Hari ini, sempat aku berpikir mati. Sangat lelah menjadi perempuan yang diinjak karena tak berpenghasilan. Seolah jerih payahku sebagai istri dan ibu tak ada arti dimata suami. Lalu anakku datang, usianya 3 tahun. Dia melihatku sambil diam, mengusap air mataku pelan-pelan. Dia bilang "mamah nangis ya". Disitu aku hanya mengangguk, membalas kata-kata kecilnya yang terdengar tulus.
Kalau tidak ada anak ini, mungkin aku sudah memilih mati. Aku lelah hidup dengan masalah yang begini begini terus. Aku lelah dengan semua trauma dan sakit hatiku. Aku lelah, ingin mati saja rasanya.











