Bahkan aku selalu berusaha menunjukkanmu pada dunia, seberapa bangga aku punya kamu. Tapi kamu malah sembunyikan aku dengan alasan yang tidak masuk akal. Haruskah aku menerimanya?

pixel skylines

🩵 avery cochrane 🩵
cherry valley forever
almost home

Kiana Khansmith

@theartofmadeline
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Andulka
art blog(derogatory)
wallacepolsom
h

★
Sade Olutola
Stranger Things
official daine visual archive
Lint Roller? I Barely Know Her

Noah Kahan

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Switzerland
seen from United States
seen from Venezuela
seen from Ireland

seen from Malaysia

seen from India

seen from United States

seen from India
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
@diamdisini
Bahkan aku selalu berusaha menunjukkanmu pada dunia, seberapa bangga aku punya kamu. Tapi kamu malah sembunyikan aku dengan alasan yang tidak masuk akal. Haruskah aku menerimanya?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sebagai manusia yang banyak melamunnya, suka mikir "kok gua dulu se-bego itu ya? Melakukan banyak hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain".
Sampe kadang suka pengen ngulang waktu, rasanya ga mau melakukan kebodohan-kebodohan itu. Tapi....
Tapi, kalau diliat dari sisi lain, kalau ga sebodoh itu dulu, mungkin gua juga ga akan sebijak sekarang. Ga akan sehati-hati itu dalam mengambil keputusan, ga akan juga gua temui diri gua dengan versi terbaik di hari ini.
Intinya, kesalahan juga terkadang membawa kebaikan. Tergantung dari sikap kita hari ini, ambil pembelajarannya atau ulang kesalahannya.
-sherla-
Sering kali kita bertanya
"kenapa Tuhan ambil orang yang kita sayang?".
Sementara kita tau, bahwa semua yang hidup itu adalah titipan. Bukan milik kita. Lalu kenapa tidak belajar "berterima kasih" sudah dikasih kesempatan untuk dipinjamkan?
Silahkan dengar cerita dari orang lain , lalu benci aku semaumu. Tapi kalau nanti kebenaran terungkap, jangan menyesal karena kita sudah bukan lagi teman.
Hingga hari ini, aku selalu bersyukur pernah membantu kalian berdiri dan berlari. Walau sebatas menjadi sepatu lusuh yang tak berharga di mata orang lain.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semakin Dewasa, Semakin Terserah.
Di usia yang tidak lagi muda, rasanya sudah jarang menemukan diriku yang meledak-ledak. Tidak lagi menemukan diriku yang begitu berambisi, tidak lagi kenali diriku yang banyak mau. Sekarang lebih ke "terserah aja deh" dalam menghadapi segala sesuatu. Bukan karena tidak semangat hidup, tapi lebih ke ingin menikmati sisa hidup ini dengan mulus tanpa kusut.
Dulu sewaktu muda, apapun yang tidak sesuai dengan prinsip pastinya akan didebat sampai urat leher menggumpal bahkan suara sampai serak-serak. Sekarang lebih ke "yaudahlah" kalau tidak sejalan, kita bisa cari jalan lain yang lebih fleksibel tanpa harus merugikan satu sama lain. Kalau ada orang yang menilai aku buruk, akan aku tanyakan dari sisi mana? Bagian mana yang membuat orang lain tidak suka? Pokoknya harus ketemu jawabannya, akan terus di cecar. Saat itu, diri ini terlalu angkuh merasa tidak ada celah bagi orang lain tidak suka. Padahal, terkadang cuma bernapas aja, bisa salah di mata orang lain. Ya itulah manusia, selalu mudah menilai tanpa tau kebenaran. Tapi sekarang, lebih tidak mau ambil pusing untuk segala hal yang dilakukan orang lain.
Mau menilai jelek, silahkan. Mau menilai baik, ya bagus. Kan hidup tidak selalu membutuhkan validasi. Biarkan orang lain menilai sesuka mereka, selagi itu tidak berdampak pada sepiring nasi di rumah. Semakin dewasa, semakin menghindari pertengkaran dengan orang lain, semakin berpikir kalau hidup ini hanya tentang diri sendiri, jadi tutup mata dan telinga. Lebih baik simpan energi untuk hal yang lebih positif ketimbang harus memberi makan energi negatif.
Jangan Terlalu Dekat dengan Manusia
- kamu harus siap kecewa, harus siap ditinggalkan.
Karena kita belum menjadi orang tua
Sering kali kita merasa bahwa orang tua tidak sejalan dengan apa yang kita pikirkan, orang tua terlalu ikut campur dengan semua yang kita jalani, orang tua tidak sepaham dengan apa yang kita mau. Kita juga sering merasa bahwa orang tua terlalu berlebihan dalam mengekspresikan perasaan mereka.
Kesal sedikit bilangnya "mau mati saja". Sebagai seorang anak kita pasti benci mendengar hal yang itu-itu saja diucapkan ketika mereka marah. Rasanya ingin berbalik marah dan meminta mereka untuk diam. Ternyata, perasaan seperti ini memang wajar dirasakan saat menjadi seorang anak karena kita belum jadi orang tua.
Setelah waktu berlalu, masa remaja tergantikan dengan masa dewasa dan sekarang kita mungkin sudah berada di fase dewasa banget. Kita akan mulai paham kenapa orang tua selalu mengikut sertakan dirinya dalam semua aspek di kehidupan kita. Mereka hanya ingin, bagian dari dirinya tetap berada dijalan yang seharusnya.
Orang tua tak sepaham, bukan karena mereka yang tak sepemikiran, tapi kala itu ego kita terlalu besar, segalanya ingin sesuai dengan yang kita mau. Padahal, setiap pilihan perlu pertimbangan agar tidak salah jalan. Orang tua ikut campur atas masa depan kita karena mereka tidak ingin kita gagal dan tidak menjadi apa-apa.
Orang tua menyiapkan harapan yang tinggi kepada anak-anaknya, untuk menggapai harapan itu orang tua membantu kita mulai dari langkah kecil yang kadang tidak kita sadari. Langkah kecil itu terkadang dibalut dengan cara yang membuat kita kesal atau marah. Tapi akhirnya tetap sampai kan? Itulah orang tua.
Cara mereka mengasihi kita, mengusahakan segala hal untuk masa depan kita, terkadang tidak terbaca oleh mata. Itulah kasih sayang sepanjang masa, tidak pernah terukur bagaimana besar kecilnya. Jadi mulai sekarang, belajar untuk membaca pesan cinta dari sikap orang tua. Mereka hanya sepasang manusia yang baru pertama kali menjadi orang tua, begitupun kita, baru pertama kali menjadi seorang anak. Usahakan membangun komunikasi yang baik agar orang tua dan kita memiliki ikatan yang kuat dalam menjalani kehidupan yang hanya sekali ini.
Jangan terlalu cepat menilai seseorang dari apa yang kamu lihat. Seorang pendosa belum tentu masuk neraka, pun seorang ahli ibadah juga belum tentu masuk surga. Penilaian akan manusia hanya Allah SWT yang berhak melakukannya, baik atau buruk. Jadi berhenti menjadi hakim bagi sesama manusia.
Kapan terakhir kali kamu menyapa ibumu? Semasa dia ada, sering kali hatinya tersakiti karena ego kita sebagai anak yang kian dewasa. Baru hidup sebentar, sudah merasa lebih tau bagaimana dunia. Padahal, ibumu sering kali marah bukan karena dia tak sayang, tapi dia tak mau kamu juga salah langkah dan pilihan. Terkadang, ibu sering kali tak sepaham dengan apa yang kamu inginkan. Tak setuju dengan universitas pilihanmu, cita-citamu atau pasangan hidupmu. Hal itu bukan karena ibu tak mendukung keputusanmu, bukan juga ingin mematahkan harapanmu. Tapi hati seorang ibu tidak pernah salah.
Mungkin kala ini kamu merasa bahwa pilihanmu adalah jalan hidupmu, baik untuk dirimu. Tapi percayalah, kalimat Ridho-nya seorang ibu adalah Ridhonya Allah SWT itu nyata adanya. Mungkin sekarang kamu menentang keputusan ibumu, hidupmu ternyata lebih enak, kaya raya, pasanganmu juga sayang dan cinta kepadamu. Sementara di lain waktu, ibumu tersakiti, dia sering menangis, merasa kecewa dan patah hati.
Tangisan ibumu ini lah yang sebenarnya tengah membentuk bom waktu, entah kapan waktunya bom itu akan meledak dan merusak apa yang kamu punya. Kesenangan, kekayaan, kesetiaan, semuanya. Karma sedang memantau dirimu dari jauh, dia perlahan akan mendekat dan membukakan matamu. Sesaat kamu mulai tersadar, mungkin ibumu akan memberi maaf. Tapi hanya Allah SWT yang lebih tau, apakah rasa sakit hati ibumu bisa dibayar hanya dengan maaf atau tidak. Syukur-syukur kalau ibumu masih diberi sehat, kalau sudah terlanjur tiada? Dia bawa rasa sakit hati dan kecewanya ke hadapan Tuhan. Mau berkata apalagi? Maaf? Menyesal? Ah, tidak ada guna. Jasadnya sudah dikubur bersama tanah merah, rasa sakit hatinya juga sudah melekat di kafannya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pak, bu, kalau saya telah tiada, jangan bersedih terlalu lama. Tetaplah makan teratur meski ku tau rasa makanan dilidahmu pasti hambar. Tetaplah tidur nyenyak meski ku tau bantal dikepalamu sering kali basah. Bapak sama ibu harus terus menjalani hidup walaupun putrimu sudah pergi lebih dulu. Janji ya, pak, bu:)
Memaafkan itu mudah, tapi melupakan itu perlu waktu. Jadi jangan memaksa seseorang untuk segera memaafkan dan membuat suasana menjadi seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Kita tidak pernah tau, sedalam apa luka yang terlanjur membekas. Bisa jadi, dia perlu melalui malam-malam yang panjang hanya sekedar mempercepat mata untuk terpejam. Bisa jadi, dia butuh upaya lebih untuk menenangkan riuhnya isi kepala. Bisa jadi, dia harus mengontrol getar ditangan saat ingatan itu muncul tiba-tiba. Jadi biarkan seseorang memproses segala rasa sakitnya hingga berujung dengan ikhlas.
Tangerang selatan, 04/04.25
It's my 10 year anniversary on Tumblr 🥳
Orang bodoh biasanya lebih lantang tertawa ketika orang lain melakukan kesalahan. Tau kenapa? Karena yang lebih diandalkan adalah mulutnya daripada isi kepalanya.
Anak yang merelakan orang tuanya menikah lagi sebenarnya hanya membiarkan orang tuanya memenuhi egonya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tuhan itu siapa?
Sedari kecil aku selalu bertanya pada ibuku "Tuhan itu siapa sih, bu?". Jawaban ibuku selalu sama, bukan siapa-siapa. Sebab Tuhan tak berwujud, tidak pula berbentuk, jadi kalau ditanya siapa, ibu juga tidak tau. Tapi yang ibu yakini, Tuhan adalah pemilik alam semesta berikut seisinya.
"Termasuk aku sama ibu?" Sambungku cepat.
Ibu hanya membalas dengan anggukan.
"Berarti Tuhan kaya banget dong bu, kalau aku kaya raya berarti bisa jadi kayak Tuhan dong". Ujarku sembari tertawa kecil.
"Tuhan itu hanya satu, tidak ada pengganti, tidak pula ada yang menyamai. Kamu sebagai anak ibu, cukup jadi anak yang baik dan solih. Biar selamat dunia akhirat". Obrolan singkat itu diakhiri dengan pelukan hangat ibu yang mendarat ditubuhku. Mataku berbinar menatap langit yang membiru, diselingi belaian tangan ibu dibahuku.
Jika kamu ingin diperlakukan baik di usia tua, maka berbaik hatilah dengan anak-anakmu. Mendidik anak sama halnya seperti tanaman, jika kamu memberi pupuk yang bagus dan di rawat dengan baik, makan akan berbuah lebat dan berkualitas. Sama halnya dengan anak, mereka akan memiliki rasa kasih dan bertanggung jawab terhadap orang tuanya jika sedari kecil peran orang tuanya besar.