foto ini adalah hasil jepretanku di pameran Lukisan Galeri Nasional Indonesia di Jakarta
Today's Document
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around

blake kathryn
AnasAbdin
Sade Olutola
noise dept.
Mike Driver

Kaledo Art

Love Begins

if i look back, i am lost
todays bird
Acquired Stardust

❣ Chile in a Photography ❣
dirt enthusiast

Discoholic 🪩
art blog(derogatory)

shark vs the universe

★
tumblr dot com
seen from Latvia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from India
seen from Italy
seen from Netherlands
seen from Ukraine

seen from United States
seen from Argentina

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Poland
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from China

seen from Malaysia
@goodboyapplecollection
foto ini adalah hasil jepretanku di pameran Lukisan Galeri Nasional Indonesia di Jakarta

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#Novel: Drupadi 2
Jantung Drupadi berdebar kencang melihat sorot mata Bima. Pandangan itu serasa mempercepat laju darah dari jantung. Ia benar- benar grogi melihat sorot tajam dari pria gagah di depannya. Sudah cukup lama memendam cinta tapi ia tidak berani mengungkapkannya. Tapi kali ini ia harus berani, biarlah perempuanlah yang berinisiatif menyatakan cinta. Ia khawatir Bima kurang peka terhadap perasaannya. Bima mendekat, nafas Drupadi semakin tersengal dan ia tidak tahu mau berkata apa. Ia seperti tersihir dengan pandangan mata Bima. Ia melihat aliran cinta itu masuk ke dalam kalbunya, memainkan irama tubuhnya dan membuat ia lupa. Aroma tubuh Bima, keringat yang khas yang dimiliki pria, serta bulu-bulu Bima yang ada di tangan, wajah dan dadanya telah menumbuhkan sensasi bagi Drupadi. Drupadi seperti melewati lorong lembut, mengetuk ngetuk sel-sel darahnya, mengejutkan seluruh sendi-sendi ditubuhnya. Getaran rasa itu seperti menerbangkan dirinya memasuki rasa yang susah diterjemahkan dengan kata – kata. Ia (Drupadi) merasa sangat nyaman, seperti tidur di kasur lembut dan ia memeluk guling yang hangat. Hatinya serasa dipenuhi dengan khayalan indah jalinan cinta. Seperti diterbangkan dengan alunan musik klasik. Tangan kekar Bima menyentuh titik kenikmatan perempuan. Drupadi seperti terbang ke langit ke tujuh, ia terbang, menari, meliuk bersama tangan kekar itu berdansa. Dan kembali Drupadi menemukan kehangatan ketika Bima memeluk erat tubuhnya. Dada bidang itu seperti menjadi pelabuhan bagi jiwanya. Ia letakkan kepalanya bersandar dan mendengan detak jantung berdentuman. Nafas berirama yang ia rindukan yang hanya dimiliki oleh pria dengan cinta yang besar serta kesetiaan untuk melindungi yang lemah. Ia larut dalam sensasi sampai akhirnya suara ayam berkokok membangunkan ia dari tidur dan mimpinya.
Drupadi, sedikit kecewa karena ternyata hanya mimpi. Ia butuh kasih sayang yang nyata dari pria tapi baru ia rasakan lewat mimpi.
***
Telepon berdering dari HP Nokia 3310. Drupadi malas mengangkatnya ia tahu itu dari nada deringnya pasti dari Juna. Juna laki – laki ganteng dan digilai cewek-cewek tapi apapun pesona Juna Drupadi tidak tertarik. Kalaupun ia bisa akrab hanya sebatas teman atau sahabat, tidak lebih. Kegigihan Juna patut diacungi jempol. Bagi cewek lain Juna bikin mereka terpukau…tidak bagi Drupadi yang biasa dipanggil Deru oleh Juna. Sesemangat apapun merayu Juna tidak pernah bisa merebut hatinya. Ia hanya suka pada Bima yang terkesan cuek pada perempuan.
Teman-teman Drupadi sinis pada selera Drupadi. Cowok dingin, penampilan jadul, rambut panjang,kumis tebal, bulu di mana-mana. Ia tidak pernah terlihat marah, tidak nampak emosional dan terkesan cuek. Dibalik penampilannya yang sangat macho tersimpan pribadi yang lemah lembut sabar luar biasa. Ia tanggapi biasa saja segala berita miring tentang dirinya. Baginya terserah orang berkata apa. The so must go on .
Lalu bagaimana bisa Drupadi jatuh cinta pada pria “dingin” yang hanya melengos saat disapa. Drupadi percaya pada jodoh. Ia meyakini jodohnya adalah Bima, dibalik penampilannya yang dingin ia pasti pria istimewa. Ia akan mencintai sepenuh hati, sepenuh jiwa dalam apapun kondisinya.Bahkan jika kemungkinan besar ia tidak bisa memberinya momongan. Beda dengan Juna yang amat pecicilan jika melihat perempuan. Jika Juna menjadi suaminya bisa jadi setiap hari jantungnya selalu berdebar dibakar oleh api cemburu. Di sekeliling Juna pasti banyak perempuan genit yang selalu menggoda Juna. Ia akan kurus kering jika bersuamikan Juna. Cowok pujaan wanita yang membuat istrinya kejang-kejang karena selalu khawatir suaminya berselingkuh.
Jika beristrikan Bima ia akan tenang karena mata Bima tidak jelalatan jika melihat cewek. Itu sensasi Drupadi, perempuan cantik pujaan laki-laki yang memilih laki-laki yang biasa- biasa saja.
Bahagia itu bukan dilihat dari wajah pasangannya, bahagia itu karena ada kenyamanan bathin ketika kehidupan penuh ujian itu menggelinding melewati rintangan, tantangan dan waktu. Sang pemilik kehidupan tahu gambaran nasib setiap manusia, sedangkan manusia tidak pernah tahu secara pasti apa yang terjadi waktu yang akan terjadi di masa datang pun pada mereka yang mempunyai mempunyai bakat sebagai indigo yang bisa meneropong masa depan.
Tapi Drupadi sendiri masih galau apakah benar Bima bisa memberinya kenyamanan. Ia tidak mengenal Bima, sejauh ini hanya perasaannya yang mengatakan ada aura kenyamanan saat dekat dengan Bima. Ia ingin bahagia bukan karena terjadi persona sebagai pasangan serasi baik dari postur tubuh, wajah yang sama- sama menarik, dan masa depan yang menjanjikan karena secara materi pasangannya tidak masalah. Ia lebih mementingkan kesehatan jiwanya, kenyamanan hidupnya, dan sosok yang mencintai tanpa embel-embel kecuali saling mengerti pribadi masing-masing.
Mempunyai pasangan yang tampan, banyak penggemar dan digilai punya daya ledak yang bisa membahayakan kehidupannya. Bisa jadi sepanjang malam ia mesti waspada terhadap telepon, SMS dan surat-surat yang berdatangan menghampiri. Semuanya tentang sepak terjang suami, semuanya tentang para wanita ganjen yang ingin menjadi pelakor, atau dengan rela menjadi istri kedua, ketiga dan seterusnya.
Ia ingin menjaga privasi keluarga, ia ingin bahagia karena fokus suami hanya pada dirinya dan keluarganya. Ia akan merelakan kesukaan suaminya pada apapun yang menjadi kegemarannya kecuali istri kedua, ketiga dan seterusnya yang membuat cintanya terbagi-bagi.
bersambung ...
Drupadi
1
Rambut Drupadi berkibar-kibar tertiup angin. Ia tersenyum entah pada siapa. Senyum Drupadi benar- benar melelehkan hati lelaki yang melihatnya. Ia gadis yang sedang beranjak dewasa. Tubuhnya sedang mengembang, sebagai perempuan ia termasuk tinggi, tingginya 170 cm. Kakinya jenjang dan kulitnya tidak putih tetapi kuning langsat. Alisnya tebal melengkung indah, matanya tidak terlalu besar tapi kilatan bulatan hitam matanya benar- benar indah. Pantas hampir semua laki-laki yang ada di Amarta begitu tergila-gila dengan Drupadi.
Juna, yang pertama kali menyatakan kekaguman langsung di hadapan Drupadi. Drupadi hanya tersenyum, ia hanya melirik kecil dan selanjutnya tidak ada jawaban keluar dari mulutnya. Juna remaja yang sedang beranjak dewasa. Tubuh Juna, tidak terlalu tinggi hanya beda sedikit dengan Drupadi. Lebih tinggi 3 centimeter. Seperti Drupadi Juna, laki-laki tampan berkulit terang, bermata tajam. Tampak bulu-bulu kaki dan tangannya mulai tumbuh. Kumisnya tipis lembut menghiasi bawah hidungnya. Bibirnya tipis dengan deretan gigi rapi dan saat tersenyum hati perempuan bisa langsung terpikat. Tapi tampaknya Drupadi tidak tertarik, ia hanya menganggap Juna itu playboy, penggoda perempuan. Ia belum melihat ada laki-laki yang membuat hatinya bergetar.
Drupadi merasa setiap lelaki hanya melihatnya secara fisik. Mata lelaki hanya melihat mukanya lalu turun ke dadanya, dan rambutnya. Jika secara sekilas melihat tatapan lelaki ia akan mencatat siapa saja lelaki yang hanya memandangnya dengan mata penuh khayalan, sambil matanya melamun.Drupadi akan menegur setiap lelaki yang hanya menempatkan perempuan sebagai obyek keindahan semata. Ia geram karena perempuan hanya dilihat karena hampir setiap sisi tubuh perempuan itu menarik dan katakanlah seksi. Hanya satu lelaki yang memperhatikan pandang matanya. Ia tertumbuk sorotan mata lelaki tinggi besar, Entah siapa namanya, tapi jauh dari dalam kalbunya ia melihat laki-laki itu beda dengan lelaki yang datang dan pergi yang menginginkan tubuhnya bukan hatinya.
Satu lelaki yang paling berani adalah Juna, tapi ia tidak suka dengan gayanya yang playboy, gampang menebar pesona. Matanya selalu jelalatan jika melihat perempuan berwajah bening. Rayuannya memang membuat perempuan kadang tidak kuat dan akhirnya terpikat. Tapi ia bukan perempuan yang gampang terpikat hanya gara-gara rayuan lelaki. Ia akan terpikat pada lelaki yang bisa membuat kepalanya tertunduk. Lalu mukanya memerah dadu. Jantungnya berdesir dan rintik –rintik cinta membuatnya mulai susah menghilangkan bayangan wajahnya dari selasar hatinya yang mulai kena tampias cinta. Berat, bila memikirkan cinta. Mungkin aku yang sanggup dan kamu mencoba menerobos larangan itu.
Tapi Drupadi tidak tahu bahwa ada satu lelaki yang amat mencintainya tapi minder jika harus mendekat dan menyatakan cinta. Laki-laki itu tipe pemalu yang susah mengungkapkan kata-kata dengan lugas. Saat melihat Drupadi dari kejauhan ia seperti ingin menariknya mendekat, tapi setelah dekat tak ada kata-kata yang mampu ia keluarkan dari rongga mulutnya. Barangkali hanya melongo melihat keindahan ciptaan Tuhan tergelar di depan matanya. Pemuda itu bernama Bisma. Dari wajah dan postur tubuhnya sebetulnya ideal, tidak setampan Juna dan segagah Bima. Kelebihan Bisma adalah pada karakternya. Ia tipe pemimpin, sorot matanya berwibawa, tapi ketajaman matanya akan luruh bila melihat bola-bola Kristal Drupadi yang menggoda. Ia tidak cukup kuat menantang pandangan mata perempuan yang dianugerahi postur sempurna.
Juna, amat gigih jika berhadapan dengan perempuan, apalagi perempuan itu mempunyai ciri-ciri cantik, tubuh mempesona dan ada binar kecerdasan yang terlihat dari kilatan matanya. Juna selalu menggoda Drupadi dan amat berani mencolek pipi serta dagu Drupadi yang lancip. Drupadi tidak terlalu suka dengan lelaki yang amat agresif tapi ia menikmati saat dagunya yang halus dipegang lembut. Ia membayangkan yang mengelus dagunya itu Bima bukan Juna, tapi Bima tampaknya bukan laki-laki romantis. Jadi percuma ada kata-kata manis yang terlontar dari mulut Bima apalagi dengan sengaja menyentuh lembut dagunya. Kenapa hanya Juna saja yang berani menyentuh dagunya. Itu pertanyaan hati Drupadi. Pertanyaan dari perempuan yang jinak-jinak merpati. Di satu sisi ia marah jika disentuh karena merasa dilecehkan tapi saat lain ia kangen ada sentuhan lembut yang mampir ketubuhnya terutama dagu. Perasaannya dagu adalah pintu pembuka untuk merengkuh dunia perempuan lebih dalam.Pada setiap khayalan perempuan selalu terbuka sebuah imajinasi bahwa perempuan itu suka akan sentuhan-sentuhan. Sebab setiap sentuhan itu seperti merangsang sel-sel dalam tubuhnya bergejolak. Akan ada getaran yang membuat tubuh perempuan merasa nyaman dan bahagia.
Kenapa Juna yang tampaknya mengerti apa yang diinginkan perempuan. Tapi labuhan hatinya sebetulnya bukan pada Juna, ia memperoleh kenyamanan saat dekat dengan Bima, sedangkan pada Bisma ia hanya mengagumi dia sebagai sosok pria bertanggungjawab dan berwibawa, cuma sayangnya keberaniannya pada perempuan diragukan.
Drupadi menoleh memandang langit jingga di sebelah barat, tampak senja mulai menutup hari hingga kegelapan menggelepar. Sang penguasa akan berganti. Dewa Surya mesti istirahat, mengendurkan otot-ototnya yang lelah setelah seharian memanggang bumi dan memberi terang bagi hari. Saatnya malam, manusia perlu istirahat, tidur dan hening. Kesunyian malam membawa manusia pada permenungan. Barangkali dengan jernih Drupadi dapat mengira- ira siapa yang layak menjadi pendamping hidupnya kelak. Ia harus mau menerima dirinya apa adanya, tidak banyak menuntut, tidak pula menyingkir bila ternyata dirinya tidak bisa memuaskan kehidupan pasangannya.
Ketika malam mengintip, sesosok tubuh datang menghampiri, remaja tanggung yang mulai beranjak dewasa. Ia sudah menduga karena hanya dialah yang berani menatap dirinya lekat-lekat. Matanya menghampiri dirinya dari kaki sampai rambut. Drupadi agak jengah tapi ia tidak bisa menolak. Ia hanya tersenyum saat Juna mulai mengajaknya bicara:
“Deru…Kau sendiri di sini?”
“Aku sengaja menyendiri, Jun?”
“Oh ya… boleh kutemani…?!”
“Ehm…baiknya gimana ya… boleh nggak ya…”Mata genit Drupadi membuat gemas Juna.
“Ya…kalaupun tidak boleh aku tetap memaksa duduk di sini di dekatmu…?”
“Kalau begitu…tidak usah saja…please aku butuh sendiri… kali ini!?”
“Boleh aku tahu…?”
“Maaf, aku tidak bisa menceritakannya padamu.”
“Oh, ya sudah…Bener nih tidak mau ditemani?”
Mata Drupadi melirik sejenak setelah itu pandangan matanya menuju ke tempat lain.
“Baiklah, aku menghormati keputusanmu…tapi jika nanti kau butuh teman aku bersedia kok menemanimu.”
Kepala Drupadi hanya mengangguk tanpa menoleh. Juna melangkahkan kaki dengan sedikit kecewa, tapi ia bukan tipe laki-laki yang gampang menyerah, barangkali perlu ada taktik lain agar drupadi mau bicara dengannya. Bukan Juna namanya bila tidak bisa menaklukkan hati perempuan.
Ia pergi ke toko buah. Ia tahu Drupadi suka buah apel, ia pilih apel berwarna merah ukuran sedang. Pelan langkah kakinya mendekat ke Drupadi. Apelnya dibawanya dengan tangan disembunyikan di atas pinggulnya tepan di bawah punggung. Lalu dengan suara pelan ia berbisik:
“Deru, kubawakan apel untukmu, terima saja sebagai teman malammu.”
Sedikit tercekat Drupadi karena ternyata Juna kembali dan menawarinya apel. Kali ini ia tidak bisa mengelak dan ia menerima pemberian Juna yang ia biarkan duduk di sampingnya. Juna, tampak menikmati aroma rambut Drupadi. Seperti aroma melati dan lavender. Rambut yang lebat itu menutupi sebagian punggungnya. Drupadi kembali melirik.
“Kenapa, Kamu Juna?masih penasaran mengapa aku mengusirmu tadi..”
“Ya terus terang aku heran tidak biasanya kau mengusirku bila aku ajak ngobrol…”
“Aku takut…?”
“Takut kena rayuan gombalmu itu…”
“Memangnya kapan aku merayumu?”
“Prett!”
“Loh…kok Prett sih memangnya salah yang aku katakan”
“Kau tidak pernah merayuku…? Kau punya penyakit lupa ya..!”
“Bisa dihitung dengan jari khan…”
“Ia jari kaki seribu…Juna, setiap kali ketemu kau selalu merayu... sudah kukatakan rayuanmu tidak akan mempan.”
“Itu khan bagian dari usaha Deru…”
“sudah berapa cewek kau rayu sepertiku?”
“Siapa bilang aku sering merayu cewek-cewek, mereka sendiri yang kegenitan”
“Kau itu yang penginnya tebar pesona Juna. Sudah terkenal, jangan ngelak.”
“Hahahaha, mereka yang kecentilan…yang serius itu saat bersama kamu Deru…”
“Preet kecupret dut…Gombal banget.”
“betul, sumpah, jika bohong aku mau kok disumpeli uang 100 ribuan”
“Itu sih bukan sumpah, tapi ngaprep. GR saja kau Juna.”
Dari ledek-ledekan tidak terasa malam terus beringsut suara suara malam mulai membuat bulu roma Drupadi bergetar.
“Sudah ya tidak baik malam-malam berduaan. Pulang sana..”
“ Baiklah…sampai jumpa besok ya...”
“maaf nggak janji…”
Dan suara burung hantu yang bertengger di pelepah pohon bambu mengantarkan Drupadi masuk ke kamarnya. Ia masih belum tidur bukan karena memikirkan Juna si playboy itu tapi. Ia menyukai Bima, sayangnya Bima tidak seagresif Juna, jadi ia menunggu Bima yang datang dan mengungkapkan perasaannya padanya. Tapi entah, apa ia mendengar suara hatinya. Semilir angin akhirnya merapatkan mata Drupadi hingga mengantarnya memasuki alam mimpi yang indah.
Sentimentil
tipe kamu sentimentil gak bro...kalau kamu jenis manusia sentimentil jangan marah-marah jika kamu membaca tulisan-tulisan gue. Sebab ini menyangkut beban psikologi yang akan kamu rasakan sampai kiamat. Terus terang aku mau menulis gaya bebas. Gue, aku, saya, bahkan kata-kata jawa yang belum pernah kau dengar akan saya pergunakan. Sekali membaca kau akan merasa gubrak, kalau cekakak-cekiki itu tergantung tingkat IQ mu saja...Terus terang otak dengan IQ tinggi jelas tidak mudeng dengan gaya tulisku yang kapasitas otaknya agak low....kwkwkwkwh
Sentimentil itu berasal dari kata mana sih kalau menurut KBBI sih Sentimentil adalah tidak ada artinya yang ada artnya itu sentimental yang artinya perasaan berlebihan, emosi berlebihan,iri hati, dendam. pokoknya hal-hal berbau negatiflah. Jika kamu cewek atau cowok sentimentil hati-hati dekat-dekat masalah apalagi saat patah hati, ketemu sama saingan yang lebih cantik, ketemu yang lebih pinter...kamu pasti iri berat bin minder...nah mulai deh sentimenmu kumat. Danjika otak resekmu muncul kau tentu pengin merusak reputasi temenmu yang lebih...lebih dari kau. Kalau kamu jahat mungkin kau akan menggaruk kulit mukanya agar tampak lebih jelek, jika temenmu lebih pinter kau tentu akan berusaha menawari makanan dengan kadar garam tinggi serti kandungan micin tingkat dewa....hahaha ....biar tahu rasanya goblok itu seperti apa...
Menjadi sentimentil itu memang berat. Tapi masih lebih berat memikirkan kata-kata profesor Quantim fisika tentunya. Aku sendiri jika ketemu profesor yang jidat kepanya terus melebar karena kebanyakan mikir mending minggir. Takut ketularan pinter. Aduh tidak bisa kubayangkan jika terlalu pinter...jangan-jangan aku hanya punya kegiatan, tidur berkayal, membaca dan otak-atik rumus. Uhhh. bisa-bisa garing hidupkku.
Makanya usahaain jangan senimentillah. Lebih enak ndableg bin cuek. Yang penting happy and tidak merugikan diri sendiri. Itu saja prinsipnya. Banyak gaul dan chating...
Mau nyebur bersama Cebong dan uget-uget...silahkan gak ada yang nglarang kok.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming