Jum'at pekan lalu, seperti biasa ikut membantu menjemput donasi dan packing nasi bungkus. Niat awal dari rumah sama sekali tak terlintas ikut terjun ke 'medan perang' (ikut berbagi di jalanan) karena jam 9 harus sudah stay untuk penyaluran infaq beras. Karena terbatasnya SDM akhirnya berdua bersama Bunda Aish akhirnya berbagi ke jalan dan di luar rute awal. Ada kejadian menarik berkesan, dan tak terlupakan. Ini soal nasi bungkus dan mangga. Di Jalan Pembangunan Samarinda tepatnya di depan salah satu rumah sakit bersalin, Bunda Aish menyuruhku untuk turun dari mobil "Ndah, kasih nasi ke bapak penjual mangga itu na." Akhirnya tanpa pikir panjang aku turun dan mengambil nasi bungkus di bagian belakang mobil, dan langsung memberikannya untuk Bapak penjual mangga. "Permisi pak, silahkan sarapan pak." Sapaku, sambil memberikan nasi bungkus. "Terimakasih banyak ya mba, semoga rezekinya lancar." Ujar bapak penjual mangga. "Sama-sama pak, mari pak." dan aku segera kembali ke mobil. "Mba-mba santap buah mangganya, ambil aja mba gapapa." "nggak usah pak terimakasih banyak." "Nggak apa-apa mba." Bapak penjual mangga itu dengan cepat langsung mengambil satu buah mangga dan diberikan untukku. "Terimakasih banyak pak, semoga dagangan bapak laris ya." sambil merasakan haru :") Aku ingin berbagi rasa, perasaan yang aku rasakan saat itu juga. Rasanya? BAHAGIA! Bukan soal seberapa banyak mangga yang diberikan, tapi betapa baiknya bapak itu tanpa berfikir panjang juga ingin berbuat baik. Membalas kebaikan orang lain dengan apa yang bapak itu punya. Padahal mungkin di pagi itu dagangan bapak itu sebenarnya belum ada yang laku (Semoga Allah memberikan rezeki berlipat-lipat untuk bapak itu, aamiin) :") Pagi yang amat berkesan, karena di pagi itu juga ada do'a-do'a yang langsung melangit. Sepanjang perjalanan aku tak henti mendo'akan semoga Allah berikan rezeki kepada bapak penjual mangga tadi, dengan menggerakan hati orang lain untuk membeli mangganya. Mungkin hanya satu buah mangga, tapi aku merasa bahagia dan langsung mendo'akan balik segala kebaikan bapak itu. Mungkin hanya satu buah mangga, tapi tidak akan sebanding dengan apa yang di rasa (BAHAGIA) π Hikmah kejadian ini adalah ketika kita memberikan sesuatu untuk orang lain, bersedekah, berinfaq, hadiah atau kita membantu meringankan urusan mereka. Boleh jadi setelah mereka menerimanya, mereka tak henti mendo'akan kita, do'a-do'a mereka terus melangit sepanjang hari. Do'a-do'a yang boleh jadi menembus langit. Kita nggak pernah tau do'a mana yang akan Allah kabulkan. Boleh jadi do'a dari mereka yang Allah kabulkan, karena mereka mendo'akan kita dengan tulus ikhlas. Yang paling berharga adalah rasa BAHAGIA yang akan kita rasakan detik itu juga. Nggak percaya? Yuk cobain π Ini pengalaman kedua yang aku dapatkan ketika ikut berbagi dan terjun langsung ke (medan perang) jalan. Cobain deh sekali-kali untuk meluangkan waktu kita bertemu, melihat senyum dari bibir mereka, berbicara dengan mereka, dan mendengar langsung do'a-do'a dari mereka. Lalu rasakan sendiri sensasinya π Bahagia itu sederhana, ketika kita tau caranya. Bersyukur π Samarinda, 21 November 2017