Mangun Semito kembali berduka
Tepat 100 hari peringatan Bapak berpulang. Malam itu, laki-laki paruh baya duduk di kursi depan rumah, tersenyum melihat saya. “Bapak” batin saya seraya menghampiri dan mencium lengannya.
“Pakde sudah lama?” tanya saya.
“Enggak, Pakde baru datang juga kok. Kamu habis dari mana? Kok baru pulang?” tanyanya.
“aku habis bimbingan Pakde, doain ya Pakde besok Jumat, 5 Juni Dinda sidang” kata saya seraya duduk di sebelahnya.
“oalah, baru mau sidang? Kirain Pakde kamu sudah selesai. Iya iya Pakde pasti doain, semoga lancar. Yaudah masuk gih sana, Pakde di luar aja”
“yaudah ya Pakde, aku masuk dulu, mau ganti baju dan makan dulu sebelum tahlilannya mulai. Pakde udah makan?” seraya berdiri dan hendak masuk ke dalam rumah
“sudah kok” sambil tersenyum.
Itu sepenggal chit-chat yang terjadi antara saya dan Pakde waktu itu. Ya Allah, dini hari tadi saya dibangunkan Fani yang tersedu-sedu menangis, sembari berbicara tidak jelas.
“Fani, kenapa? kok nangis dan belum tidur?” panik karena takut Ibu yang kenapa-kenapa
“Pakde..... Yono......” parau tidak jelas sembari menangis
“hah? Kenapa? Fani kenapa?” masih tidak bisa mencerna kalimat Fani, lalu saya pergi ke luar kamar dan melihat Ibu menangis.
“ada apa?” tanya saya sekali lagi
“Pakde Yono meninggal, Dinda” kata Ibu tersedu sedih.
Kosong, innalillahiwainnailahi roji’un. Pakde :’(
terakhir saya dengar Pakde memang di rawat 10 hari pasca pemakamamn Bapak, dan tidak ada yang memberitahu baik istri dan anaknya. Kesal. Iya, saya kesal. Begitu juga yang terjadi dini hari tadi, abang saya dapat kabar ini dari adik Bapak saya. Ternyata Pakde sudah dirawat dari hari jumat dan lagi-lagi istri dan anaknya tidak ada yang memberi tahu. Kesal, rasanya ingin marah. Bagaimana bisa tidak memberitahu keluarga terdekatnya ketika suasana semakin memburuk di dalam keluarga. Bagaimana bisa. Selamat jalan, Pakde. Pakde udah gak sakit sekarang,Pakde bisa ketemu Bapak. Kalian berdua mirip, senyum dan bentuk perawakan tubuh kalian. Ya Allah, I have no words for this situation. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan untuk mas Reza.
Selamat jalan, Pakde Yono. We love you so much.