GLAM AND SHINE SKIN CLINIC
๐๐๐ค๐ฉ๐ค๐จ๐๐ค๐ค๐ฉ ๐๐ค๐ง ๐๐๐๐ & ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐๐ & ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
โโโโโโโโโโโโโโโโโ
2025, ๐๐ฆ๐ฃ. ๐๐๐.ใ
ค
Cerita ini ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu.
อออ๐๐๐๐๐ฆ๐ง๐ ๐๐ฅ๐๐ ๐
Dua orang pria terlihat sedang duduk di dalam ruang tunggu khusus, yang satu sibuk menggulir layar ponsel, yang lainnya sibuk membaca skrip.อออ Sebuah skrip yang berisi apa saja nama dan jenis produk yang berada tepat di depan pandangannya. Tidak lupa disertai manfaat dan kegunaan setiap detail masing-masing produk.อออ
Semua paham keseriusan sang aktor dalam membaca berbagai skrip, baik untuk kebutuhan akting series, film bahkan sebuah iklan. Kebetulan kini ia akan menjalani pemotretan sebuah produk perawatan tubuh.
Ini bukanlah hal baru untuknya, sudah berbagai iklan produk perawatan wajah dan tubuh ia bintangi. Jam terbangnya tidak main-main. Bahkan ia dijuluki ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ dan ๐๐ ๐๐๐๐, karena membintangi banyak merk luar negri yang produknya habis terjual.อออ
Gumam pelan Bagas dengan tangan kanan memegang produk dan tangan kiri memegang skrip. Namun konsentrasinya terpecah saat ada seseorang masuk ke dalam ruangan.อออ
โ๐๐ช๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด?โ
โYa benar, dengan siapa?โ Tanya Bagas lalu bangkit dari sofa.
โ๐๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐๐ข๐ณ๐ช๐ถ๐ด ๐๐ณ๐ข๐ฌ๐ฐ๐ด๐ฐ, ๐ง๐ฐ๐ต๐ฐ๐จ๐ณ๐ข๐ง๐ฆ๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ชโ
โOh baik, salam kenal" Bagas membalas jabatan tangan itu, senyum ramahnya pun tak luput.
"Jadi, kita mulai sekarang?" Tanya Bagas penuh antusias.อออ
"๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ถ๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข? ๐๐ต๐ถ๐ฅ๐ช๐ฐ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐ฅ๐ช-๐ด๐ฆ๐ต๐ต๐ช๐ฏ๐จ. ๐๐บ๐ฐ ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด, ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ซ๐ถ ๐ญ๐ฐ๐ฌ๐ข๐ด๐ช" Ajak Darius dengan sopan.อออ
Langkah mereka beriringan, diikuti Hardian tepat di belakang Bagas. Banyak obrolan ringan yang mereka bahas dalam perjalanan itu. Setelah sampai ๐ด๐ฆ๐ต, Bagas berdiri di posisi yang telah di atur dan mendengarkan ucapan Darius dengan seksama.
Darius menjelaskan secara padat dan jelas bagaimana konsep pemotretan seperti yang tertulis di skrip. Bahwa pakaian yang dikenakan Bagas berwarna biru muda melambangkan ketenangan dan menenangkan.อออ
Lalu latar ๐ด๐ฆ๐ต foto berwarna putih bersih melambangkan kehangatan. Semua terasa kawin mewujudkan kualitas foto yang terbaik.อออ
"๐๐ฌ๐ฆ, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐บ๐ข ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด. ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฆ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฑ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฎ"อออ
"Ini gimana? Oke?" Bagas meraih sebuah ๐๐ญ๐ต๐ณ๐ข ๐๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ค๐ณ๐ฆ๐ข๐ฎ dari meja dan menggenggamnya.
"๐๐ฅ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด" Sebuah ibu jari diberikan Darius.
Bagas mengambil posisi duduk, lalu melipat kaki kanannya. Tangan kanan memegang kepala, lalu tangan kiri menggenggam setangkai bunga tipis berikut produk ๐๐ญ๐ต๐ณ๐ข ๐๐ข๐ญ๐ฎ ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ค๐ณ๐ฆ๐ข๐ฎ.
"๐๐ฌ๐ฆ, ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ณ๐ง๐ฆ๐ค๐ต."
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
Masih dalam posisi duduk, Bagas memberikan sedikit perubahan gaya dan Darius terus mengambil gambarnya.
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!อออ
"๐๐ช๐ค๐ฆ. ๐๐ฌ๐ฆ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ๐ฑ, ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ? ๐๐ฎ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข ๐๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ด?" Tanya Darius memastikan dengan senyum ramah. อออBukan tanpa sebab Darius memastikan kembali, khawatir Bagas tidak nyaman atau merasa sakit badan karena pose yang tidak biasa. Namun Bagas menjawab dengan tawa kecil dan dua jempolnya.
"Aman!" Ia merubah posisinya dengan perlahan dan nyaman.
"๐๐ช๐ข๐ฑ ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด!"
"๐๐ฌ๐ฆ ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐๐ข."
Respon Darius dilanjutkan permintaannya kepada asisten untuk membawa produk selanjutnya dan menaruhnya dekat Bagas untuk pengambilan foto.อออ Dengan perlahan namun cekatan, Lala sang asisten fotografer, menata semua produk di dekat wajah Bagas dan bergegas kembali.
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
"๐๐ฌ๐ฆ ๐ฏ๐ฆ๐น๐ต ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฆ. ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด ๐ญ๐ช๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข ๐บ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฉ๐ฐ๐ฐ๐ต ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด."
"๐๐ข, ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ด๐ช๐ด๐ข๐ช๐ฏ 1 ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐บ๐ข."
Lala segera kembali dan menyisakan sebuah produk ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ฐ๐ฅ๐บ ๐๐ฐ๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ.
"๐๐ฌ๐ฆ, ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ."
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
Suara kamera bersamaan dengan gerakan cahaya lampu.
"๐๐ช๐ค๐ฆ" Darius melihat hasilnya pada kamera canggih itu.
"Se.. sebentar" Ucap Bagas terbata, terlihat ia mulai kurang nyaman dengan posisinya saat ini lalu merubahnya perlahan.
"๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด? ๐๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ?" Darius menghampiri Bagas dengan panik.อออ
"๐๐ฌ๐ฆ ๐ฃ๐ณ๐ฆ๐ข๐ฌ! ๐๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ณ๐ฆ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ." Ucap Darius kepada semua yang bertugas.
"Gak apa-apa sebenernya" Jawab Bagas dengab tawa kecilnya manahan malu.
"Biasa umur ga bisa bohong, hahaha" tambahnya.อออ
Ada alasan mengapa pemotretan direhatkan sejenak, karena posisi Bagas terlungkup dipermukaan datar dan keras membuatnya butuh rehat sejenak. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci kepada semua.อออ
Beberapa waktu berlalu, setelah semua beristirahat, kini Bagas siap kembali ke posisi untuk diambil gambarnya.
"I'm Ready!" Posisinya kembali terlungkup perlahan, namun berubah sedikit. Kini ia tidur miring bertopang tangan di kepala.อออ Di sisi lain sang asisten fotografer, Lala menyiapkan produk selanjutnya yaitu ๐๐ฐ๐ฐ๐ต๐ฉ๐ฆ & ๐๐ฆ๐ด๐ต๐ฐ๐ณ๐ฆ ๐๐ฐ๐ฅ๐บ ๐๐ช๐ญ di dekat Bagas.ออ
"๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด, ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฆ 2 ๐ซ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช, ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ?"
"๐ ๐ฆ๐ด! ๐๐ฆ๐ณ๐ง๐ฆ๐ค๐ต" Jawab Darius semangat.
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
Darius mengambil banyak gambar bersamaan dengan suara kamera dan irama pencahayaan.
"๐๐ข๐ญ๐ข, ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ญ๐ญ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ค๐ต ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ด๐ถ๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข. ๐๐ข๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฆ ๐ช๐ฏ๐ช." Pinta Darius kepada asistennya.อออ
Dengan cepat dan cekatan Lala menyusun semua produk di dekat Bagas, lalu kembali ke posisinya.
"๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฆ 2 ๐ซ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข."
"๐๐ฌ๐ฆ, ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข 1 2.."
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
Darius mengamati hasil fotonya dengan mata berbinar dan senyum lebar.
"๐๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด."
"Gimana?" Tanya Bagas dengan sedikit senyum salah tingkah namun bangga dengan kerja kerasnya yang dipuji.อออ Seketika tawa memecah keheningan studio foto dan mencairkan suasana.
"๐๐ฌ๐ฆ, ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ข๐ฅ๐ข 2 ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฉ๐ฐ๐ฐ๐ต. ๐๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐บ๐ข?"
"Masih dong tentu, aman"อออ Tanpa perintah, Lala inisiatif menyusun dua produk terakhir dan menyimpan produk lainnya. Yaitu berupa ๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ญ๐ฆ ๐๐ฐ๐ฅ๐บ ๐๐ข๐ด๐ฉ dan ๐๐ฐ๐ฐ๐ต๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ฐ๐ฅ๐บ ๐๐ค๐ณ๐ถ๐ฃ.
Bagas bergaya dengan menopang tubuh menggunakan sikut.
"๐๐ช๐ข๐ต ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ช๐ญ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ. ๐๐ฌ๐ฆ, ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ.." Ucap Darius.
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
๐พ๐๐ผ๐พ๐!๐พ๐๐ผ๐พ๐!
Banyak gambar yang ia ambil menjelang pemotretan bagian akhir ini.
Darius kembali mengamati hasil foto, tersenyum lalu menghampiri Bagas yang bangun dari posisinya.
"๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ช๐ณ๐ข-๐ฌ๐ช๐ณ๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข?"
"Wah.. keren. Tangan Darius luar biasa" Bagas memberikan kedua jempolnya.อออ
"๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ข๐ซ๐ข ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด." Tawa terlihat dari keduanya.
"๐๐ฌ๐ฆ, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐บ๐ข!" Ucap Darius kepada semua kru yang telah bertugas.
"๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข"อออ
"Terima kasih juga loh Darius, foto hasil jepretanmu luar biasa bagusnya. Semoga kapan-kapan kita bisa kerja bareng lagi" Bagas mengepalkan tangan Darius yang sedang bersalaman dengannya.
"๐๐ข๐ฉ ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ-๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ. ๐๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ." Darius membalas dengan tidak kalah senang.อออ
Hardian menghampiri Bagas dan membisikan sesuatu, bahwa waktu sudah sangat mepet dengan pekerjaan selanjutnya.
"Ini sudah selesai ya? Karena saya harus berangkat lagi, masih ada pekerjaan lain setelah ini" Ucap Bagas kepada Darius.อออ
"๐๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ? ๐๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ช๐ฃ๐ถ๐ฌ ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฉ๐ฆ ๐๐บ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ข๐ฌ ๐๐ข๐จ๐ข๐ด. ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ, ๐ฉ๐ข๐ต๐ช-๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฅ๐ช ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ."อออ
"Siap-siap makasih juga ya" Balas Bagas.
"Semuanya, terima kasih untuk semua yang sudah bekerja keras hari ini ya. Saya ijin pamit karena ada pekerjaan lain. Terima kasih".
Bagas berbicara dan melakukan kontak mata secara tidak langsung kepada kru yang sudah bertugas, tubuhnya sedikit menunduk berkali kali, kedua tangannya melambai, sesekali bertepuk tangan dan memberikan kedua ibu jarinya. Perlahan ia jalan mundur dan keluar ruangan.อออ
"Gimana Har? Masih ada waktu kan?" Tanya Bagas yang berjalan sedikit terburu-buru.
"30 ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ต ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐จ๐ข ๐ฎ๐ข๐ค๐ฆ๐ต, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐จ๐ข ๐ฎ๐ข๐ค๐ฆ๐ต"
"Tenang tenang, yang penting selamat sampai tujuan"