Lulus sekolah, kerja dan segala hal "mature"
2014 masuk kuliah, dan berhasil mendapatkan gelar dokter gigi di 2021 adalah momen. Bukan momen terindah atau bahkan yang menyedihkan. Namun, lulus sekolah dokter adalah momen berharga yang tak bisa dilupakan. Akhirnya bisa merasakan "ohh gini ya lulus jadi dokter gigi itu". Dan bukan hanya aku, tapi orang tua, kerabat dan teman-teman terdekat juga ikut bangga dengan apa yang telah diraih. Seketika, depresi dan tekanan "kapan lulus sekolah" segera bisa dijawab "sudah lulus".
Tapi, apakah lulus sekolah dokter bisa segera kerja di Rumah Sakit?
Berasal dari bukan keluarga berdarah murni (aka keluarga dokter) memang cukup terasa menyesakkan meski lulus dan telah menjadi dokter. Menyesakkan ketika harus menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam di atas.
Meski dinyatakan lulus dan berkompeten menjadi dokter, tapi perjalananku untuk bisa segera mengabdi belum bisa dimulai sesaat itu juga. Aku harus menunggu turunnya dokumen-dokumen untuk bisa legal mengabdi dan bekerja sebagai dokter. Waktu yang dibutuhkan juga lumayan lama, kurang lebih hampir 6 bulan.
Mari kita berhitung.
Setelah ujian nasional dokter atau UKMP2DG, butuh 2 Minggu untuk pengumuman lulus atau kompeten (14 September 2021). Setelah dinyatakan lulus, segera kampus menjadwalkan yudisium dan kemudian sumpah dokter sebulan kemudian. Setelah yudisium dan sumpah dokter, baru mengurus pendaftaran wisuda ke universitas dan menunggu penjadwalan wisuda dari universitas. Setelah beberapa kali diundur, akhirnya 18 Desember 2021 wisuda juga. FYI, ini wisuda ke 2 setelah wisuda pertama yaitu wisuda sarjana 3 tahun sebelumnya. Karena masih masa pandemi, prosesi wisuda dilaksanakan secara online, dan alhasil tidak bisa langsung mendapatkan ijazah hari itu juga. Ijazah asli baru turun 2 Minggu kemudian. Setelah ijazah keluar, barulah fakultas bisa mendaftarkan ke KDGI untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dokter gigi. Berkas serkom tersebut baru keluar kurang lebih 2 Minggu. Turunnya sertifikat kompetensi, menjadi pelengkap seluruh berkas untuk mendaftar STR (Surat Tanda Registrasi). Berkas STR juga turun 14 hari kerja. Tepat 12 Februari 2022, STR akhirnya turun dan sampai di tangan.
STR ini yang menjadi syarat legal untuk bisa berpraktek, namun untuk bisa membuka praktek, harus ada Surat Ijin Praktek (SIP). Pengurusan SIP ini juga tidak langsung keluar, membutuhkan 1-2 Minggu untuk bisa jadi.
Dari 14 September 2021 sampai akhir Februari 2022 ngapain aja?
Inilah dilema terbesar dalam hidup. Pertama kalinya merasakan "oh jadi ini ya yg orang selalu bilang welcome to the real jungle". Karena ketika orang tua tau kabar anaknya lulus menjadi dokter gigi, besoknya hampir tiap hari orang tua selalu mencerca dengan ribuan pertanyaan "kerja dimana? Gimana caranya bisa kerja di RS?" Sampai orang tua sempat menanyakan ke teman, saudara dan kenalan-kenalan tentang info dimana yang butuh dokter gigi. Sampai suatu saat, ayahku pernah menelpon omku yang telah menjadi dokter spesialis terkenal di suatu daerah. Dan jawabannya,"kalo anakmu kenal kakak kelas pasti gampang dapat kerjanya."
...
Ya, aku yang mendengar cerita itu dari ibuku ikut shock. Maksudku, bagaimana bisa mengatakan hal tsb ke orang tuaku yang awam dan tidak mengerti tentang dunia kerjanya dokter-dokter. Maksudku, kenapa harus mengatakan demikian. Aku yakin orang tuaku tidak memaksa. (Ya karena orang tuaku hanya menanyakan info)
Ah yasudahlah.
Aku pun menyampaikan kepada orang tua untuk bersabar karena ya seperti ini memang prosesnya. Sedikit demi sedikit aku menjelaskan kepada orang tua. Terlebih jika banyak saudara yang menanyakan dimana tempatku bekerja. Sedih rasanya.
Kenapa dokter kalau lulus harus bekerja di rumah sakit?
Oke, pertama memang aku masih belum bisa mendapatkan posisi untuk bisa bekerja di rumah sakit. Namun, yang kedua maksudku adalah apakah semua dokter harus bekerja di rumah sakit? Sedangkan, banyak fasilitas kesehatan di kota kecil, kabupaten, bahkan hingga tingkat desa yang pelayanan kesehatannya masih banyak yang belum terpenuhi. Apakah mencari kerja harus di rumah sakit? Tolong yaAllah berikanlah hamba rezeki yang lebih dahsyat meski tidak bekerja di rumah sakit.
Saya ingin bisa mendapat uang (ya iyalah untuk hidup masa iya ga butuh duitt???) dengan memberikan pelayanan yang lebih juga. Haruskah semua masyarakat berobat hanya ke rumah sakit? Tidak. Sebisa mungkin pelayanan kesehatan sangat dekat dengan masyarakat bahkan sampai rasanya bukan kewajiban tapi berobat dan checkup adalah kebiasaan. Aku ingin menjadi perawatan atau pelayanan kesehatan bisa sangat dekat dengan masyarakat.
Bukankah lebih membanggakan jika bisa melayani masyarakat sampai ke level terdasarnya juga?
Tapi jika ditawarin kerja di rumah sakit apakah menolak? Tergantung, tergantung kebermanfaatannya. MasyaAllah semoga benar-benar bisa mendapatkan itu ya:)
Perjalanan masih panjang, tapi semoga menjadi "mature" tidak melupakanku atas hal kecil seperti memberikan pelayanan kepada masyarakat seutuhnya.












