"Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku, tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang yang ditakdirkan untukku, tidak akan pernah melewatkanku."
Umar Bin Khattab
YOU ARE THE REASON

JBB: An Artblog!

Andulka
Keni
dirt enthusiast
One Nice Bug Per Day
KIROKAZE

⁂
Not today Justin
taylor price
Game of Thrones Daily
Cosmic Funnies
tumblr dot com

shark vs the universe
Sweet Seals For You, Always
todays bird

❣ Chile in a Photography ❣
noise dept.

Kaledo Art
seen from South Africa
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from India
seen from Germany
seen from United States
seen from India

seen from Malaysia
seen from Lithuania
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@denadigalaksi
"Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku, tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang yang ditakdirkan untukku, tidak akan pernah melewatkanku."
Umar Bin Khattab

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Naikkan Pengorbananmu atau Turunkan Keinginanmu
Dalam hidup, setiap impian memiliki harga yang harus dibayar. Semakin tinggi keinginan kita, semakin besar pula pengorbanan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa usaha, waktu, dan kesabaran. Jika kita menginginkan sesuatu yang besar, kita harus siap meningkatkan kerja keras, menambah jam belajar, atau menahan godaan bersantai. Inilah yang dimaksud dengan “naikkan pengorbananmu” menyesuaikan perjuangan agar setara dengan impian yang kita dambakan.
Namun, jika kita merasa tidak sanggup menanggung beban perjuangan itu, maka pilihan lainnya adalah menurunkan keinginan kita. Ini bukan berarti menyerah, melainkan menyadari kemampuan dan kapasitas diri. Menurunkan keinginan berarti memilih target yang lebih realistis dan sesuai dengan tenaga, waktu, serta sumber daya yang kita miliki. Dengan begitu, kita tidak memaksakan diri hingga mengorbankan hal-hal yang lebih penting, seperti kesehatan atau hubungan dengan orang lain.
Hidup pada dasarnya adalah seni menyeimbangkan antara mimpi dan kemampuan. Kita bebas memilih ingin mempertahankan impian besar dengan pengorbanan yang setara, atau mengatur ulang impian agar sejalan dengan daya kita saat ini. Yang terpenting, jangan biarkan keinginan dan pengorbanan berjalan di jalur yang berbeda. Karena pada akhirnya, keselarasan antara keduanya yang akan membawa kita pada kepuasan dan ketenangan hati.
Menjadi merdeka dari hal-hal yang memang tidak dalam kendali kita.
Memerdekakan diri dari hal-hal di luar kendali adalah kunci agar hidup lebih tenang dan damai. Jika tidak nyaman dengan story orang cukup dimute atau unfollow, atau hal-hal lain misal tidak perlu tahu urusan orang lain jika tidak punya keterkaitan atau itikad ingin membantu, dsb.
Bukan egois, bukan juga apatis, melainkan kita sadar bahwa banyak hal-hal di luar sana memang bukan sepenuhnya tanggungjawab kita, atau harus kita. Ada kalanya, kita juga harus bijaksana dalam memandang bagaimana keadaan diri kita kita.
Bukan karena tak peduli, tapi karena kita sadar, peduli yang berlebihan pada semua hal justru melelahkan. Ada batasan-batasan yang Allah titipkan dalam tubuh, jiwa, dan pikiran kita. Kapasitas yang tidak selayaknya digunakan untuk memikul beban seluruh dunia. Bahkan dunia pun tidak sedang meminta kita untuk menyelesaikannya seorang diri.
Ada waktunya kita hadir, ikut membantu. Tapi ada pula saatnya kita untuk cukup tahu saja, cukup mendoakan, lalu melanjutkan hidup. Memilih untuk mute, unfollow, menjauh dari obrolan yang penuh drama, atau menahan diri untuk tidak ikut menilai hidup orang lain, itu bukan bentuk keangkuhan. Melainkan bentuk cinta kita terhadap diri sendiri.
Cara kita menjaga agar batin tetap jernih, bijak dan tetap memiliki ruang untuk mengurus hal-hal yang benar-benar memberi porsi bagi kita. Hidup ini terlalu luas untuk dikendalikan seorang diri. Dan terlalu singkat untuk diisi dengan urusan yang tidak berkontribusi pada pertumbuhan diri. Maka, melepaskan bukan berarti menyerah. Menjauh bukan berarti memutus. Dan diam bukan berarti tidak peduli.
Kita hanya sedang belajar satu hal penting:
Menjadi merdeka dari hal-hal yang memang tidak dalam kendali kita.
Dari segala jenis nangis, nangis diam-diam di toilet semenit yang paling menyedihkan sih.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Some relatable mental health cats to remind you you're not alone. 💛 (And that maybe we could all use more sleep.)
Chibird store | Positive pin club | Instagram
Jangan jahat-jahat ya jadi orang, siapa tau yang kamu sakiti itu laki-laki/perempuan tulang punggung keluarga yang tak punya pilihan lain selain bertahan di kantormu dengan penuh tekanan. Tak peduli kesehatan mentalnya sudah berapa kali remuk, dia bertahan agar keluarganya tetap hidup layak.
Jangan jahat-jahat ya jadi orang, siapa tau yang kamu lukai hatinya setiap kali marah adalah laki-laki/perempuan yang baru saja mengenal dunia kerja dan kini dia bisa saja berpikir untuk membalas dendam saat mereka mendapatkan posisi puncak nantinya.
Jangan jahat-jahat ya jadi orang, siapa tau yang kamu tak hargai kerja kerasnya adalah laki-laki/perempuan yang rela lembur tanpa gaji tambahan dengan mengesampingkan nyeri badan seharian duduk di depan meja kerja dan tak pernah mendapatkan apresiasi atas pekerjaannya. Malah kamu yang mengakui dengan bangga bahwa pencapaian atas kerja kerasmu.
Jangan jahat-jahat ya jadi orang, kita ga tau doa laki-laki atau perempuan sambil meneteskan air mata yang kelak jadi kenyataan. Bersyukurlah jika doa baik yang dia lontarkan. Jika buruk, tak ada yang tahu, hanya dia dan pencipta yang begitu menyayangiNya.
Selepas mendengar cerita kawan, 27 Mei 2025
Rajuami
Mindful
Definisi prioritas dan rasa cukup bagi setiap orang itu berbeda. Sehingga di perjalanan hidup ini, jika kita membanding-bandingkan "apa yang sudah ada dan yang tidak ada di hidup kita" dengan orang lain—dapat berujung menyalahkan takdir-Nya yang dari kaca mata manusia yang buram dan terbatas ini di rasa tidak adil—lalu ruang syukur di dalam hati pun mengecil, sempit dan merasa serba kekurangan.
Kalau di pikir-pikir, skill untuk fokus hanya pada hidup dan keluargamu saja, adalah kekuatan untuk tetap bertahan hidup dan waras di tengah era ketika banyak orang menampilkan kesempurnaan hidupnya, yang sebenarnya semu dan tak pernah ada. Karena pada kenyataannya; kita semua di uji dan hidup dalam ujian setiap waktu.
Refleksi, 29 Mei 2025 05.19 wita
Dua Kebiasaan yang Penting Sebelum Menikah
Ada dua kebiasaan yang menurut saya penting buat mulai dibiasakan sebelum memutuskan berumah tangga; 1) Biasakan untuk mengembalikan barang setelah menggunakan, dan 2) Kalau lihat sesuatu yang nggak seharusnya (lantai kotor, ruang tamu berantakan, dsb), segera ambil tindakan.
Berumah tangga itu tidak sesederhana berbagi peran, 'ini tugasmu, ini tugasku', tetapi juga tentang bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa, untuk mencapai tujuan bersama, rumah tangga yang harmonis misalnya, wajib didasari kepekaan dan tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya. Setiap anggota keluarga.
Jika setiap anggota keluarga, tersekat pada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing tanpa adanya kesadaran dan kepedulian untuk membantu satu sama lain, harmoni dalam rumah tangga tidak akan tercapai. Begitulah yang Umi ajarkan.
Kenapa dua aktivitas tersebut menurut saya penting?
Mengembalikan barang ke tempat asalnya tidak hanya soal menjaga nilai estetika rumah, melainkan ada makna mendalam tentang tanggung jawab dan kepedulian. Ketika kita memahami bahwa setiap barang memiliki tempatnya, kita belajar bahwa segala sesuatu di dunia ini bekerja dengan harmoni ketika berada pada 'fitrahnya' atau posisinya yang semestinya.
Saat sesuatu keluar dari fitrahnya, ia sering kali menjadi penyebab kekacauan atau kerusakan. Contohnya, barang yang tidak dikembalikan bisa mengganggu kenyamanan, menciptakan kekacauan, dan memicu konflik kecil dalam rumah tangga. Hal ini bisa menjadi pengingat bahwa kealpaan kecil dapat berdampak besar jika tidak segera ditangani.
Lalu, kebiasaan segera bertindak saat melihat sesuatu yang tidak semestinya adalah sebenarnya untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Hal ini saya rasa penting, karena berumah tangga bukan hanya soal “melakukan tugas yang sudah ditetapkan”, tetapi tentang berkolaborasi untuk menciptakan kenyamanan bersama. Ketika kita terbiasa mengambil inisiatif, menunjukkan bahwa kita peduli terhadap kebutuhan setiap anggota keluarga.
Pada akhirnya, pelajaran utama dari kedua habit di atas adalah bahwa harmoni rumah tangga tercapai bukan melalui pembagian tugas yang kaku, apalagi melekat dengan gender, big NO, tetapi melalui sikap proaktif, kepedulian, dan rasa tanggung jawab bersama. Membangun kebiasaan seperti ini sebelum menikah adalah hal yang sangat berharga nantinya, menurut hemat saya.
Kebiasaan sederhana tapi punya pelajaran yang mendalam bukan? ^^ Oiya, tulisan ini saya buat random aja, baru balik ngadep monitor pengen nulis ini aja sebagai pengingat dan agar terus isqtiqomah menjalankannya :D
Aku pernah mendengar seseorang berkata, "Hati itu kecil, tapi di sanalah semua hal besar disimpan." Awalnya aku tidak memahami maksudnya. Namun semakin aku menjalani hidup, semakin aku sadar bahwa hati memang tempat segalanya bermula. Cinta, keimanan, bahkan keraguan.
Kamu tahu, hati itu ibarat tanah? Jika tidak dirawat, ia bisa tandus. Jika terlalu banyak diberikan sesuatu yang salah, ia bisa busuk. Namun jika kamu pelihara dengan baik, ia bisa menjadi kebun yang indah. Pun, hati itu seperti cermin. Jika sering dipoles dengan kebaikan, ia akan bersinar. Namun jika terus-menerus dilapisi dosa, cerminnya akan buram.
Sering kali kita sibuk dengan apa yang tampak di luar, bukan? Penampilan, karier, atau hal-hal lainnya. Padahal, apa artinya semua itu jika hati kita kosong? Kadang, ketika kita jauh dari Allah, kita tidak sadar bahwa hati kita sebenarnya meminta untuk diisi. Ada ruang di sana yang hanya bisa diisi dengan dzikir, doa, dan rasa berserah diri.
Aku tidak mengatakan bahwa semuanya mudah. Memperbaiki hati itu adalah pekerjaan seumur hidup. Tidak ada yang bisa langsung sempurna dalam sekejap. Tetapi yang penting adalah kita bersedia untuk memulai. Setiap hari, bersihkan sedikit demi sedikit. Perbanyak istighfar. Lakukan kebaikan-kebaikan kecil. Kurangi hal-hal yang bisa membuat hati kamu gelap. Karena pada akhirnya, yang Allah lihat bukanlah seberapa banyak yang kamu miliki, tetapi bagaimana hati kamu ketika kamu datang menghadap-Nya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semoga Allah senantiasa jaga diri ini dalam kebaikan. Allah ridhoi setiap langkah dalam hidupnya sampai akhir hayat. Sekelam apapun masalalunya, saat ini, atau nanti, berulang kali terjebak dalam maksiat, selalu ada kesempatan waktu untuk segera bertobat dan mendapatkan hidayahnya.
Semoga bisa terus menyayangi, mencintai dan berdiri paling pertama untuk memeluk dan menguatkan dirinya sendiri. Bisa selalu menghangatkan keluarganya, Semoga kedua OrangTuanya diberikan umur panjang, sehat, bisa melihat dan merasakan kesuksesan anaknya, melihat anaknya kelak ditemukan dengan teman hidupnya, menikah dengan pasangan yang tepat dan terbaik, mendapat keluarga / mertua yang menerima dirinya dan keluarga dengan hangat.
Semoga dipertemukan dan ditemukan orang² baik dan tulus dipekerjaannya maupun kehidupan sosialnya.
Semakin banyak hal baik yang berdatangan, bisa bermanfaat untuk banyak orang.
Banyak doa baik yang terus mengalir dalam kehidupannya.
Bismillahhirrahmanirrahim
♡♡
04.01.2024
00.29
Dan setiap hari kita menyusuri takdir kita, ada banyak hal yang terjadi, semula kita tidak paham, mengapa harus begini atau begitu.
Lalu seiring waktu, maksud-Nya pun mengetuk pintu hati kita, hikmah-hikmah bertaburan di sepanjang perjalanan.
Ternyata, ada yang digagalkan untuk digantikan dengan sesuatu yang lebih baik; ada yang dipisahkan agar dipertemukan dengan sesuatu yang lebih menarik; pun ada yang ditunda agar lebih siap menghadapi hal baik.
Kita memang tidak pernah bisa memaksa apa yang bukan takdir kita, pun kita pun takkan pernah bisa menghindari apa yang sudah menjadi takdir kita; kita yang mengejar takdir itu atau takdir itu yang mengejar kita.
Hidup ini, memang kehendak kita menginginkan atau mengharapkan sesuatu, tetapi jangan sampai lupa diri, bahwa yang menjadikan nyata segala kehendak kita adalah hak Allah, kita cuma manusia yang menjalani. Semoga selalu di tutun-Nya untuk berjalan lurus dan dilapangkan hati menjalani segalanya. Aamiin...
Paska SKB, 15 Desember 2024 08.45
Lihat ini, aku jadi sadar. Meski nggak mendidik ala-ala parenting, berdiskusi dan lainnya, orang tuaku cuma nggak mendidik aku soal nilai harus bagus. Meski urusan gagal, kesehatan mental dan eksplorasi hobi itu baru terjadi setelah aku di fase dewasa, tapi mereka memenuhi semua ceklis didikan.
Soal nilai harus bagus, aku nggak ingat itu pernah. Karena orang tuaku seperti kebanyakan orang tua keluarga kurang mampu yang anaknya sekolah aja sudah sangat menjadi berkah, nilai bagus urusan kesekian.
Tapi yang lainnya, banyak yang diajarin, dan yang belakangan sering ditekankan ayah kalau aku lagi cerita adalah, cara berkomunikasi. Soalnya semakin kesini kemampuan sosialku semakin jauh dari sebelumnya, jadi cukup mengkhawatirkan.
It's my 11 year anniversary on Tumblr 🥳

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hai,
Been a loooong time gak nulis disini. tadi sempet mu liat update terakhir nulis apa ya :)) tapi nantinya ke exit dan harus buka draft, mager, gak jadi liat:))
menghadapi bulanan terakhir yang cukup berat: mulai dari pindah kerja ternyata menyadari bahwa gak se enjoy itu, ternyata gak senyaman itu, ternyata street full, ternyata ngerasa jenuh. lalu mendapatkan symptoms burn out, karena ternyata rutinitas itu membosankan. aku kira aku seneng. aku kira ketakutan aku gak bersyukur atas apa yang udah Allah kasih, terjadi. tapi ternyata overwork, terus gabisa ngendaliin diri karena: banyak informasi yang didapetin, belum transisi dari kerjaan lama ke kerjaan baru, belum kerjaannya berantakan bgt, belum lagi kerjaan kali ini ruang kendali pengerjaannya lebih besar ada di diri sendiri.... terus, nyata rutinitas itu ngebuat lack of life. padahal udah coba siasatin untuk ambil les ngaji, coba tennis bareng orang kantor (ya seminggu 2 kali sih), terus pulang-pulang menjalani kehidupan kaya baca buku, tapi sisanya gak ngapa-ngapain. hiks.
terus sakit sebulan sekali. cukup kacau sih. lalu berat badan naik. mental gak sehat. gak sehat secara fisik dan psikis. yaampun...
tapi ya gitu, ruang pengendalian cuma ada di diri sendiri. baik dari ngeredain riuhnya kepala, ngerjain kerjaan dan perlu di jeda terus mulai kerja lagi.
aku bukan yang gak suka banget sama kerjaan aku, tapi gak nyaman karena gak familiar aja sama situasinya. terus ngerasa ini udah settle. pas udah settle ya aku sendirian. setelah mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk ada di fase dan titik saat ini. no friends at weekday, at weekend... hanya saja. banyak banget refleksi di minggu ini.
salah satunya aku enjoy dengan minggu ini, meskipun menghabiskan banyak biaya operasional wkwkwkwkwwk:
Senin: sarapan bareng atasan. siangnya maksi bareng temen. di kedua momen itu, banyak pertukaran cerita yang cukup berat tapi meskipun kita gabisa bantu banyak, kita bantu kuatin satu sama lain. Selasa ngejaga anak-anak primary lunch dan dzuhur. Rabu: dar der dor meledak yang ada aja masalahnya. terus di library sampe jam 5 sore, bertiga sama atasan dan sama homeroom. dibantuin. menyenangkan dan seru meskipun kondisi aktualnya mencekam wkwkwkwk. terus pulangnya ke sushi hiro, makan sushi sendirian di barnya sambil baca buku. Kamis: nyari makan sebelum pulang kerumah, terus ada insiden kecil. dikira aku marah karena gak ketemu reza hari itu, tapi aku sebetulnya gak marah, lebih ke "sedih aja hari ini gaada temen" wkwkwkwk (disini mulai kaya bingung, kek napa ya gw kok ngerasa butuh temen). Jumat: siangnya makan sama atasanku lagi, mau nemenin aku makan mie yamien:(( terus ngabisin waktu istirahat dengan disamperin sama salah satu temenkantorku terus bahas wo, buku, tweet dan seputar diluar kerjaan:(( huhu. lalunemenin temen kerja nyicil kerjaannya lalu ketemu reza, makan gyu kaku wakakakaakakk terus pulang. Sabtu: masuk kantor karena jadi admin kelas puc, terus maksi ngonrol sama temen-temen. sampe jam 1. terus nunggu abis itu ke room 19 buat baca buku. lalu merasa tertarik baca buku (dari buku yang ada disini, dibanding buku sendiri). rencana selanjutnya adalah pulang lebih awal, kemudian tennis jam 7-9 malem wkwkwkwkwk
refleksi lain setelah burn out lalu bulan ini ke psikolog, dan merasa lebih baik. mencoba untuk spend more money biar gak terjebak di rutinitas, sakit seminggu dan ada biaya lebih... ternyata aku lagi ngerasain gabisa sendirian. tapi bersyukurnya adalah, ada awareness di diri aku. syukurnya lagi di minggu ini banyak banget ngobrol sama orang-orang kantor, even seputar kerjaan dan kendala di hidup mereka masing-masing. terus akupun coba untuk cari kegiatan biar gak merasa bosan dan sedih, hanya karena sedang sendirian.
memang kerasa semakin sulit, bingung nemuin temen siapa lagi. tapi minggu ini energiku banyak sekali setelah 3 hari sakit kali ya dan dirumah aja wkwkwkwwk. alhamdulillah dikelilingi orang-orang baik. enviroment tidak toxic.
mungkin karena banyak banget energi, lalu lagi waras dan dikelilingi terus sama orang-orang, jadinya sekalinya ada waktu sendiri, merasa sesuatu yang aneh... padahal gak aneh sebetulnya.
ya gapapa weekend ini sendirian. tapi kan sabtu pagi-siang ngantor. terus maksi ngobrol sama temen temen kantor, lalu menghabiskan banyak waktu buat baca...
tetap ruang kendalinya ada di diri sendiri. hal yang gini juga kendaliin. biar kamu gak bete dan sedih, dengan punya rencana dan lakukan rencana yang ngebuat kamu nyaman dan menyenangkan.
Ohya, satu lagi: seminggu ini fulfilled sekali dengan mengaji, ganti ustadzah, dan alhamdulillah bisa ngikuti:(( semoga konsisten terus untuk belajar. aamiin
Gak kerasa mau 2 tahun bareng-bareng sama temen sendiri yang udah kenal secara general 10 tahunan. Setelah melewati banyak adaptasi dan penyesuaian, akhirnya bisa mereda kembali dan sudah bisa jauh lebih paham. "aku gak nyesel atas waktu aku yang sudah aku pilih untuk ketemu sama kamu, aku gak ngitung berapa lama ketemunya, aku juga gak ngitung ketemu seminggu berapa kali. kalau aku gak ketemu kamu, aku cape gak puguh". setelah aku keterima kerjaan baru, dan dia juga bilang gitu, aku jadi semakin sadar, bahwa aku gak sendirian. oke, memang sendirian pun aku mampu kok, tapi kalau sama-sama, belajar dan bertumbuh sama-sama, itu bukan membuat menyenangkan dan terkesan seru. tapi jauh lebih merasa tenang riuh kepala, mampu meredakan.
Terima kasih ya sudah mengubahku, semula sendiri itu baik, dan berdua pun, gak kalah baiknya juga. semoga Allah mudahkan.
Besok lagi dah, ayo tidur!