Titik Terendah
Pernahkah kalian mengalaminya, titik terendah dalam hidup? Benar-benar masa paling terpuruk selama hidup. Ya, saya pernah dua tahun lalu. Bukan karena kegagalan dalam meraih suatu capaian yang diinginkan. Ya, bukan karena itu. Tapi saat sudah tidak tahu lagi harus apa dalam kehidupan ini. Ini masa yang sangat gila, dimana sepertinya sudah mati rasa, tidak lagi ada gairah, tidak tahu harus kemana harus berbuat apa. Semua yang dikerjakan rasanya hambar, hanya menjalani rutinitas. Ini kondisi yang sangat bahaya sedikit salah bisa jadi melakukan hal yang sangat dibenci oleh Tuhan, untunglah masih ada kewarasan.
Saya sadar ada yang salah dari diri saya ini. Saya mengerti ada yang kosong dari diri ini. Tapi apa? Saya pun tidak tahu. Tapi harus mencari sesuatu itu, kalau tidak pasti akan jadi bencana kalau tidak dapat menemukan kekosongan itu. Pencarian pun dimulai walau samar-samar sebenarnya apa yang perlu dituju dalam kehidupan ini. Beruntung sekali dulu menyadari ada yang salah dalam diri ini, walaupun tidak tahu apa itu setidaknya ada usaha untuk mencari. Setelah berminggu-minggu mencari tidak bertemu juga jawaban apa yang saya cari. Selagi terus mencari, saya tidak mengerti bagaimana tapi takdir Tuhan membimbing saya bertemu dengan seseorang yang memiliki jawabannya. Benar-benar jawaban yang saya cari. Menurut saya itulah sebaik-baiknya jalan untuk kembali menjadi diri yang sebenarnya, manusia sejatinya. Syukur bertemu dengan beliau yang menunjukan jalan yang sebenarnya, seharusnya ditempuh. Sebuah rezeki yang sangat besar yang saya peroleh.
Sebagai makhluk yang sangat lemah perlulah kita bersandar pada Yang Maha Kuat. Mendapatkan ikatan tersebut adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita dari semua kegelisahan, kegamangan dalam hidup juga terhindar dari tipu daya dunia. semoga kita semua mendapatkan ikatan tersebut. aamiin
Ditulis 2 jam sebelum 2017
Sembari terbaring lemas
















