3tahun lalu jam segini lagi ngahuleng beres mewek sambil IMD-in anak bayi.. The hardest loudest happiness mewek Selamat 3tahun jadi Bubun, De.. Selamat 3tahun jadi Ayah, Muft.. Terimakasih banyak Semesta Naraga Alem.. 😭😭😭 – View on Path.
Sade Olutola

JBB: An Artblog!
Game of Thrones Daily

if i look back, i am lost

Janaina Medeiros

oozey mess
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
macklin celebrini has autism
Not today Justin
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩
todays bird

tannertan36
styofa doing anything
we're not kids anymore.
Claire Keane
Sweet Seals For You, Always
d e v o n
NASA

seen from Malaysia
seen from Honduras

seen from Italy
seen from Spain
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
seen from United Kingdom
seen from Jordan
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States

seen from New Zealand

seen from Germany

seen from Brazil

seen from United States
@gardea-blog
3tahun lalu jam segini lagi ngahuleng beres mewek sambil IMD-in anak bayi.. The hardest loudest happiness mewek Selamat 3tahun jadi Bubun, De.. Selamat 3tahun jadi Ayah, Muft.. Terimakasih banyak Semesta Naraga Alem.. 😭😭😭 – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Thought via Path
💂 : Yang, kayaknya aku butuh Caffeine.. 👰 : oke sip, (kemudian ceceuleweungan) "HIDUPKU KAN DAMAIKAN HATIMU, DIRIKU KAN SLALU MENJAGAMU, IJINKAN KU SLALU BERSAMAMU, KASIHKU PADAMU, HUWOOOOO" 💂 : kopi, maksudnya kopi.. #generasi90an – Read on Path.
Asisten Dosen di PAUD
Akhir2 ini aku punya beberapa kejadian yang membuatku berpikir bahwa pendidikan tidak merata. Aku bawa kalian ke kejadian 2minggu lalu. Pagi itu Raga merengek ingin sekolah, padahal saat kutanya apa itu sekolah, jawabannya adalah main bersama kakak2. Lalu untuk mengalihkannya kuajak dia berkeliling komplek, tidak sengaja kami berpapasan dengan tetangga yang mau berangkat ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini, Playgroup, Kelompok Bermain), singkat cerita kami memutuskan ikut.
Suasananya cukup menyenangkan, banyak anak kecil tentunya dan ada beberapa ibu, nenek, ataupun asisten rumah tangga yang menemani si anak di PAUD. Kami disambut hangat oleh tenaga pengajar disana, aku cukup kaget saat mendapati bahwa tenaga pengajarnya tak lain adalah guru ngajiku dulu waktu kecil, ada juga yang istri dari tukang furniture kami di rumah, dan satu lagi ibu RT di daerah kami, sepertinya tidak ada guru yang benar2 punya background pendidikan disini, mungkin 100% volunteer, wah mulia sekali, pikirku begitu.
PAUD dibagi 2 kelas, kelas kecil untuk anak usia 2-3 tahun, dan kelas besar untuk anak usia 3-4 tahun, karena kesiangan plus tidak tahu ada pembagian kelas maka aku dan Raga masuk kelas besar. Sebagai anak bawang Raga dibolehkan bermain sementara kakak2 yang lain duduk rapi menghadap guru. Mereka mulai berdoa bersama, saling menyapa, dan berinteraksi seperti biasa, kemudian salah satu guru meminta anak2 mengeluarkan Pe-er mereka, Pe-er? Mereka mulai mengeluarkan buku menyerupai LKS (Lembar Kerja Siswa, kalau jamanku). Isinya kurang lebih seperti kolom kuis di majalah anak, gambar ayam tulisan hurufnya yang mana, menyalin huruf, menghapal warna, dll. Menarik perhatian ketika ada satu anak yang belum mengerjakan pe-er, si anak langsung lari keluar kelas, meminta ibunya mengerjakan pe-er untuknya dan si ibu pun melakukannya.
Mereka mulai berdoa, melantunkan beberapa surat pendek yang sudah mereka hapal. Guru mengomando lantunan surat pendek sambil memperhatikan anak mana yang belum hapal, yang terlihat belum hapal langsung disebut namanya keras2 disemangati untuk ikut dalam komandonya, makin namanya disebut, makin ketahuan tidak hapal, kemudian mulai menunduk dan semakin menunduk. Beberapa anak menunduk, tidak hapal. Anak lain merengek pada asisten rumah tangga yang menemaninya karena malu belum hapal isi surat pendek yang sedang dilantunkan.
Kemudian sesi tanya jawab, ayam huruf depannya apa? singa huruf terakhirnya apa? Beberapa anak berebut menjawab, sisanya masih nampak berpikir keras, sesekali menjawab dengan nada pelan karena tak yakin dengan jawaban sendiri.
Ada yang salah, pikirku, tapi sebagai orang baru tentu aku tidak boleh begitu saja menilai hanya dalam sekali pertemuan, tentu aku butuh beberapa kali terjun dan merasakan langsung baru membuat kesimpulan, lagipula solusi apa yang aku punya? Aku semakin menyibukkan diri tenggelam bersama Raga dan mainannya. Mata tertuju pada Raga, tapi kupingku tajam kupasang mendengar celotehan nyaring mereka.
Aku mulai berpikir, banyak diantara kita berlomba2 menjadi Guru, menjadi Asisten Dosen, menjadi Dosen, atas nama pendidikan katanya, namun jika kita berharap pendidikan merata, mungkin seharusnya dimulai dari titik paling awal, dari hulu, dari PAUD mungkin?
Kotak kosong itu Dia gambar
Berawal dari hasil ujian (kelas 1 SD) punya keponakanku yang super cantik dan kritis, Coba lihat soal dan jawaban terakhir. Ada gambar papan tulis yang lebih mirip gambar kotak kosong dan anak diminta menjawab ada berapa buah barang dalam gambar yang dimaksud? jawaban ditulis dalam bentuk huruf dan angka. Diluar perkiraan, keponakanku kemudian menambahkan gambar pada papan tulis yang menyerupai kotak kosong tersebut dengan bunga kesukaannya sebanyak delapan buah, lalu dia beri jawaban disamping gambar yang isinya “eight” “8″.
Kami sekeluarga merasa dihibur habis2an, tidak menduga jawaban si keponakan yang cerdas, dan kritis ini akan begitu. Buat kami itu jawaban kreatif, penuh imajinasi, dan out of the box! Sayangnya si Guru tidak menerima jawaban tersebut sebagai jawaban yang benar menurut kunci jawabannya.
Lalu kami mulai berpendapat, bahwa mestinya si keponakan ini tetap dapat point, atau malah point tambahan untuk imajinasinya, untuk solusi yang ditawarkannya atas soal ini.
Aku mulai mengawang2, kemampuan berfikir anak nampaknya masih “digiring” sesuai yang guru mau, aaah andai saja si guru bisa melihat sisi lain dari jawaban yang keponakanku beri.
Oom dan Tante Kesayangan
Dear Oom dan Tante kesayangan.
Suka gemes gak kalo liat anak kecil? apalagi anak kecilnya chubby, bersih, cakep, wangi, ala2 selebgram gitudeh. Suka pengen ngajak main gak sih? suka pengen gendong2 sambil difoto berdua trus upload sosmed, kemudian memancing komen “aaaaakk, udah pantes banget gendong bayi, capcus cyiiin” ato “semoga segera menyusul ya... cc: pacar/gebetan/mantan”. Lucu ya, ember. Suka pengen kan? kan? kaaaannnnn?
Aku sebagai Ibu, mengelompokkan Oom dan Tante jadi dua species, yaitu species yang menyenangkan dan menyebalkan. Kenapa cuma dua? Ya karena cuma dua, percayalah.
Species yang menyenangkan, biasanya punya beberapa ciri sebagai berikut: Selalu jadi stroller cadangan karena bersedia keliling mall gendong bayi temennya/kakaknya/calon kakak iparnya. Tanpa diminta langsung ambil alih si anak pas ibunya mau sekedar ke WC, nyuap makanan atau retouch make up doang. Bersedia dititipin beberapa jam. Jadi carseat cadangan selama roadtrip. Tiap liburan liat souvenir Frozen ato Baymax langsung inget bawain oleh2. Ikutan gemes tiap liat perkembangan apapun, ikutan mendidik ngajarin mana yang baik dan mana yang buruk, beserta alasannya.
Tipe Oom dan Tante ini yang paling kusuka, rasanya kayak gak pernah khawatir jalan sama mereka sambil bawa bayi karena berasa punya partner cadangan, ngangenin, dan serasa punya groupies (in a good way), hahaha. Sadar gak sadar kalo liat mereka lagi main sama anak kita, eh keceplosan janji sama diri sendiri bakalan sayang juga sama anak mereka nanti, bakalan sering nengokin, bakalan siap dititipin, trus biasanya berujung berdoa dalem hati supaya mereka dapet jodoh yang baik hati juga. Manise oh manise. Kalian berhak dapet penghargaan untuk kategori Oom dan Tante terbaik.
Species yang nyebelin? hmmmmm, siap2 ya karena mungkin tanpa sadar Kita punya kecenderungan dibawah ini.
Pertama kali ketemu si anak, heboh langsung menghambur lari kearahnya nyapa sambil teriak, sesekali menguncang2 badan si anak dan mencoba langsung mengambilnya dari gendongan si ortu. Coba tuker posisi, pura2nya kamu si anak kecil yang lagi melamun, damai, semilir angin, nyaris ketiduran lalu tiba2 ada orang loncat, teriak depan muka sambil pasang gigi berderet, mata melotot, pipi naik sampe ke kuping, dan berusaha merebutmu dari pelukan sang Ayah. Dudududu.
Terus ada tuh, tipe2 yang jarang ketemu, sekalinya ketemu maksa foto 130.000.000 jepretan belum juga dapet pose si Tante yang oke, dan anaknya udah nangis, meronta2. Selesai foto, si anak langsung dibalikin ke ortunya supaya berhenti nangis, dia sibuk upload foto captionnya ya gitu deh, anaknya jangankan diajak maiin, ditanyapun kagak. Oke, anak = properti foto. Dudududu.
Ada lagi nih, tipe Oom dan Tante yang suka gendong tanpa minta ijin. lagi duduk, lagi ketawa2, lagi jalan santai trus tiba2 main gendong, angkat keudara, ketawa2 deh. Siapa yang ketawa, anaknya? Ya Oom/Tante nya lah, anaknya mah paling cuma bisa nagis, karena bete dan kaget tiba2 dilempar ke udara sama orang tidak dikenal. Ada juga, gendong abis itu sok2 nunjuk dinding yang katanya ada cicak, abis itu ketawa2, yang ketawa? tetep si Oom/Tante, anaknya mewek saking bosennya sama tipuan cicak. Jadi yang kegirangan main angkat2 ke udara itu siapa? Dudududu.
Atau yang ini:
Anak : (anteng main mobil)
Oom : Haitsssss, ini mobil punya aku (sambil direbut) (nyontohin rebut paksa)
Anak : (diem, bingung, mau rebut tapi kata Mama gak boleh rebut2 punya orang, tapi oom kok rebut punyaku? trus aku harus gimana?) (mewek)
Oom : Kok nangis? Mau mobil ini? ambil dong (Mulai ngajarin ngerebut paksa)
Anak : (Mulai rebut meskipun sungkan)
Oom : Bisa gak? Gak bisa ya? sini cium dulu, nanti dikasih mobil (Ngenye, ngasih syarat)
Anak : (mikir keras) (Udah ngajarin gw ngerebut punya orang, ngajarin gw ngenye, trus mau balikin mobil gw aja masih minta syarat segala, Orde Baru banget si kelakuan lo, Oom?) (dasar Oom2 perut-sofa-rambut-klimis-kayak-tikus-kecebur-got) (Dudududu)
Atau yang ini:
Tante : Mau eskrim? Cokelat? Kerupuk? Gorengan? Permen?
Anak : Aku gak boleh makan begituan sama Mama
Tante : Idiiih, kasian banget. Itu tu makanan enak semuanya. Si Mama larang kamu? haisssssh, sini Tante beliin, pelit banget Mama kamu, makanan beginian aja gak dikasih. (sambil borong eskrim susu, cokelat bertabur kacang, kerupuk pedes, dan gorengan).
1jam kemudian si anak batuk2, mulai sesak nafas, bentol2 sekujur tubuh, sampe ke lidah, mata dan bibir, kata dokter ini efek alergi kacang, susu, dan produk turunan susu. 3jam kemudian si anak mengeluh sakit perut, kemudian mencret, yang ini katanya karena makan kerupuk pedes level 15. Judul sinetron: Akibat kesotoyan Tante Lipstick-merah-alis-palsu. Dudududu.
Itu cuma sebagian loh, masih banyak hal2 yang tanpa sadar menarik kita masuk jadi kategori Oom dan Tante yang nyebelin. Jangan sedih, semua orang tau kok semua itu cuma bagian dari cara dan usaha kita mengakrabkan diri dengan si anak, ya tapi emang caranya aja yang seringkali salah.
Perlu kita ingat bahwa semua orang bahkan anak kecil sekalipun butuh tahu dengan siapa dia berinteraksi. Selalu ada tahapan dimana mereka (bayi dan anak kecil) memosisikan diri untuk mengamati kita terlebih dahulu, menatap dari ujung rambut hingga kaki, memerhatikan cara kita berbicara dengan ibunya/ayahnya, cara kita tertawa, cara kita mengajaknya bicara, sampai mereka yakin kita bukanlah ancaman, mereka pun akan datang dan mengakrabkan diri dengan kita.
Anak kecil itu sedang belajar bagaimana cara untuk santun loh, maka beri contoh bagaimana caranya. Jadi, selalu ingat untuk bertanya dan minta ijin baik2 ya. Gimana dengan anak bayi yang belum bisa diajarin konsep santun dan minta ijin? hhhhmmmmm, siapa bilang bayi gak ngerti apa2? kalo pun memang belung ngerti apa2, ya berati ini waktu yang tepat dong untuk ngajarin dia. Gimana? :)
Pe-er ringan tapi berat buatku sebagai Tante dari banyak keponakan juga, yuhuuuuu... Semangat saling mengingatkan ya Oom dan Tante

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hari ini #SemestaNaragaAlem 2 tahun! Raga sudah siap disapih? Ngahahaha.. biarlah dia sendiri yang mencukupkan diri. Beratmu sekarang 11kg dengan tinggi 85cm. Bertingkah bagai cacing kesurupan saat dirumah, dan bagai kucing malu2 saat keluar rumah. Pemakan segala makanan, suka roti coklat, semangka, mobil2an, kuda, dan anjing. Bicaramu mulai membentuk kalimat meskipun masih belum terlalu jelas, tapi tidak usah khawatir karena aku penerjemah bahasamu. Kamu istimewa, I do really2 love you, naraga. Dan selamat 2tahun menjadi Ayah ya @muftialem. Terimakasih sudah sama2 melarang Raga makan kerupuk. Terimakasih sudah percaya ramuan kencur-madu tiap kali Raga sakit. Terimakasih sudah ngurusin Raga full tiap wiken. Dan lebih daripada itu, terimakasih sudah begitu sabarnya mendengarkan syukur-keluhanku, senang-sedihku, harapan-putus asaku menjadi Bubun buat Raga, kamu sudah hadir dan terlibat dalam tumbuh-kembang Raga. I love you hubby!
Salah satu penyakit pasca mudik biasanya batuk-pilek.. Cuma mau ngasih tau kalo pacar, mantan, mertua, anak, atau kecenganmu kena batuk-pilek coba kasih: 1-2cm kencur parut halus, kasih air 2sendok, peras, hasil perasannya dicampur beberapa tetes madu, lalu minum.. Minum ya Guys, omat minum! Lain dikobok komo ditamaskeun.. Dan kalo mau makan buah, coba deh pear katanya pear bagus buat meringankan batuk. Puluhan kali tiap Raga batuk pilek selalu dikasih beginian, biasanya gak lama dari situ doi muntah lendir, dan besokannya ingus-batuknya ilang. Seriusan ilang. Ajaib. – View on Path.
Ini namanya botol penyimpan ASI.. Habis beberes kemarin dan nemu satu dus botol ini. Aku terhisap lorong waktu (hasekhasekhasek). Hampir 2tahun lalu, sengaja ngumpulin botol bekas C-100* untuk selanjutnya disterilisasi. Untuk apa? Untuk wadah penyimpanan ASI. Biasanya working mom yang butuh beginian, tapi aku ikutan ngumpulin sebagai persiapan untuk hal2 buruk yang menimpaku dan atau hal2 yang menghalangiku memberi ASI langsung untuk Raga selama masa menyusui. Hal buruknya, ketakutan jika tiba2 aku jatuh sakit kemudian meninggal dan Raga terpaksa mengkonsumsi sufor.. Atau hal ringan lainnya jika aku tiba2 dapet undian umroh 2minggu dan Raga terpaksa pula harus diseling sufor. Sekuat tenaga aku dan Mufti berniat kami bertiga harus khatam S3 ASI. Apapun caranya. Juli ini Raga 2tahun, sudah bisa disapih, tapi aku sedang super melow menghadapi proses penyapihan Kami. Hanya 2tahun dari seluruh sisa umurnya, hanya 2tahun dari seluruh sisa hidupku. Momen intim kami berdua, momen penuh perasaan saling mencintai. Aaaaakkkk, aku gak kuat. 2tahun itu masa minimal dan tidak ada masa maksimal toh? jadi mari kita lanjutkan sampai Kamu dan Aku sendiri yang sepakat untuk sama2 selesai. I do really2 super duper mega bombastis LOVE you Semesta Naraga Alem with mufti – View on Path.
Badan lesu? Lemah? Sedu sedan seharian? Merasa nestapa tak berkesudahan? Mungkin kamu butuh penyeimbang olah jiwa dan raga.. Mari bergabung di kelas yoga bayi, yang berminat silakan kontak Kami yaaa.. Namaste 🙏 – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tante agamanya apa?
itu pertanyaan seorang anak SD padaku. Agak aneh juga sih ditanya seperti itu oleh anak SD yang baru kutemui 10menit, yang bahkan saling bertukar nama saja kami belum sempat.
Ada jeda sebelum aku menjawab, tapi jika bisa mengajaknya ngobrol lebih lama mungkin aku akan memintanya duduk bersamaku untuk kutanyai balik beberapa hal sebelum aku menjawab pertanyaannya.
Banyak yang ingin aku tanyakan padanya.
Watching Fifty Shades of Grey
Terakhir kali masuk bioskop adalah H-8 lahiran Naraga, yang berati hampir 20bulan gak nginjek bioskop. Bentuk sofanya, tulisan tiketnya, warna lipstick mbak2nya, kayaknya kita lupa, hahaha. Banyak film bagus yang cukup kita tonton di Rumah, tapi untuk film yang satu ini tekad kita bener2 bulet buat nonton di bioskop. Mendekati tanggal2 peluncuran film, ternyata film ini gak diputer di Indonesia! Haruskah aku pesen tiket ke Belanda agar bisa nonton film ini? Kang Emil plis, aku gak sanggup bongkar tabungan sekarang.. Dan ternyata filmnya bocor juga!! myahahahaha.. Senang, riang, tabungan gak jadi dibongkar. Hap100x. Tapi tawaku terhenti, endingnya bro atulah euy atulah, ngeleketek (ngelek dan ketek).. 😶 with mufti – View on Path.
Ibu Robin Lim :)
Buat yang udah pernah melewati fase skripsi--sidang-lulus, apa rasanya kagum sama satu teori, kemudian memutuskan mengangkat teori tersebut sebagai bahan skripsi, lalu tanpa disangka-sangka berkat teori itu perusahaan impian kamu meminangmu. Belum berhenti sampai disitu, di satu hari yang tanpa kamu duga, kamu bertemu dengan si pencipta teori itu. Apa yang akan kamu lakukan?
Semalam aku bertemu Robin Lim, ROBIN LIM!!!! aku sungguh perlu menggunakan huruf kapital untuk mewakili seberapa girangnya aku.
Beliau adalah Bidan. Sebagian dari kalian sekarang mungkin mulai bertanya, apa aku sekolah kebidanan? tidak. Apa aku salah satu dari pasien beliau? tidak. Aku hanya salah satu dari sekian ribu orang yang merasakan betul manfaat dari ilmu yang beliau sebarkan, dan merasa benar-benar terinspirasi oleh beliau. Proses kelahiran Raga yang penuh cerita dan antengnya Raga hingga saat ini adalah aku dapat dari Robin Lim. Beliau adalah pembawa virus gentlebirth.
Semalam kami (aku, Mufti, dan Raga) menghadiri resepsi pernikahan salah satu kerabat, setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai kami menuju pojok makanan, ketika sedang mengantri itulah aku melihat seorang ibu dengan rambut kepang panjang terurai melebihi pinggang, aku tidak berani melihat wajahnya tapi begitu yakin bahwa itu beliau. Ternyata memang beliau.
Setelah didorong Mufti untuk menyapanya, setelah nyaris mengurungkan niat untuk menyapanya, setelah memberanikan diri untuk mendekatinya, akhirnya aku mulai mendekat, duduk disampingnya, dan menyapanya. "Ibu Robin Lim?" sapaku, beliau menengok kearahku sambil menyambut uluran tanganku dengan sebuah pelukan hangat. Aku meleleh. Wanita ini benar-benar menyambut hangat siapapun lebih dari yang orang tersebut perkirakan.
"Ibu, saya Dea. Saya ingin mengucapkan terimakasih langsung pada ibu..." Belum beres ucapan terimakasih beserta penjelasannya dariku, aku malah berkaca-kaca, sedih dan terharu bisa bertemu langsung dan mengucapkan terimakasih pada beliau yang tanpa sepengetahuannya sudah membantuku melalui proses kehamilan, persalinan, dan lebih dari itu Beliau membantuku menjadi ibu, sungguh terlalu banyak ilmu yang sudah aku ambil darinya lewat jarak jauh, dan kali ini aku berhadapan langsung dengannya.
Mendapatiku yang berkaca-kaca, beliau memeluk semakin erat. Aku kehabisan kata, padahal ingin sekali aku bilang bahwa virusnya sudah berhasil menyebar, aku beruntung menjadi salah satu "korban"nya, meskipun tidak pernah ditangani langsung olehnya, meskipun hanya mecuri-curi ilmunya dari internet, tapi apa yang sudah beliau berikan memberi dampak begitu besar dalam proses kelahiranku menjadi seorang ibu.
Kami berbincang sebentar sambil sesekali bergenggaman tangan, sesekali aku masih keceplosan mengucapkan terimakasihku padanya. Beliau benar-benar sosok yang luar biasa hangat dan membumi, sulit untuk tidak kehabisan kata, sulit untuk tidak kagum, sulit untuk tidak jatuh cinta pada sosoknya.
Robin Lim ("Bunda Robin," atau "Ibu Robin") adalah seorang bidan dan pendiri Yayasan Bumi Sehat, klinik kesehatan yang menawarkan perawatan prenatal gratis, layanan persalinan dan bantuan medis untuk siapa saja yang membutuhkannya. Dia dan timnya telah bekerja sejak tahun 2003 untuk memerangi tingkat kematian ibu dan bayi yang tinggi di Indonesia, dan pusat-pusat kelahiran di Bumi Sehat melayani banyak ibu-berisiko. Pada 2011 ia dianugerahi CNN Hero of the Year oleh jaringan berita CNN atas perannya dalam membantu ribuan perempuan berpenghasilan rendah di Indonesia dengan kehamilan yang sehat dan layanan lahir.(sumber: Wikipedia)
Homemade Vani'Ocado Ice cream stick Aku menghabiskan 23tahun dalam hidup untuk membenci Alpuket. Mamaku bilang itu karena pengalaman pertamaku dengan alpuket tidak begitu menyenangkan alias apluketna pait broo.. Creambath, luluran, maskeran, sampe lotion pun boleh alpuket, (karena selain membenci aku pun toh tahu manfaat alpuket untuk tubuh, terutama kulit) tapi kalo untuk dimakan duh ampun, mending gelut lah hayu. Hingga akhirnya setahun lalau Ragadut masuk masa MPASI dan aku memberinya alpuket (karena sekali lagi, aku tahu manfaatnya), tidak ingin dia punya trauma buruk sepertiku, maka aku cicipi sedikit.. Hoooo my god, GENING NGEUNAH????? Yaaah, begitulah akhir dan awal mula ceritaku bersama alpuket hingga pagi ini Ku posting juga ice cream ini.. Ini alpuketku, mana alpuketmu? – View on Path.
(Literally) BOTOL minum punya Raga Raga anaknya ASI banget, ini salah satu dari sekian botol kaca bekas ASIP, biasanya sih pake botol bekas selai atau minuman kemasan yang udah di-sterilisasi. Banyak banget, ampe 2keresek besar gak kepake sayang banget kan, akhirnya aku pake crafting, jadiin wadah makanan, macem2 deh salah satunya ya jadi botol minuman. Helooooowww, pake Tupperw*re kaleee Dey! Iyaiyaaa, gw punya kok tapi lucu aja kalo bawanya botol kaca beginian. Tahan panas, gak khawatir plastiknya meleleh jadi sirop gara2 ditaro di mobil, isinya terjamin karena masak sendiri, gak nyampah. Go green banget yeeee? ngahahahaha.. Maksudnya Mufti sih mungkin gitu, tapi kalo eqeu mah sih murni lucu2an aja. **botol yang dimaksud, yang berisi air putih ya guys.. Bukan botol dibelakang yang isinya saos, Raga belum makan saos soalnya. Gitu aja. Ngerti kan ya. Jangan khawatir. Bye* – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ingin Menambah Pengalaman, katanya...
Jika temanmu nongol pas lagi butuh doang, jika kamu sering diajak curhat tengah malem sampe subuh buta, jika kamu biasa menengahi pasangan yang berantem, coba masuk divisi SDM.
Kebayang gak sih buka email, taunya ada banyak yang mau ngelamar kamu? oooooo, manisnya. (Oke, bukan ngelamar kamu sebenernya, tapi ngelamar kerja ke kantormu, hahaha).
Ya, SDM salah satu mainan utamaku. Salah satu alur yang super duper biasa dan terlalu lumrah terjadi adalah menerima karyawan baru dan melepaskan karyawan lama. Biasanya sih kamu melamar kerja, kemudian CV-mu diseleksi, kamu dipanggil wawancara, diminta tes fisik dan akhirnya lulus sebagai karyawan. Ada yang betah dan menemukan kediriannya di posisi yang dia dapat, ada yang berganti2 divisi sebelum akhirnya menemukan divisi idaman, adapula yang awalnya merasa betah, tapi kelamaan merasa ingin resign.
Ini yang ingin aku bahas.
Alasan resign yang paling sering kujumpai adalah : ingin menambah pengalaman ditempat baru. Sayangnya kata "Pengalaman" disini seringkali bermakna ganda. Ingin menambah pengalaman (dibaca: Perbaikan/Kenaikan Gaji) ditempat lain, padahal menurut Wikipedia: Dalam dunia kerja istilah pengalaman juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan dan ketrampilan tentang sesuatu yang diperoleh lewat keterlibatan atau berkaitan dengannya selama periode tertentu. Secara umum, pengalaman menunjuk kepada mengetahui bagaimana atau pengetahuan prosedural, daripada pengetahuan proposisional.
Ini yang seringkali kutemui dan bukan sesuatu yang salah jika kamu inginkan kenaikan gaji, toh pekerjaanmu seharusnya memang bisa menjamin kesejahteraanmu. Hal ini jadi mengganggu dan menimbulkan asumsi lain jika kamu mengkambinghitamkan kata "Pengalaman" itu tadi.
Kok bisa mengganggu? kok bisa menimbulkan asumsi? ya iyalah.. kamu yang dalam surat pengunduran dirimu menuliskan Ingin mendapat pengalaman ditempat baru, sebulan kemudian posting makanan enak, liburan, gadget terbaru, dan sekian posting2 kemewahan lainnya menggunakan hastag #perbaikangizi #naikgaji #kantorbaru dll.
Apa yang orang lain pikirkan tentang kantormu sebelumnya? Apa yang orang lain pikirkan tentang kamu? Oke, anggaplah aku orang lain, jujur aku akan berpikir kantor lamamu tidak cukup menggaji dan menjamin kesejahteraanmu, dan tentang kamu? aku akan berpikir tentang rupiah. Selamat ya, kamu baru saja merusak hubungan sekaligus pengalaman terbaikmu dengan kantor lamamu.
Tunggu, tunggu, tunggu.... bagaimana jika aku sarankan agar kamu jujur pada atasanmu mengenai alasan pengunduran dirimu? kamu tidak pernah tahu mungkin dia sedang menyusun perjalanan dinas untukmu selama 6 bulan ke Eropa, sedang merencanakan promosi kenaikan pangkatmu, atau sedang menyiapkan pesta kejutan memperingati 2tahun kamu bekerja di kantornya. Ayolah, atasanmu bukan robot kok, dia masih bisa diajak bicara.
sesuatu yang baik, sudah seharusnya diakhiri dengan yang baik pula toh. Baik2lah pada kantor lamamu karena seringkali dia akan jadi klien pertamamu dikantor selanjutnya. Pengalamanmu selanjutnya.
Akhir kata satu pesan dariku, "ingin menambah pengalaman ditempat baru" udah basi buat anak2 SDM, bro.. serius.
Gak suka kopi, tapi sore ini tiba2 pengen ngopi, meskipun krimer dan kopinya 2 : 1/2 hahahaha.. Kopi oleh2 asli lampung pake krimer, diguyur air mendidih langsung dari panci, diaduk berlawanan arah jam, dibisikin surat Maryam (biar akunya tambah cantik), dan sedikit buih diatasnya.. Enak juga ternyata. *Langsung inget suami yang freak banget sama kopi, Hahaha – View on Path.