Apa hubungan antara pedagang asongan, lumba-lumba, pohon pisang, dan sistem pendidikan di Finlandia?
Tulisan ini sebenernya dibuat untuk ikutan #IMagang tp belum lolos hehe, kalau ada input perbaikan untuk tulisan ini maupun sy pribadi boleh bgt mampir inbox yah! Tararengkyu akang teteh :>
Berprofesi sebagai pedangan asongan di Indonesia sejatinya tidak pernah mudah. Berada di daerah khatulistiwa dengan ke-khas-an iklim tropisnya menjadikan siang hari di Indonesia begitu terik menyengat. Maka, tak asing jika kebanyakan pedagang asongan memiliki ciri kulit legam eksotis akibat sering berjumpa dengan matahari. Lengan dan betisnya pun kencang dan kuat karena harus berkeliling membopong asongannya untuk dijajakan. Meskipun begitu, ternyata profesi ini merupakan profesi paling populer dikalangan rakyat menengah kebawah. Karena, siapa saja dapat menjadi pedagang asongan dan “mejadi pedagang asongan itu mudah, tidak perlu ijazah!”. Begitu kata Maksun, pedagang asongan veteran yang ketika artikel pada [1] bbc.com (2015) diterbitkan telah 6 tahun ia menjajakan aneka minuman dengan sepedanya.
Dalam beroperasi, seringnya pedagang asongan seperti Pak Maksun tidak berkelompok alias solo player. Meskipun berbeda prinsip dengan lumba-lumba yang terkenal dengan kehidupan playful dan bergerombolnya. Ternyata pedagang asongan dan lumba-lumba sama-sama memiliki kemampuan untuk mendeteksi lokasi targetnya berkumpul. Tidak hanya banyak ditemui di lampu merah, pedagang asongan bisa secara ajaib muncul pada berbagai waktu dan lokasi ramai ibu-ibu asyik mengobrol sambil menyuapi anaknya. Jika pada lumba-lumba kemampuan tersebut diberi nama ekolokasi, maka pada pedagang asongan entah dinamai apa kemampuan tersebut, sungguh misteri ilahi.
Berbincang tentang misteri ilahi maka tidak lengkap jika tidak menyisipkan kisah pohon pisang di dalamnya. Menurut [2] FAO.org pohon pisang sesungguhnya bukan sebuah pohon! melainkan sebuah tanaman herbal raksasa. Tanaman ajaib ini disalah pahami sebagai pohon karena bentuknya yang besar menyerupai pohon. Tetapi, sebagai tanaman herbal pun pohon pisang sangat mumpuni. Semua bagian dari tubuhnya dapat dimanfaatkan dan memiliki manfaat kesehatan yang unik. Jika kandungan gizi buahnya begitu hebat sehingga sering dijadikan rekomendasi diet oleh para pakar, kulit buahnya pun mampu menangkal radikal [3] Chueh CH et al. (2019). Dengan karakteristik yang nikmat, simpel dan penuh manfaat ternyata buah pisang merupakan salah satu buah surga. Dan pohon pisang yang bersusun susun buahnya (QS Al-Waaqi’ah [56]:29). Pantas saja ia dinamai Musa paradisiaca, buah yang tersedia dalam paradis.
Setelah membaca tiga paragraf diatas mungkin pembaca akan menyimpulkan bahwa akhirnya di paragraf ini penulis akan bercerita tentang sistem pendidikan Finlandia. Padahal hubungan dari pedagang asongan, lumba-lumba dan pohon pisang saja belum secara jelas dirumuskan penulis. Apakah pembaca akan berfikiran seperti itu?. Hehe. Sebenarnya saya pun sempat terkejut melihat pertanyaan pada judul tersebut. Ketiganya benar-benar berbeda dari segi jasmani dan rohani, bahkan salah satunya bukan sesuatu yang memiliki wujud. Tak mau kalah dengan otak yang sibuk berandai-andai dan mengkhayal. Tangan dan mata penulis pun sigap mencari dalam tiap laman daring tentang fakta-fakta asing yang mungkin dapat menghubungkan ke empat hal tersebut. Akhirnya, penulis memutuskan untuk menggabungkan hasil kajian literatur secara daring dengan opini penulis yang sejatinya insya Allah dapat diterima. Hehe. Jika tidak dapat diterima oleh pembaca maka tak apa. Karena memang manusia adalah makhluk yang bebas dan seharusnya paling merdeka dalam berpendapat dan menerima pendapat.
Seorang pedagang asongan bekerja begitu keras ditengah terik matahari, dingin hujan dan gelap malam. Ia sadar bahwa pekerjaanya melelahkan, tidak begitu menghasilkan dan terkadang dilecehkan. Tetapi semangatnya bangkit terbakar setiap mengingat sosok istri dan anaknya di rumah. Di luar mungkin ia bukan apa apa, tetapi bagi keluarganya ialah sosok seorang pahlawan. Terpatri dalam dirinya bahwa jika ia dapat memberi kelapangan bagi anaknya dalam pendidikan makan kelak anaknya tidak akah berakhir seperti dirinya. Hal tersebut menjadi motivasi terbesar baginya untuk terus maju tiap kali ia ingin menyerah berputus asa. Motivasi yang tepat dan kuat merupakan driving force paling mujarab bagi manusia. Jadi, jika hidupmu masih terasa biasa-biasa saja maka mungkin kamu perlu melakukan revisi terhadap motivasimu.
Begitu pula dengan lumba-lumba. Jika umumnya induk hewan akan membiarkan anaknya dewasa secara alami dan meninggalkannya di usia dini maka, induk lumba-lumba berbeda. Seekor lumba-lumba dapat hidup bersama dan merawat anaknya hingga mencapai usia 6 tahun tergantung jenis spesiesnya [4] Nationalgeographic.com. Hal tersebut dilakukan induk lumba-lumba untuk memastikan anaknya mendapat bekal yang cukup untuk dapat bertahan di lautan lepas.
Mendidik dan merawat anak merupakan sebuah tugas mulia yang mampu mendefinisikan kebesaran suatu bangsa di masa depan. Karena anak adalah harta karun yang akan meneruskan cita-cita perjuangan sebuah bangsa. Sebegitu hebat dan pentingnya seorang anak hingga di beberapa negara seorang ibu yang hamil dan hendak melahirkan akan dihadiahi berbagai support untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Tahukah kamu bahwa pohon pisang tidak akan mati sebelum menghasilkan anak (buah) dan mampu terus menghasilkan tunas?. Jika belum maka silahkan mampir pada artikel ini [5] kompasiana.com. Sebegitu ajaibnya ia yang meskipun bukan manusia, tetapi memegang prinsip dan tujuan hidup lebih baik dari sebagian besar manusia.
Jika sudah sampai disini tentu saja cerita tentang sistem pendidikan Finlandia menjadi begitu berhubungan erat dengan ketiga objek diatas karena sama-sama memiliki keunggulan dalam perannya merawat dan mendidik anak. Sistem pendidikan Finlandia telah diakui oleh dunia sebagai sistem pendidikan terbaik nomor satu di dunia sejak tahun 2000. Meskipun rangkingnya kini telah dikalahkan oleh UK, US dan beberapa negara tersohor Asia, Finland tetap memiliki pengaruh luar biasa dalam revolusi pendidikan dunia [6]worldpopulationreview (2020) . Finland memiliki prinsip bahwa pendidikan anak sejatinya bukanlah sebuah kuantitias melainkan kualitas yang harus terus dijaga tarafnya. Sehingga akan menghasilkan banyak anak didik yang tangguh dan bersungguh-sungguh.
Terimakasih.
Warm Regards,
Fatimah Azzahra
Acuan :
1. https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150603_majalah_pedagang_asongan (diakses pada 03/08/2020)
2. http://www.fao.org/3/t0308e/T0308E03.htm (diakses pada 04/08/2020)
3. Chueh CH, Lin LJ, Lin WC, Huang SH, Jan MS et. al.2019. Antioxidant capacity of banana peel and its modulation of Nrf2-ARE associated gene expression in broiler chickens. Italian Journal of Animal Science. 18 (1). https://doi.org/10.1080/1828051X.2019.1667884
4. https://www.nationalgeographic.com/animals/mammals/group/dolphins/ (diakses pada 03/08/2020)
5. https://www.kompasiana.com/masnawir7439/5e2f009e097f36724c5cd5d2/pelajaran-hidup-dari-pohon-pisang (diakses pada 03/08/2020)
6. https://worldpopulationreview.com/country-rankings/education-rankings-by-country (diakses pada 03/08/2020)