Cinta, Perlu Perhitungan?
Di novel yang gue baca, salah satu tokohnya membicarakan mengenai arti perhitungan dalam hubungan.
"Kalau menurut gue sendiri, perasaan cinta itu sendiri ga bisa perhitungan sih. Yang perhitungan kan logika. Pas awal awal pedekate, menurut gue wajib perhitungan secara materi. Pas awal-awal pacaran, perhitungan secara materinya dikurangin, tapi mulai perhitungan ke hal-hal emosional. Pas udah fix hubungan jangka panjang kayak nikah, perhitungan ke pasangan secara materi makin berkurang, tapi perhitungan ke pasangan secara emotional dinaikkan. Karena butuh usaha lebih biar tetap merasa dekat secara emosional. Intinya hubungan romansa sudah pasti perhitungan. Soalnya kalau cuma give and give tapi ngga ada feedback dari pasangan kan entar kitanya yang sengsara tapi at the same time, we don't lose ourselves in the process. Contohnya membutakan diri ke pasangan, menjadikan dia sebagai sumber kehidupan atau pusat kehidupan."
Gue sangat setuju dengan statement ini. Perhitungan itu tetap penting, karena buat milih pasangan yang mengarah ke jenjang yang lebih serius itu itu memang harus yang seprinsip. Perbedaan tentu perlu namun yang di maksud perbedaan itu adalah perbedaan dalam menganut prinsipnya sendiri. Intinya cara nya boleh berbeda tapi tetap satu prinsip.



















