Desember. Bulan favorit saya sepanjang tahun. Tidak hanya karena ulang tahun saya yang jatuh pada bulan ini, namun juga karena pada bulan ini saya bisa melihat perjalanan hidup saya sepanjang tahun. Masa-masa untuk bercermin dan merefleksikan diri.
Saya sedikit tergelitik ketika banyak postingan di media social yang mengatakan bahwa tahun ini berjalan dengan sangat buruk. Mulai dari pemilu Thrump, Ahok, mannequin challenge, hingga âom telolet omâ yang membuat saya tetiba menjadi seleb disini.
âAre you Indonesian? What is om telolet om? Hahaha.â
Yasudah, saya tidak ingin membicarakan lebih jauh soal om telolet om atau mannequin challenge. Â Letâs focus on those 2016-shits-posts. Tanggapan saya terhadap postingan seperti ini adalah, well, saya adalah orang yang percaya bahwa everything has come for a reason. Termasuk reason-nya adalah karena kita bodoh.
But here is my point, hidup adalah soal perpindahan. Â Move on and get your ass back to live your life.
Sewaktu saya kecil saya selalu diajarkan kedua orang tua saya untuk menjadi orang baik. Memaafkan segala kesalahan orang lain, menganut azas praduga tak bersalah dan menolong orang sebanyak mungkin. Melewati tahun 2016, saya menyadari bahwa dunia ternyata tidak selucu itu.
Menjadi orang yang terlalu baik kepada orang lain hanyalah membuat anda dimanfaatkan untuk kepentingan sebagian orang. Pada awalnya saya berpikir bahwa ketika kita menolong orang lain, kita berharap saat kita susah orang tersebut akan melakukan hal yang sama kepada kita. But honestly, did it works?
Tentu saja saya tidak mengatakan bahwa kita harus menjadi orang yang jahat. Menjadi orang baik itu penting. Ikhlas adalah kualitas hidup yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Apa yang saya ingin sampaikan disini adalah bahwa orang-orang tidak seperti yang kalian temukan di buku PPKN SD.
2. It is okay to tell the truth
Satu hal yang menjadi kritik saya untuk orang Indonesia adalah kita tidak terbiasa untuk mengatakan sesuatu hal dengan jujur. Tentu saya mengerti konsep white lie, misalnya ketika kalian sedang jalan sama cewek, semenor-menor-nya dandanan dia (misalnya sedang date sama Syahrini), apabila cewek tersebut bertanya tentang penampilannya, hukumnya wajib untuk memuji penampilannya.
Yang ingin saya tekankan disini bahwa sebagian besar dari masyarakat kita tidak bisa membedakan mana professional dan personal. Menurut saya, selama yang dikatakan tersebut objektif dan tidak bermaksud menyerang, kita harus menerima hal tersebut. Ini adalah konsep dari kalimat âkritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.â
Tahun ini, saya mencoba menginterpretasikan poin nomor 2. Hasilnya? Saya dicap sebagai orang jahat, tidak tahu sopan santun, mulutnya pedes dsb. Yasudah. Mulut saya ini memang kalau ngomong selalu jujur, tapi engga santun.
3. Orang-orang bukan Mama Laurent
Orang-orang disekitar kita bukanlah Mama Laurent. Kalau ada sesuatu hal yang kalian mau atau tidak tahu, ask them nicely. Â Saya mengerti bahwa kita menginginkan orang lain untuk peka terhadap kondisi kita, namun kenyataannya hal tersebut tidak pernah terjadi.Â
Instead of peka, people around you are pekok. So, say it.
4. We donât need friends too much
Beberapa minggu yang lalu, pada sebuah diskusi di kelas, saya mendapatkan sebuah pertanyaan sebagai berikut.
Imagine tomorrow would be your funeral day. And you have a chance to arrange your funeral by yourself. Letâs say your funeral would be held at Paris, Hawaii, you name it. How many people that you want to invite?
Tepat sekali. Cuma ada segelintir nama yang muncul dipikirin kalian bukan? Pada akhirnya kita sadar bahwa orang yang dekat dengan anda saat ini bisa jadi hanyalah acquaintance pada 10-20 tahun kedepan. They just come and cross your life path for a certain amount of time.
Hubungan manusia adalah sesuatu yang kompleks. Apa yang ada pada kepala seorang manusia yang berukuran cuma sebatok kelapa bisa jadi lebih rumit daripada solusi persamaan integral dua variabel. Namun ketika kalian memegang prinsip we-donât-need-friends-too-much, kapanpun kalian menghadapi masalah dengan orang lain, kita bisa menjadi lebih tenang dan tidak mudah untuk down.
Karena mereka cuma orang-orang yang kebetulan datang dan melangkah beririsan dengan jalan hidup kita.Â
Have you tried to solve your problems? If it still did not work, its okay. You have tried your best man. Give it time and move on.
5. Kalian gak pernah sendirian
Kalian gak pernah sendirian. Saya mengerti bahwa ada beberapa situasi yang membuat kalian merasa completely alone. To be honest, I used to be at that situation as well.
Tapi percaya deh kalau kalian gak pernah sendirian. Paling engga masih ada malaikat Raqib dan Atid disamping kalian. Becanda.
Masih ada keluarga yang selalu setia menunggu di rumah. Masih ada sahabat yang selalu bisa dijadiin tong sampah buat curhat ketika ada masalah. Apabila sempat terlintas pikiran di hidup kalian bahwa semua orang menjauh dari hidupmu, coba pikir lagi.
Mereka yang menjauh dari lo, atau lo yang menjauh dari mereka?
âTidak mauâ is an extremely powerful and useful word. Pada awalnya saya berpikir bahwa kata ini tabu untuk diucap karena bisa menyakiti perasaan orang lain. Namun setelah menjalani setahun di 2016, its either you hurt others or yourself.
Mungkin memang benar kalau kata ini bisa menyakiti orang lain, but its okay. At least youâve said the truth. Mungkin dengan menggunakan kata ini kalian bisa kehilangan seseorang. Mungkin teman kalian menjadi menjauh. Mungkin kalian dianggap tidak flexible. Mungkin bla bla bla.
So what? Poin 4 masih berlaku disini. Paling tidak sekarang kita bisa tahu siapa yang hanya memanfaatkan dan yang benar-benar menjadi teman kita.
People have abilities to make you down so badly without giving a single fucking shit while they do that.
7. Everyone is whore, we just sell different parts of ourselves.
Bayangin sebuah supermarket. Disana dijual sepatu Nike dan Yongki Komaladi dengan kualitas, warna, material dan harga yang sama.
Which one that you gonna take?
Exactly. Pada tahun ini saya belajar bahwa setiap orang memiliki âdaya jualâ nya masing-masing. Setiap orang sah-sah saja memilih yang lebih baik di hidupnya, termasuk apabila pilihan tersebut meninggalkan kita. Hidup adalah tentang pilihan. Pada akhirnya kita harus memilih dan tidak selamanya kita bisa hidup diantara pilihan-pilihan tersebut.
Mungkin 'daya jualâ kita yang terlalu rendah. Mungkin âdaya jualâ orang lain yang lebih menarik. Mungkin dia yang terlalu picky. Life is a race and get used to it.
Kadang, pembelajaran tentang hidup bisa kita temukan dari hal-hal yang tidak kita duga. Malam ini, saya menemukan pembelajaran dari sebuah cerita kanak-kanak The Once and Future King karya T.H. White.
"The best thing for being sad," replied Merlyn, beginning to puff and blow, "is to learn something. That is the only thing that never fails. You may grow old and trembling in your anatomies, you may lie awake at night listening to the disorder of your veins, you may miss your only love, you may see the world about you devastated by evil lunatics, or know your honour trampled in the sewers of baser minds. There is only one thing for it thenâto learn. Learn why the world wags and what wags it.â
Banyak hal yang bisa membuat kita sedih. Gagal saat ujian, putus sama pacar, dijauhin gebetan, ditolak lamaran kerja dan sebagainya. Sedih adalah suatu perasaan yang engga enak. Kadang kita takut buat ngerasain sedih, sehingga kita menutup diri kita dari kemungkinan tersebut. Tapi menurut saya sih, jangan.
Jangan buat kesedihan kalian menjadi penghambat kalian dalam menjalani hidup. Coba aja dulu, kalaupun gagal, bersedihlah dan itu normal. Hati kita engga terbuat dari batu kok. Nikmatin kesedihan tersebut. Tapi setelah itu, bangun. Remember, there aint anybody who gonna gives you a shit, except yourself. Sukses itu bukan dinilai dari seberapa jauh kita mencapai sesuatu, tapi ketika kita jatuh, bagaimana kita bisa bangun lagi dan melanjutkan hidup.
Tahun ini mungkin memang banyak kejadian tidak menyenangkan. Namun pada tahun ini pula saya banyak bertemu orang baik dan belajar bahwa hidup adalah tentang kegagalan. Gagalnya hubungan, gagalnya pekerjaan, gagalnya lamaran pekerjaan ataupun kegagalan lainnya. Keep on mind that ârelax, you are doing fineâ. Yang terpenting adalah kita mengambil pelajaran dari setiap kegagalan tersebut untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.Â
Selamat tinggal dua ribu enam belas. Selamat tinggal dua puluh satu. Its time to go.
Selamat tahun baru! Semoga tahun ini orang yang kamu suka chat kamu. Wish you a happy year!