang berbeda sesuai dengan tujuan Dalam Negeri atau Luar Negeri dengan program studi yang sama/sejenis/serumpun. Di tahun 2019 lalu saya melamar untuk beasiswa magister tujuan dalam negeri. Proses seleksi beasiswa LPDP di tahun 2019 terdiri dari tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, seleksi berbasis computer (SBK), dan seleksi wawancara. Yuk kita bahas satu-satu proses seleksinya.
Seleksi Administrasi
Di tahapan ini teman-teman perlu untuk membuat akun terlebih dahulu di website LPDP, mengisi data diri dan mengunggah berkas yang diperlukan. Apa saja yang harus disiapkan?
Selain berkas umum seperti ijazah dan transkrip nilai, seleksi beasiswa LPDP juga mensyaratkan beberapa surat, yaitu:
Surat keterangan sehat jasmani yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas/klinik
Surat keterangan bebas dari narkoba yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas/klinik/badan/lembaga yang diberikan kewenangan untuk pengujian zat narkoba
Surat keterangan bebas dari TBC yang dikeluarkan oleh dokter dari rumah sakit/puskesmas/klinik, khusus untuk pendaftar dengan tujuan perguruan tinggi luar negeri
Surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidangnya (format tersedia)
Melampirkan surat izin mengikuti seleksi dari unit yang membidangi sumber daya manusia bagi yang sedang bekerja (format tersedia)
Itu dia, sesuai persyaratan di booklet tahun 2019. Selain itu, LPDP juga punya persyaratan khusus terkait umur, IPK dan kompetensi bahasa. LPDP mensyaratkan batas usia pendaftar untuk jenjang magister adalah 35 tahun dan untuk jenjang doktoral maksimal 40 tahun. Syarat IPK bagi pendaftar jenjang magister adalah 3,00 dan untuk jenjang doktoral adalah 3,25. Selain itu, sertifikat kemampuan bahasa asing juga salah satu syarat yang diminta, baik untuk tujuan dalam negeri maupun luar negeri. Detailnya saya lampirkan foto di bawah ini ya.
Jadi, yang belum punya sertifikat bahasa asing bisa diurus dari sekarang nih, biar ga buru-buru saat pendaftaran nanti. Jangan lupa, sertifikatnya harus dari lembaga terpercaya dan masih berlaku ya.
Hal lain yang ga boleh ketinggalan adalah melampirkan rencana studi, proposal studi dan proposal penelitian (khusus untuk jenjang doktoral). Dari pengalaman saya, dalam rencana studi saya memaparkan rencana akademis yang akan saya jalani selama 2 tahun menjalani studi. Di sini teman-teman bisa mencari informasi terlebih dahulu mengenai silabus dari program studi yang akan teman-teman ambil. Secara detail saya menjabarkan mata kuliah apa saja yang saya rencanakan untuk saya ikuti di setiap semesternya, serta alasan saya memilih berbagai mata kuliah tersebut. Saya juga melampirkan kegiatan di luar aktivitas akademis yang akan saya ikuti (biar ga belajar aja guys ^^,). Selain itu, dalam rencana studi saya juga menuliskan secara singkat rencana tugas akhir saya, seperti topik penelitian, alasan memilih topik tersebut, dan saya juga melampirkan metode penelitian yang akan saya gunakan.
Di proposal studi saya menuliskan alasan saya memilih universitas dan program studi yang dituju serta penjabaran mengenai permasalahan yang terkait dengan tugas akhir saya dan alasan mengapa permasalahan tersebut penting untuk dibahas. Oya, ini bukan format baku yang ditetapkan oleh LPDP. Teman-teman bisa juga googling untuk mencari referensi soal rencana studi dan proposal studi, karena banyak pelamar sebelumnya yang juga share tulisan mereka.
Proses menyiapkan berkas yang diperlukan cukup memakan waktu, jadi lebih cepat diurus lebih bagus. Jangan lupa dipastikan berkas lengkap dan sesuai ketentuan. Sayang kan kalo ga lolos seleksi administrasi karena kurang teliti masalah berkas. Saat itu saya menggunakan surat keterangan sehat dari klinik di dekat rumah. Untuk surat bebas narkoba, saya mengurusnya di Labkesda Kabupaten Bogor yang ada di depan RSUD Cibinong. Biayanya 120ribu aja, lebih murah dari rumah sakit. Sementara, untuk surat rekomendasi saya meminta rekomendasi dari dosen pembimbing skripsi saya. Bagi teman-teman yang sudah mendapatkan LOA (Letter of Acceptance) juga bisa ikut disertakan pada saat melakukan pendaftaran. LOA ini tidak wajib dimiliki pelamar. Saya pun melamar tanpa memiliki LOA. Jika teman-teman tidak lolos seleksi administrasi teman-teman masih bisa mendaftar di periode berikutnya.
Seleksi Berbasis Komputer (SBK)
SBK ini dikhususkan untuk pelamar di jenjang magister, sementara bagi pelamar jenjang doktoral yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan langsung ditetapkan sebagai peserta wawancara. Materi yang diujikan dalam SBK meliputi Tes Potensi Akademik (TPA) atau Tes Intelijensi Umum, Tes Karakter Kepribadian, dan on the spot essay writing. Tipe soalnya mirip-mirip lah sama soal tes CPNS. Nah, untuk essay writing, kalo teman-teman memilih perguruan tinggi luar negeri maka essay-nya juga akan dalam bahasa Inggris, be ready guys. Soal essay-nya juga berbeda-beda. Soal yang saya dapatkan waktu itu terkait dengan tenaga pendidik di Kawasan 3T. Kalo saya tidak salah ingat, skor tes SBK (kecuali essay) bisa langsung teman-teman ketahui. Setelah lolos tahap SBK lanjut lah kita ke tahap wawancara.
Seleksi Wawancara
Alhamdulillah saya bisa lolos sampai ke tahap ini, jadi bisa sharing lengkap soal proses seleksi LPDP. Pada saat proses seleksi wawancara teman-teman akan diminta membawa semua berkas yang telah diunggah saat seleksi administrasi. Sebelum proses wawancara dimulai akan ada tim yang memeriksa satu per satu berkas milik teman-teman, untuk memastikan kesesuaian dengan data yang diunggah sebelumya. Proses wawancara dilakukan dalam 2 sesi. Wawancara sesi pertama terkait dengan aspek akademis. Di sesi pertama ini teman-teman akan berhadapan dengan 3 orang pewawancara. Di awal wawancara saya sempat diminta melakukan perkenalan diri dengan menggunakan Bahasa Inggris, tapi setelahnya wawancara dilakukan dengan Bahasa Indonesia. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan bidang studi yang teman-teman pilih, aktivitas perkuliahan teman-teman sebelumnya (saat itu saya belum bekerja), rencana tugas akhir, dan hal-hal lain yang terkait dengan informasi yang teman-teman cantumkan pada saat seleksi administrasi. Sementara wawancara sesi kedua lebih terkait dengan kebangsaan dan hanya ada satu pewawancara. Pertanyaannya terkait dengan isu-isu kebangsaan yang sedang hangat menjadi pembahasan pada saat itu. Buat saya wawancara sesi 2 tidak lebih menegangkan dari sesi 1, tapi ini bisa bergatung pada seperti apa pewawancara yang teman-teman hadapi nanti. Selesai proses wawancara teman-teman bisa langsung pulang dan menunggu pengumuman akhir dengan (tidak) tenang di rumah.
Jadi bagaimana? Apakah saya berhasil menjadi awardee?
Tentu saja….tidak…hehehe
Rejeki saya hanya sampai seleksi wawancara. Ga nyangka juga sebenernya bisa sampe tahap seleksi akhir. Apa akan mencoba lagi (ini juga ditanyakan oleh pewawancara di sesi 2 dong)? Mungkin….nanti…
Begitu lah teman-teman pengalaman yang bisa saya ingat dari proses seleksi beasiswa LPDP. Semoga cukup memberikan informasi yang dibutuhkan. Sedikit tips dari saya, teman-teman harus aktif mencari informasi. Dari pengalaman sebelumnya, biasanya akan ada group online untuk tempat pertukaran informasi, seperti di Telegram atau WA. Teman-teman bisa join di group tersebut karena akan banyak informasi yang berguna. Pastikan juga teman-teman membaca detail ketentuan yang dibuat pihak LPDP, siapa tahu ada perbedaan dengan yang saya ceritakan di atas.
Well, thanks for reading. Shall you have any questions, please don’t hesitate to leave a comment. Good luck to any one of you who’s willing to apply for LPDP Scholarship!!
Wisata Baca Zaman Now: Perpustakaan Nasional RI
Siapa yang belum tau mengenai Perpustakaan Nasional atau yang biasa disebut Perpusnas? Kalo ada di antara kalian ada yang belum tau, maka lewat tulisan ini saya akan berbagi sedikit cerita mengenai Perpustakaan Nasional RI yang saat ini dikenal sebagai perpustakaan tertinggi di dunia, keren ya! Perpustakaan Nasional berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Bangunan setinggi 24 lantai ini merupakan bangunan hasil renovasi yang baru diresmikan pada bulan September 2017 lalu.
Saya berkesempatan mengunjungi Perpusnas pada tanggal 14 Februari lalu bersama dengan seorang teman yang biasa menjadi partner ngebolang saya, yakni Sabrina Tio Dora Hutajulu. Untuk menuju Perpustakaan Nasional tidak lah sulit, kalian bisa naik commuter line menuju Stasiun Juanda dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus city tour yang tersedia di halte di depan Masjid Istiqlal. Bagi teman-teman yang belum tau, bus city tour ini gratis loh, jadi bisa menghemat biaya perjalanan. Selanjutnya, kalian bisa turun di halte Monas yang berhadapan langsung dengan bangunan Perpusnas. Jika bingung, kalian bisa menyampaikan kepada petugas yang ada di bus city tour jika tujuan kalian adalah Perpustakaan Nasional, nanti petugas yang bersangkutan akan memberitahu kalian ketika halte tujuan sudah dekat.
Setibanya di Perpusnas, kita tidak akan langsung menuju bangunan utama. Kita akan terlebih dahulu memasuki bangunan lama yang saat ini difungsikan sebagai ruang pameran/museum. Di dalam bangunan ini tersedia beberapa benda pajangan dan foto-foto lama maupun baru yang menjadi koleksi Perpusnas. Selain itu, terdapat juga beberapa ruangan lainnya yang memberikan informasi mengenai perkembangan aktivitas baca-tulis di Indonesia. Ruang pertama yang saya kunjungi adalah ruang aksara. Saya sebut ruang aksara karena ruangan ini menyajikan informasi mengenai aksara di Indonesia. Di salah satu sisi dindingnya terdapat papan besar yang menjelaskan berbagai macam aksara yang dikenal di Indonesia, seperti Aksara Sunda Kuno, Aksara Jawa, Aksara Rejang, Aksara Batak (Toba), Aksara Bali, dan aksara dari beberapa daerah lainnya. Ruang aksara ini juga dilengkapi fasilitas audiovisual yang menceritakan sejarah aksara di Indonesia. Di ruangan lainnya terdapat informasi mengenai peristiwa membaca di Indonesia, dan ada pula ruangan yang memamerkan media tulis yang digunakan pada zaman dahulu.
(Ruang Pameran/Museum, Dok. pribadi)
Setelah puas melihat-lihat saya dan Dora akhirnya menuju bangunan utama yang sudah sangat ingin kami kunjungi sejak bulan lalu. Begitu keluar dari bangunan museum, kita sudah langsung dihadapkan dengan bangunan tinggi yang menampakkan lima bahasa berbeda di beberapa tingkatan dindingnya. Ketika masuk ke dalam, kita akan melihat deretan rak buku yang tingginya mencapai lantai 4 gedung perpustakaan. Selain itu, terdapat pula gambar-gambar presiden Indonesia, mulai dari Pak Soekarno hingga Pak Jokowi. Di depan masing-masing gambar presiden tersebut juga dipajang buku-buku yang terkait dengan masing-masing tokoh. Di lantai 1 ini pengunjung juga dapat menitipkan barang bawaan di ruangan yang tersedia.
(Lantai 1, Dok. pribadi)
Setelah menitipkan barang bawaan, saya dan Dora menuju ke lantai 2. Lantai 2 bangunan ini difungsikan sebagai tempat mengurus keanggotaan Perpusnas. Untuk menjadi anggota kita hanya perlu mengisi data diri di komputer yang sudah tersedia. Setelah semua data dilengkapi, kita akan mendapatkan nomer anggota dan jika kalian meng-klik ‘cetak’ pada komputer maka kalian akan mendapatkan nomer antrian untuk mencetak kartu anggota. Yap, kartu anggota juga bisa kita dapatkan saat itu juga, mudah sekali kan. Pada saat itu saya mendapat nomer antrian 58, dan batas maksinal nomer antrian dalam satu hari mencapai 500. Urusan keanggotaan beres, artinya saya dan Dora sudah siap berkeliling *aku siap! aku siap!*.
Sekedar informasi mengenai ruang-ruang yang ada di Perpusnas:
(Ruang Audioviual, Dok. Pribadi)
Ruangan yang pertama kami kunjungi adalah lantai 8 yang merupakan ruang audiovisual. Di ruangan ini disediakan banyak CD musik maupun film Indonesia. Kita dapat mendengarkan atau menontonnya di ruangan ini, alat pemutarnya juga sudah tersedia. Menariknya lagi, di ruangan ini terdapat mini theatre loh. Lanjut ke lantai 9, yakni Layanan Koleksi Naskah Nusantara. Begitu masuk ke ruangan ini kita bisa melihat beberapa naskah kuno yang dipajang, kalau saya tidak salah ingat ada naskah La Galigo dan Negarakertagama. Kalau ada naskah tertentu yang kalian butuhkan, kalian bisa berbicara langsung dengan petugas yang ada di ruangan tersebut. Di ruangan ini disediakan bilik-bilik khusus untuk membaca yang merupakan ruangan tertutup, namun juga disediakan beberapa meja dan kursi yang mengisi ruangan.
(Ruang Layanan Koleksi Foto, Peta dan Lukisan, Dok. pribadi)
Lanjut lagi guys, kali ini kita ada di lantai 16 a.k.a Ruang Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan. Ruangan ini cerah sekali, apalagi ruang bacanya. Bukan karena penerangannya, tapi karena warna-warna yang menghiasi ruangan ini hehe. Selesai dari lantai 16 kami lanjut ke lantai 22 yang merupakan Ruang Layanan Koleksi Monograf Terbuka. Ruang Layanan Koleksi Monograf Terbuka sebenarnya menempati lantai 21 dan 22, namun kami langsung naik ke lantai 22. Ruangan ini merupakan ruangan paling ramai di antara ruangan yang sudah kami singgahi. Saya menyusuri beberapa rak buku dan berhenti di salah satu rak yang posisinya ada di pojok ruangan. Saat itu saya tergoda dengan salah satu buku yang kalau tidak salah judulnya Kinship and Food in South East Asia, isinya kumpulan artikel yang pastinya terkait dengan topik kinship and food, sepertinya menarik tapi saya hanya melihat sekilas. Di lantai 22 ini juga ada tangga penghubung ke lantai 23, namun sayang saat itu lantai 23 sedang dalam penataan sehingga belum bisa dikunjungi. Jangan sedih, mending lanjut ke lantai 24.
Ruangan di lantai paling atas ini merupakan ruang koleksi budaya nusantara dan eksekutif lounge. Begitu masuk ke ruangan kita akan diminta untuk menyerahkan kartu anggota Perpusnas. Sesuai dengan namanya, ruangan ini menyediakan buku-buku yang terkait dengan budaya berbagai daerah di Indonesia. Di rak-rak buku yang ada sudah tertulis nama-nama provinsi, sehingga lebih memudahkan pengunjung mencari buku yang diperlukan. Saat itu saya mencari rak buku mengenai Jawa Timur, tapi haya sedikit buku yang tersedia. Rak-rak buku di ruangan tersebut memang tidak penuh, entah masih ada buku-buku yang belum dikeluarkan atau memang koleksi yang tersedia tidak cukup banyak.
Setelah dari lantai 24 kami pun turun, namun tidak langsung ke lantai 1, kami mampir dulu ke lantai 7. Di lantai ini disediakan layanan koleksi buku anak, lansia dan disabilitas. Nah, jadi tidak perlu khawatir, semua kalangan usia sangat bisa berkunjung ke Perpusnas, fasilitasnya tersedia. Di lantai ini kami hanya mengunjungi ruangan koleksi buku anak. Ruangannya kece banget, anak-anak pasti suka deh. Sebelum masuk kita harus melepas sandal atau sepatu terlebih dahulu, dan jangan lupa isi buku tamu. Dinding di dalam ruangan ini dilukis dengan gambar anak-anak yang sedang bermain permainan tradisional. Ada pula gambar dari tokoh-tokoh cerita rakyat dari beberapa daerah di Indonesia, salah duanya Buto Ijo dan Timun Mas. Di ruangan ini juga disediakan beberapa mainan anak-anak, jadi anak-anak ga akan bosen deh.
(Ruang Koleksi Buku Anak, Dok. pribadi)
Oiya, ada satu lagi nih yang tidak kalah kece, masih persembahan dari Perpusnas, yaitu aplikasi iPusnas. Aplikasi ini bisa kalian unduh di Play Store maupun App Store. Aplikasi ini menyediakan banyak banget koleksi buku yang juga bisa kita pinjam secara digital. Kita hanya perlu registrasi menggunakan email dan kita bisa baca buku di mana saja dan kapan saja. Untuk dapat meminjam e-book kita perlu memperhatikan ketersediaannya. Setelah klik tombol 'borrow’ akan muncul keterangan eKatalog dan Popular, di sini kalian bisa melihat keterangan stok dari eKatalog, jika keterangannya stock run out artinya kita tidak bisa meminjam buku tersebut, tapi bisa masuk daftar antrian kok.
(Meminjam buku pada aplikasi iPusnas)
Dua hari lalu saya berhasil meminjam novel terjemahan karangan Agatha Christie yang berjudul 'Membunuh itu Gampang (Murder is Easy)’ *senang sekaliiii*. Setelah selesai membaca jangan lupa untuk mengembalikan bukunya melalui menu 'return’. Aplikasi ini bukan cuma jadi sarana membaca, kita juga bisa melihat aktivitas pengguna lainnya dan bisa saling follow. Di aplikasi ini kalian juga bisa menulis review dari buku-buku yang kalian baca.
Saya senang sekali dengan keberadaan aplikasi ini, jadi lebih semangat untuk banyak membaca. Tapi seringkali buku yang saya tertarik untuk baca sedang tidak ada stok, jadi tidak bisa saya pinjam.
Gimana dengan kalian? Apakah sudah tertarik untuk membaca? Saya pernah baca artikel berita yang bilang kalau berdasarkan hasil survey mengenai minat baca dari 61 negara, Indonesia ada di urutan ke-60, walaaah. Sementara itu, berdasarkan infrastruktur Indonesia ada di urutan 34. Survey-nya di tahun 2016 sih, semoga sekarang sudah ada peningkatan. Membaca itu menyenangkan loh, kita bisa berimajinasi, bisa mendapatkan informasi yang menambah wawasan *biar ga mudah terpengaruh hoax*, dan bisa mendapatkan motivasi dan inspirasi. Yuk, mulai membaca :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tim Bulutangkis Putri Indonesia Unjuk Gigi
Saat ini Kejuaraan Beregu Badminton Asia sedang berlangsung di Alor Setar, Malaysia. Hal yang menjadi perhatian gue adalah pencapaian tim putri Indonesia di turnamen ini. Jadi guys, hari ini tim putri kita baru aja menyelesaikan pertandingan Semi Final mereka melawan tim putri Jepang, dan hasilnya tim putri kita kalah. Eits!! Jangan bete dulu baca istilah kalah. (Masih) menurut gue, penampilan tim putri kita hari ini patut diberikan apresiasi, karena mereka mampu membuat WS1, WD1, dan WS2 Jepang menang dengan tidak mudah.
Coba gue runut dari awal ya. Di Kejuaraan Beregu Badminton Asia ini tim putri Indonesia ada di group Z bareng Singapore dan China. Liat temen satu group-nya aja udah ngeri-ngeri sedap, ada China tjuy!
Pertandingan pertama dimulai dengan pertemuan tim putri Indonesia dengan tim putri Singapore. Di pertandingan ini gue yakin Indonesia bisa dapet hasil maksimal, dan benar mereka menang 5-0. Di pertandingan berikutnya, tim putri Indonesia sudah harus berhadapan dengan tim putri China. Di sini gue cuma berharap penampilan tim putri kita bisa maksimal, apapun hasilnya. Daaaan tim putri Indonesia berhasil menang dengan skor 3-2. Wuhuuu, seneng dong gue. Sayangnya ga ada live streaming saat pertandingan ini. Dan..dan..dan yang jadi highlight gue adalah Fitriani berhasil memperoleh kemenangan atas Chen Yufei.
Mau sedikit bahas kemenangan Fitriani atas Chen Yufei nih. Fitriani saat ini ada di rank 29 BWF, sedangkan Chen Yufei ada di rank 8 BWF. Head to head Fitri vs Yufei pun 1-3 untuk keunggulan Yufei. Pertemuan terakhir mereka berlangsung di Macau Open 2016 dan satu-satunya kemenangan yang diperoleh Fitri dari Yufei sejauh ini terjadi ketika mereka berhadapan di Kejuaraan Dunia Junior tahun 2014. Pastinya beda dong ya level junior dan senior. Semoga kemenangan ini jadi pemacu untuk bisa semakin berprestasi. Kalian juga rindu untuk merayakan kemenangan tunggal putri Indonesia kaaan.
Lanjuuuut. Dua kemenangan yang diperoleh tim putri Indonesia berhasil membawa mereka melaju ke babak Quarter Final, dan hasil draw mempertemukan mereka dengan tim putri India. Di pertandingan ini Indonesia berhasil memperoleh kemenangan dengan skor 3-1, dimana India hanya bisa mencuri poin dari tunggal putri pertama mereka, Pusarla V. Sindhu yang masih terlalu tangguh untuk Fitriani. Akhirnya, tiba lah tim putri kita di babak Semi Final yang mempertemukan mereka dengan tim putri Jepang. Harus diakui bahwa melawan atlet-atlet Jepang selalu tidak mudah. Satu hal yang pasti, pertandingan tidak akan berlangsung dalam waktu singkat, jadi harus siap capek.
Pertandingan pertama mempertemukan Fitriani vs Akane Yamaguchi yang dimenangkan oleh Akane dengan skor 21-17 13-21 17-21. Pertandingan berikutnya mempertemukan Greysia/Apriani dengan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang sebelumnya sudah tiga kali bertemu. Sayangnya di pertemuan ini Greys/Apri masih harus mengakui keunggulan MisAya dengan skor 22-20 19-21 18-21. Dengan demikian, Jepang sudah menang 2-0 dan hanya memerlukan satu kemenangan lagi untuk menyelesaikan pertandingan hari ini. Di pertandingan berikutnya Jepang menurunkan Nozomi Okuhara, sementara Indonesia mempercayakan Gregoria Mariska Tunjung sebagai tunggal putri kedua. Game pertama berlangsung mudah untuk Nozomi, sedangkan Jorji terkunci di skor 5 dan tak bisa bangkit lagi...eh engga deng, Jorji akhirnya bangkit dan merebut game kedua dengan skor 21-19. Namun sayang di game ketiga Jorji harus kembali mengakui keunggulan Nozomi dan game berakhir dengan skor 15-21.
Tim putri Indonesia memang sudah kalah, tapi guys, akuilah kalo penampilan tim putri kita di turnamen ini lebih baik dan mereka bisa diharapkan, terutama untuk sektor tunggal putri. Memang pastinya masih ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan pemain maupun tim pelatih, tapi mereka tidak payah toh. Gue berharap mereka bisa terus menunjukkan peningkatan dan bisa semakin berprestasi di masing-masing sektor (WS maupun WD). Oiya, walaupun tim putri kita hari ini kalah, mereka tetep berhak melaju ke putaran final Piala Uber 2018 yang akan diselenggarakan pada bulan Mei di Bangkok, Thailand. Doakan agar mereka bisa tampil maksimal dan siapa tau mereka bisa memberikan kejutan. Keep up the good work, tim bulutangkis putri Indonesia! :)
Cr. Instagram PBSI (@badminton.ina)