Lagi, temanku mengabarkan bahwa ia sedang dalam proses bercerai. Sebagai sebuah solusi pamungkas yang Allah hadirkan dalam pernikahan, meski Ia benci, bercerai bisa menjadi jalan keluar terbaik jika memang tidak ada jalan keluar lainnya lagi. Dan rasanya, saat orang-orang yang ku kenal sedang dalam proses itu, aku takkan bertanya-tanya apa sebabnya. Dan tak berniat untuk bertanya.
Pasti tidak mudah, pasti menyesakkan rasanya bagi orang yang menjalaninya. Saat dulu membangun keputusan dan kesepakatan untuk menikah, semuanya terasa begitu mengharu biru penuh tangis bahagia. Tak berselang bilangan tahun bahkan bulan, tangis yang menetes tak lagi karena kebahagiaan, tapi rasa sakit yang tak mampu kita ukur jika kita tak menjalaninya sendiri. Dan berdoalah, agar kita tak menjalaninya.
Tangis karena tamparan, cacian, hinaan, kebohongan, keabaian, pengkhianatan, dan semua bentuk luka yang tumbuh dari harapan dan angan-angan tentang pernikahan indah seumur hidup yang berubah jadi neraka kecil. Kalau kamu bisa memilih ujian kehidupan, kusarankan untuk tidak memilih ujian dalam pernikahan/rumah tangga kalian. Jangan pilih itu.
Karena saat menghadapinya, kamu belum tentu akan bisa berdiri dengan bala bantuan yang hebat. Kamu bisa jadi sendirian, mengeluh kepada keluarga yang sibuk memikirkan harga diri dan nama baik keluarga besar. Tak peduli pada luka-luka dan tangisanmu yang selalu menderu di sepertiga malam. Tak peduli pada anak-anakmu yang harus kehilangan kasih sayang dan kehangatan, tumbuh dengan kebahagiaan semu dan kepura-puraan karena terus menerus menutupi kekecewaanmu pada rumah tanggamu sendiri.
Semoga temanku dimudahkan langkahnya dalam menjalani proses yang begitu panjang, Ketahuilah, kalau kalian belum menikah. Proses untuk kita menikah itu jauh-jauh-jauhhh lebih mudah daripada proses saat kita mau bercerai. Baik itu secara administrasi, secara emosi, dan lain sebagainya.
Semoga, setelah urusan ini selesai. Dengan segala bentuk konsekuensinya, ia diberikan kekuatan untuk menjalani hidup dengan segala sesuatu yang berbeda. Tak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin.
Kalau saat ini kamu yang membaca ini, pernah mengalaminya, pecah rumah tanggamu. Kudoakan semoga suatu hari bisa kembali membangun rumah tangga baru yang lebih baik. Lebih hangat.
Bercerai itu membuat panas hatimu. Redakan dulu, sebelum kamu masuk ke dalam langkah-langkah berikutnya. Terimalah bahwa memang itu jalan yang sedang dilalui. Kalau kita tidak menang dalam rumah tangga kita dulu, setidaknya kalau kamu merasa kalah, jangan sampai juga kamu kehilangan pelajaran berharganya. Betapa mahalnya pengalaman hidupmu.
©kurniawangunadi