Abu-abu yang muncul tiap langit mulai gelap, pertanda hari yang panjang akan segera berakhir. Tapi, seperti ada semburat jingga. Jadi ini pertanda buruk, atau hiasan penghibur mata. Tuan dan nona-nona muda pasti tertawa.
occasionally subtle

bliss lane
Sweet Seals For You, Always

Game Changer & Make Some Noise

Kiana Khansmith
ojovivo
Not today Justin
hello vonnie

gracie abrams

The Bowery Presents

#extradirty
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Xuebing Du

Andulka
Monterey Bay Aquarium

izzy's playlists!

ellievsbear
seen from United States
seen from Paraguay

seen from TΓΌrkiye
seen from Malaysia

seen from France
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from France
seen from Barbados

seen from Colombia

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Ecuador

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
@bilbila-nabila
Abu-abu yang muncul tiap langit mulai gelap, pertanda hari yang panjang akan segera berakhir. Tapi, seperti ada semburat jingga. Jadi ini pertanda buruk, atau hiasan penghibur mata. Tuan dan nona-nona muda pasti tertawa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Panas Dingin
Panas dingin aku membaca isi kepalaku sendiri beberapa tahun yang lalu. Terlalu riuh, sedang sekelilingnya sepi karena selalu memilih sendiri. Kasian sekali. Berbeda dengan isi kepalaku sekarang. Se simpel memikirkan kapan lagi harus menyelesaikan baju setrikaan padahal badan rasanya sudah hampir pingsan. Persamaannya satu...
Dulu dan sekarang,
aku selalu sibuk berpikir.
Tentang Kehidupan Rumah Tangga yang Belum Ada Seujung Kuku pun
Terhitung, mungkin sudah hampir 7 bulan menjalani kehidupan rumah tangga ini. Belum ada seujung kuku pun jika dibanding pasangan suami istri yang saling bersama hingga akhir hayatnya.
Makin kesini, egoku untuk hidup mapan sentosa semakin mmmm, meredup? ya tidak meredup juga sih. Aku masih berambisi untuk hidup kaya entah kapan terwujudnya. Hanya saja, kehidupanku hari ini dan setiap harinya adalah hal yang paling kusyukuri. Aku senang bisa memiliki banyak waktu berdua dengan Fala meskipun terkadang tetap kesulitan karena jam kerjanya yang shift. Aku senang karena kami berdua sudah jarang bertengkar seperti awal pernikahan. Suasana rumah kecil kami lebih menyenangkan. Keuangan kami juga terasa lebih longgar ya walaupun sering seretnya. Tapi mensyukuri yang sedikit itu, rasanya seperti lebih istimewa ya ehehehhe.
Aku senang meski semakin sering hujan-hujanan di atas motor ketika dijemput Fala selesai bekerja, atau saat pergi ke dokter kandungan berdua, atau hujan-hujanan mencari makan malam karena di rumah tidak ada bahan makanan. Aku makin menyukai semua momen itu dan merasa bersyukur adanya. Meskipun tidak dapat dipungkiri kadang ingin seperti teman-teman sesusiaku yang sudah mengendarai mobil kesana kemari. Dan selain itu, aku juga jadi semakin semangat mengumpulkan uang agar kelak bisa membeli mobil kami sendiri.
Ah, aku bingung mau melanjutkan tulisan ini dengan apa lagi. Aku sedang bekerja. Sedang menggunakan komputer kantor. Dan.... sedang belajar mensyukuri setiap kehidupan yang aku jalani.
"Kamu bahagia tidak, sudah menikah denganku?" Tanya laki-laki yang nama kontaknya bernama suami itu.
Aku terdiam lama. Tidak tahu mau menjawab apa. Memangnya, bahagia itu yang bagaimana?
Tentu saja, aku bahagia. Walaupun banyak sekali tangis sejak hidup berdua. Tentu saja aku tidak menyesal. Kenapa menyesal? Hari-hari ku juga sudah tidak kesepian. Tidak ada penyesalan menikah dengan kamu. Hanya saja...
Terkadang aku menyesal kenapa dulu tidak banyak hal yang aku tanyakan waktu berkenalan. Aku menyesal kenapa aku diam menerima tanpa tahu, tidak semua hal bisa aku terima dengan lapang dada.
Maaf ya,
Tapi memang walaupun aku bilang tidak punya rencana hidup saat itu, sebenarnya banyak sekali yang ingin kupertahankan dari hidup aku dulu sebelum bertemu kamu. Yang ingin aku bawa di kehidupan sekarang tapi ternyata buntu.
Aku gak pernah masalah hidup dimana asal dengan kamu berdua mengasuh anak-anak kita bersama. Aku bukannya tidak punya kesabaran, aku cuma tidak pernah menyukai hal yang tidak pasti.
Aku sekarang sedang menangis. Waktu menulis ini juga masih menangis. Aku sedih karena tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun tentang apa yang aku pikirkan. Aku merasa aku adalah beban karena memutuskan untuk tidak langsung bekerja pasca melahirkan. Lalu, aku yang beban ini bagaimana bisa memiliki keinginan?
Rasanya sama persis waktu ayah bilang, aku jangan di solo lagi karena sudah dewasa dan belum ada suami yang menjaga. Rasanya sama persis seperti waktu itu, aku juga menangis dengan menyedihkannya karen tidak berani bilang ayah, aku maunya apa.
Aku selalu ingin menuruti kamu. Karena kamu suami aku. Dan aku pikir itu cara paling baik agar kamu semakin tegas juga percaya diri menjadi imamku. Tapi semuanya selalu sulit aku terima waktu kamu bilang, "Aku bosan di Solo", atau "Solo terlalu ramai aku malas" Aku mulai benci kata-kata itu karena kayaknya hidup kita gak bisa berjalan cuma dengan kamu sukanya gimana.
Aku nangis bukan karena gak mau nurut kamu, aku sedih karna kehilangan arah. Aku kehilangan tujuan buat hidup kedepan. Aku gak punya rencana lagi. Rasanya juga aku kehilangan hal-hal yang menyenangkan.
Aku bukannya gak bahagia menikah sama kamu. Aku cuma merasa gak ada lagi tujuan.
Nikah susah banget. Mungkin kalo dulu udah dikasih tau kalo aku bakal kehilangan diri sendiri karna menikah, pasti aku akan sangat sangat enggan menikah. Ternyata ada yang lebih menyakitkan dari kesepian karna ga punya pasangan.
Iya,
Kehilangan diri sendiri karena harus mengikuti keinginan surga.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
"Bagaimana? Perasaan sayangmu sudah tambah belum? Sudah banyak belum?" tanya pria yang sudah 10 hari ini menjadi suamiku.
Aku menganggung mantap dan bilang, "Karena sudah semakin sering ngambek dan ingin memukulimu, sepertinya rasa sayangku sudah jauh lebih banyak."
Aku peluk dia erat, lalu mencium kedua pipinya pagi tadi sebelum berangkat kerja. Assalamualaikum, mas falah! <3
Hidup pasti banyak berubah. Dan persis seperti bayanganku dulu, aku mungkin kehilangan banyak hal. Karena orang ini, yang menyebut namaku saat akad pernikahan, aku rela menghilangkan banyak hal tersebut. Banyak hal yang tidak perlu lagi dipenuhi hanya karena menginginkan rasa senang. Hatiku berdebat. Sangat. Karena aku tidak mungkin kembali ke belakang.
AKAD.
Bulan lalu bertemu sekilas. Belum sampai mengingat suara atau wajah satu sama lain. Sampai tiba-tiba bulan ini harus bertemu lagi dalam sebuah akad pernikahan yang direncanakan oleh dua keluarga.
Berkali-kali mencoba membayangkan pertemuan yang menyenangkan dan bahagia bersama kamu. Tapi orang-orang bilang jangan berekspektasi. Maka bayangan-bayangan yang menyenangkan itu seketika berubah menjadi ketakutan-ketakutan tentang kamu yang tidak sebahagia aku melihat pernikahan ini. Atau berubah menjadi pikiran-pikiran buruk kenapa aku harus menyedihkan dengan menikah bersama seorang lelaki yang belum aku kenal, tanpa bisa merencanakan pernikahan impian atau sekedar mengutarakan rasa kekhawatiran yang sama-sama kita punya.
Menikah tentu bukan hal yang mudah. Tapi orang-orang bilang, "jalani dulu". Orang-orang yang bilang itu tidak pernah tahu bahwa satu bulan ini aku hidup dalam ketakutan. Katanya, menikah menyenangkan. Tapi, bagaimana kalau menikahnya dengan tidak tepat.
4 hari lagi bertemu kamu, laki-laki yang cuma kutemui sekali di bulan Juni. Laki-laki yang datang saat ulang tahun ke-25 ku. Berat sekali. Perasaanku naik dan turun, muncul dan hilang. Seperti akan mendapatkan sesuatu yang paling berharga, tapi kehilangan banyak hal yang aku punya
Ternyata mau menikah itu sulit. Banyak step, banyak momen yang harus dilewatin. Mau ketemu kamu 4 hari lagi aja juga rasanya sulit banget. Bisa ga pake cara yang instan aja?
H-25 menuju hari bahagia.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Semesta, boleh tidak aku senang sedikit saja, sebentar juga? Rasanya sudah lama tidak begini. Boleh ya? Walaupun di antara rasa senang itu, takut dan khawatirnya jauh lebih banyak.
Semesta, aku bertemu dengan orang baru, setelah waktu yang cukup panjang. Boleh ya, dia jadi alasanku untuk kali ini senang sebentar?
Aku bahkan tidak berani menyebut nama atau mengingat wajahnya untuk sementara. Kira-kira, cerita macam apa kali ini yang tokohnya dia?
Aku tidak tahu kamu siapa. Namamu, wajahmu, perangaimu, tidak pernah terbayangkan. Tapi asal kamu tahu, beberapa malam aku jadi tidak bisa tidur, menikmati makanan favorit sekalipun, sibuk berpikir, tidak fokus bekerja, lupa hari ulang tahun, dan semuanya gara-gara jadwal bertemu dengan kamu. Aku tidak mengenal kamu, tapi kamu datang waktu harapanku soal pernikahan mulai pupus, mulai berganti menjadi bayangan hidup sendiri dan mimpi-mimpi yang akan kubangun dari awal lagi. Tapi ya kalau jadi bertemu dan ternyata berjodoh, semoga jalan kita panjang. Kalau tidak berjodoh, ya aku hanya tinggal bangkit lagi.
Untuk kamu,
entah, kamu badai, angin segar, atau musim semi setelah musim dingin yang panjang.
Ternyata aku tetap tidak punya nyali mengutarakan perasaan sialan ini. Mengakuinya seolah juga mengakui betapa pecundangnya aku. Jadi biar kuselesaikan perasaan ini tanpa sepengetahuanmu, tanpa sepengetahuan dunia, kapan mulanya dan kapan berakhirnya. Semoga baik-baik selalu, selamat malam, tuan.
Aku penasaran, perasaan ini, namanya apa? Aku penasaran, perasaan ini, apa dia juga pernah merasakan? Aku penasaran, perasaan ini, jika dia tidak juga merasakan, apa aku juga akan menderita?
Aku bertanya-tanya, apa luka dari masa lalu ini kelak sungguh bisa sembuh? Atau sesekali akan terus terasa nyeri? Atau sembuh tapi meninggalkan bekas yang bahkan tidak bisa pudar? Sesekali aku bercermin memandangi luka jahitan di daguku yang tidak kusukai, yang katanya tidak akan bisa pulih sempurna, meski sudah dioles salep mahal yang bisa digunakan para selebgram.
Dua-duanya sepertinya punya kesamaan ya. Sama-sama ada dan menempel di diriku yang sebelumnya pun sudah babak belur.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Pagi April
Berteman sudah hampir 2 tahun. Dia sudah cerita banyak hal, tapi aku tidak pernah. Karena takut. Barangkali responnya akan seperti orang-orang biasanya. Tapi pagi ini aku menceritakan semuanya entah dapat kekuatan darimana. Semua hal yang memuakkan sekaligus membuatku hancur perlahan.
"Sebenarnya mau kusimpan rapat-rapat rahasia ini sendirian sampai mati. Tapi sepertinya, sebelum mati aku justru akan depresi. Tiap mengingatnya aku menangis. Tiap mengingatnya, aku hancur lagi. Trauma. Sudah hampir 2 taun tidak lupa-lupa," kataku dengan putus asa.
Entah apa dia bisa dipercaya, batinku sepanjang bercerita.
Tapi karena I think I have no one, rasanya tidak apa-apa. Toh semuanya sudah lama berantakan. Berantakan sudah jadi bagian dari hidup.
"Jadi gara-gara ini, semuanya hancur?" tanyanya yang pertama kali.
Aku bercerita sambil menangis sampai lupa memakai skincare pagi. Semakin menangis waktu dia bilang, "Aku ngerti, ini pasti berat banget buat kamu."
Tapi yang paling menenangkan pagi ini setelah banyak menangis adalah waktu dia bilang,
"Semua orang punya masa lalu. Mau kamu cerita masa lalumu seburuk apa pun, kamu tetap orang baik buatku. Orang baik juga pasti pernah jatuh."
Di perjalanan berangkat ke kantor aku menangis lagi. Dunia penuh sesak dengan manusia, tapi kenapa rasanya selalu sepi begini.
Aku menangis lagi.
Padahal sedang puasa.
Tapi katanya tidak membatalkan selama air matanya tidak ditelan.
Memangnya, bahagia itu yang seperti apa dan gimana sih?
Bahagia itu, bukannya kalau kita merasa 'baik-baik saja'?
Memangnya, kalau aku selalu sendirian, kadang merasa kesepian, itu artinya tidak bahagia?
Dari semua yang ada di dunia ini, rasanya ketika sudah punya pekerjaan tetap, mampu secara finansial, produktif, apakah masih pantas bilang tidak bahagia?
Memangnya, bahagia itu yang seperti apa dan gimana sih?
Kenapa orang lain bisa menyatakan bahwa aku tidak bahagia?
Kan aku yang pernah tau rasanya sedih, merasa hancur, dan ingin hilang selamanya.
Bukannya, waktu bisa keluar dari perasaan sedih berkepanjangan itu, sudah bisa dibilang cukup bahagia?
Katanya bahagia tidak boleh berlebihan.
Katanya juga taraf bahagia orang kan beda-beda.
Lalu kalau bahagia cukup dengan begini, apa orang lain masih boleh bilang aku tidak bahagia sekarang?
Semua orang kan tokoh utama di ceritanya masing-masing. Yang alur cerita keseluruhannya cuma diketahui dirinya sendiri. Yang paling tau bagaimana rasanya jatuh juga dirinya sendiri. Yang bisa membandingkan kehidupan menyedihkan dan menyenangkan juga dirinya sendiri.
Lalu apa kebahagiaan orang lain bisa dinilai sesuka hati?
Surakarta, malam minggu