aku :((((((((

❣ Chile in a Photography ❣
will byers stan first human second
he wasn't even looking at me and he found me

★

Jar Jar Binks Fan Club

bliss lane

gracie abrams
NASA
Today's Document
we're not kids anymore.
Fai_Ryy

Andulka
art blog(derogatory)
todays bird

Product Placement

blake kathryn
$LAYYYTER
𓃗


seen from Vietnam
seen from Mexico

seen from Malaysia
seen from Mexico
seen from United States
seen from Canada

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Honduras
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from United States

seen from China

seen from Netherlands

seen from Philippines
seen from Venezuela

seen from United States

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Bolivia
@kardussepatu
aku :((((((((

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Memang sih salah satu cara bertahan menghadapi masalah adalah "yaudah sih ga usah dipikirin".. Tapi saat orang lain sedang jatuh-jatuhnya rasanya kurang tepat mengucapkan hal itu pada orang yang sedang runtuh pertahanan dirinya.. Dengan kamu berkata demikian kamu telah membuatnya merasa perasaan yang dialaminya itu berlebihan dan tidak ada gunanya.. Kemudian ia pun merasa tidak ada yang memahami perasaannya.. Membuatnya semakin merasa sesak dan terasing..
Sesungguhnya saat seseorang berani meneteskan air matanya di hadapanmu, dia sedang menunjukkan sinyal pertolongan padamu.. Dadanya sesak hingga tak mampu menahan air matanya.. Kepalanya hampir pecah hingga ia sulit menerjemahkannya dalam kata-kata sederhana sekalipun.. Suatu saat jika seseorang datang menumpahkan isi hati dan kepalanya, kepadamu.. Hormatilah perasaannya, bantulah ia memvalidasi perasaannya.. Yang pertama kali dia butuhkan adalah ruang yang tenang untuk dia melepaskan bebannya..
Genggam tangannya, rengkuh pundaknya, tapi jangan paksa ia untuk menutup mata dan telinganya saat itu juga..
Klaten, 17 Desember 2021
sepercik cerita singkat
dulu, sering sekali berharap enak ya punya banyak teman. bisa diajak tukar cerita dan haha hihi bersama. lalu sekarang, setelah beranjak dewasa justru merasa tak nyaman punya banyak-banyak teman. bukan karena tidak bersyukur, tapi rasa-rasanya terlalu malas mengabarkan banyak hal pada orang-orang yang katanya teman, tapi tidak benar-benar memahami makna teman.
tiba-tiba saja, malas menjelaskan. malas menceritakan. malas untuk berkata dan lagi-lagi kembali tenggelam pada isi kepala sendiri.
ah hidup. rasanya waktu sudah lama berlalu dan jarang mampir ke sini. entahlah, mungkin mengira semua hal sudah bisa ditampung pada telinga seseorang, jadilah kehabisan kata-kata untuk dituangkan. lalu satu dua hari ke belakang jadi ingat lagi, waktu untuk diri sendiri sudah lama sekali menghilang. tidak tahu ke mana, tidak tahu apa, bahkan tidak tahu mengapa bisa.
ya intinya, hanya paham bahwa sudah banyak waktu berlalu tanpa refleksi pada diri sendiri.
sejujurnya hidup terasa luar biasa bila dilihat mundur sejak sekarang. mengesankan bahkan. tapi anehnya, hari-hari kemarin itu semua tidak terasa apa-apa. selalu merasa kurang. selalu merasa belum cukup. selalu merasa harusnya bisa lebih. bahkan hidup penuh perbandingan ada setiap detiknya. dasar manusia! hobi sekali memang menyiksa diri sendiri.
kembali ke tumblr laiknya kembali ke rumah lama.
ada rasa takut karena memanggil diri yang sudah begitu lama tertidur. tapi di lain sisi juga senang karena apa yang telah lama tidak dirasa, kembali membuncah di dada.
sedih. jujur memang menyedihkan saat tahu satu-satunya pelarian paling nyaman adalah di sini. karena sadar betul jika kembali ke sini sama saja meyakinkan diri bahwa hidup sedang tidak baik-baik saja. bahwa tembok sudah mulai ditata untuk menutupi yang biasa tampak. bahwa kecewa dan rasa ditinggalkan mendadak hadir tanpa bisa dicegah. bahwa sepi dan sendiri memang jadi teman baik yang tidak akan pernah hilang.
sepercik kabar sudah didengar. ternyata kehidupan di sini juga masih nyaman untuk dinikmati. manusia-manusianya masih hidup dengan damai. mungkin memang sudah waktunya bilang, welcome home. mungkin sudah saatnya bilang, rindu tapi juga memangku sendu.
ah langit di depan sana sedang berwarna biru tanpa ada satu pun awan di samping-sampingnya.
- s.b -
Kamu beneran gak mau tau kenapa aku masih baik banget sama kamu?
Day 6: Single and Happy
Tujuh tahun lalu, gue menerima undangan pernikahan hampir setiap bulan. Hari ini, temen-temen gue banyak yang masuk ke fase 5 tahun ke atas pernikahan. Ada banyak hal yang terjadi. Ada yang bahagia, ada yang divorce. Banyak orang di sekitar gue yang mengatakan bahwa divorce adalah “kegagalan dalam pernikahan”. Tapi sejak banyak ngelihat cerita tentang divorce, gue nggak memandang pernikahan perlu diberi label “sukses” atau “gagal”.
Setiap orang berhak menjalani hidupnya dengan baik. Kalau kamu menganggap menikah itu membahagiakan, menikahlah. Kalau ternyata kamu pengen santai aja, ya silahkan juga. Tapi yang perlu diingat adalah, keduanya punya konsekuensi masing-masing. Kamu nggak bisa serakah dengan mengambil bagian yang enak-enaknya doang ~XD
Punya teman yang kisahnya macem-macem ngebuat gue ngerasa mixed feeling dalam ngelihat pernikahan. Apa yaa? Ada temen yang mengasihani gue karena gue single. Ada juga temen yang selalu bilang:
“Elu mah enak, masih single. Bebas aja”
“Emang pernikahan penjara buat lo?”
“Enggak gitu juga. Tapi ya, kalo lo masih punya impian, jangan nikah dulu deh. Ntar nggak tercapai”
“Enggak menjamin juga sih. Bisa aja gue bucin terus impian gue menguap dari otak gitu aja”
“Geblek. Lo sebenernya masih takut nikah atau udah pengen sih?”
Yha nggak takut, tapi yha nggak pengen juga. Netral aja wkwk. Tetep siap-siap sih tapi nggak yang panik gara-gara umur. Gue cuma pengen jalanin hidup dengan tenang. Menjalani rutinitas sebagai single dengan tenang. Kalaupun nanti menikah dan ada chaos-chaosnya, gue juga selalu berharap masa tenangnya jauh lebih panjang.
Then ketika orang lain nanya:
“Kamu kapan nikahnya sih?”
Terus temen gue yang ngajarin jawab dengan template self-love, gue bakal jawab balik:
“Kalian semua tenang aja kenapa sih. Gue jalanin hidup gue yang sekarang aja tenang banget. Nggak semua hal perlu dikomentari terlalu dalam sampai mendayu-dayu”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
London apartment
THENORDROOM.COM - INSTAGRAM - PINTEREST - FACEBOOK
6 Tips Set Up Rumah Tangga Baru
Ga semuanya pasangan baru itu dikasih kemudahan berupa harta yang melimpah. Ada yang seadanya, dan melalui itu mereka belajar banyak tentang penyesuaian juga kompromi pada situasi. Karena rumah tangga gw di awal-awal termasuk golongan terakhir ini, terus terang kami belajar banyak tentang kesabaran, terutama gw yang hidupnya manja.
Gw ingat ketika set up kontrakan pertama kali dengan suami. Perasaan campur aduk. Ada sedih karena sedang ada masalah, tapi seneng karena akhirnya gak LDM lagi, excited karena menempuh hidup yang baru, seru juga sih menentukan kita mau apakan kontrakan itu tanpa diatur orang tua (gue, yang cerewet itu orang tua gw, heran gw).
Dalam membeli barang atau jasa untuk set up rumah tangga baru dengan dana minim itu, ada beberapa hal yang gw pelajari dan gw bagikan, siapa tahu ada yang bisa diaplikasikan buat teman-teman yang mau menikah, baru menikah, atau persiapan untuk menikah, atau yang ditakdirkan jomblo seumur hidup (e gimana sih din). Ingat ini untuk dana minim, rumah tangga anak sultan minggir dulu.
1. Sesuaikan budget, kebutuhan dan kenyamanan, serta value dalam beli apapun.
Model teori ini gw yang bikin, jadi belum tentu bener ya, kalo ada model yang lebih bagus bisa dishare. Budget tuh yang pertama harus ditentukan kalau dana kita terbatas. Setelah itu kita bisa lihat kebutuhan seperti apa yang bisa kita dapatkan dengan dana segitu. Misalnya dana kontrakan rumah cuma ada 1 juta per bulan di Bandung, plis jangan minta rumah 3 kamar dengan carport dan Indihome gratis. Value maksudnya adalah jika ada syarat nilai-nilai di luar duniawi yang harus terpenuhi, misalnya mau ngontrak agak mahal sih tapi yang punya itu temen sendiri, jadi sekalian bantu.
Pertama kami kontrak, dekat dengan tempat kerja gw sih, tapi beberapa hal vital membuat kami kurang nyaman. Akhirnya kami pindah ke kontrakan yang cukup jauh, tapi kami nyaman disitu. Suami komitmen untuk kompromi dengan antar jemput hampir setiap hari dan menghadapi kemacetan, jadi yaudah toh dia yang kerjanya dari rumah.
Dulu gw sering ngeluh karena perjalanan jauh dan macet tiap hari. Tapi sekarang pas udah full WFH, kangen juga dianter dia tiap pagi, ngeliat dia pergi menjauh habis antar. Terus kangen excited nya pas udah pulang dan nunggu dijemput, terus pas ngeliat dia tuh kayak degdegan gimanaaa gitu cem orang baru jadian. #Aaaaklemparteflonpanas.
Udah ah curcolnya.
2. Gak masalah beli barang bekas
Ga perlu malu beli barang bekas, diniatkan juga bantu orang yang mungkin butuh menjual barangnya. Rajin-rajin aja ikut grup jual beli di kota tempat kita tinggal. Bisa di FB grup, IG, atau OLX.
Gw beli beberapa barang secara bekas loh, cem kulkas, kasur, lemari, meja kecil untuk kerja. Cuma ya harus pinter milih-milih, jangan asal beli. Cem kasur alhamdulillah ga sengaja nemu di grup jual beli FB jualannya temen LPDP yang mau pulang kampung, jadi barang masih bagus banget. Kulkas juga lumayan, gw seneng banget sama kulkas itu. Kulkas pertama di rumah tangga kami, jelek tapi banyak bantu.
3. Kalo punya budget, belilah kulkas di awal pernikahan
Nah, kulkas nih menurut gw alat elektronik yang paling penting dalam rumah tangga. Jadi kalo punya budget, beli aja, meski bekas asal lancar dipakai untuk nyimpen bahan makanan terutama buat yang masak sendiri. Gw ngerasain susahnya ga punya kulkas waktu dulu masih kos sendiri, jadi gw pikir budget kulkas adalah yang terpenting kedua setelah kasur. Ternyata emang iya, kami hanya perlu belanja seminggu sekali untuk persediaan bahan makanan. Kalo cuci baju, kami gantian cucinya manual jadi bisa tanpa mesin cuci.
Tapi kalo misalnya dekat pasar dan gak keberatan untuk belanja hampir setiap hari, ya gak masalah kok. Ini mah untuk rumah tangga kami aja ya, rumah tangga lain mungkin berbeda.
4. We need other couple
Sebagai pasangan baru, kita juga butuh pasangan lain untuk ssekedar ngobrol atau dapat ilmu loh. Karena suami gw mending ngobrol sama pagar rumah daripada sama manusia, pergaulannya terbatas banget di Bandung. Cuma maen sama pasangannya si Rubahlicik dan Dewi, atau ya Rumahati dan suaminya. Itu doang kenalannya di Bandung. -_-. Jadi kalo ada yang nanya, suami kok gak ikut? Gak, dia takut ketahuan orang kalo dia Power Rangers.
5. Sabar dan Kompromi
Gw selalu punya banyak keluhan, karena ga biasa hidup begini begitu dan harus begitu maka gw keberatan berkompromi. Tapi keadaan kan ga bisa mengikuti kemauan gw, makanya gw ngeluh..Suami harus banyak sabar mendengar keluhan gw atas semua hal, dia lebih cepat bisa mengurangi keluhan sih.
Beberapa kali dari obrolan kami, gw nangkep ketika perempuan ngeluh, laki-laki tuh merasa bersalah karena merasa ga bisa memprovide kehidupan yang nyaman dan lebih baik buat istrinya. Padahal di sisi perempuan, ngeluh ya cuma ngeluh aja, gak bermaksud menyalahkan suami. Ini pentingnya baca buku Men From Mars & Woman From Venus.
6. Tempat Tinggal Yang Nyaman
Sebisa mungkin, pilih tempat tinggal yang nyaman. Gak harus mahal kok, kontrak juga gapapa. Kami dulu kontrak di sebuah paviliun yang ga punya ruang tamu, satu tembok dengan yang punya, ga ada jemuran, parkir sulit, satu pagar dengan yang punya, duhhh gak enak banget meski dekat dengan tempat kerja dan tempatnya bersih. Rasanya ga bebas, mau ngapa-ngapain merasa bersalah. Kalo berantem sama suami, awkward banget dah di satu ruangan gitu tapi diem-dieman.
Akhirnya kami pindah di sebuah paviliun yang jauh dengan ruang tamu, kamar 1, dapur, dan kamar mandi. Jadi kalo bebas ngapa-ngapain, tetangga sebelah juga agak berisik tapi kami nyaman. Terus karena kamar dan ruang tamu terpisah, kalo kami berantem gw masuk kamar aja. Beres. Wkwkwk.
Sementara mah itu dulu ya. Kalo ada lagi, bisa gw tambahkan lain kali. Semoga yang akan atau sedang mengadapi set up pernikahan baru diberikan kelancaran dan pertolongan, keberkahan dalam setiap prosesnya. Proses yang berhias ujian kalau bisa kita nikmati, bisa banget loh nambah cinta diantara suami istri. Uuuncchhhh lempar ulekan sambel.
Aku dulu sebelum nikah banyak yang diobrolin sama suamik. Kayak semacam kesepakatan, misal nanti sehabis nikah mau aku yg ikut suamik atau suamik ikut aku. Banyak pertimabangan, akhirnya karena aku lagi ga terikat kerja ya ikut suamik, ngerantau. Trus kami sepakat sekecil-kecilnya, semurah-murahnya kontrakan akan lebih baik daripada ikut orang tua. Lebih ekstrim lagi, kalo bisa pisah kota sama orang tua. Biar kami bisa survive dengan rumah tangga kami sendiri.
Memang sih, komunikasi, kompromi, dan temukan kesepakatan tuh penting banget, kalo bisa dari sebelum nikah. Dari mulai tinggal dimana, mau kerja apa, pengaturan keuangan, nyelesaiin masalah kalau-kalau nanti berantem/selisih paham (aku sama suamik sepakat masalah ga boleh dibawa tidur, kalo mau gelut ya gelut sampe masalah kelar, baru bobo), kebiasaan baik yang harus terus dirawat (kayak bilang ‘tolong, maaf, terima kasih’), sifat buruk yang harus dikurangi (kayak aku yang kalo ngambek ga bilang jelas karena apa, sedangkan suamik orang yang terlalu 'to the point’, aku biasakan blak-blakan kalo sedang marah karena apa, suamik pun membiasakan diri buat lebih peka, sekarang doi super peka, aku diem karena males ngomong aja, ditanya ngambek kenapa 😂), dan masih banyak lagi.
Dari semua aku setuju semua apalagi yang kulkas. Di geng aku tuh ada udunan kado buat yang nikah gitu, budgetnya dikasih tahu ke pengantin, teserah pengantinnya mau dipake apa. Dulu galau antara mesin cuci atau kulkas. Pasalnya aku males banget nyuci pake tangan, kekeuh banget pengen dibeliin mesin cuci. Akhirnya setelah seminggu nikah mendadak berubah pikiran, karena bahan-bahan makanna yang dibeli di pasar banyak yang ga kepake karena rusak ditaroh di suhu ruang. Aku yang anaknya nyeselan banget kalo ada makanan yang mubadzir, akhirnya menetapkan oke aku sangat butuh kulkas. Nyuci pake tangan masih bisa ditahan-tahan, nanti ada rezekinya sendiri beli mesin cuci. Sampe sekarang, kalo ada temen yang baru nikah trus budget terbatas sedangkan perabotan rumah tangga pengen dibeli semua, aku selalu nyaranin, kulkas dulu deh. Itu krusial.
Setiap kepergian memiliki alasan. Tetapi tidak semua kepergian kamu perlu tahu alasannya. Sebab tidak mudah bagi seseorang menyampaikan alasan, saat dia tahu keadaan tidak mungkin baik-baik saja.
Kepergiaan yang tiba-tiba tentu mengejutkan dan sangat menyakitkan bagimu. Namun jika kamu lebih peka, kamu sebetulnya tahu jika seseorang sebetulnya sudah menunjukan jika perlahan dia akan meninggalkanmu.
Semuanya memang akan terasa sia-sia, tetapi tidak perlu lagi ada yang kamu sesali, tidak perlu ada yang kamu pertanyakan. Seseorang memilih mengakhiri hubunganya dengan keputusan sadarnya.
Lalu untuk apa lagi kamu harus mempertahankannya? Sementara dia bisa begitu mudahnya meninggalkanmu.
Berhentilah untuk memberatkan langkahnya, biarkan saja dia pergi dengan pilihannya. Meski dilupakan adalah hal yang berat untuk dilalui. Berdamai dengan rasa sakit juga bukanlah hal yang mudah.
Setiap orang yang hadir dalam kehidupanmu tidak selamanya akan menetap. Beberapa orang datang untuk memberi pelajaran, beberapa orang datang untuk menghadiahi kenangan.
Sadari bahwa dia memang bukan untukmu, cepat atau lambat, sekarang atau nanti. Kapanpun waktunya, jika dia memang bukan milikmu, maka pada akhirnya dia akan pergi, pada akhirnya kamu akan berpisah.
Setiap rasa sakit bisa disembuhkan, setiap luka akan pulih. Sekarang tinggal bagaimana kamu mau mengakui kehilanganmu, menerima kekecewaanmu, dan berdamai dengan kesedihanmu.
Bersabarlah, merawat memang perlu waktu.
—ibnufir
Solo dan Bagaimana Pikiranku
Sepanjang perjalanan dari Solo ke Yogya aku benar-benar merasa useless. Ini bukan tiba-tiba. Aku melihat banyak sekali orang-orang yang kuanggap kondisinya menyedihkan. Entah ini haru atau hanya kasihan. Tapi aku sungguh tidak sanggup melihat lebih lama.
Barangkali hanya pikiranku saja yang begitu. Aku berharap semoga hanya pikiranku saja, hanya pikiranku yang berasal dari dangkalnya pengetahuan dan pengalamanku. Aku berharap mereka bisa pulang ke rumah dalam keadaan aman dan nyaman, dan diterima dengan baik oleh keluarganya dengan senyum dan kehangatan. Aku tidak tahu apa-apa lagi setelahnya.
Yang kupikirkan terus menerus adalah aku tidak akan bekerja di bidang pelayanan langsung terhadap masyarakat (yang begitu selalu digembar-gemborkan), semacam menjadi orang penting; anggota dewan, pejabat, dan sejenisnya.
Aku tidak akan sanggup menanggung semuanya. Aku tidak akan kuat dengan tanggung jawabnya. Aku akan sering menangis dan baper. Kecemasan dan pikiran negatif pasti akan semakin ramai di hidupku. Barangkali aku akan menewaskan diriku lebih dulu.
Keadaan ini sama halnya ketika mengitari Jogja tengah malam. Hati seperti dicubit-cubit dan lebih menyedihkan lagi kau tahu dirimu tidak bisa melakukan apapun. Seperti ketika melihat orang-orang yang selonjoran kekenyangan sementara tak jauh dari situ ada ibu dan anak yang juga selonjoran karena kelelahan mengemis.
Semua itu melukaiku. Aku cuma bisa kembali fokus pada jalanan. Berharap aku tidak menangis lagi.
Benarkah yang memiliki lebih banyak selalu menjadi yang lebih baik?
“Enak ya si A udah punya rumah. Enak ya si B udah bawa mobil, Enak ya si C punya banyak perhiasan. Enak ya si Z mau apa aja kebeli. Dan masih banyak lagi lainnya.”
Sering kan, kita membanding-bandingkan kehidupan kita seperti itu?
Seolah-olah semua yang terlihat lebih, bisa dipastikan bahwa hidupnya pun akan lebih bahagia.
Padahal kita tidak pernah bisa melihat apa yang ada di dalam hatinya.
Benarkah apa yang dimilikinya bisa menjamin perasaannya lebih tenang? Belum tentu.
Bisa jadi mereka malah sedang diresahkan oleh beban cicilan rumahnya, biaya perawatan kendaraannya, dan juga rasa takut kehilangan semua yang dengan mudah bisa mereka dapatkan sekarang.
Mereka yang hidupnya biasa-biasa saja, sederhana, dan tinggal di sepetak ruang kontrakan, bisa jadi perasaannya jauh lebih tenang.
Semakin sedikit yang dimiliki, semakin sedikit bebannya, semakin sedikit pula yang perlu dipikirkan.
“Kan, tergantung bagaimana kita mensyukuri hidup. Sedikit atau banyak, kalau engga bersukur ya sama aja.”
Betul, semua tergantung dari cara kita mensyukuri hidup. Tetapi semua yang membuat kita merasa memilikinya, pasti menyita waktu kita untuk memikirkannya.
Tidak selamanya mereka yang taraf hidupnya lebih baik, hati mereka jauh lebih tenang.
Bisa jadi justru mereka yang hidupnya terlihat biasa-biasa, adalah yang paling mudah merasa cukup, adalah yang paling mudah tertidur pulas.
—ibnufir

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Aku pikir ini sudah selesai. Aku pikir aku sudah baik-baik saja tanpamu. Namun ternyata aku belum melangkah sama sekali. Sedikit kabarmu tadi mampu menghancurkan apa yang selama ini telah kubangun dengan sungguh-sungguh.”
— (via mbeeer)
“Bohong rasanya jika aku tidak merindukanmu. Tapi apa gunanya berharap? Jika sekarang kita tak lebih dari sekedar dua orang asing yang mengetahui rahasia masing-masing.”
— (via mbeeer)
“Seseorang yang kau tinggalkan dengan mudah itu sebenarnya adalah seseorang yang tak akan pergi walau kau sedang susah.”
— (via mbeeer)
“Seseorang yang kau tinggalkan dengan mudah itu sebenarnya adalah seseorang yang tak akan pergi walau kau sedang susah.”
— (via mbeeer)
“Menghilang terkadang memang jawaban paling tepat.”
—
True

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Mungkin baiknya memang begini. Kau menemukan bahagiamu di sana, dan di sini aku belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.”
— (via mbeeer)
Semakin bertambah usia, maka kamu akan semakin sadar bahwa drama-drama picisan tentang rindu, kehilangan, penantian, atau apa pun itu, harus dikurangi sedikit. Kamu hanya perlu menjalani hidupmu dengan bahagia, pulang ke rumah yang nyaman, membaca buku favoritmu, dan menikmati bagaimana caramu menyesap kopi.
Lalu cinta, dia akan datang sendirinya ketika kamu telah bisa mencintai dirimu sendiri…. (via dialogdiberanda)