siapa yang tau?
nggak ada yang tau, betapa dalamnya kamu menanggung beban. betapa sesaknya kamu memendam amarah, berapa sukarnya pikiranmu bertempur setiap harinya. nggak ada yang tau kecuali dirimu sendiri dan Tuhanmu yang Maha Pengasih itu, Allaah Ta'ala.
nggak ada yang tau seberapa putus asanya dirimu untuk menjalani hidup. kamu begitu lelah sebab setiap hari mengetuk pintu-pintu manusia, berharap mereka memahami, mereka membantumu, mereka mengerti apa yang sedang kamu rasakan. pada akhirnya semua itu tertutup untukmu dan kamupun merasakan lelah yang tak berkesudahan.
kamu lupa bahwasanya mereka hanyalah manusia, mereka manusia sama sepertimu yang punya banyak keterbatasan. tidak semua tangan bisa menjangkau untuk menolongmu, tidak semua tangan menjulurkan untuk menolongmu. namun berkali-kali tak kau pahami itu.
sampai pada titik, kamu terluka karena ekspektasimu yang terlalu tinggi. harapanmu yang terlalu menjulang, dan cita&cita yang tak memiliki ujungnya. jangan begitu sayang, itu akan membuatmu kelelahan. maka kembalilah wahai jiwa yang masih memiliki iman meski hanya secuil. kembalilah dengan pelan-pelan dan tenang. tak apa, tak perlu malu.
kembalilah dan ungkapkan semuanya kepada Tuhanmu yang Maha Pengasih dan Penyayang itu, Allaah Azza wa jalla. yang setiap kamu terluka, Allaah tau. yang setiap kamu menangis sebab terasa sesak, Allaah Melihat. yang setiap kamu ingin menyerah dan berputus asa, Allaah tau akan hal itu. Allaah tau, sayang. Allaah selalu melihatmu, mengawasinlmu, dan menyayangimu dengan caraNya yang tak pernah kau tau dan kau pahami.
perjalanan yang seringkali membuatmu lelah, pada akhirnya akan membuatmu paham. bahwa dunia memang tempat orang-orang merasa kesepian, dan lelah. karena itulah hakikat dunia, ia hanya sementara saja, namun seringkali membuat yang berjalan didalamnya terluka dan merasa lelah.
maka kembalilah wahai jiwa-jiwa yang terluka dan merasakan lelah. kembalilah kepada Tuhanmu yang begitu menyayangimu tanpa syarat. yang berkali-kali kau tinggalkan, akan selalu menerima keadaanmu, sekacau apapun dirimu saat ini. kembalilah wahai diri, melembutlah.
















