Baโda tahmid dan shalawat
โThe most important investment of our time is in our people and in our youthโย
Alhamdulillah, Ahad laluย (21/5/2017) resmi sudah kepengurusan PBrunswick 2016/2017 berakhir dan berganti kepada PBrunswick 2017/2018 dibawah kepemimpinan mas Hilman. Tidak sempat terpikir sebenarnya saat setahun lalu diberikan amanah ini oleh Mas Jusuf (PBrunswick 2015/2016), tapi justru banyak warna-warni yang saya dapatkan selama aktif di pengajian ini, tidak hanya sekedar ikut kuliah, konferensi, ataupun kegiatan LPDP.
PBrunswick adalah Pengajian Brunswick, sebuah komunitas resmi yang terdaftar dalam AD/ART IMCV (Indonesian Muslim Community of Victoria) yang kebanyakan pengurusnya adalah students. Kami bertugas untuk mengakomodasi kebutuhan pengetahuan keislaman dengan pengajian bulanan serta TPA-nya dan merekatkan persaudaraan sesama muslim Indonesia khususnya di Suburb Brunswick, Melbourne. Jika ada yang mengenal Prof. Denny Indrayana, beliau juga pernah menjadi Ketua PBrunswick saat beliau masih sebagai Ph.D student di Melbourne Uni. Jadi jangan heran kalau PBrunswick itu sangat heterogen dan cukup kuat bonding jamaahnya.
Di awal kepengurusan saya sempat berbagi tugas dengan mas Hilman, saya mengurus eksternal, beliau sebagai wakil menangani internal. Di internal, kami mengadakan pengajian dwipekanan internal pengurus sekaligus rapat koordinasi, mengenai lokasi biasanya kami rooster di setiap kediaman pengurus. Selain itu juga kami mengadakan team building, seperti Desember lalu ke Geelong Botanical Garden. Sementara eksternal, sifatnya lebih kepada koordinasi dan menghadiri undangan rapat maupun event yang diadakan oleh Surau Kita (SK), IMCV, atau Konjen Melbourne RI.ย
Salah satu hal yang paling membahagiakan adalah saat pengajian, di mana kita bisa mendapatkan makanan khas Indonesia di Melbourne. Biasanya ibu-ibu akan menyajikan lunch atau dinner seperti soto, bakso, sop, tempe, tahu, perkedel jagung, oncom, dll yang termasuk makanan mewah haha. Selain itu, saya akui memang semangat berislam teman-teman di Melbourne sangat tinggi. Ada beberapa yang dulu ketika di Indo sangat malas datang pengajian, justru ketika di Melb sangat aktif datang kajian. Terkadang memang menjadi minoritas membuat kita sadar dan memaknai peran dan privilege kita sebelumnya, contoh kecilnya seperti ramainya sholat Ied di lapangan instead of indoor/sport hall atau rindunya dengar suara Adzan bersahut-sahutan.
Ah iya, terima kasih untuk setahun ini yang berkesan. Mohon maaf juga jika saya ada salah dan khilaf.
So, pada akhirnya saya mengajak siapapun yang membaca tulisan ini untuk terus aktif dalam kebaikan. Karena kita adalah daโi sebelum menjadi apapun *self-reminder
Di tengah badai assignments.
Melbourne, 23rd May 2017. 3.53 am.