Hello my lovelies. If youβre seeing this, this is your daily reminder that you matter, and youβre lovedβ¦ but you also really need to go drink some water.
THANK YOU π₯°

titsay
Monterey Bay Aquarium

πͺΌ

Kiana Khansmith

ellievsbear
Mike Driver
DEAR READER

Origami Around
NASA
I'd rather be in outer space πΈ

Discoholic πͺ©
Acquired Stardust
tumblr dot com

pixel skylines
art blog(derogatory)
d e v o n

tannertan36

blake kathryn

seen from South Korea
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from North Macedonia

seen from Canada
seen from North Macedonia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Sweden
@dnmelati
Hello my lovelies. If youβre seeing this, this is your daily reminder that you matter, and youβre lovedβ¦ but you also really need to go drink some water.
THANK YOU π₯°

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
*heal
Mengapa Rasul ο·Ί Menyifati Umat di Akhir Zaman Ini Bagai Buih di Lautan?
@edgarhamas
Aku mendengar hadits itu pertama kali saat di pesantren. Ketika suatu kali dalam sebuah kultum Ramadhan, seorang guru menjelaskan tema "Ahwal Al Alam Al Islami" βkeadaan dunia Islamβ lalu beliau membacakan hadits Rasul ο·Ί,
"Hampir-hampir umat-umat (lain) akan saling memanggil untuk mengeroyok kalian sebagaimana orang-orang yang lapar memanggil satu sama lain untuk menghadapi hidangan mereka.β
Mendengar itu, para sahabat bertanya, "Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu itu?β
Dan inilah jawaban Rasulullah ο·Ί yang melampaui zamannya. Sebuah jawaban yang mungkin tidak dilihat langsung oleh para sahabat, namun disaksikan oleh umat Islam di zaman ini.
Nabi bersabda, "Bahkan, pada waktu itu jumlah kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di atas arus air bah.β
Seorang ulama muda, Syaikh Yusuf As Sayyid mencoba mentadabburi hadits tersebut dan mengatakan pada murid-muridnya,
"seakan-akan Rasulullah ο·Ί sedang menggambarkan keadaan umat Islam tepat di zaman kita."
Jumlah yang banyak βsudah mencapai 2 miliarβ namun populasi besar ini tidak bermakna di panggung perundingan bahkan medan laga. Sementara itu bangsa-bangsa lain saling memanggil, menjadikan kita seperti kue yang dibagi-bagi.
Ini terjadi sangat jelas mulai sejak tahun 1800-an, ketika Eropa melakukan gerakan kolonialisme modern. Ada istilah bernama "Scramble for Africa", dimana orang-orang Eropa mengadakan konferensi Berlin (1884β1885) di bawah Otto von Bismarck yang hasilnya: Afrika βdimana banyak muslimin di benua iniβ dipetakan jadi koloni tanpa melibatkan orang Afrika.
Dan terjadilah, hampir 90% wilayah Afrika jatuh ke tangan Eropa dalam waktu Β±30 tahun.
Asia pun begitu. Asia Selatan (India dan sekitarnya) mulai dicacah Inggris lewat British East India Company. Asia Tenggara dikeruk Belanda, Inggris, hingga Prancis. Cina pun ada masanya jadi rebutan lewat βSpheres of Influenceβ antara Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Jepang.
Dunia Islam? Dibagi-bagi seperti kue tart di perjanjian Sykes Pycot: Prancis mencaplok Lebanon, Suriah, dan Mosul, sementara Inggris menjajah Irak selatan, tengah Yordania dan Palestina.
Itu memang terjadi pada 1800-1900, namun luka dan efek badai yang mengoyak kita masih ada sampai 2025 ini.
Dan semalam aku bertanya-tanya: kenapa umat Islam bisa selemah ini? Bahkan kini panglima utama aktivis Global Sumud Flotilla adalah mereka dari Eropa. Angkatan Laut Italia turun tangan, Spanyol pun demikian. Sebagian umat Islam masih sibuk dengan egoisme masing-masing, apalagi pemimpin muslimin?
Ternyata jawabannya ada pada hadits yang sama, yang Rasulullah ο·Ί sabdakan. Saat beliau menggambarkan umat seperti buih di air bah, Rasul melanjutkan,
"Dan sungguh Allah akan menghilangkan rasa gentar dari dari musuh-musuh kalian terhadap kalian, dan Allah akan melemparkan dalam hati kalian Al wahn.β Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?"
Rasulullah ο·Ί menjawab, "mencintai dunia, dan membenci kematian." (Shahih Abu Dawud)
"Kalian tahu apa yang terjadi pada buih? Apakah buih itu membawa air atau terbawa air?", tanya Syaikh Ahmad Yusuf pada murid-muridnya. Semuanya menjawab, "buih itu terbawa air."
Ya, itulah keadaan kita. Bukan aktor, tapi objek. Bukan pembawa narasi, tapi pembebek narasi. Bukan panglima media, tapi objek dan korban media. Bukan strong leader yang didengar Trump, Jinping dan Putin; melainkan makmum yang belum bisa berbuat banyak bagi sepotong akidah kita, Sang Baitul Maqdis!
Namun meski begitu, sebagaimana ku ulang berkali-kali, banyak ulama menyatakan bahwa Gaza sejak Thufan Al Aqsha telah membawa dunia pada era transformasi besar (Ψ²Ω Ω Ψ§ΩΨͺΨΩΩΨ§Ψͺ Ψ§ΩΩΨ¨Ψ±Ω). Buktinya? Penjajah tersingkap boroknya, normalisasi negara Arab dengan penjajah gagal, generasi muda di Barat justru banyak yang membela Palestina, dan gelombang pengakuan negara-negara "mantan penjajah" pada Palestina, menandai makin lemahnya Amerika.
Mereka mungkin bisa hancurkan kebun bunga kita, namun mereka tak akan mampu menunda datangnya musim semi!
π₯Ήπ₯°π©·

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Semoga kita tidak lupa, bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban juga atas hal-hal yang tidak kita lakukan.
Menanggungjawabi hal-hal yang kita lakukan mungkin bisa kebayang. Soalnya seringnya diambil dari keputusan sadar.
Tapi kepikiran nggak, gimana kalau Allah nanya, "kenapa kamu nggak melakukan X ketika kamu sebenarnya mampu melakukannya?"
Kan nggak lucu ya, kalau kita jawab "maaf ya Allah, nggak kepikiran" wkwk. Bakal Allah cecer terus tuh berlapis-lapis why-nya. "Kenapa atuh kamu teh bukannya VWXYZ?" Meanwhile Allah sudah kasih resource sekian, tools dengan spesifikasi sekian, rentang waktu sekian, dan kita punya skill di bidang masing-masing. I mean, kurang apalagi fasilitas yang Allah kasih ke kita to do something meaningful.
Contoh aja, hal yang kita nggak lakukan yang mungkin Allah tanyain:
Spreading awareness
Amalan sunnah (itupun kalau amalan wajibnya udah tuntas)
Iqra lebih komprehensif
Etika dan adab
Penggunaan resources, tools, time, dan skill
Mendoakan kebaikan untuk diri dan orang lain
Aktif mengambil peran
Dsb. (jujur ga kepikiran lagi tapi pasti super banyak yang Allah bakal tanyain lagi)
Cuma, di penghujung 2024 ini kayaknya memang masih banyak hal-hal yang nggak kulakukan. Karena apanya? Jujur masih nyari "pembelaan" sih, karena kadang "tidak melakukan sesuatu" itu memang bukan keputusan, melainkan konsekuensi dari kita memutuskan melakukan hal lain. Jadi kayak, nggak sadar (lalai) dan baru ngeh bahwa sebenarnya kita bisa memutuskan melakukan sesuatu itu.
Tapi bagaimana dengan "tidak melakukan apa-apa"?
Mungkin ini justru yang paling berat dipertanggungjawabkan. Karena tidak melakukan apa-apa berarti kita memilih untuk absen dari peran kita sebagai khalifah di muka bumi. Padahal, diam bukanlah netralβdiam sering kali adalah keputusan untuk membiarkan sesuatu terjadi tanpa upaya kita. Sementara, setiap waktu yang berlalu adalah bagian dari titipan yang harus kita kelola.
Bukankah Allah sudah menegaskan dalam Al-Qur'an, bahwa kita tidak diciptakan sia-sia? Bahwa setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban? Bahkan waktu kosong, kesempatan, hingga tenaga yang barangkali pernah kita sia-siakanβsemuanya akan diukur. Terus gimana kalau kita ditanya, βKenapa tidak mencoba? Kenapa tidak berusaha lebih banyak?β apa jawaban kita?
Barangkali, alasan kita sering "tidak melakukan apa-apa" adalah rasa takut gagal, rasa tidak cukup percaya diri, atau bahkan sekadar malas. Namun, bukankah pada akhirnya Allah menilai bukan dari hasil, melainkan usaha?
Maka, mungkin penghujung tahun ini bisa jadi momen refleksi untuk bertanya:
Apa hal baik yang sebenarnya aku mampu lakukan, tetapi belum aku kerjakan?
Apa alasan di balik diamkuβapakah itu rasa takut, ketidaktahuan, pengabaian, peremehan, kemalasan, kekurangan, atau sekadar keengganan?
Jika hari ini adalah hari terakhirku, apakah aku siap untuk mempertanggungjawabkan "ketidaklakukan" ini?
Karena sesungguhnya, amanah tuh nggak selalu berbentuk tugas besar yang terlihat jelas. Terkadang, ia hadir dalam bentuk pilihan kecil yang kita abaikan.
Maka, mari memulai dari siniβdari apa yang ada di depan mata. Jika kita masih diberi waktu, berarti masih ada kesempatan untuk mengejar. Jangan sampai esok hari kita hanya bisa menyesal karena waktu yang sudah hilang. Sebab, pada akhirnya, setiap pertanggungjawaban itu tak akan pernah bisa kita elak, sekalipun kita coba lari darinya.
β Giza, kok jadi banyak banget sih yang harus "di-aware-in", duh pantesan manusia tempatnya lalai :(
Bacaanku pagi ini. Bergiza sekali, eh, bergizi sekali. Setuju akuu setuju! :')
Awal tahun 2025
Aku ngga mau melewatkan kesempatan emas lagi dan lagi. Di tanggal 1 Januari ini aku suka sekali dengan diriku.
Iya, itu saja. :')
Alhamdulillah.
Aku Ingin Punya Ambisi
Setelah hari ini menonton salah satu VT seorang perempuan bernama Ananda Renisyifa, aku tersadarkan, ternyata diriku ini kurang berambisi. Semangat mungkin punya, tapi untuk ambisi? Big no. :')
Mungkin, aku tidak punya ambisi karena terlampau sering merasa kalah di banyak hal. Padahal, tidak ada perlombaan. Lucu juga sih.
VT nya bagus. Kesimpulannya adalah bahwa kita mempunyai andil besar dalam menciptakan siapa diri kita di mata diri sendiri dan orang lain.
Iyap, bagaimana kita memandang diri kita itu akan sangat berpengaruh dengan bagaimana orang lain memandang kita.
°°°
Everybody wants to be good but not everybody wants to be great.
Talenta kita tidak ada apa-apanya tanpa ambisi.
Dan, menurutku, ambisi itu semacam bahan bakar untuk tetap menyala dalam kehidupan.
Yuk, punya rasa excited lagi dalam hal apapun, membangun sikap berjuang untuk hal yang kita mau. Tapi, tetap tawakkal, berserah diri. Tidak memaksakan kehendak.
°°°
Aku akan terus berdoa, meminta petunjuk. Meminta dengan sangat, ke manakah dan di manakah diriku akan jadi bermanfaat?
Iya, aku ingin punya ambisi. Jika tidak cukup untuk dunia, maka untuk akhiratku, aku akan mencobanya. :')
Jakarta Timur, 29 Des 2024.
23:41 WIB
Apakah aku akan mati di tanggal cantik juga?
23.23 WIB
Tentang 2024
Tahun ini, aku masih suka tantrum. Malu? Iya. Capek? Iya. Tapi, lumayan lega.
Tahun ini, aku disadarkan lagi bahwa aku memang tidak bisa mengubah apapun, siapapun, kecuali diriku sendiri.
Tahun ini, aku masih lalai menjaga waktu, kesehatan. Masih menunda ibadah, pekerjaan rumah. Tapi, jika dibandingkan dulu, aku sudah maju satu langkah; yaitu berusaha menjaga salat 5 waktu. (Yeay.)
Tahun ini, aku masih menjadi orang yang menyebalkan bagi sebagian teman. Haha. (Maaf yaa. Ngga ada loe ngga rame soalnya.)
Tahun ini, aku berani tanpa "mereka" dengan cara ganti nomor, ganti HP. At least, I am not scared to be lonely again. :'D
Tahun ini, aku masih banyak bicara, membicarakan hal buruk.
Tahun ini, aku bahagia karena menemukan drakor segar, "Family by Choice" yang diperankan oleh Hwang In Yeop. My fav idol, aww.
Tahun ini, aku bahagia juga melihat perjuangan suamiku, pertumbuhan anak-anakku, kabar baik beberapa sahabatku, keluargaku.
Tahun ini, pesannya adalah jangan pernah mencoba untuk menguasai apa-apa, kecuali diri sendiri.
Tahun 2025, ada apa? Semoga banyak hal baik, menarik, menenangkan. Aamiin.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Jika kita berbuat dan beramal karena Allah, maka jangan pernah berhenti hanya karena manusia. Yang mahal darimu adalah niat baik dan keistiqomahan, dan yang membuatmu receh itu jika semuanya diniatkan untuk manusia. Padahal kamu tahu, memuaskan manusia itu mustahil.
β Dawuh guru
Hati yg luruuus, kembalilaaaah.
Buat Kita yang Hidupnya Lagi Ada Aja Ujiannya
"Orang yang tumbuh dalam keadaan serba mudah", nasihat Ibnu Qayyim suatu hari, "ia tak akan merasakan apa yang dihadapi oleh mereka yang terbiasa dengan ujian."
Orang yang biasa nyaman, kena masalah ringan rasanya terombang-ambing. Orang yang sudah biasa, ya sudah terbiasa.
Ini bukan tentang cari-cari masalah. Jangan berharap dapat ujian. Itu yang Rasul ajarkan.
Tapi, hakikatnya hidup ini adalah gelombang ujian demi ujian. Allah ciptakan seperti itu, justru agar kita bertumbuh dan makin kuat. Allah menyayangi kita dengan menguatkan kita; lewat diuji.
Orang yang sudah biasa menjalani hidup yang penuh tantangan; ia lebih cermat, hidupnya dinamis, dan ia belajar dari pengalamannya.
Dan berpindahlah kita dari mentalitas berbunyi "kenapa aku yang diuji?", menjadi mentalitas: "apa yang Allah ingin ku pelajari dari ujian ini?"
βceritaedgar, Founder Gen Saladin
Alhamdulillah 'ala kulli hal
jungkook is reminding you to drink water and stay hydrated β‘
[126/547] β until we meet again, jungkook β‘
Pas bangettt. Lagi butuh motivasi buat minum air putih lebih sering. Huks. Thank you, JK!
Sleep doesn't help if it's your soul that is tired.
Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΩΨ¨ΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ΨΉΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩ
allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anni
"O Allah, Indeed You are Forgiving and love forgiveness, so forgive meβ
the best dua to recite in the last 10 days of ramadan. may allah accept our repentance.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Lelah sekali rasanya jika semua harus soal dunia, selalu perihal untung dan rugi.
Kemarin, ada hati yang sakit oleh keadaan dunianya, entah patah oleh rezeki yang tak kunjung membaik, atau sakit karena jodoh yang tidak tiba padahal usia sudah semakin bertambah.
Dan kini semua membaik, sebab menyerahkan semuanya pada pemilik waktu dan dunia. Hati dan harinya tenang, ia sekarang hanya bisa melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan.
"Perihal waktu dan masa depan, ia serahkan saja pada pembuat skenario terbaik. Allah."
Ternyata, setenang itu menyerahkan segalanya pada Allah, sebab ada bagian dan sisi kehidupan yang tidak bisa kita ikut campur, kita hanya bisa berprasangka baik dan melakukan yang terbaik dari amal-amal yang bisa kita pilih dan kerjakan.
Semoga, Ramadan ini menjadi obat, untuk setiap hati patah dan rapuh tersebab dunia dan keadaannya. Bukankah sebaik-baik obat adalah takdir yang diberikan dan disajikan oleh Allah? Ramadan dan obat terbaik.
@jndmmsyhd
Ada masanya seseorang akan berada di titik yang meskipun banyak masalah, sudah malas untuk bercerita kepada manusia dan lebih memilih untuk langsung mengadu kepada Allah.
Semoga itu kita.