Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
tiga gambar diatas adalah desain yang saya submit untuk lomba gantungan semangat dari Kelas Inspirasi.
Karena sekarang saya belum bisa berpartisipasi sebagai pengajar dalam Kelas Inspirasi, maka saya coba untuk berpartisipasi mewarnai Kelas Inspirasi dengan desain gantungan semangat ini.
Berkunjung ke sekolah. Sabtu lalu (17/5) kami kembali ke SD Ciracas 06 Pagi, untuk bersilaturrahim dengan para guru dan menyerahkan amanah dari Kelas Inspirasi, sertifikat untuk sekolah juga dokumentasi saat kami mengajar.
Sambutan hangat dari anak-anak yang berlatih Paskibra untuk lomba tingkat kota selalu menyenangkan. Juga guru-guru yang sibuk menyiapkan ruangan untuk ujian. Sukses mengajak salah seorang guru untuk membuat blog (yes!).
Berharap bahwa akan banyak pertemuan selanjutnya..
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Inspirasi
Setiap hari kamu cari hal berarti tuk dibagi
Tidak sendiri, ada riak lain yang saling mengisi
Tersenyumlah. Bergeraklah. Jalan kita masih panjang
Tertawalah. Percayalah. Masih ada harapan
Inspirasi mengalir lewat tatapan, ucapan, gerakanmu.
Inspirasi bergulir mengalir mengukir jejak jejak masa depan.
Kita bersama-sama untuk Indonesia
Inspirasi mengalir lewat gerakan, tatapan, ucapanmu untuk Indonesia!
Jangan menyerah, jangan lelah, kadang memang tak mudah.
Kelak merekah dan berbuah, hal-hal baik yang kau bagi
[ ]
Untuk semua panita dan relawan Kelas Inspirasi 3 Jakarta :)
Masih belum sempurna, ini kejar tayang buat Refleksi hari ini :p
Gitar by Mas Adnan, direkam sama mas Bambang
Rekaman aktivitas Kelas Inspirasi 3 Jakarta, Kelompok 46. Mengajar sehari di SDN Ciracas 06 Pagi, Jakarta Timur pada tanggal 24 April 2012. Sekolahnya bersih dan rapi.
Kelompok 46 terdiri dari bermacam profesi. Bankir, konsultan lingkungan, video jurnalis, psikolog, penerjemah, pemadam kebakaran, ahli EDI, pramugari, peneliti dan pengusaha.
Meski begitu ia tetap menjadi anak yang suka becanda dan pintar. Kemana-mana di tangannya ada buku pelajaran, belajar tiap waktu. Dia juga aktif di organisasi. Saya? Lebih suka nonton dan jalan-jalan. Saat ujian, dia yang paling saya kejar, saya belajar ke dia. Selain pelajaran, saya belajar banyak hal dari dia. Saya sadar di kemudian hari, ia begitu karena dia anak seorang guru.
Anak guru lain juga saya temui saat kuliah di Malang. Dua orang teman baik saya, Andi dan Gundala –Namanya keren sih, R. Kurniawan Yulianto, tapi salah panggil pas ke kantor redaksi saya, jadilah Gundala nama panggilannya di kampus- keduanya juga anak guru SD. Mereka dua orang yang rajin, tiapkali mau ujian, catatan mereka bisa diandalkan. Saya semakin kagum dengan guru, anaknya bisa lurus begitu. Kalau berkaca, 180 derajat berbanding mereka, masih tetep suka jalan-jalan, nonton dan nongkrong.
Oh ya satu lagi, Om saya. Dia dosen di sebuah universitas negeri di Purwokerto. Paling disiplin soal sekolah dan jam malam. Semua keponakan yang dididik, bagus akademisnya.
Kekaguman terhadap profesi guru itu yang saya tulis di esai saat mendaftar Kelas Inspirasi 3 Jakarta, sebuah gerakan untuk membuat anak Indonesia yakin dengan masa depan. Pop! Muncul begitu saja. Sebab saat ini, saya merasa sebagai orang yang bisa meraih salah satu mimpi saya karena faktor pendidikan, dan guru jadi bagian yang tak terpisahkan.
Saya ingin pengetahuan dan praktek saya bermimpi dan mencapainya ke anak-anak SD. Selain ingin merasakan profesi yang saya kagumi, guru. Meski hanya sehari.
Saya menjadi salah satu pengajar dari sekitar 900-an orang yang dipilih. Saya masuk kelompok 46, nama saya muncul setelah mungkin 10 kali memelototi papan pengumuman. Banyak banget namanya.
Ada penulis, bankir, konsultan lingkungan, video jurnalis, psikolog, penerjemah, pemadam kebakaran, petugas safety, ahli EDI, pramugari dan peneliti di kelompok ini. Mereka ini hebat-hebat. Ada 14 pengajar, tiga fotografer dan satu videografer. Ada satu fasilitator juga yang menemani. Saya menuliskan pengusaha, business owner sepertinya lebih susah menjelaskan ke anak-anak, apalagi entrepreneur, nyebutnya aja sudah sulit.
Kami ditempatkan di SD Ciracas 06 Pagi. Lokasinya di belakang Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, sekitar 3 Km-an. Saat survei, sekolah ini menarik: bersih dan rapi, berprestasi meski hampir 40% murid adalah penerima bantuan Jakarta Pintar.
Hari H
Kamis, 24 April 2014. Sehabis ngebut karena kesiangan (sekali lagi, maaf teman-teman). Saya mengajar kelas pertama saya, kelas lima A tepatnya. Saya tanya cita-cita mereka. Macem-macem, tapi masih standar. Ada satu yang ga, jadi Disk Jockey alias DJ. Saya tarik perhatian dengan presentasi cetak dan bahasa anak muda masa kini yang sudah saya siapkan. Anak-anak saya ajak maju kedepan membentuk huruf U. Mereka paham konsep dan profesi pengusaha. Saya selamat di kelas pertama.
Berikutnya ke turun ke lantai dua, ke kelas 1 A. Seperti bumi dan langit dengan kelas sebelumnya. Anak-anak yang baru lulus TK ini sungguh masih menyimpan energi balitanya. Aktif. Aktif bergerak dan bermain-main. Materi yang saya siapkan meruap ke udara. Saya seperti bapak yang punya 32 anak yang minta perhatian semuanya di waktu yang sama.
Saya pergi belakang, ada seorang anak perempuan yang di-bully oleh tiga anak perempuan lain. Di bagian depan ada anak yang tiduran di lantai lalu diseret temannya dari belakang. Ada juga yang baku pukul. “Pensilnya dipinjam lalu tidak dikembalikan Pak,” cerita seorang anak di samping temannya yang tersedu. Saat itu, sungguh saya bersyukur, masih ada orang-orang yang sabar dan mau jadi guru. Itu juga bisa jadi alasan kenapa anak-anak guru itu lurus. They are good with kids.
Bermacam gaya tepuk tangan menjadi salah satu penyelamat di sesi itu. Juga stiker Gitu Dong yang kami buat. Ada sedikit bangga saat memandu anak-anak itu untuk menuliskan cita-citanya. Dengan pensil, satu-persatu menuliskan cita-citanya. Mereka bisa.
Kelas-kelas berikutnya lancar jaya. Selain profesi standar yang muncul seperti tentara, pilot, pramugari dan insinyur (IYA, insinyur). Ada beberapa profesi yang sering muncul: pemain sepakbola dan desainer. Keren. Saya juga berhasil meracuni beberapa mereka untuk jadi pengusaha. Hahahaha. Sungguh, ini salah satu hari terbaik dari hidup saya.
Cita-cita mereka ditulis di selembar kartu pos, yang akan datang dua tahun nanti. Khusus anak kelas lima, mereka akan mendapatkan enam bulan lagi. Semoga jadi pengingat, mereka punya mimpi dan bisa meraih mimpi-mimpi itu.
Machrus Muafi, Pengusaha
Catatan: Kami berkomunikasi rutin melalui grup Whatsapp. Malam hari, setelah mengajar dan review bareng, para single ini langsung mencurahkahkan isi hatinya. Menggalau. Kami jadi sebuah keluarga besar bahagia sekarang. Mimpi siswa-siswi SD Ciracas 06 Pagi itu menyatukan kami.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Memasuki pintu gerbang sekolah, berdiri sosok Ibu dengan sapa dan senyum ramah menyambut kedatangan para murid yang deras berdatangan, itu Ibu Guru di sekolah. Tak luput satu persatu murid mencium tangannya dengan takdzim, bahkan seringkali memberikan pelukan erat kasih sayang yang memberikan kehangatan dalam sekejap. Tampak juga segerombolan murid lainnya yang setia bercengkrama atau sibuk dengan urusannya masing-masing, hanya untuk sekedar menunggu bel berbunyi pertanda dimulainya jam belajar.
Beragam aktivitas dari murid hingga guru yang membuat sekolah ini nampak lebih berwarna. Tertawa, bermain, belajar dan bahkan ada juga yang berkelahi dengan teman sebayanya. Atau sekedar duduk di sepanjang lorong-lorong sekolah hingga bergosip di kantin sekolah sembari menikmati jajanan khas sekolah. Tak terasa, matahari telah beranjak semakin tinggi menjelang sore.
Hampir separuh masa kecil dihabiskan di sekolah, belajar banyak hal yang tak didapat di rumah. Nyaman dan bahagia tercipta serasa berada di rumah sendiri. Karena, sekolah adalah Rumah Kedua.
Kesan pertama saya tentang SD Negeri Ciracas 06 Pagi tak lebih dari sebuah bangunan bersih dan tertata rapi. Terletak di Jl. H. Hanafi No. 36 RT 012/03 Jakarta, tak jauh dari Terminal Kampung Rambutan. Bangunan itu bercat kuning, berpagar besi, dilengkapi delapan ruang kelas di lantai dua dan tiga. Sebuah white-board dan meja guru menghiasi bagian depan setiap ruang kelas, tiap kelas memiliki kapasitas tampung maksimal 40 anak. Hanya itu, sepicik itu.
Pagi yang cerah itu saya disadarkan pada sebuah fakta: ternyata tidak gampang memberikan informasi kepada anak-anak mengenai pekerjaan kita dengan bahasa mereka. Membangun pengetahuan baru berdasarkan konsep-konsep yang telah mereka ketahui bukanlah hal yang mudah. Sepertinya ada banyak teori yang harus saya kuasai – manajemen kelas, psikologi anak usia dini, komunikasi, linguistik, seni rupa, seni musik(?) - agar saya benar-benar mampu menyaingi kapabilitas para guru. Ada guru yang terkadang ikut duduk di meja guru, mendengarkan “materi ajar” saya dan membantu saya mengendalikan situasi kelas.
Oh ya, sepertinya saya juga harus punya stamina, kesabaran, dan kreativitas ekstra untuk melakukan pekerjaan para guru tersebut. Luar biasa! Dedikasi bapak-bapak dan ibu-ibu guru ini pada pekerjaannya!
Alih-alih mengajarkan sesuatu pada mereka, saya justru mendapatkan banyak sekali pelajaran dari anak-anak yang sedang bermain fukuwarai* di hadapan saya. Saya belajar tentang antusiasme untuk mengerjakan sebuah pekerjaan dengan sepenuh hati. Balajar berpandangan positif pada semua hal yang ada di sekitar kita, juga keberanian untuk mencoba hal-hal baru, dan bangkit lagi setelah menemui kegagalan.
Anak-anak luar biasa ini juga mengajarkan kepada saya bahwa seseorang dengan mata tertutup tidak akan mampu memecahkan masalah yang ada di hadapannya. Mereka butuh teman-teman yang hebat dan luar biasa, yang tetap berdiri di samping mereka dan membantu mereka untuk memecahkan masalah yang tak mampu mereka pecahkan sendiri.
Terima kasih banyak bapak-ibu guru, anak-anak, fasilitator, dan para relawan Kelas Inspirasi Jakarta #46. Kalian telah membuka mata saya, bahwa ada banyak orang yang peduli pada masa depan Indonesi. Ada begitu banyak pribadi luar biasa yang mau meluangkan waktu, pikiran, tenaganya, dan berkontribusi langsung untuk menginspirasi dan membangun mimpi anak-anak Indonesia. Spiderman woosh untuk kalian semua.
Riana Irawati - Penerjemah
*Fukuwarai = sebuah permainan tradisional Jepang yang dimainkan oleh seseorang dengan mata tertutup, tugas pemain adalah untuk memasang bagian-bagian wajah gambar di tempat yang benar. Saya memakai permainan ini di kelas untuk menanamkan konsep bahwa ada banyak signifiant (penanda) yang dapat mewakili satu signifié (petanda), misalnya dalam bahasa Indonesia disebut ‘mata’, bahasa Jepang disebut ‘me’, bahasa Inggris ‘eyes’, Arab ‘ainun’, dan tugas penerjemah adalah untuk membuat kedua audiensnya merujuk pada petanda yang sama dengan dua penanda yang berbeda.
Hampir separuh masa kecil dihabiskan di sekolah, belajar banyak hal yang tak didapat di rumah. Nyaman dan bahagia tercipta serasa berada di rumah sendiri. Karena, sekolah adalah Rumah Kedua.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming