"What i most like about photography is the moment that can't anticipate:you have to be constantly watching for it, ready to welcome the unexpected" - Martine Franck.
With photography, i become more aware of my surrounding, expecting the unexpected.
This blog is like a vessel to my photographs and stories. collecting and save every moment in to it.
Enjoy your stay.
Adynura
Sudah beberapa bulan ini saya menggunakan lensa kit. lensa favorit si 50mm ini rusak selepas traveling ke Jogja.
kit lens 18-55mm ini asik, dinamis, cocok disegala kondisi, tapi kualitas gambar yang dihasilkan dibawah si 50mm ini
terlepas dari bokehnya atau engga, ketajamannya memang terasa lebih menyenangkan di 50mm
Setelah sekian lama membiarkan lensa 50mm membangkai. Terbongkar begitu saja di dalam lemari
bekas dioprek dan perbaiki sendiri. ditengah 'kemeranaan' dan kerinduan DOF yang sempit
akhirnya saya coba perbaiki lagi lensanya. berkat ketekunan dan semangat, akhirnya lensanya bener lagi!
YEAY!
Terlepas bahwa sekarang lensanya sudah tidak bisa autofokus dan ring fokus sudah tak semulus baru
i will taking care of it and using it well.
Welcome home, babe.. let's make great moment again.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Since i'm failed to find a way to make a tumblr photoset in a high resolution
and the width is as exactly same as the width of single photo's high resolution
which is 800px width
this is a disclaimer and i am sorry that my blog's template looks raggy
especially there will be differences at width
between a single photo post with the photoset
i have no option since i already in love with tumblr and i will stick with it.
i am sorry. i hope you are okay with that.
By the way, this is a photp about my photowalk around Alun-alun Bandung and Sudirman street.
and this one is one of my favorite
UPDATE.
Since the quality itself is not good at all and i hate it, i think there will be no photoset anymore in this blog.
Karena saya sangat menyukai foto dengan natural lights pagi dan sore hari,
Saya selalu mengejar momen cahaya tersebut untuk sekedar memotret.
Bagi saya, fotografi adalah tentang memahami cahaya.
Mengenai highlights dan shadow.
Mengenai sebuah momen yang memiliki cerita untuk disampaikan
And the last thing you have to think is the tools to capture all those moment.
Sometimes i find it mellowing when i just sit there and enjoy this kind of view.
i feel so small and tiny, there's no single thing that can make human kind deserves to be arrogant.
So, just sit here and enjoy the view.
Selama ini saya bermain fotografi hanya tinggal jepret
ingin memberi makna mendalam tapi belum menemukan diri dalam fotografi.
Tapi ketika saya menangkap momen yang tepat, saya senang. Iya, sedangkal itu.
Tapi mulai minggu ini, saya ingin kembali kedasar.
Mencoba mencari apa sebenarnya yang membuat saya menyukai fotografi sejak kali pertama.
I hope i find it.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
i realize that there’s much of bules in Malioboro street, Jogjakarta.
Tadinya saya mengincar foto-foto otentik Jogja biar terasa fotografi travel-nya dan sebagai oleh-oleh aja, kan kalo fotonya ga otentik, jadinya kan kayak bisa motret dimana aja, ga harus di Jogja.
Tapi sepanjang saya jalan-jalan dari awal sampe mau mendekati Keraton, agak susah ya nemu objek yang saya inginkan.
Alih-alih mencari objek yang otentik, saya malah menyadari bahwa ternyata banyak juga ya bule di sepanjang jalan Malioboro, kenapa ga saya jadikan objek incaran aja?kan saya jarang motret bule, dan padahal sebelumnya saya selalu penasaran kenapa foto-foto portrait bule itu selalu menarik, kan bisa jadi mungkin bule itu semuanya fotogenik atau fotografer sana emang keren-keren, nah disinilah saya dapet jawabannya.
Ternyata motret bule itu rata-rata memang bagus hasilnya, asli fotogenic. Mungkin dari postur tubuh, warna kulit dan warna rambut yang menjadikannya lebih menarik ditangkap kamera dan lebih enak ngeditnya karena ga susah ngedit, langsung dapet asiknya. He...
Bule itu adalah orang asing, tapi lebih melekat ke orang kulit putih, soalnya agak gak pas kalo bilang orang kulit hitam itu bule, padahal sama-sama orang asing, bukan asli Indonesia, entahlah. Mungkin karena Indonesia juga punya suku kulit hitam yaitu warga Papua, jadi ngeliat orang kulit hitam itu ya kayak sodara kita di Papua.
Pokoknya ada keasikan tersendiri kalo motret bule, kayaknya ga sulit kalo punya klien fotografi tapi bule ata Indo (kelahiran Indonesia tapi ibu atau bapaknya adalah bule kulit putih), ngeditnya bisa cepet, sekali dapet langsung jadi.
Bule itu ternyata ga seperti yang kita bayangkan, mungkin karena mereka tamu di negara kita, jadinya mereka berusaha untuk selalu tersenyum dan baik, Nah, jadi manfaatkan sikap itu untuk kita memulai percakapan, minta kenalan sambil praktek kerja lapangan ngobrol langsung sama bule, ntar dapet deh temen internasional, kan asik, haha.
Duh jadi ngelantur gini ya.
Oke deh gitu aja, bule tuh emang cantik-cantik tapi tetep kearifan lokal dan paras wanita indonesia itu gak kalah. SEKUUUT kalo kata gofar mah, nih geura contohnya.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sebenernya saya ga punya sesuatu yang mau saya ceritain dan tuliskan disini, tapi saya punya banyak stok foto yang sayang kalo saya hapus karena ga kepake.
Sejak awal, saya bikin blog ini memang juga sebagai tempat share foto-foto yang sifatnya free form dan lebih bebas ga kayak di Instagram yang bener-bener saya kurasi hingga feed saya terkonsep dan branding style photography saya terbentuk dan jelas terbaca orang lain.
Kali ini saya mau share foto-foto yang saya ambil di penghujung hari dimana pada moment itu adalah moment golden lights yang sangat indah, terlebih saya berdiri di spot yang saya sendiri tak menyangka bahwa tempat itu bisa mendapat sinar matahari hingga gelapnya. Alhamdulillah.
Here you are..
Saya ambil semua fotonya di sekitar Taman Sejarah balai kota Bandung. Sorry with all those selfies.
i made a vlog along with this pictures, but it’s not uploaded yet. just wait.
First thing first, saya hampir lupa kalo blog ini udah resmi nambah topik ke technology, dan maafkanlah blog selama ini ga aktif ngeblog karena lagi asik iseng-iseng belajar bikin video, dan karenanya jadi lebih akfitnya di Youtube.
Dan inilah salah satu video terbaru saya di Channel youtube.
Masih jauuh dari kata ‘asik diliat’, lebih jauh lagi dari kata ‘keren’, tapi saya juga belum berharap sampai segitunya, ini murni lagi asik-asiknya ngulik edit video dan menikmati proses kreatif recording.
Pengennya sih ya langsung bagus, tapi semua ada prosesnya apalagi saya ini otodidak, ga ada bekal teknik-teknik pengambilan video yang sesuai ilmu yang benernya.
Dan semua saya lakukan dengan kamera smartphone saya yaitu Xiaomi redmi 3 pro. Kualitas udah fullHD namun sayang tanpa Image Stabilizer, jadinya diakalin pengambilan gambarnya kebanyakan pake mini gorillapod aja.
Untuk editing pun dilakukan di redmi 3 pro ini, nama aplikasinya adalah PowerDirector yang dibuat oleh Cyberlink, nama yang gak asing lagi di dunia Video. Pokoknya aplikasinya asik, tepat guna, Fiturnya ga over feature yang seringkali ga kepake, tapi pas, sesuai dengan yang dibutuhkan dalam editing video yang standar/basic.
Next akan nge-reviewi apps ini deh biar kalian semua juga ngerasain asiknya edit video di androidmu.
Oke deh, gitu aja deh cuap-cuap sementaranya,
Oia, karena bikin dan upload video ke youtube ini mingguan, jadi seharusnya masih ada waktu di sela-sela weekdays buat aktif ngisi blog, yeay! i hope i can!
Kali ini saya mau nge-review aplikasi android yang masih jadi mainan asik buat saya karena masih baru. Aplikasi ini intinya membuat podcasting di smartphone menjadi begitu mudah, hanya dengan merekam suara langsung dari aplikasinya di smartphone. Namanya adalah Anchor.
Menurut Anchor sendiri, Anchor adalah
“Anchor makes it super easy for anyone to hear, share, and create interactive streams of audio called stations. It’s like radio, but bite-sized, interactive, addictive, and way more fun”
Intinya, Anchor ini adalah aplikasi sosial media baru tapi area bermainnya hanya menggunakan audio. Sesimpel kita merekam suara apapun dimanapun, dibagikan lalu didengarkan. Dan yang lebih menarik, audio ini hanya dapat bertahan selama 24 jam tapi dengan catatan bahwa hasil record audio ini tidak dijadikan sebuah episode (apa itu episode?--nanti).
Nah, kalo cara kerjanya seperti itu, tentu kita bisa membayangkan kalo Anchor ini bisa dianalogikan sebagai snapchatnya audio.
Oke deh, tanpa berpanjang lebar, mari kita lihat ada apa saja di Anchor apps di Android, semoga di iOS juga sama ya.
1) Tampilan pertama ketika membuka aplikasi Anchor adalah halaman HOME, pada section ini akan menampilkan ID kita sendiri dan beberapa station yang sebelumnya udah kita favorite.
Jika pada twitter ada istilah follow, maka di Anchor ini istilahnya adalah favorite sebagai bookmarking station yang kita sukai dan ditungguin update podcast-nya.
Pada Home ini, intinya adalah tempat untuk menampilkan station mana saja yang sebelumnya telah kita favorite yang baru upload audio atau podcast-nya. Jadi, kalo ga ada yang update dalam jangka waktu tertentu, maka home ini akan kosong dan hanya diisi oleh foto avatar kita sendiri.
2.) Section kedua adalah Search, sesuai namanya adalah tempat untuk mencari station apa aja yang udah ada di Anchor dan yang ingin kita favorite. Btw jangan lupa ya search ‘adynura’ nanti favorite ya. Hehe..
3.) Ketiga adalah tombol merah dengan lambang plus, yaitu untuk merecord audio baru langsung pada aplikasinya di Anchor.
Ada 5 pilihan dalam menu new record’ ini yaitu Interview yang mana gunanya adalah untuk merekam percakapan antara kamu dengan temen kamu via smartphone,
Yang kedua adalah Record, ini adalah dimana kita merekam audio apapun yang ingin kita share, Swipe up dari tombol mic untuk mengunci record, jadi bisa hands free sambil ngobrol santai sambil direcord, sangat berfaedah ya.
Ketiga adalah Music. Kabar asiknya adalah kita bisa 'memperdengarkan’ lagu dari spotify Premium untuk full length dan juga dari Apple music.
keempat adalah interludes, sampai saat ini saya belum ngulik apakah itu interludes, tapi sepertinya interludes ini adalah kumpulan backsound podcast kita.
Yang terakhir adalah call ins, yaitu notifikasi siapa saja yang udah call ins station kita. Lalu apa itu Call Ins?--semacam komentar yang diberikan pada satu segment atau episode tapi berupa audio dan bukan sekedar tulisan.
Nah seperti contoh dibawah, itu artinya saya dapet Call Ins dari Daily Tech Headlines, kurang lebih isinya kayak ucapan terimakasih karena udah ngedengerin salah satu record podcastnya.
Setelah abis ngebahas tombol merah, balik lagi ke tampilan utama, selanjutnya adalah notification, Isinya adalah pemberitahuan siapa saja yang sudah ngefavorite kita, yaa, standar notifikasi aja kayak gmn.
Dan yang paling kanan adalah tab profile, tampilannya adalah seperti gambar dibawah ini.
Nah, di dalam profile ini sendiri ada 3 tab yang tersedia, yaitu tab segment yaitu list segment-segment yang pernah kita record, tapi disini hanya akan bertahan selama 24 jam saja, kecuali disave menjadi satu episode yang utuh, segment-nya pun akan ke-save seterusnya.
Kemudian tab Episodes, yaitu tempat kumpulnya list Episode-episode yang telah dibikin sebelumnya. Dan tau ga?serunya adalah sejak pertama kali kita bikin episode di Anchor, kita langsung dibikinin semacam channel podcast di apple music dan google music, jadi setiap kita bikin episode baru di Anchor, otomatis terupdate di channel podcast kita, how cool is that?--feel interested?
Last but no least adalah tab people, yaitu kumpulan akun-akun Anchor yang telah kita favorite sebelumnya.
Dan udah deh segitu aja fitur-fitur Anchor di android, Oia, ketika kita ngedengerin podcast di Anchor, kita juga bisa mengapresiasi ditengah-tengah mendengarkan podcast-nya dengan menyentuh tombol tangan yg kayak tepuk tangan, Nah sesuai icon-nya, ketika tombol itu disentuh, kita jadi kayak nge-applause bit-bit asik di podcastnya.
Nanti buat kita sebagai pemilik akunnya, akan ada jumlah applause / hand clap yang kita terima selama show. ((((SHOW))))
Okay deh, sekian review apps Anchor for android ini, saya kira jika para pengguna medsos mulai jenuh sama text di twitter, fb, atapun blog, bisa mulai memikirkan untuk mencoba aplikasi ini, mencoba berbuat sesuatu yang positif pada ranah podcasting ini
Tapi jangan bandingkan ini dengan Soundcloud ya, they already big. Jadi kalo bisa digambarkan, Anchor ini adalah kayak twitter karena maksimal record itu 5 menit per segment dan soundcloud adalah blog service kayak tumblr, wordpress, atau blogspot.
Setelah difikir-fikir, lebih asik dan bakal lebih banyak konten jika saya menambahkan konten technology di blog ini.
Bukannya tiba-tiba mau ‘ngeblog-in’ konten technology, karena memang saya orangnya paling suka untuk mencoba teknologi baru. Tapi alih-alih mencoba membeli produk terbaru, karena bukan termasuk yang punya finansial mumpuni, biasanya saya paling suka buat nyobain apps baru di android dan komputer, dan paling enggak selalu mengikut perkembangan berita teknologi di portal online.
Jadi, ga ada salahnya kalo mulai sekarang mulai nulis soal tech updates, atau review apps. Tapi ga akan ninggalin sisi fotografinya, bahkan seharusnya memang senada antara fotografi dan teknologi.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
1 Juli 2017, tadinya saya ga ngira kalo ternyata pergi ke jajaran pantai di gunung kidul itu bakal jadi karena katanya perjalanannya cukup jauh dan kasian sama anak-anak, dan emang beneran jauh perjalanannya, mungkin sekitar 4 jam ya.
Buat saya sih sangat menikmati proses perjalanannya karena nemu view-view yang bagus, intinya semuanya serba baru buat mata saya, jadi kayak impressing in the first sight. Dan Alhamdulillah anak-anak sih keliatannya setidaknya tidak terlihat menderita ya, ga rewel jg, ya walaupun kadang sekali duakali rewel karena cape, pegel. Jangankan anak-anak, saya juga kerasa capenya perjalanan pake motor dari Magelang - Gunug Kidul.
Sempet di tengah perjalanan entah di daerah mana, ban motor kakak saya bocor, agak bingung juga cari tukang tambal ban, malah saya kuatirnya kalo tukang tambal ban itu cuman ada di jawa barat aja, haha...Alhamdulillah ternyata itu profesi yang nasional, nemu dan perjalanan bisa dilanjutkan.
Di awal sudah dikasih tahu kalo jalan kesana itu apalagi kalo udah deket daerah gunung kidul, cukup berkelok dan naik turun bukit, and yes it is, tapi disitulah saya lebih menikmati view sepanjang perjalanan. Andai saya bukan pengendara motornya, mungkin jepret-jepret mulu sepanjang perjalanan.
Dan sampailah kami di pantai Baron, katanya merupakan salah satu pantai favorit dari sekian banyak pantai di Gunung Kidul, dan yak, kata ‘favorit’ itu seharusnya agak dihindari oleh orang yang pengennya ketemu tempat yg sepi karena ‘favorit’ artinya banyak orang.
Pupus sudah bayangan di otak tentang menemukan pantai pasir putih yang sepi, maksimal cuma saya, istri saya, dan keluarga kakak ipar saya. Kenyataan yang terjadi adalah menemukan tempat parkir yang luas untuk mobil, bus, dan motor yang banyak!--nah disitu tuh saya belum ketemu bibir pantai, dan pas ketemu. Hmm.. “interesting!”
Tapi saya gak nyerah, saya mutusin untuk naik tebing aja deh demi menghindari kepadatan manusia, juga nyari spot yang bisa motret lepas pantai dan lautan, and Alhamdulillah i’ve got it.
Fotonya kebanyakan, lanjut di next post ya foto-foto pantainya soalnya kyknya masih ada beberapa dan ga dikit juga sih.
Perjalanan dilanjutkan menuju alun-alun dan Keraton Jogja. We have a really good time, i really have a good time at this trip.
Cuacanya sangat terik, bukan waktu yang tepat untuk memotret karena cahaya matahari yang terlalu harsh, tapi ya akalin aja deh. And i a bit having fun taking the real vibes of Jogja, the people around.
Sehabis berkeliling di Malioboro - Alun-alun - Keraton - Malioboro (lagi), hari sudah cukup sore, time to go home, tapi mampir dulu bentar di Mesjidnya UGM.