From Nina Bobo To Nina
judul tulisan ini terinspirasi dari temanku yang sering memutar lagu Nina karya Feast sampai telingaku terpaksa dengar. tulisan ini pun mau mengungkapkan betapa meaningful nya lagu Nina, setidaknya untuk diriku dan mungkin untuk kalian. this is the only song that can broke me down to tears in my 25 years of age, and it says a lot cause i'm not easy to be broken down in tears when listening to songs. and i love music, i'm not only listening to it, i study the concept of songs, albums, and so on.
Nina oleh Feast, lagu yang menceritakan tentang seorang ayah/ibu yang ingin menyampaikan ke anaknya apa itu parenting. sebelum aku membahas betapa indahnya lirik lagu Nina, i have to praise the instrument itself yang sangat cocok untuk lagu ini. aku ga terlalu paham istilah musik tapi transisi slow to fast pace of the instrument give a massive energy to the song, dan seperti yang kita tau, akustik selalu erat dengan lagu mellow dan saat pace lagunya menjadi fast, akustiknya bisa adaptasi dengan baik. oke, enough with the technical stuff and lets talk about what Nina is trying to say to us.
Saat engkau tertidur
Aku pergi menghibur
Beda kota pisah raga bukan masalahku
Lihat wajahmu di layar ku tetap bersyukur
disini Feast menggambarkan bagaimana orangtua yang bekerja keras sampai membuatnya sulit untuk bahkan bertemu langsung dengan anaknya sendiri.
Saat engkau terjaga
Aku kan ada di sana
Sempatkan bermain dan bawakan cenderamata
Satu sampai lima tahun cepat tak terasa
Segala hal ku upayakan untuk melindungi
Tunggu aku kembali lagi esok pagi
orangtua itu selalu mengusahakan kepulangan karna melihat wajah anaknya di layar tidak bisa memuaskan rindunya, dan orangtua merasa waktu berjalan sangat cepat
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
Jadi lebih baik dibanding diriku
âTuk sementara ini aku mengembara jauh
Saat dewasa kau kan mengerti
wow, this one breaks me down. apasih yang orangtua inginkan dan coba ingin sampaikan ke kanak2 kita selain apa yang Feast gambarkan disini? sayangnya orangtua cuma bisa bilang "kamu bakal ngerti nanti"
Saat engkau dewasa
Dan aku kian menua
Jika ku berpulang lebih awal, tidak apa
Berjumpa lagi di sana, aku tetap sama
disini orangtua mau bilang, "i will always be with you, death won't seperate us cause my love beyond the death"
Saat engkau teringat
Tengkar kita, manakala
Maaf atas perjalanan yang tidak sempurna
Namun percayalah untukmu kujual dunia
ga semua hal yang orangtua kita minta bisa kita jalani, yang seringnya berujung pada adu argumen yang keras. mungkin orangtua kita tidak sempurna tapi mereka hanya bisa bilang "maafkan kami, tapi yakinlah bahwa dunia kami hanyalah anak kami sendiri"
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
Jadi lebih baik dibanding diriku
Dan tertawalah saat ini selepas-lepasnya
Karena kelak kau kan tersakiti
Feast menggambarkan betapa sebenarnya orangtua kita mengerti apa itu masa depan, given that orangtua kita udah ngejalanin duluan, walaupun zamannya beda dan bla bla, tapi orangtua tau apa yang akan kita hadapi nanti. itulah mungkin alasan mengapa terkadang orangtua kita sangat "kaku".
Aku tau kamu hebat
Namun selamanya diriku pasti berkutat
Tuk selalu jauhkanmu dari dunia yang jahat
Ini sumpahku padamu tuk biarkanmu
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
this says a lot, dan aku sangat mengamini hal ini. orangtua tau betapa hebatnya kita sebagai anak, bahkan tidak jarang orangtua kita tersenyum sendiri di belakang kita dan melihat kita dengan bangga, dan air mata jatuh. justru karna itu, orangtua kita selalu "kaku" untuk menjaga kita agar tetap berada di lintasan yang tepat.
Saat dewasa kau kan mengerti
Karena kelak kau kan tersakiti
Saat dewasa kau kan mengerti
Karena kelak kau kan tersakiti
lirik berulang, aku percaya alasannya adalah karena disini Feast mau menekankan betapa orangtua adalah sebuah "visi" yang dibutuhkan oleh anakya sendiri. visi yang membuat orangtua menjalankan misi-misi yang kelihatannya bertolak belakang dengan mau kita sebagai anaknya.
aku sebenarnya ga perlu menjelaskan satu per satu makna verse lagu ini karena bahasa yang Feast gunakan sangat, sangat sederhana. dan bahasa yang sederhana selalu lebih ampuh daripada bahasa yang rumit. seperti yang Hindia pernah sampaikan lewat lagu "Nabi Palsu" dimana dia bilang "Percaya hanya pada dirimu, bukan idolamu yang liriknya berbelit".
saat pertama kali mendengar lagu Nina, aku ngerasa lagu ini tidak cocok dengan konsep Feast. harusnya Nina ada di katalognya Hindia pikirku. dan aku teringat, Baskara (vokalis Hindia dan Feast) pernah bilang bahwa karya Feast adalah apa yang masing2 anggota Feast setuju untuk bawakan, dan mungkin semua anggota Feast ingin ada lagu ini di katalog mereka karena ini relate dengan masing2 anggota Feast itu sendiri.
lalu yang juga menarik adalah ketika kita bertanya siapa sih target Feast lewat lagu Nina? aku melihat bahwa Nina bukan hanya didedikasikan untuk orangtua yang banting tulang melawan dunia untuk masa depan anaknya, tapi juga Nina menjadi pengingat untuk anak bahwa orangtua yang tidak sempurna adalah orangtua paling sempurna yang bisa anak dapatkan. Feast ingin kita memetik ketulusan orangtua di lagu Nina dan menanamkannya sedalam mungkin ke diri kita sendiri karena apa? karena âsaat dewasa kau akan mengertiâ
Nina adalah lagu yang indah, coba dengarkan dan semoga lagu ini membuat kita percaya bahwa orangtua adalah anugerah dan parenting adalah hal yang tidak mudah, sehingga kita pun siap untuk menjadi parent dengan parenting terbaik versi kita. thank u.













