Bhrisco Jordy Membangun Peradaban Pendidikan di Mansinam, dari Papua untuk Papua
Siapa bilang mahasiswa masa kini hanya suka hangout dan keluyuran? Bhrisco Jordy bahkan membangun misi besarnya dalam dunia pendidikan di usia yang terbilang sangat muda dan tentu saja, ketika masih menjadi mahasiswa.
Pria jebolan President University ini menggagas komunitas anak muda dengan proyek bernama “Papua Future Project” (PFP). Dalam program tersebut, ia ingin membantu dan memperbaiki pendidikan yang ada di Pulau Mansinam, Papua Barat, yang anak-anak di sana mengalami kesulitan belajar.
Diceritakan pada tahun 2020, pandemi COVID-19 merebak di seluruh dunia. Jordy yang notabene orang Papua, melihat banyak sekali anak-anak di sekitarnya tidak bisa belajar.
Di Mansinam, para pengajar memiliki keterbatasan dalam menyalurkan ilmunya. Sebab, guru-guru tersebut sebenarnya datang dari kota. Sehingga tak heran, jam belajar siswa di sekolah sekitar Mansinam tidak menentu, bahkan tidak ada sama sekali.
Masih kurang meratanya fasilitas pendidikan di Indonesia serta rendahnya tingkat pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), menjadikan Jordy tercetus untuk membuat perubahan kepada anak-anak di Mansinam pada tahun itu.
Menurut sejarahnya, Pulau Mansinam yang eksotis ini adalah pulau pertama di mana kitab Injil masuk ke Papua. Warganya terkenal akan kereligiusannya akan hal itu. Namun, sayangnya kualitas pendidikan di situ masih kalah jauh dengan kota terdekatnya sekalipun, Manokwari.
Itulah yang membuat Jordy merasa bahwa pulau ini akan menjadi awal yang tepat baginya untuk memulai aktivitas terpujinya, yakni Papua Future Project.
Papua Future Project dan Programnya
Jordy memiliki tiga program yang ia kembangkan di PFP. Yang pertama adalah bimbingan belajar intensif, donasi buku dan literasi keliling ke beberapa daerah, serta penyuluhan kesehatan pada anak. Konsep yang diterapkan adalah proses pendidikan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga cocok dengan budaya yang ada di Papua.
Program ini menyediakan kelas belajar dan pojok membaca untuk anak-anak dengan tujuan untuk menghapus buta huruf yang tinggi di Papua.
Tak hanya itu, PFP berkontribusi dalam memberikan pelatihan kepada guru-guru di daerah sesuai dengan kurikulum terbaru serta pendidikan yang holistik. Moto yang diusung adalah "Every Child Matters" atau “Setiap Anak Itu Penting”.
Pria bergelar Bachelor of Arts dari International Relations and Affairs President University ini mengatakan bahwa anak-anak di Mansinam punya hak yang sama dalam pendidikan dan ia ingin mereka akan bangga dan turut menjaga kelestarian budaya tanah kelahiran mereka, yakni Papua.
Upaya keras Jordy untuk memajukan pendidikan Mansinam terbukti sukses. Di usianya yang belum ada kepala tiga, PFP tidak hanya menghasilkan para siswa yang terdidik. Proyek itu bahkan bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan UNICEF.
Lewat Papua Future Project, Jordy dianugerahi apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2022 di Bidang Pendidikan.