Atas komitmen yang dibangun atas sebuah kepercayaan.
Atas ikatan yang sakral itu diucap didepan orang banyak dan para malaikat pun menyaksikan nya.
Pada apa-apa yang akan dibangun bersama berdua menuju Jannah Nya.
Bukankah itu tujuan tertinggi kita ?
Bukankah apa-apa yang akan kita lakukan disini tujuan akhirnya adalah Jannah Nya?
Lalu, kenapa tidak melakukan jalan yang mendekatkan diri kepadaNya?
Kenapa seringkali lalai, bahkan perbuatan kita menarik kita kejalan kemaksiatan?
Apakah kita benar-benar menyadari nya atas perbuatan kita demikian?
Bagiku pernikahan adalah ikatan yang sakral. Ikatan yang suci dan paling tertinggi pada dua insan anak manusia yang mengikat janji kepada Rabb Nya, bahwa apapun yang dilakukan nanti akan berupa pahala yang banyak sebagai bekal diakhirat nanti.
Katanya, Pernikahan adalah ibadah terpanjang, terlama yang akan dijalani oleh manusia.
Katanya, Pernikahan itu menyempurnakan setengah agama, bahwa ibadah itu menyempurnakan ibadah yang lain.
Lalu disini kita sama-sama sadar bahwa pernikahan adalah jalan yang bisa menghantarkan kita ke Jannah Nya, andaikan yang kita lakukan tersebab karena Allah, bukan yang lain.
Bukan karena pada keinginan nafsu semata. Tapi lagi-lagi karena Allah.
Maka jika dilakukan karena Allah, kita mencintai pasangan karena Allah, pun kita membenci pasangan kita karena Allah. Bukan yang lain.
Apa yang Allah perintahkan kita lakukan, apa yang Allah larang kita lakukan dan menjauhi perbuatan itu.
Ya, jika kedua insan ini paham karena Allah, maka mereka akan menstandarkan semuanya karena Allah, bukan yang lain.
Mereka takut pada Allah, mereka takut pada perbuatan yang dilarang dan dibenci Allah.
Mereka tau bahwa Allah selalu mengawasinya. Dan tidak ada barang sedikitpun yang lalai atas penglihatanNya.
Maka, mereka sadar bahwa pengawasan sejatinya adalah Allah yang Maha Melihat.
Mereka tidak akan melakukan perbuatan yang dibenci Allah.
Karena mereka takut padaNya , bukan yang lain .
Bahwa, seandainya kita paham , dan setiap kita sadar bahwa segala apapun itu Allah lah sebagai tempat bersandar, tempat berlindung dan tempat untuk mengukur benar dan salah, halal dan haram itu hanya kepadaNya, bukan pada hawa nafsu kita, bukan pada akal kita yang terbatas.
Pernikahan. Bagiku adalah kepercayaan sebuah komitmen yang harus dijaga. Maka, kita sadar bahwa tersebab cinta kita karenaNya, kita akan menjaga ikatan itu dengan sebaik mungkin, karena Dia yang memerintahkan. Bahwa Dia menyuruh kita.
Sebagaimana kita menjaga kepercayaan itu, maka kita paham kita akan menjaga apa-apa yang akan menjerumuskan kita kepada jalan kemaksiatan.
Karena hanya satu sebabnya, kita takut kepada Allah, bukan yang lain.
Ya, karena Allah. Karena Mu ya Rabb...