Ketika saya sedang malas. Saya teringat tentang kisah sahabat saya. Mungkin dia kartini abad ini. Pejuang sejati. Perempuan hebat yang saya kenal. Dia mahasiswi universitas negeri di depok jurusan sastra arab. Sebut saja namanya wina. Allah mempertemukan kami disuatu kesempatan yang tak pernah kami sangka-sangka sebelumnya. Kami berkenalan dan hingga kini walau jarak memisahkan, kami masih berkomunikasi via media sosial.
Ada yang saya suka dari Wina. Wina ini orangnya lucu dan humoris. Quote kesukaannya âmake people laugh with you,  not to youâ. Kerjaannya senyum dan tertawa. Nampaknya  Hidup tak ada beban baginya. Dia itu terlihat melayang-layang. Kakinya seperti tak menapak tanah. Saking happy nya dia terlihat. Baginya hidup ini penuh hal-hal lucu yang layak ditertawakan. Kalau kamu melihat dia. Kamu tak akan mengira bahwa dia adalah  seorang yang pekerja keras dan akrab dengan kepahitan hidup.
Dia hidup bukan dari keluarga yang berkecukupan. Â Ia lulus SMA tahun 2011. Di sebuah pagi yang seharusnya menerbitkan semangat yang segar. Pintu kamar wina diketuk oleh ibunya. Pintu terbuka, ibunya berkata pada wina. âwina, seperti yang kamu tahu. kakakmu sedang kuliah. Jadi mungkin kamu jangan kuliah dahulu. Bekerjalah. Bantu biaya kuliah kakakmuâ.
Wina ketika mendengar kata itu. Dia tersenyum dan berkata pada ibunya âiya buâ. Setelah kamar pintu tertutup dan suara derap langkah kaki ibu terdengar menjauh. Wina tak kuasa menahan tangis. Kini hatinya basah. Mimpinya untuk bisa melanjutkan belajar ke universitas pupus sudah. Ia tak berdaya. Â Dia harus melesakkan keinginannya itu dalam-dalam. Keterbatasan ekonomi dan keadaan yang kritis membuat wina harus bekerja. Layaknya lulusan SMA. Tidak tersedia lowongan pekerjaan yang banyak bagi lulusannya. Akhirnya dia bekerja disebuah supermarket kota Bogor sebagai kasir.
Ia bekerja dari pagi hingga petang. Tak ada libur baginya.  Setiap pergi bekerja ia selalu membawa bekal masakannya sendiri. Dia membawa bekal untuk menghemat pengeluaran. Gaji menjadi  kasir tidak begitu banyak, jadi mesti hemat. Dia senang membagikan bekal makanannya kepada teman kerja. Suatu hari dia ketahuan selalu membawa bekal oleh bosnya. Ketika ditanya, wina mengaku bahwa dia bisa memasak.
Keahlian memasak ini membuat dia harus pindah kerja. Ia dialihkan oleh bosnya untuk kerja di Lebak Bulus. Hal ini menyulitkan wina. Setiap  hari wina harus bolak-balik Bogor-Jakarta. Perjalanan ia tempuh dengan motor. Dia sendiri yang mengendarai motor tersebut.  Ia pergi dari subuh hingga petang.  Aku membayangkan dia seorang perempuan mungil mengendarai motor bolak-balik lebak bulusâCibinong Bogor. Ini gila dan melelahkan pastinya. Belum lagi kerjanya yang sangat melelahkan.
Dia memasak dengan kuantitas yang sangat banyak.  Butuh tenaga, kejelian dan fokus yang tinggi. Dunia kerja seperti ini menuntut dia untuk melakukan segalanya sendiri.  Mengangkut berkarung-karung beras, terigu, sayur mayur dan bahan makanan lainnya. Dia pun harus memotong, mengiris, menyayat  bahan mentah. Tak jarang tangannya terluka terkena pisau dan mengeluarkan darah.  Tak ada bedanya  laki-laki dan perempuan dalam bekerja di tempat tersebut. Ini membuat tangan wina yang halus menjadi kasar. Saya bilang padanya âkamu sungguh luar biasaâ  Tangan kamu yang kasar itu akan dicium oleh Rasulullah. Rasul akan mencium  tangan-tangan yang menjadi kasar untuk meraih rizki yang halalâ. Dia tersenyum dan mengucapkan aamiin.
Karena dia bekerja dengan sangat baik dan menjadi kapten tim memasak di supermarket tersebut. Dia mendapat hasil yang lumayan. 2,4 juta perbulan. Makan sehari-hari sudah ditanggung supermarket dan biaya transportasi. Saya malu sama diri sendiri. Saya sudah tua begini belum bisa menghasilkan apa-apa. Â Tapi wina seorang perempuan mungil bisa menghasilkan uang halal dan membiayai kuliah kakaknya.
Setelah setahun bekerja. Kakaknya lulus.  Ia bersiap-siap melanjutnya pendidikannya. Dia belajar untuk bisa kuliah di UI. Yang mengagumkannya lagi dia kuliah dengan uangnya sendiri.  Hasil jerih payahnya. Uang yang didapatkan selama bekerja di supermarket  sebagai juru masak. Dia masuk kuliah di UI  dengan biaya 1,5 juta.
Dia kuliah dengan rajin. Dia berangkat dari Bogor ke Depok dengan kereta. Â Dia selalu tersenyum. Entah kenapa, setiap melihat dia, kapanpun dia nampak tak kehilangan energi. Dia perempuan yang hebat dan kuat. Disaat banyak perempuan remaja yang galau dan masih belum dewasa. Dia telah melampaui umur kronologisnya. Dia berkepribadian mandiri. Semangatnya patut diacungi jempol. Ketika kuliah pun dia tidak berhenti mencari uang. Dia jualan. Dia bisa menyeimbangkan waktu antara keduanya.
Luar biasa. Sesuatu yang tak nampak, bukannya tidak ada bukan? Sayangnya kita sering melihat orang lain hanya dari penampilannya saja. Oleh sebab itu, berhentilah menilai seseorang dari permukaannya. Mungkin kau bisa belajar dari orang-orang yang kau kenal dan orang-orang yang kau temui, dari pengalaman dan perjalanannya yang berliku. Termasuk dari kisah wina tersebut.
Malam ini saya mengingat kisahnya. Kisah yang membuat saya tertunduk malu. Wina salah satu dari anak muda yang hebat dan keren. Saya banyak belajar darinya. Banyak sekali pemuda-pemudi yang masih muda tapi sudah dewasa dan banyak berjasa bagi keluarga dan orang disekitarnya. Â Harusnya saya banyak bercermin dari kisahnya. Kisah yang selalu membuat saya tertampar jika mengingatnya. Â Semoga saya bisa sepertinya.
Dia begitu menginspirasi saya dan membuat saya kagum. Saya jadi malu dengan keadaan diri sendiri. Saya sering lalai, merasa telah nyaman dalam menjalani hidup, hingga terkadang malas melakukan hal bermanfaat dan baik. Banyak sekali orang yang susah tapi dia tetap bekerja  dengan kesusahan itu. Melakukan hal baik nan mengagumkan. Masa depan siapa yang tahu. kenyamanan ini tak akan berjalan abadi. Pun sama halnya dengan kesusahan.  Jadi jangan sedih, jangan gundah. lakukan saja toh tuhan takkan membiarkan kita sendiri. Sendiri dalam kesusahan, selalu ada jalan bagi mereka yang bersabar.
Selalu ada keajaiban dalam hidup. Boleh jadi kau pernah mendapatkan keajaiban itu, dimana kau dapat pertolongan yang tak disangka-sangka datangnya. Entahlah. Itupun kalau kau percaya. Oh iya saya percaya. Kamu itu pasti bagian dari mereka yang saya kagumi. Kamu semua pasti hebat-hebat. Semoga sukses kawan.