PERJALANAN MUSIK TESLA MANAF
Tesla Manaf mengawali ketertarikannya di dunia musik sejak usia dini. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas lima, dirinya mempelajari piano klasik. Di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia beralih mempelajari gitar klasik. Barulah pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia meraih berbagi prestasi pada kejuaran gitar klasik yang kerap diadakan pada saat itu.
Pada saat dirinya merantau dari kota kelahirannya di Bekasi ke Bandung untuk berkuliah, barulah dirinya menemukan Jazz sebagai pencerahan di tahapan bermusiknya. Sebenarnya, sedari kecil pula pria yang berusia 26 tahun ini sudah akrab dengan musik bernuansa Jazz.
Ayah Tesla sudah menjejali telinga pria berdarah Minang ini dengan jazz fusion dari berbagai grup atau musisi.
Sebutlah, Gentle Giant, Mahavishnu Orchestra, Emerson Lake and Palmer, sampai Pat Metheny. Lalu lantas apakah ini menggiringnya untuk memainkan genre fusion? Tentu tak cuma fusion, referensi Tesla melebar dari musisi macam Brad Mehldau, Dream Theatre, Slipknot, Nirvana, bahkan arsitek musik latar macam Hans Zimmer juga turut ia lahap.
KARYA SUARA TESLA MANAF
Perjalanan Tesla Manaf akhirnya sampai pada tahap menelurkan album. Ia berhasil menelurkan album kolaborasi bersama musisi lain seperti Grace Sahertian. Ia membidani albumnya sendiri yang berjudul, Grace & Tesla - Self Titled, pada tahun 2010, dan Ivan & Tesla - DIG This, pada tahun 2011.
Tesla haus akan tantangan. Pada suatu ketika Tesla berkolaborasi dengan grup Mahagotra Ganesha (MGG) pada sebuah panggung. Ide itu berkembang hingga ke tahap memasuki dapur rekaman. Hanya dalam kurun waktu sekira lima bulan untuk berlatih secara intensif, Tesla menyelesaikan album kolaborasi ketiganya bersama MGG hanya dalam proses rekaman satu shift (6 jam). Lahirlah album ketiga Tesla yang berjudul, It's All Yours.
It's All Yours, merupakan album ketiga Tesla Manaf yang diproduksi secara mandiri, sama seperti kedua albumnya yang lain. Album It's All Yours dicetak sebanyak 1000 keping. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan, album ini telah terjual 800 keping. Ini sungguh merupakan hal yang tak terduga bagi Tesla.
Tanpa diduga album instrumental ini menyebar di telinga penikmat musik di empat negara yakni, Indonesia, Amerika, Jepang dan Jerman. Inilah yang menjembatani Tesla untuk mengharumkan nama bangsa di negeri orang. Tahun ini rencananya ia akan menandatangani kontrak rekaman dengan Moonjune Records di New York Amerika Serikat untuk merilis album kelimanya.
Sebelum ia terbang ke Negeri Paman Sam, ia ingin memberikan baktinya kepada pendengar tanah air melalui kerjasamanya dengan Demajors untuk merilis ulang It's All Yours agar dapat didengar seluruh pecinta musik tanah air secara luas. Album rilis ulang ini diberi tajuk It's All Yours (Reissue).
It's All Your (Reissue) ini melibatkan banyak musisi di dalamnya. Di antaranya, Dani Irjayana yang menabuh instrumen drum, Mumuh pada alat tiup soprano saxophone, YD Nafis pada Keyboard, Gega selaku co-producer dan bassist, Zaky 4 Peniti mengisi vokal, Desy Magdalena mengisi suara latar, Sigit Pramudita pada suara latar dan tentu saja grup Mahagotra Ganesha.
Konsep It's All Yours (Reissue) adalah tentang hubungan alam dengan manusia. It's All Yours terdiri dari 8 tracks yang hanya diberi judul 'part'. Mulai dari Part 1 hingga Part 6 dan terdapat 2 part bonus didalamnya.
Penamaan lagu-lagi di It's All Yours (Reissue) memang dirasa pas hanya dengan 'part' yang artinya bagian. Part juga dapat diartikan sebagai tahapan, babak, atau fase.
. Memang demikian adanya. Tesla mencoba menceritakan delapan tahapan di album ketiganya. Pembagiannya sebagai berikut:
Part 1: Part 1 menjelaskan hubungan manusia dengan alam yang masih selaras, lalu manusia mulai lupa dan melakukan pengkhianatan terhadap alam, sehingga alam mulai marah. Musik pada Part 1 dimulai dengan nuansa ceria dan berakhir dengan nuansa dan nada yang membabi-buta.
Part 2: Nada-nada disharmonis di Part 2 menggambarkan tentang kesedihan alam yang mulai rusak.
Part 3: Part 3 menggambarkan masa kebangkitan manusia untuk rujuk dengan alam. Bergotong-royong untuk memperbaiki alam. Nuansa dan nada-nada di dalam Part 3 cenderung patriotik dan menggugah.
Part 4: Babak keempat It's All Yours (Reissue) menggambarkan perjuangan yang sulit untuk merebut kembali kepercayaan dari Sang Alam. Musiknya digambarkan dengan tensi yang mendebarkan.
Part 5: Alam kemudian memberikan gambaran dan prasyarat yang harus dipatuhi manusia. Bagian ini adalah penggambaran jika manusia mengkhianati alam untuk keduakalinya, maka hal-hal mengerikan yang tak terbayangkan akan terjadi. Nuansa tersebut digambarkan dengan nada-nada yang menakutkan dan mengerikan.
Part 6: Bagian ini adalah tahapan saat manusia kembali rujuk dengan alam. Nuansa yang dibangun terasa sangat ceria dan mengharukan.
Part 1 & Part 2 (bonus): Kedua bagian ini menggambarkan kelanjutan alam dan manusia setelah rujuk kembali. Ada berbagai macam rasa di dalamnya. Kedua bagian ini adalah babak tambahan dalam It's All Yours.
SINGLE PART 6
Part 6 merupakan judul single andalan yang dipilih Tesla Manaf dari albumnya, It's All Yours. Part 6 merupakan salah satu bagian dari kedelapan susunan lagu dalam It's All Yours.
Part 6 dirasa Tesla merupakan bagian paling 'manis' yg membuat banyak perasaan orang lega dan damai. Baginya, Part 6 adalah hasil atau jawaban dari lagu-lagu sebelumnya yang juga ia bagi dalam bentuk part.
Part 6 bercerita tentang rujuk kembalinya manusia dengan alam. Pada versi album, Part 6 berdurasi sekira sembilan menit, tetapi pada versi single dilakukan penyuntingan durasi hingga panjangnya hanya sekira empat menit. Namun, penyuntingan durasi ini dilakukan secara saksama agar tidak menghilangkan esensi dan pesan dari lagu tersebut.
Sektor ritmik yang dipegang oleh drum, mengayomi permainan soprano saxophone dan gitar yang liar tapi tetap harmonis. Kesemuanya dipeluk erat oleh permainan bass yang hangat. Part 6 ini merupakan single album It's All Yours garapan Tesla Manaf yang patut diperhitungkan. (Sigit Pramudita)