It will pass......
Keni
Claire Keane

Product Placement
The Bowery Presents
Misplaced Lens Cap
d e v o n
hello vonnie
todays bird
macklin celebrini has autism
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

bliss lane
YOU ARE THE REASON
official daine visual archive

if i look back, i am lost
Sweet Seals For You, Always

tannertan36
Interview Vampire Daily
$LAYYYTER

untitled
seen from Philippines
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Honduras
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@dearneptunus
It will pass......

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Beberapa catatan lama
Belajar buat menghargai diri sendiri, termasuk berhusnudzon sama takdir yang lagi dijalani. Itu bakal bikin kita lebih tenang.
Nggak usah takut jatuh cinta sama orang baik - ya meski kamu ngga berjodoh sama dia. Paling nggak kamu tahu satu hal, karena kamu masih normal dan lurus pikirannya nggak jatuh cinta sama orang yang RED FLAG.
Nggak apa-apa ambil jarak sama orang yang hidupnya ruwet (entah karena masa lalu, trauma, macem-macem), karena kalau dia nggak bisa handle dirinya, kemungkinan besar keruwetannya akan merembet ke hidupmu.
Teman-teman kita yang baik saat ini mungkin nanti akan sibuk sama keluarganya dan nggak punya waktu bersama kayak sekarang, itu normal. Makin dewasa, membangun silaturahmi itu perlu modal, jangan ragu buat sisihkan uangmu untuk menyambung silaturahmi sama orang baik, entah untuk perjalanan atau pun bingkisan. Nggak akan rugi.
Orang tua kita tu pada dasarnya pengin yang terbaik buat kita, cuma masalahnya versi terbaik kita sama versi terbaik yang mereka tahu itu beda banget. Tugas kita membangun jembatannya.
Kalau kamu lagi jatuh cinta, lingkupi diri kamu sama orang-orang baik yang jalan logikanya. Karena orang yang jatuh cinta suka buta buat melihat hal-hal detail.
Jangan iri sama rezeki orang lain. Kalau kamu punya catatan-catatan kecil yang bermakna, boleh di lanjutin :D
Bila Takdir Menyayangimu Lewat Cara yang Tak Kamu Pahami
Tak semua kehilangan itu benar-benar kehilangan. Dan tak semua yang ditunda adalah penolakan. Kadang, yang tenggelam bukan untuk dihancurkan — tapi untuk diselamatkan dari arah yang salah. Allah menenggelamkan kapal bukan karena ingin melihatmu terombang-ambing.
Tapi karena Dia tahu: Kapal itu, jika berlayar terlalu jauh, akan membawamu ke pelabuhan yang justru mencelakakanmu. Maka Dia tenggelamkan — bukan untuk menyakitimu, tapi agar kau kembali memeluk daratan-Nya.
Kadang, cara Allah melindungimu adalah dengan mematahkan keinginanmu. Kadang, cara-Nya menyelamatkanmu adalah dengan memisahkanmu dari sesuatu yang terus kamu perjuangkan.
Bahkan ketika kamu merasa, "Aku sudah cukup berdoa, sudah cukup baik, kenapa tetap tidak diberikan?" Maka jawabannya adalah: Karena Allah mencintaimu — dengan cinta yang tahu persis kapan waktu terbaik untuk memberi. Dan kadang… cinta itu datang dalam bentuk penolakan.
Semua yang Allah tetapkan — meski menyakitkan — tetaplah yang terbaik. Karena pilihan Allah untukmu, selalu lebih tahu, selalu lebih tepat, selalu lebih menyelamatkan, dibandingkan semua pilihanmu sendiri.
Selamat bercerita dengan doa, gapapa, semua akan baik-baik saja
@jndmmsyhd
Mungkin, selama ini aku ngga berani jujur sama perasaanku karena aku memiliki ketakutan besar soal penolakan.
Mungkin, kenapa pada banyak hubungan sebelum akhirnya berbaikan, dicukupkan dengan tidak sepenuhnya baik-baik saja karena menurutku dengan pemahaman yang keliru, akan lebih mudah diterima untuk aku pun untuk yang berhubungan dengan aku.
Lagu-lagu Maliq ini baru kusadari kenapa match sama aku, sebagian liriknya mewakili aku, termasuk kejujuran-kejujuran perasaanku yang mungkin lebih mudah dijelaskan dengan lagu dibandingkan diungkapkan olehku. Hahaha,
Catatan Sebelum Tidur
Ibu bilang, kalau emosi, berarti orang itu penting dan berarti.
Pola selama ini emang aku menumpulkan perasaanku (sometimes dengan kesadaran, kadang lainnya dia udah autopilot) maka dulu ngga terlalu berasa kalau ditinggalkan. Karena konsepnya adalah menjaga jarak agar kalau dia pergi aku ngga berasa dan kalau aku pergi dia-nya gapapa. Belakangan, saat perasaanku mulai teraktivasi semua jadi nggak karu-karuan. Aku masih si super sensitif dan di lain sisi sangat ngga pedulian. Tapi beragam perasaanku sungguh melelahkan belakangan. Aku capek beneran berhadapan dengan emosi-emosi yang mungkin selama ini cenderung ngga muncul ke permukaan karena terbiasa dikuburkan.
Soal ngga bisa tidur tuh emang masalah klasik dari kuliah S1. Sering jadi sangat parah dan sangat menyenangkan jika sebelum malam sekali alias dibawah jam 10-9-8 aku sudah terlelap hingga pagi yang meskipun sangat bisa dihitung jari. Belakangan selain susah tidur aku jadi males baca wassap, males baca dm, males interaksi secara keseluruhan. Kayak mending aku telan sendirian semua isi kepalaku, perasaanku yang kadang ngga aku akuin, paling sesekali aku curcol sepersekian persen. Aku merasa raganya ada, tapi jiwa-ruhnya ngga tahu hilang kemana. Aku ngga merasa bahwa kesulitan-kesulitan kali ini paling berat yang pernah kuhadapi. Cuman ya tetep ngga mudah untuk aku adaptasi dan atasi. Aku KO beberapa kali dan masih terseok-seok untuk menata hidupku yang sedang babak belur fisik-mental. Dan semakin berat karena rasanya buat ngomong aku ngga punya pilihan sama siapa yang kira-kira bisa ngertiin. Meskipun setelah aku coba bicara sedikit-sedikit ya ada lega-nya. Ngga sepenuhnya kayak yang aku pikirin bahwa there is no one stand in behind-between. Mungkin aku aja yang ngga grab for that.
Dan seandainya tahu bahwa aku susah sekali menjeleaskan situasiku ke orang lain. Mempercayai kata-kata kalau mereka ada buat mendukungku. Si fafat yang sedang pusing dan memilih sendirian menyusuri gelapnya keputusasaan tentang hal-hal yang terjadi belakangan. Mungkin lama-lama pada akhirnya tidak ada lagi yang peduli soal perasaan Fafat dan bagaimana situasi very bothering her. Dia masih berharap tetap ada orang-orang yang walaupun sejauh detik ini ngga tahu siapa, ada yang bisa buat nyender walaupun bentar, hehe. Ada yang bisa buat ngomelin tentang apa yang jujur dari dasar hati yang kerapnya ga bunyi. Oh it would be great kalau dia paham tanpa aku ngomong wkwkwkw, its seems impossible ga sih?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
di Sore Hujan Gerimis
Ibu bertanya siang tadi, "Sekarang kamu nggak pernah nulis lagi, ya?"
Masih menulis, tapi tidak sesering dulu frekuensinya. Aku tidak menulis, tidak juga banyak menceritakan, sesuatu yang bukan aku sekali tapi belakangan itulah yang terjadi. Masih membaca buku dan barangkali belajar mendengarkan lebih baik adalah rutinan yang masih berlangsung setidaknya beberapa tahun belakangan.
Melihat Dayu & Izzati serta beberapa kali membaca tulisan yang nyaman di Medium, aku seperti ingin menulis lagi. Setelah berbagai badai-turbulensi yang kebanyakan kusimpan sendiri rasanya ingin kembali menulis caption lagi, menulis kembali ucapan-ucapan selamat untuk berbagai momen perayaan. Aku ingin kembali berani menceritakan diriku, mimpiku, dan merasa nyaman menyimak cerita orang lain tanpa terdistraksi isi pikiranku sendiri.
Sejenak, aku berpikir, ini bukan karena tidak ada objek atau subjek yang ingin aku tulis. Tapi sepertinya aku ingin escape saja dari semua yang terasa ngga nyaman tapi ternyata aku justru bertahan di kungkungan ketidaknyamanan itu. Tidak pernah sebenar-benarnya menjadi real diriku sekalipun sudah mengupayakan sekian lama. Masalah yang terdientifikasi adalah aku tidak pernah menerima pujian sehingga jika yang baik saja cenderung tidak aku percayai, yang buruk tentu akan sangat melemahkan dan menyakiti. Identifikasi lainnya adalah pergumulan takut dan kecemasan terus berputar-putar maka banyak momen yang jadi terlewatkan tanpa dimaknai sebaik-baiknya karena aku hanya berlari dari satu arena ke arena lainnya. Sungguh, sangat bukan aku yang mencintai interaksi dan cerita lebih dari apapun di dunia ini rasanya.
Sore gerimis ini juga bagian belajar selain aku mencoba kembali menulis tangan yang enggan kubaca ulang karena sangat berantakan alurnya sebagai mana isi kepalaku yang masih ruwet karena begitu akan diurai memilih lari. Kini, akan kuhadapi, dimulai dari menerima bahwa semua yang semestinya terjadi sudah diatur sedemikian rupa agar aku bertransformasi sepertinya. Dan semoga aku bisa menikmati hidupku dengan penuh, berdoa lagi untuk mimpi-mimpiku, bekerja keras untuk tujuan yang jelas, dan menemukan cinta sejati *wakakaka, aamiin
di Sore Yang Lainnya
Hi, semestinya hari ini adalah hari terakhir-ku praktik (diasumsikan meskipun belum ujian tapi sudah ditarik), tapi setelah berkomunikasi dengan dosen pembimbingku, spv lapanganku, dan melihat kondisi di lapangan akhirnya harus ditambahkan hari untuk menyelesaikan intervensi kasus kelompok. Jika demikian, apakah kasus individu sudah diselesaikan. Belum. Pikiranku sibuk memikirkan hal-hal diluar praktikku seperti tanwir dan persiapan story yang meskipun di Surakarta masih mencemaskan kemungkinanku bisa membersamai sepenuh waktu.
Sore ini, semestinya, sudah kubilang juga agar pulang tengo sebelum waktunya karena aku mengejar bus ke cilacap untuk asistensi psikologku. Asistensi dengan membawa pekerjaan rumah seminimalnya berupa modul bagianku, 300 kata tentang bercerita. Kuhabiskan setengah hari untuk mencari mood, sumber, prefrerensi, lagu, dan apapun yang memungkinkan 300 kata itu terpenuhi. Tapi hingga sore dan esktended sorenya karena ada kunjungan direksi dari Jakarta. Cuman berdoa setidaknya masih cukup waktu untuk menitipkan motor di rumah leha, membeli taichan, dan tidak ketinggalan bis menuju Cilacap.
Wish me luck to face anything, aamiin! anyway its 17:18 and the guess still talking each other xoxo
di Suatu Sore
Hari-hari ke belakang sangat menyenangkan karena weekdays praktik dan akhir pekan hampir selalu ada perjalanan keluar kota. Bagian yang kusuka adalah : cerita, kisah, dan perjalanan itu sendiri.
Sebetulnya, praktik tidak selalu sepenuhnya praktik karena aku berminggu-minggu justru mengerjakan pekerjaan yang lain seperti CLAP yang cukup menyita waktu, konsentrasi, dan perhatian ataupun Family Learning Center yang masih terus berbenah diri serta statusku sebagai asisten Psikolog Lya yang pasti menerima permohonan konseling ataupun narasumber.
Belakangan, tawaran yang masuk, beberapa mulai kutetapkan tarif dasar (or you name it rate card), sempat khawatir kalau mereka akan keberatan dan sepertinya demikian. Padahal tarif yang kukenakan masih sangat kecil dibandingkan profesional kebanyakan. Tapi, aku tidak berkecil hati karena aku sedang mulai menghargai diriku. Seperti yang dipesankan teman-temanku.
Dengan berbagai agenda beruntun, sebenarnya sangat sedikit waktu untuk merenungi ke-single-an-ku (yang kurasa-rasa sepertinya cocoknya memang begini dulu). Tapi melihat orang memantau kekasihnya, bertelpon dimanapun kapanpun, diberi perhatian, disambangi, diantar jemput, and many more gueh tuh kepengin. Jyakhaha. Meskipun ke-kepinginan- ini juga sebenernya ngga terlalu urgent dipenuhi. Karena misal ada yang call atau wassap menanyakan keadaanku, keberadaanku, kegiatanku akunya biasa aja jadi ya sebenernya ga butuh-butuh amat cuman kepengenan kecil aja. Cukup hepi lihat orang lain gitu wkwkw~
Bandung & Hari Pohon ditengah aku menikmati penuh agenda yang lalu diantara pusingnya tentu, tersisa sendu sedikit bahwa barangkali kalau keputusannya ngga putus aku masih bisa menikmati Bandung itu sama kamu yang gajadi karena tahun lalu batal ke Jakarta, agenda berikutnya ngga pas sampai kamu udah ga di Jawa Barat lagi atau mendiskusikan pohon-pohon yang kamu suka lupa namanya setiap main ke (agak alam) wkwkw.
Interkasi kita kini masih ada, ya meskipun ga seberapa, meskipun balesnya saling gatau kapan...tidak membuat ingin kembali juga, cuman kangen aja (?) haha~ sounds cliche karena kayaknya sebenernya kesibukanku yang semacem ditambah porsinya sama Tuhan cukup membantu-ku mengatasi (mengabaikan) perasaan-perasaan yang tersisa.
Sore ini hujan lagi, deras seperti belakangan, dan masih belum final juga kasus yang akan diangkat-diurusin di setting ini, pegel sekali mikirin logbook di isi apa, ngebayangin plan perkasusan setting selesai kasus selesai bisa diujikan agar ga ganggu kegiatan seru akhir tahun, & nanti malam ada zoom lagi meski mungkin tidak sebanyak hari kemarin tapi memikirkannya cukup melelahkan karena ada aja pasti yang belum benernya wkwk, perdetik ini juga otakku belum sinkron buat nulisin jobdesc panitia...sama kayak bimbinganku pagi tadi yang malah nambah runyem bukan terang. Artinya kita lagi belajar ga si kalau kayak gini !?!?!
Aku percaya merubah pikiran bisa merubah peraaan dan perlakuan, aku juga sebenarnya sangat mudah merubah ketidaknymanan menjadi netral kembali dengan hal-hal sederhana kayak dengerin musik yang kumau tidak sendirian atau membeli makanan yang alhamdulillah beberapa waktu ke belakang tinggal pilih udah ga perlu mikirin costnya.
Sesekali chat grup-ku bersama abang-abang mengibur, membuat hatiku penuh atau orang-orang dari masa lalu yang datang kembali untuk sejenak bercakap-bersua-berbagi canda tawa (?) juga mengobati sepi yang seringnya ga berasa karena waktu rasainnya sebisa mungkin ga di adain wkwk.
Melihat tatanan menuju akhir tahun yang masih nampak penuhnya, sebetulnya aku masih berharap ada cukup waktu luang untuk menikmati tidak ngapa-ngapain itu, membenahi kamarku, atau menonton film yang bahkan belakangan terasa dipaksakan dibanding menikmati di keleluangan.
Aku harap pekan ini bisa memastikan dan menyelesaikan kasus yang akan diangkat sambil menikmati proses persiapan acara di Desember.
O anyway, ini ditulis di H+1 bulan tepat aku berpraktik setting baru & H-1 bulan ulang tahun-ku ke 25. Aku sebetulnya ada target untuk menulis setiap hari sampai 21 Desember nanti (bahkan mikir challange juga cuman kayak e ga kober ya beste).
Kita lihat apakah memungkinkan kejadian konsistensi itu?
Sampai Bertemu di Pelajaran Pentingnya
Mungkin, akan ada masanya kamu bingung dengan semua hal yang lagi terjadi saat ini. Sementara semua proses itu sedang terjadi dan kamu belum menemukan makna dan pembelajarannya, yang bisa kamu lakukan hanya terus menjalaninya.
Entah bagaimanapun rasanya, bagaimanapun keadaannya. Jalan satu-satunya adalah tetap berjalan ke depan. Meski semua pasang mata menganggapmu sebelah mata, mereka tidak benar-benar mengetahui keadaanmu dan semua pilihan yang kamu miliki.
Satu-satunya orang yang paling tahu ya dirimu sendiri. Semoga dengan berjalannya waktu, meski segalanya terasa jalan di tempat, kamu akan segera menemukan ujung jalannya. Saat kamu mengetahui bahwa segala sesuatu yang sedang kamu jalani saat ini ternyata adalah ujian-ujian penting yang mengembalikan dirimu lagi ke diri yang sebenarnya. Yang selama ini terlalu jauh dari dirimu sendiri. (c)kurniawangunadi
Maybe, we not only need someone to talk but someone to hold our hand, cheering you not-too-bad-day but hard-things-come-easily-removing-your-positive-mind, then talk to you
"All things will be good soon, you never walk alone, all your emotions just felt as it, take a deep breath, you can face it"
Then jajanin kamu es krim, pizza, or just playing your favorite chanel radio while drive you to wherever is it sambil makan kentang goreng pake seawed plus es tehnya.
Atau gausah ngayal deh, disini aja, bilang jujur : kamu capek banget even just to asnwer any message but you should huhu, some of them i just read it, some of them iam trying to seacrhing the answer.
Again, i asking to my self : emang ada yang ngga ngebolehin kamu capek, why you don't say "yes, tottaly iam tiring and need my own time to break beacuse i deserve it" when people ask are you okay or can we meet or etc etc etc :")

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kamu berhasil membuatku menulis kemnali se enggaknya lima paragraf yang genuine, tapi ketika ku submit untuk dikirimkan sebagai balasan, kata tumblr pesanmu sudah tidak ada. Tidak apa-apa, setidaknya kamu sudah memantik diriku kembali pada aktivitas rutin yang dulu bisa kugunakan untuk mengungkapan sisi terdalam diriku yang seringnya tidak mampu kubagikan secara oral pada siapapun dan nyaman pesanku hanya diketahui sebagian kecil manusia yang mengenalku.
“We’ve all got both light and dark inside us. What matters is the part we choose to act on.”
Mimi dan Hal-Hal yang Aku Baru Sadari
2 hari yang lalu aku bertemu Mimi, di ketersediaan waktu yang sesingkat-singkatnya, karena dimulai dari aku perlu dibantu sesuatu. Tadinya memang sebentar saja, karena aku sudah ada janji berikutnya. Tapi akhirnya aku minta geser waktu di hari berikutnya karena kukira perlu waktu lama. Dan betul perlu waktu lama di pertemuan itu. Udah gitu akhirnya aku bete banget. Karena aku betul-betul merasa Mimi luput hal-hal kecil yang sangat aku perdulikan dan tentu perhatikan dan tentu aku berharap dia akan menganggap hal sederhan dan kecil itu penting artinya buat aku. Bahkan, beberapa kali baru kuberi tahu sekalipun besoknya dia tanya lagi. Aku selalu kesel banget sih. Aku kalau inget ini tetep kesel. Huft!
Ada satu hal yang cukup baik menurutku, bahwa selain kebebasanku bergaul dengan siapa saja, Mimi acceptance terhadap orang-orang dari masalaluku tanpa merasa terintimidasi sekalipun aku selalu punya ruang-ruang sendiri untuk orang-orang itu. Dan ada satu hal yang akhirnya aku sampaikan pada orang lain tentang orang yang aku cintai sungguh-sungguh tapi tidak pernah aku sampaikan pada yang bersangkutan bahkan aku tidak pernah mengaku karena mungkin denialnya lebih tinggi. Mimi dengan sangat tenang dan maksa dikit minta aku beritahu. Menguras energi karena tadinya aku benar-benar ingin simpan sendiri patah hatiku itu. Tapi padanya kupercayakan nama dan sebagian rasaku yang tertuju pada nama itu.
Tidak tahu akan bagaimana semua ini akan bermuara, tapi tentu Mimi akan selalu punya ruang sangat besar di diriku sekalipun ada banyak hal yang sudah seasertif mungkin aku sampaikan, Mimi belum menganggap hal-hal itu penting untuk dikenali, di ingat, dan dilakukan. Diluar itu dia sudah sangat cukup dalam menerima aku, aspirasiku, masa lalu, dan masa kini yang sedang kujalani.
Aku terbiasa dengan hal-hal yang menggantung, tidak pasti, tidak pernah jadi soal dan tidak mengapa. Tapi untuk beberapa upaya yang aku usahakan clear, segera selesai, sesuai prosedur, dan menemukan "ke-gamang-an" & "ke-gantung-an" di perjalanannya aku sering merasa am i not qualified enough to be priority as simple as giving respon to what i asking for beacuse the situations it can't depend on me, huh :") But again, to be human, is to learning ehm i mean never ending learning right, so take deep breathe and just remind that everything in this life is 'sementara' jadi santai saja.
Ada individu-individu yang menjadi sekumpulan kelompok tertentu atau tetap menjadi individu yang memberikan dukungan sangat sederhana, tidak berniat meyakinkan juga sepertinya, tapi karena kayaknya apa adanya dan disampaikan dengan kesungguhan membuat aku berani untuk meninggalkan kebiasaanku yang meragukan diriku, ideku, aspirasiku, perilakuku, pilihanku.
Inividu-inividu tersebut seringkali bukan orang yang banyak atau sering berinteraksi, bisa jarang sekali, tetapi value yang dititipkan lewat kepercayaan dan apresiasi tidak berlebihan menurutku bahkan bisa jadi fondasiku di hari-hari, bulan-bulan, atau tahun-tahun berikutnya. Aku mengingatnya sebagai kenangan yang memampukan dan mengguatkan. Dan ingin selalu kudoakan kebaikan untuk hidupnya kalau nanti tidak ada lagi kesempatan berinteraksi lewat apa saja.
Tidak semua dianugerahi kepiawaian bicara menjadi sumberdaya manusia lainnya, but i wish, i could be the one.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
In Between,
Kemarin, aku menyaksikan sesuatu yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Tidak, sekalipun kita pernah bersama untuk waktu yang lama.
"Aku tulis ah, menyaksikan yang belum pernah aku lihat"
"Tulis di tumblr" You laugh. smiling once.
Selama prosesnya, aku tahan untuk lebih banyak diam, sesekali bertanya. Tapi takzim melihat dari jarak dekat.
"Apasih?" when you stared at me. HAHAHA. will not mention what you're talking about in between the process until in the end momon bilang
"Taro aja Fat"
Lalu aku beranjak dari posisiku. Tentu beberapa kali yang muncul adalah soal tidak pernah, bahkan sekali, bahkan sesederhana apapapun gambaran itu kamu buat buat aku (?) & now i can't complaining because who are we (?) HAHAHAHA. Atau aku bahkan tidak pernah meminta. Dan, mungkin kalau aku bisa bertanya, aku akan tanya pada aku usia belasan itu, kenapa tidak pernah minta (?)
Mungkin. yang aku sadari justru betapa kita tidak benar-benar mengenal satu sama lain & barangkali hal itu yang menghambat kita bertumbuh bersama di kemudian waktu.
Sekalipun kamu tidak pernah mengambar untukku, mungkin akhirnya aku tidak menyesali masa muda yang lucu itu. After all baru bisa bilang lucu.
Karena dulu yhaa aku marah banget, ga selebay "yang kamu lakukan ke aku itu jahat" But I know betapa kejadian itu tuh ngeselin & emang rada jahat huhuhu, bahkan sampai terakhir kita bertemu out of sudden dalam meja konfrensi bersama kakak-kakak-ku belum lama ini, aku baru bisa punya forum (?) untuk memberi tahu POV-ku. Kita seringkali betul-betul perlu sekian waktu setelah hari itu, untuk menuntaskan yang belum usai waktu itu.
Kita, pernah ada di sana, di antara batas itu. Kini kita tentu akan tetap berteman baik selama-lamanya. Dan kalau kata Tulus, kisah kita abadi selamanya pada saksi sejarah dan tentu pada kita sebagai pelakunya.
Kenapa kita harus berkenalan, sejauh itu memiliki kenangan, yang tinggal kepingan.
Kenapa aku harus memaknainya ketika bahkan dalam hatimu aku sudah tidak tersedia lagi dan peranku telah digantikan,
Kenapa kerinduan sekaligus patah hatinya baru kurasakan kini saat kita sudah bersama yang lain,
Kenapa harus pernah ada kita dalam perjalanan?