Jatuh cinta dengan segala dinamikanya akan membuat kita banyak belajar, begitu katanya. Dulu aku kira fase ranum dalam sebuah hubungan, dimana proses mencintai dan dicintai akan menjadi hal paling membahagiakan dalam hidup manusia. Mungkin benar dan aku sepakat, tapi setelahnya aku lebih setuju jika proses itu dilakukan dengan secukupnya, tidak berlebihan, tidak juga kurang. Secukupnya membuat kita lebih mengerti bahwa kita tidak sedang berjalan sendirian, bahwa ada manusia lain yang berada di sebelah kita untuk berjalan beriringan.
Secukupnya membuat kita paham bahwa kita harus rela berbagi banyak hal, berbagi fikiran, berbagi perasaan, berbagi kebahagiaan, berbagi kasih sayang, berbagi suka, duka, dan apapun rasa yang ada diantara kalian berdua. Berbagi, karena akan ada dua kepala dalam satu ruang yang sama. Oleh karenanya sebelum berbagi kita juga harus punya amunisi yang cukup untuk diri sediri, agar kita tetap bisa hidup dan menghidupi.
Dan secukupnya akan membuat kita tetap sadar bahwa apa yang sudah di mulai akan menemukan akhirnya, bagaimana pun caranya. Kita manusia kadang suka lupa saat-saat bahagia juga ada waktunya. Sedih, kecewa. marah, kesal, dan emosi lainnya bisa datang kapan saja. Terkadang kita suka sekali menghindari perasaan yang tidak diinginkan, apalagi berhubungan dengan seseorang yang kita sayang, hal-hal yang membuat kita menjauh dan semakin jauh dari diri sendiri karena terlalu mencintai.
Secukupnya membuat kita bisa memilih, mana yang harus dipertahankan dan kapan harus melepaskan. Patah hati mungkin memang menyebalkan, tapi perpisahan tidak melulu soal kesedihan yang berkepanjangan. Dalam hubungan bukan perihal siapa yang kalah dan siapa yang menang, siapa yang mampu bertahan dan siapa yang gugur di tengah jalan, bukan juga tentang siapa yang paling berjuang dan siapa yang paling diperjuangkan. Karena sepasang artinya saling menguatkan, saling merekatkan genggam, saling mengerti juga kalau nantinya ada di titik dimana sama-sama harus merelakan.
Secukupnya membuat kita tetap bisa berfikir, ternayata kebahagiaan dan kenyamanan masih harus dicari masing-masing.