Menuju #30HariRamadanMenulis :)

official daine visual archive
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
RMH

@theartofmadeline

JVL

β£ Chile in a Photography β£
YOU ARE THE REASON

#extradirty
π
art blog(derogatory)
Keni

I'd rather be in outer space πΈ
occasionally subtle
Cosmic Funnies

romaβ
cherry valley forever
$LAYYYTER

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Taiwan

seen from Guatemala
seen from United States
seen from Brazil

seen from France

seen from India
seen from China

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Hong Kong SAR China
seen from Thailand
seen from Russia
seen from Canada
seen from T1
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
@diarybibil
Menuju #30HariRamadanMenulis :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
FREEDOM WRITERS
Selesai nonton film dengan judul di atas. Film ini menceritakan tentang seorang guru baru yang mendapatkan kelas dengan siswa yang memiliki latar lingkungan, keluarga, dan sosial yang menyakitkan. Sehingga membuat siswa-siswa dalam kelas tersebut saling intoleran dengan yang lainnya. Sebenarnya bukan cuma di kelas itu aja, tapi ceritanya di negara tersebut pertikaian antarsuku dan ras lagi marak-maraknya. Bahkan sampai terjadi pembunuhan. Bayangin, ke sekolah aja mereka membawa pistol untuk berjaga-jaga. Keuletan, kegigihan, ketulusan, pengorbanan, dan kerja keras guru tersebut lah yang bikin gue terinspirasi. Dari yang awalnya guru itu dijadikan bahan bercandaan oleh siswanya, sampai guri tersebit disayang dan dihormati oleh siswanya seperti ibu sendiri. Guru tersebut berhasil menyulap kelasnya menjadi sebuah rumah dan menghadirkan rasa kekeluargaan pada diri setiap siswa. Itu mengena di hati gue. Karena betapa gue menginginkan menjadi guru sekaligus teman dan orang tua bagi mereka. Betapa gue menginginkan siswa-siswa gue bukan cuma mendapatkan materi-materi (omong kosong) di dalam kelas, tapi juga mendapatkan curahan, perhatian, kasih sayang, arahan, dan bimbingan. Karena banyak hal di luar sana, yang akan mereka temukan, di luar materi-materi (omong kosong) tersebut dan gue pengen memberikan sesuatu yang lebih penting dari sekadar materi (omong kosong) tersebut. Tentang nilai-nilai kehidupan yang zaman sekarang sudah banyak tergeser oleh perubahan dan perkembangan. Gue mau ambil bagian itu. Mau jadi bagian itu. Bagian di mana ada hati yang peduli untuk membenahi tanpa perlu saling menjatuhkan dan mencemoohi, tanpa perlu saling tunjuk dan merasa benar sendiri, tanpa perlu berkata kasar dan saling menghakimi. Ah, semoga Allah tunjukan jalan.. Tapi di film itu ada yang bikin gue agak kepikiran. Pas guru tersebut terobsesi bagaimana jadi guru yang baik untuk para siswanya, dia gak bisa menjalani peran sebagai istri di rumah dengan baik. Ia selalu menceritakan harinya sendiri tanpa menanyakan kabar hari suaminya. Sampai akhirnya si suami minta cerai. Sedih. Suaminya gak bisa disalahin juga. Komunikasi itu penting dalam sebuah hubungan dan harus dua arah. Harus ada 'saling', sehingga yang lain melengkapi yang lain. Yang bikin gue kepikiran adalah bagaimana nanti jika jodoh gue gak ngerti mimpi-mimpi gue? Atau sebaliknya? Gimana kalo di tengah jalan gak ada lagi pengertian dan pemahaman? Gimana kalo di antara kita ada yang melempar pertanyaan tentang pilihan akan cita-cita atau cinta? Gue pernah baca, katanya kita gak perlu mengkhawatirkan hari esok karena belum pasti datangnya. Yang terpenting adalah menjalani hari ini dengan sebaik mungkin semaksimal kita bisa. Gue gak khawatir kok. Cuma agak mikir aja. Gue gak takut juga. Kan ada Allah. Gimanapun jalannya, Allah tahu yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Atas segala yang belum, sudah, dan akan terjadi, kita tak pantas menghakimiNya. Karena kita gak pernah tahu ada pelajaran apa setelahnya. Semoga Allah selalu membimbing, membersamai, dan menguatkan hati kita. Semoga perjalanan ini mengarah pada ridho-Nya.
Aamiin.
21 Februari 2018 Kasur Bekasi
Anak Pondok
Tertiba rindu anak-anak Pondok di Pesalakan, tempat KKN gue dulu zaman semester 7. Rindu yang bener-bener rindu. Ini udah kesekian kalinya gue rindu mereka. Antara ngerasa bersalah, rindu, pengen ketemu, tapi juga takut. Mereka pasti marah sama gue, kecewa sama gue. Kabilnya gak bisa nepatin janji.. Maafin.. Maafin Kabil ya anak-anak.. Maafin.. Maafin Kabil gak bisa main lama-lama sama kalian. Maafin Kabil gak bisa nyeritain banyak dongeng buat kalian. Maafin Kabil gak bisa lama-lama nemein kalian belajar, main sama kalian, maafin Kabil.. Kabil bener-bener rindu.. Tiap rindu, Kabil doa sama Allah biar di mana pun kalian, Allah selalu jaga kalian. Kalian selalu jadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Selalu dimudahkan dalam belajar dan urusannya. Kabil berdoa, suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi.. Kabil ngetasa banyak salah sama kalian.. Maafin Kabil.. Maafin.. Semoga kalian selalu ingat pesan Kabil, walaupun kita jauh, doa-doa yang bakal meluk kita erat-erat... Peluk jauh dari Bekasi. 18 Februari 2018 Musholla Bekasi Kabil yang rindu berat, tapi kuat.
Shahrukh Khan
Beberapa temen gue adalah penggila Shahrukh Khan. Gue b aja. Soalnya gak pernah berkesan nonton filmnya dia. Gue mikirnya film india kebanyakan nari sama nangisnya huhu. Lenjeh.
Eeeeeeh, ternyata o ternyata.
Gue udah pernah nulis kan, kalo beberapa hari terakhir ini gue nemenin nyokap buat nonton film india (terus-terusan). Nah, pas hari ke-berapa gitu, gue nonton Dilwale. Film tahun 2015. Ada Shahrukh Khan sama Kajol. Terus gue suka aja chemistry mereka berduaaaa.
Di film2 india sebelumnya gue emang beberapa kali mesam-mesem sih liat aktingnya si Shahrukh Han ini. Dia kan emang kebanyakan dapet peran lakik yang banyak omong, terus gampang bikin cewe suka. Bad boy tapi baik, tapi tanggung jawab. Nah di film Dilwale, gue suka banget akting dia lagi berantem2 gituuu. Duuuuh, lakik banget wkwk. Langsung gemaz parah. Mana si Kajol masyaaAllah Allahuakbar cantiknya banget bangetssss. Langsung suka sama dua artis ituuuu wkwk.
Selain itu, gue juga suka alur cerita Dilwale ini. Gue suka cerita yang ribet gitu. Di balik cerita ada cerita. Terus juga di film itu gak kebanyakan nari. Dan lebih modern visualisasinya dibanding film2 yang udah gue tonton sebelumnya hehe.
Semenjak itu gue pun jadi suka senandungin lagu india. Kadang joget2 gak jelas bareng nyokap wkwk. Iya gue sama nyokap sama2 gilanya. Beliau juga mengakui itu :') pake lipstik buat bikin tanda merah di jidat ahahahha.
Tapi seneng sih. Bisa gila bareng nyokap. Kan kapan lagi ya?
Huhu Shahrukh Khan, pokoknya dirimu kewren bangetsssss! Sukak akutu :')
7 Februari 2018
Kasur Bekasi
(Masih) Dilan 1990
Tadi di twitter abis baca opini orang soal Dilan pada Milea, yang katanya Dilan suka Milea gegara cantik doang. Wkwk. Dan jelas langsung diserbu netizen dengan twit yang begini, "Mbaknya zaman SMA gak pernah digombalin cantik ya?", atau yang begini " Wajar kali, namanya juga cinta anak SMA. Gak mikirim ke depan kayak gimana. Yang diliat fisik aja." Gitu.
Gue di tim mana?
Tim bukan mbaknya lah wkwk.
Mungkin Mbaknya salah baca novel atau salah nonton film aja. Novel/film Dilan emang ditujuin buat orang-orang yang mau mengenang masa SMA-nya. Soalnya menurut gue pribadi, Dilan-Milea emang tokoh yang SMA banget. Novel/film Dilan ini emang buat ngerileksin otak dan hati yang lagi spaneng. Emang untuk dinilmati dengan tidak seserius itu :)
Tapi ya namanya manusia ya. Punya kaca mata yang beda-beda. Opini gak sama toh bukan suatu masalah. Asal disampaikan baik dan tidak menyakiti :)
Tapi aku tetep sih. Nonton Dilan bisa di laptop aja :')
2 Februari 2018
Musholla Rumah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Tiap nulis panjang dan gagal posting terus belum disave adalah patah hati paling paling di tahun 2017-2018 ini. Hhhh π
Penjahit
Nyari penjahit yang cocok tuh sama kayak nyari jodoh. Susah susah susah susah gampang. Susahnya ada empat. Hft.
Penjahit A udah (lumayan) cocok, deket rumah pula, eh ngerjainnya lamaaaa banget. Cem ngerjain skripsi.
Penjahit B agak cocok, jahitannya rapi, tapi lumayan jauh dan gak sesuai sama model yang kita mau. Padahal ibunya yang jahit udah buka konveksi gitu loh.
Penjahit C agak cocok, deket rumah, plus ngerjainnya super cepet. Tapi... Jahitannya gak rapi. Modelnya juga masih belum sesuai. Huhu.
Padahal enal banget kalo udah nemuin penjahit yang sesuai. Kerjaannya cepet, jahitannya rapi, hasilnya sesuai model. Apalagi kalo ditambah deket rumah. Plus murah pulak. Wkwk. Heu, manusia!
Eh bentar.
Apa ini tanda dari Allah ya. Allah nih mau ngasih tau gue. Kalo gak ada yang sempurna di dunia. Dari hal-hal sederhana cem penjahit, sampai hal-hal ribet cem jodoh. Tinggal responnya kita aja gimana ngehadepin ketidaksempurnaan itu.
Ada si A. Udah cocok. Udah sreg di hati. Rumah deket pula. Satu visi hidup. Etapi gak pernah ketemu langsung. Takut realita gak sesuai sama ekspektasi.
Ada si B. Hem belum cocok-cocok amat. Tapi pinter. Pekerja keras. Baik. Tapi gak sehumor.
Ada si C. Ganteng. Pinter. Perfeksionis. Tapi cem cewe kalo nunggu diskonan. Belanja bisa banyak.
Dll.
Alamak. Ribet juga.
Etapi.. ngapain diribetin juga sih. Orang belum waktunya diribetin. Selaw dan rileks. Kalo jodoh, Allah bakal permudah.
Penting yaqin!
***
Terus, masalah penjahit gimansss?
Heu :(
2 Februari 2018
Musholla Rumah
Film India
Siang ini nonton film india sama nyokap. Gue agak bosen nontonnya. Tiga jam gila durasinya. Kebanyakan narinya π dan nyokap seneng banget. Gue seneng-seneng aja nemenin nyokap nonton. Nyadar diri, semakin kita gede semakin ngerasa belum bisa ngebahagiain orang tua. Jadi selama kita bisa, kenapa enggak? Ya kan?
Judulnya Dil To Pagal Hai (1997). Inti ceritanya? A sahabatan sama B. C sahabatan sama D. A suka sama B, tapi B suka sama C. C sebenernya suka sama B, tapi mau nikah sama D. Hft. Ribet ya?
Dari inti ceritanya udah ketebak kan bakalan sedih banget gitu. Pas ending nyokap nangis. Gue enggak. Malah ngetawain nyokap sampe nangis hahahahahaha. Orang gue udah ngasih tau nyokap kalo ujung-ujungnya happy ending. Si B bakalan tetep sama C kok. Dan nyokap jadinya nangis sambil ketawa wkwk.
"Kamu tuh gak berperasaan. Gak meresapi kata-katanya."
AHAHAHAHA.
Kocak.
***
Ada seseorang di suatu tempat yang diciptain buat kita. Percaya itu. -Dil To Pagal Hai-
2 Februari 2018
Kasur Mama Bekasi
Dilan 1990
Beberapa hari ini tenggelam di euforia timeline twitter soal film Dilan 1990. Banyak banget yang bilang filmnya sama sekali gak ngecewain. Bahkan banyak banget orang yang tadinya ngeremehin Iqbal gegara liat trailernya, jadi malah klepek-klepek gemas sama aktingnya.
Woo!
Gue sebenernya penasaran juga pengen nonton. Tapi apalah daya gak ada temen nonton. Ditambah sekarang gak punya 'penghasilan bulanan' π Jadi yaudah disabar-sabarin aja pengen nontonnya. Kapan-kapan juga bakal nonton. Di laptop. Wkwk.
Gue punya buku Dilan 1990. Beli waktu kuliah. Awalnya gara-gara penasaran liat review di internet. Pas baca, alamak, gak berhenti senyum-senyum bayangin tingkah Dilan. Langsung deh kebayang masa-masa SMA yang agak indah walaupun suram (?).
Pidi Baiq berhasil bikin cerita yang super manis dengan kata-kata yang super ringan. Suka banget!
Terus akhir tahun kemarin, dikasih ebook Dilan 1991 sama Milea. Langsung gue baca dua hari berturut-turut karena penasaran.
Dan langsung sedih gegara Dilan gajadi sama Milea. Tapi sekaligus kesel sih sama Milea yang childish banget. Ya walaupun kayaknya gue itu Milea banget jaman SMA huhuhu, kzl.
Pelajarannya?
Manis-manisnya abis nikah aja. Udah sah. Udah halal mau ngapa-ngapain juga. Bahkan malah dapet pahala. Daripada sebelum nikah, manis-manisnya bakalan jadi ampas juga. Heu.
***
Dear, Dilan. Aku juga pernah jadi Milea-nya Dilan yang lain. Pun kamu, pernah jadi Dilan-nya Milea yang lain. Tapi gapapa. Manusia berubah lalu berhijrah. Kita sama-sama berbenah, ya? Sepakat?
31 Januari 2018
Kasur Semarang
Donat Gula Halus
Dari kemarin kepingin makan donat yang ditabur gula halus. Bahkan siang ini sampai kebawa mimpi. Bangun-bangun rasanya bahagia. Berasa udah makan donat aja. Padahal belum.
Sama kayak hidup.
Banyak hal yang ingin kita raih dalam hidup ini. Kita capai. Ingin sampai terus terbawa di pikiran. Hingga datang dalam mimpi-mimpi di tidur lelap kita. Bangun-bangun, kita sadar. Merasa bahagia. Padahal semua masih berwujud mimpi. Belum nyata. Itulah yang melenakan. Itulah yang bikin banyak hal hanya menjadi mimpi-mimpi belaka. Kita terlalu mudah bahagia atas kesemuan yang terjadi, hingga lupa, hal-hal yang ingin kita capai sama sekali belum kita gapai.
***
Besok-besok, harus cari tahu gimana caranya biar bisa makan donat gula halus. Udah minta sih ke Allah. Tinggal ikhtiarnya aja.
Minta beliin Papa mungkin? Hehe
30 Januari 2018
Kasur Bekasi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Udah Lama
Kira-kira udah sebulan lebih gak nulis apa-apa. Gak di facebook, notes hp, juga di tumblr. Sedih ternyata, mandul karya. Gue kemana aja kemarin-kemarin? Huhu.
Padahal tiap nulis gue ngerasa banyak banget belajar. Belajar peka dari tiap kejadian, belajar sabar atas segala hal, belajar konsisten untuk terus membaca. Tiap nulis, padahal gue ngerasa bahagia pun lega. Tapi kenapa bisa-bisanya gal nulis selama sebulan ini coba? :')
Padahal juga banyak banget kejadian selama sebulan ini. Sidang, packing barang di kos-kosan, sampe sahabat sendiri yang nikah. Aaak, gue melewatkan banyak hal :(
Padahal sebenernya gak penting juga gapapa isi tulisannya. Yang penting ada yang tertuang, ada yang terungkap. Jadi kalo udah tua, ada yang bisa dibaca.
Ah, Bil. Konsistennya didisiplinin dongs!
29 Januari 2018
Musholla Rumah
#11 Laki-Laki di Bulan Desember Tanggal Satu
-cerita fiksi Aku tersenyum. Kau selalu tampak menggemaskan; juga sering mendamaikan, menentramkan, pula menghanyutkan. Meski akhir-akhir ini sering mencemaskan. Padamu aku ingin berlama-lama. Padamu aku ingin selalu dan begitu. Padamu aku ingin bahagia dan senantiasa. Kamu.. Ribuan hari, berlalu telah. Setiap manusia punya jalannya dengan cara yang sulit diduga dan diterka. Sehebat apapun rencana, jika Tuhan berkata jangan, maka salahkah aku yang memilih pasrah? Maka salahkah aku yang yakin berserah? Kamu.. Bolehkah aku tak banyak bicara? Tentang bukti-bukti yang meyakinkamu barangkali hanya sehari-dua hari. Tentang janji-janji yang jangan-jangan suatu hari nanti kita ingkari. Dengan mimpi-mimpi yang terlalu tinggi lantas membuat kita akan patah hati. Bisakah kita mengupayakan berdua untuk bertumbuh setiap hari? Tanpa risau memikirkan nanti? Aku sungguh tak ingin kamu sakit terlukai. Kamu.. Aku ingin berjalan denganmu sambil berpegangan tangan, berlarian jika napasmu masih kuat terkendalikan, berlompatan sambil tertawa riang tak berbeban, bergulingan hingga tubuh belepotan debu dan kotoran. Aku ingin bersamamu tanpa bualan dan khayalan. Aku ingin bersamamu dalam kenyataan, bukan hanya sekadar angan dan harapan. Kamu.. Masa lalu begitu jauh, tapi kita terasa dekat. Masa lalu begitu rapuh, tapi kita terasa hangat. Masa lalu begitu saru, tapi kita tak lagi bersekat. Maka berhenti membandingkan dirimu, karena detik ini hanya kamu yang paling aku mau! Hanya kamu yang tetap satu! Padamu aku akan terus menuju! Kamu.. Tatap mataku. Lalu lihatlah ia bicara. Betapa bersamamu aku sungguh mengutuh dan seluruh. 1 Desember 2017 Kasur Semarang -berdasarkan permintaan teman, untuk menuliskan balasan sang perempuan #30HariNabilaMenulis
#10 Perempuan di Bulan Desember Tanggal Satu
Wajarkah bila hati ini resah? Jika bersamanya kau telah merajut kisah. Dengan berbagai tawa dan pipi yang pernah basah. Dengan banyak senyum dan rengut yang terlampau parah. Dengan beribu dukung untuk hati yang kadang terasa lelah. Wajarkah bila hati ini ragu? Sebab bersamanya kau pernah saling gugu. Dengan banyak celah dan rintang yang datang mengganggu. Dengan kesamaan rasa pada lirik lagu-lagu. Dengan pemahaman yang selalu jika sikap dan rasanya terlalu ambigu. Wajarkah bila hati ini heran? Jika pada dirinya segala pesona dapat kau temukan. Hanya pada senyumnya segala mata dapat tertaklukan. Suara lembutnya dapat begitu menyejukkan. Dekap tangannya dapat begitu menghangatkan. Sedang aku masih mencari siapa diri yang pada akhirnya kau pilih untuk jadi pelabuhan? Di Bulan Desember tanggal satu, aku masih mencari tahu. Mencoba meyakini perkataanmu di dini hari waktu itu. "Bersamamu, aku mengutuh seluruh." 1 Desember 2017 Kasur Semarang -berdasarkan curhatan teman kala hujan meninggalkan banyak genangan; pula kegelisahan
#30HariNabilaMenulis
#9 Ombak, Karang, Badai, dan Sang Kapten
-Tugas keenam dari Zona Menulis Daring 6, "Apa hambatanmu menulis dan bagaimana caramu menaklukannya?" Kau kenal Sang Kapten? Sudah lama ia berteman dengan lautan. Ia bahkan begitu paham hati lautan. Ibarat wanita yang tiap bulannya mendapati haid dengan emosi yang tak stabil, begitu pula dengan lautan. Kadang ia begitu manis, tapi tak jarang ia sulit dikendalikan. Kadang ia begitu mengagumkan, tapi tak selalu mudah untuk ditaklukan. Namun bagi Sang Kapten, lautan lah yang membuatnya tumbuh menjadi manusia pejuang; yang usaha-doa-pasrahnya terasah mengagumkan. Sebab bagi Sang Kapten, lautan selalu punya cara membuatnya untuk selalu dekat dengan Pencipta. Sebab Sang Kapten begitu meyakini, apa yang ada dan apa yang terjadi di lautan adalah kuasa-Nya. Maka mengapa ia takut? Maka mengapa pula ia harus bertinggi hati? Toh ada Allah. Toh semuanya karena Allah. Sebab bagi Sang Kapten, ombak tak selalu kecil, kadang besar dan bergulung sangat cepat. Karang pun tak selalu kasat mata, kadang tertutup kabut dan tiba-tiba ada. Badai juga tak selamanya kencang, kadang berubah semilir bahkan menentramkan. Dan semua itu harus ia hadapi, harus ia pelajari, harus ia syukuri. Sebab lagi-lagi, berkat merekalah Sang Kapten mampu mengarungi bahtera beribu-ribu hari. *** Rasa lelah, malas, bingung juga bosan, lalu mengulur-ulur waktu dan kesempatan, membiarkan ide menguap berbenturan, miskin kosakata tapi membuka kamus enggan, jarang membaca dan kurang peka di tiap kejadian adalah ombak, badai, dan karang yang aku hadapi dalam mengarungi dunia menulis. Mereka begitu silih berganti, menggoda pelayaranku untuk berleha-leha dan kadang terasa membuat ciut ingin berhenti. Tapi aku sadar. Setiap rintangan akan menjadi penempa untuk menjadikan diri tangguh tanpa perlu mengandalkan. Maka atas segala ombak, karang, dan badai yang silih berganti, perlukah mereka kukeluhi? Perlukah aku berhenti menempa diri untuk menjadi Kapten yang lebih baik lagi? Oh, jangan sampai. Aku ingin mengarungi lautan beribu-beribu hari! Jadi... Jika lelah, istirahat. Sebentar saja. Terlalu lama akan buatmu kehilangan arah. Jika bosan, cari kegiatan penyegaran. Pergilah sesukamu, sejauh yang kau mau, tapi jika menulis adalah rumah, kau akan bersenang hati untuk pulang dan merebah. Jika bingung, jangan bermuka murung. Cari inspirasi, ubah sudut pandangmu. Asal tetap bergerak supaya dirimu tak berkerak. Jika malas, cari cambuk diri. Sebab lautan tak butuh Kapten dengan nyali sebiji kuaci! *** Jadi begitu, tiap pelayaran akan memiliki ombak, karang, dan badainya masing-masing. Tapi tak perlu takut, Sang Kapten selalu punya cara untuk maju. Bukan begitu, Kapten Nabilaku? 30 November 2017 Kasur Semarang #30HariNabilaMenulis #ZonaMenulisDaring6
#8 DI MANA dan BAGAIMANA
-Tugas kelima dari Zona Menulis Daring 6 Saya kali ini tersenyum-senyum. Mengira-ngira apakah saya salah masuk kelas menulis ini; apakah saya salah menerjemah visi-misi yang tersirat dalam poster yang kala itu saya temukan di tumblr? Saya tersenyum-senyum. Jangan-jangan saya memang salah masuk dalam sarang penyamun ini? Eh, sarang (calon) penulis (hebat), deng.. Makin ke sini tugas yang diberikan oleh mentor mengarah pada bagaimana tulisan kita mendapat tempat, diapresiasi, menginspirasi, dengan melatih konsistensi dari para anggota grup. Tentu saja, bagi saya yang tidak berambisi menjadi penulis ini dibuat bingung π Karena seperti yang saya bilang dari awal dan sudah saya bilang berulang-ulang, bahwasanya saya (masih) menulis untuk diri sendiri. Saya masih ingin melatih disiplin dan konsistensi supaya rajin menulis setiap hari. Sejujurnya, saya tidak peduli, apakah tulisan saya dibaca atau tidak. Meski kalau diapresiasi saya dibuat senyum-senyum sendiri. Eh. Kok malah curhat. Wkwk. Intinya makin ke sini saya makin bingung. Gimana cara saya ngeles, gimana caranya seakan-akan tulisan saya bisa menjawab tugas dari Kak Mentor. Hehe. Tapi yasudah dijawab saja. Biar tugasnya selesai dan saya jadi ada bahan menulis. Di mana saya akan share tulisan saya? Tentu di facebook dan di tumblr. Karena sekarang saya hanya aktif di dua sosial media itu. Di facebook juga karena suruhan Kak Mentor, hehe. Bagaimana strategi supaya tulisan saya dibaca orang? Di share di seluruh sosial media, broadcast ke seluruh kontak yang dipunya, nyebar pamflet kumpulan tulisan saya, dan nyapa-nyapa orang di jalan supaya mau 'mampir' ke sosial media saya. Wkwk. Krik banget. *** Ya biarlah seperti ini dulu sekarang, nikmati dan pastikan ada kebermanfaat yang tiap hari dilalui. 27 November 2017 Ruang Dosen BSI #30HariNabilaMenulis #ZonaMenulisDaring6

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
#6 KARINA
Aku tersenyum getir. Perempuan di depanku begitu menyedihkan. Aku sesungguhnya iba juga lama-lama. Bukan tak mau peduli. Tapi berkali-kali sudah kuperingati ia agar tidak terulang kembali. Kalau sudah begini, aku benar-benar gerah melihat pipinya melulu basah. Aku menarik napas panjang. Pelan-pelan kuseruput coklat panas yang kuseduh untuk melegakan pikiran. Lagian di luar hujan. Sweater yang kupakai tak cukup ampuh untuk menghangatkan badan; juga keadaan. "Mau menangis sampai kapan?" tanyaku pelan. "Sampai lega, sambai habis seluruh perasaan," katanya parau. Aku mengangguk. Terserah lah. Nanti kalau capek, ia juga berhenti sendiri. "Kau tahu? Tuhan memang adil. Yang cantik banyak yang bodoh. Yang biasa saja malah hidup berlimpah bahagia. Aku harusnya berdoa seperti apa biar Tuhan mengaruniakanku segala berkah?" tanyanya di sela-sela tangisannya. "Kau hanya perlu berdoa, 'Tuhan, bahagiakan aku di segala suasana'. Sudah. Itu saja," jawabku datar. Dia masih menangis. Bahunya bergerak-gerak. Dia sesenggukan. Ingusnya mengalir. Di cuaca sedingin ini, keringatnya malah membanjir. "Aku sudah minta itu!" teriaknya. "Tapi kau sebut nama dia dalam doamu. Bagaimana Tuhan mau kabulkan bahagiamu, dalam catatan takdirNya saja sudah dipastikan dialah yang akan menyakitimu," jawabku datar. "Kupikir.. Dia.. Berbeda..," ia tergugu. "Aku sudah memberitahukanmu berkali-kali. Menamparmu dengan logikaku yang masih waras setiap hari. Kau akan terluka, Karina! Kau akan! Tapi kau tak kunjung jua mengerti. Kau junjung-junjunglah itu rasa yang kau bilang akan begitu berarti. Kau bilang kali ini berbeda dan tak mungkin menyakiti. Kau bilang dia paham agama dan mengerti perempuan layaknya ia mengerti Ibu sendiri. Kau bodoh, Karina! Kau bodoh!" aku tak sabar lagi. Ia masih sesenggukan. "Harusnya sudah kau baca gelagatnya dari awal, Karina. Sudah jelas kelihatan. Ia datang kepadamu dengan hati berbelah serpihan. Ia datang kepadamu dengan luka hati yang memilukan. Merawat lukanya, kau tahu persis di sana kan tumbuh kembali segala kenangan. Tatapnya masih membayang perempuan yang sudah membuat dirinya linglung berantakan. Kau bodoh, Karina! Karina, kau bodoh!" aku mulai terguncang. Ia masih sesenggukan. "Kau tega menolak hati yang begitu jelas mencintaimu tanpa tapi. Kau berani menolak hati lainnya yang begitu tulus menunggu meski tanpa kau ketahui. Kau lantang menolak hati lain yang sabar mengharap meski tak pernah kau beri dekap. Kau tolak semuanya demi laki-laki yang kau bilang apa? Cintamu yang pertama kali? Kau bodoh, Karina! Kau.. Bodoh.." aku terguncang. Ia masih sesenggukan. Aku mengusap air mataku. Lelah. Lalu menatap kembali perempuan itu. Keadaannya masih berantakan. Matanya bengkak menyeramkan. Wajahnya merah, kucel, lusuh, begitu memprihatinkan. Aku dekati ia dan kuucapkan pelan-pelan, "Karina, sudah ya. Jangan bodoh lagi esok lusa. Hari ini tak apa. Biar kita belajar waras kalau besok kembali jatuh cinta. Dengarkan aku lain kali. Biar tak usah lagi sakit hati." Ia berupaya tersenyum. Mengangguk. Aku ikut tersenyum. Mengangguk. Aku berkaca sekali lagi. Sebelum pada akhirnya aku mantap berdiri. Meninggalkan pantulan di cermin yang ikut hilang saat kupergi. *** Benar, Karina itu aku. 22 November 2017 Kaaur Semarang
#5 Waktu Terbaik Menulis
... adalah sebelum memejam! Saya paling suka menulis ketika malam tiba. Ketika badan sudah bersih, kasur sudah rapi, dan guling sudah disisi. Tentu saja saya menulis di smartphone, kalau di laptop pasti susah mengetiknya. Sambil tiduran, lalu memikirkan kegiatan seharian, muncul berbagai macam perasaan, mengambil banyak-banyak pelajaran, kemudian merenungi masa depan, dan terakhir menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Oh tentu saja, tidak semua tulisan saya posting di sosial media. Sebab selain isinya kadang cuma sampah yang saya ingin keluarkan dari hati dan pikiran, kadang rima dan kekatanya sungguh awut-awutan. Dan bukankah ada privasi yang tidak bisa kita bagikan? Tapi saya ingin sekali menulis sesuatu tanpa harus menunggu malam, pula sudah di kasur. Ingin sekali ketika terjadi suatu hal yang menarik, ada hikmah yang bisa dipetik, maka saat itu juga hasrat menulis langsung terpantik. Supaya dengan begitu ingatan saya yang masih baik dapat menggambarkan dengan jelas dan menuliskan cerita-cerita dengan baik. Tapi sayang, saya terlalu lama merenung, lalu mengkhayal, lalu menduga-duga, lantas menuliskannya menunggu malam tiba. Tapi apesnya, saya suka lupa dan ide-ide itu menguap entah kemana :( Ya, semoga kedepannya apa yang diinginkan dapat diniatkan lalu diupayakan dengan sungguh-sungguh. Aamiin. 24 November 2017 Kasur Semarang