Pasal 1. Anak selalu salah.
Pasal 2. Bila orangtua salah, kembali ke pasal 1.
Pasal 3. Bila orangtua salah, anak yang harus minta maaf. Karena... kembali ke pasal 2 dan 1.
Jules of Nature
𓃗
Interview Vampire Daily
The Stonewall Inn
Claire Keane

@theartofmadeline

Game Changer & Make Some Noise

Jar Jar Binks Fan Club

titsay
Noah Kahan
h
untitled
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

shark vs the universe
Not today Justin
Monterey Bay Aquarium
🩵 avery cochrane 🩵
official daine visual archive
macklin celebrini has autism

seen from Malaysia
seen from France

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Austria
seen from China
seen from United States
seen from Mexico

seen from Spain
@ayumufidah
Pasal 1. Anak selalu salah.
Pasal 2. Bila orangtua salah, kembali ke pasal 1.
Pasal 3. Bila orangtua salah, anak yang harus minta maaf. Karena... kembali ke pasal 2 dan 1.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mandang hidup sekarang udah kayak.. Ya Allah, ada duit buat makan, beli bensin, tempat buat tidur udah alhamdulillah.. aku masih hidup besok, alhamdulillah..
Kepikiran. Nanti aku mati kayak gimana ya. Yang cepet, ga nyusahin orang. Pokoknya tau-tau mereka dirumah tinggal solatin, ngajiin aja. Mereka cukup sedih sebentar aja. Ga usah susah ngurusin aku klo sakit atau kenapa gitu.
Ada doanya ga sih?
sangat kontras.
di akhir sujud berdoa "allahumma inni as aluka khusnul khotimah".. tapi di saat bersamaan juga pingin mengakhiri hidup.
rasanya berjuang sendiri di tanah rantau.. kalo stres nangis sendiri. dipikir sendiri sampe nggak bisa tidur. pressure dari tempat kerja, dari keluarga... fluoxetin mana fluoxetin.
mending kerasa ngambang karena obat daripada ngerasain hal bikin mau menyerah putus asa begini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mau menyatakan sesuatu tentang hampers. Saya bukan orang yg kontra soal hampers lebaran kok. Sungguh, karena saya penganut.. "hadiah yang kita berikan ke saudara kita akan membuat kita makin berkasih sayang satu sama lain".
Tapi gimana kalau kita nggak mengikuti tradisi hampers lebaran itu? apa kita akan dikategorikan sebagai orang yang pelit/kikir? Karena ngeliat beberapa teman saya menerima hampers dan nanti akan ada postingan lain dimana dia mengirim hampers ke temannya, lalu dia harus memposting ulang postingan temannya dari hampers yang dia kirimkan itu.
Yaaa mereka yang rejekinya berlebih alhamdulillaahh bisa saling mengasihi satu sama lain. Terus apa kalo nggak ngasi hampers lebaran (which is sering isinya kue lebaran/baju, pernak-pernik, dan kartu ucapan selamat lebaran) kita ini bisa dibilang nggak sayang teman?
Sungguh, adat yang diciptakan society makin kesini makin duh duh😅🤣
Sebenernya.. kirim-kiriman begini dah lama adaa.. mulai dari aku SD juga dah adaa.. tetangga, sodara, saling ngasi bingkisan atau makanan.. Its okay. itu menjaga silaturahim kok. Tapi jadi ga okay Karena ada social media yang sekarang semua orang harus mempostingnya di lama mereka.. itu menimbulkan ke insecure an diri hahahaha
Kan bikin gue jadi mikir. should i do the same? even.. sobi-sobi sebenernya fine ajaaa..
karena pernah sekalinya aku ngasi kado ke temen, sahabat.. buat anaknya padahal.. tapi dia bilang, "ditabung uangmu yuk". i mean, baju yang aku kado kan juga bukan barang mahal. tapi dia sampe bilang begituu..
udah sih. sekian isi pikiran tentang hampers lebaran🤣🤣
kadang aku agak takjub juga dengan kemampuan "bunglon" ku waktu beradaptasi sama tempat baru😅
Pertanyaan saat Taaruf
Jadi, saat melakukan taaruf, jangan lupa untuk mengajukan pertanyaan ini kepada calon pasanganmu.
1. Bagaimana Pemahaman Tentang Keluarga Serta Visi Misi Pernikahan
Menikah bukan hanya sekedar menghalalkan hubungan, karena sebuah pernikahan adalah sebuah fase awal dari kehidupan berumah tangga. Jadi, sangat wajib bagi kita untuk memiliki visi dan misi yang matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
Jadi, kamu jangan lupa untuk bertanya mengenai pandangan calon pasanganmu mengenai makna berkeluarga, baik dalam pandangan agama atau secara global. Karena dari situ kita akan tahu, seberapa besar pengetahuan dia akan makna keluarga. Dan tanyakan juga mengenai visi dan misinya, apakah kalian memang sejalan atau tidak.
2. Bagaimana Ibadah Yang Dijalaninya
Pertanyaan tentang ibadah ini bisa saja menyinggung seputar cara ibadahnya, sudah berapa lembar bacaan Qur’anmu setiap harinya, atau mungkin ibadah sunnah apa saja yang biasa dia lakukan, dan berapa banyak sholat Dhuha dan Tahajud dilakukannya dalam sepekan?
Pertanyaan seputar ibadah ini menjadi penting karena kekuatan ibadah akan membentuk iman yang baik dan menjadi pondasi kuat saat kita dalam menjalani roda kehidupan dimasa depan.
3. Bagaiman Pemahaman Tentang Peran, Hak dan Kewajiban Suami dan Istri
Saat dua orang memutuskan untuk menikah, maka mereka harus sudah mengerti mengenai hak dan juga kewajiban masing-masing. Ini berkaitan erat dalam hal persepsi mengenai batasan, harapan dan mengenai berbagai hal terkait yang tak bisa lepas dalam peran sehari-hari. Jika kita seorang wanita, kita juga bisa menanyakan mengenai bagaimana sosok istri ideal baginya, atau jika kita seorang lelaki, maka kita juga bisa menanyakan bagaimana sosok suami ideal yang ia harapkan. Ini adalah salah satu cara membangun sebuah komunikasi awal, agar kita bisa saling mengukur diri kita masing-masing.
4. Bagaimana Mengatur Emosi dan Konflik
Tak ada pernikahan yang luput dari konflik, entah itu besar atau pun kecil. Makanya, saat awal perkenalan atau taaruf kita wajib menanyakan dan menggali bagaimana cara calon pasangan kita itu dalam mengatur emosi dan cara dia menanggulanginya. Ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan antara lain adalah mengenai hal apa yang biasanya memicu amarahmu? Atau apa yang kamu lakukan saat sedang stres atau mungkin bermasalah dengan orang lain? Dan bagaimana kondisi terburukmu ketika kamu sedang marah?
Karena sangat manusiawi jika manusia sedang mengalami stress dan kita tidak dapat menghindar dari hal itu, hanya saja kita harus memiliki siasat untuk meredamnya.
5. Bagaimana Caranya Mengatur Diri dan Keuangan
Ini sangat penting untuk ditanyakan, karena menikah berkaitan dengan kesiapan mental dan keuangan. Dan bagaimana ia mengatur kehidupannya sehari-hari serta keuangannya. Agar tidak salah sangka atau tersinggung, kita bisa mulai menanyakan mengenai bagaimana jadwal kegiatannya sehari-hari? Dan apa saja yang ia lakukan saat memiliki waktu luang? Atau apakah menurut dirinya sendiri ia tergolong orang yang boros? Dan bagaimana caranya mengatur penghasilannya?
Karena dengan mengetahui jadwal hariannya ini akan membantu kita mendapatkan gambaran tentang kebiasaannya sehari-hari. Dari sini kita juga dapat melihat seberapa teratur dan disiplinnya calon pasangan hidup kita ini. Sedangkan pertanyaan tentang cara menghabiskan waktu luang ini dapat menunjukkan sejauh mana kualitas waktu yang ia miliki, apakah cukup bermanfaaat atau tidak.
6. Bagaimana Hubungan Yang Terjalin Dengan Keluarga
Tahukah kamu bahwa hubungan dengan keluarga memegang peranan penting karena menikah bukan saja menyatukan dua orang manusia, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar masing-masing. Cobalah untuk menanyakan bagaimana hubungannya dengan orang tua dan keluarga inti. Kamu juga bisa menggali sejauh mana keluarganya turut berpengaruh dalam keputusan-keputusan penting dalam hidupnya, misal dalam pendidikan, karir, jodoh dan hal penting lainnya. Karen dari sini juga kamu akan tahu bagaimana pola komunikasi yang terbangun dalam keluarganya, apakah mereka tergolong keluarga yang suka bermusyawarah dan demokratis, menghargai keputusan individu, atau malah cenderung berjalan masing-masing, dan ini akan membantumu untuk beradaptasi kelak.
7. Bagaimana Pemahaman Tentang Diri, Cita-cita dan juga Masa Depan
Kita perlu tahu mengenai bagaimana calon pasangan hidup kita memandang dirinya sendiri dan berbagai kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, rencana-rencananya di masa depan terkait cita-cita atau karir yang ia jalani. Hal ini cukup penting, karena dengan mengetahui jawabannya, kita akan tahu seberapa besar peran kita dan juga keluarga kelak dalam perkembangan dirinya. Meskipun begitu, hal terakhir ini bisa diajukan sembari berjalan, karena tak jarang waktu akan mengubah pandangan dan pemahaman seseorang yang semakin hari akan semakin dewasa.
Nice post😊🙏
Mata yang Berkhianat.
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS. Ghafir: 19)
Makna pengkhianatan mata.
Dijelaskan oleh Imam Abdul Haq,
Ketika seseorang mengatakan “Saya melihatnya.” padahal dirinya tidak melihatnya atau sebaliknya ketika dirinya melihatnya, namun mengatakan, “Saya tidak melihatnya.” Allah Subhanahu Wata’ala mengetahuinya, dari sikapnya tercermin dua hal yaitu (a) kebohongan lisan dan (b) pengkhianatan mata. Hal demikan juga terjadi dalam lingkup rumah tangga, membuka handphone pasangan misalnya. Handphone adalah privasi menurut sebagian para ulama, dan hukum asalnya tidak diperbolehkan kecuali atas izin dan kesepakatan. Mengapa demikian? Bisa jadi ada hal pembicaraan mengenai pekerjaan yang suami tidak ingin si istri tahu atau di handphone istri ada foto teman-temannya yang tidak menutup aurat. Dalam lingkup lain, menyontek misalnya.
Kenyinyiran dengan pandangan mata, memandang dengan merendahkan. Inilah pengkhianatan mata, menjatuhkan orang lain dengan pandangan mata. Memandang seseorang haruslah dengan pandangan menghormati berdasarkan hukum asalnya. Orang lain mungkin tidak tahu namun Allah Subhanahu Wata’ala mengetahuinya.
Mencuri-curi pandang pada hal yang diharamkan. Seyogianya seorang Muslim begitu melihat atau tidak sengaja harus segera dipalingkan. Tidak boleh dilanjutkan pada pandangan kedua, ketiga, dst sebab pandangan kedua dan seterusnya merupakan pengkhianatan mata. Mata tidak diciptakan untuk itu. Pengkhianatan juga berlaku pada pandangan pertama dengan durasi 3 menit, misalnya. Sebuah keterangan menarik dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, “Seorang pria berada bersama sekelompok orang. Kemudian lewatlah seorang wanita maka pria tersebut menampakkan kepada orang-orang yang sedang bersamanya bahwa dia menundukkan pandangannya, namun jika dia melihat mereka lalai darinya maka dia pun memandang kepada wanita yang lewat tersebut, dan jika dia takut ketahuan maka dia pun kembali menundukkan pandangannya. Dan Allah Subhanahu Wata’ala telah mengetahui isi hatinya bahwa dia ingin melihat aurat wanita tersebut.” (Dzammul Hawa hal 65, muslim or id) Inilah pengkhianatan mata, Allah Subhanahu Wata’ala mengetahuinya.
Inilah yang penting,
Mata adalah salah satu informan penting dalam diri seseorang dan jika mata berkhianat maka yang dibawa masuk ke dalam diri adalah data-data yang diharamkan dan jika data-data tersebut yang dimasukkan maka akan berdampak ke dalam diri, bukan hanya dosa (sudah pasti) namun juga data-data tersebut akan merusak diri seseorang.
Pengkhianatan mata tidak hanya mengkhianati orang lain, Allah Subhanahu Wata’ala namun juga diri sendiri.
Inilah yang penting,
Ketika melakukan pengkhianatan mata, Allah Subhanahu Wata’ala mengetahuinya, yang memiliki surga dan neraka, yang nantinya menghisab. Bagaimana bisa tetap merasa nyaman?
Tabiat manusia adalah lalai dan khilaf maka bersegeralah beristigfar atau bertobat, jangan merasa nyaman.
Alihkan, alihkan, alihkan. Allah Subhanahu Wata’ala pun Mahatahu terhadap usahamu.
Makna tersembunyi dalam dada.
Was-was di dalam hati dan Allah Subhanahu Wata’ala mengetahuinya. Was-was adalah serangan setan. “Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.” (QS. An-Nas: 5)
Pikiran-pikiran kotor di dalam hati. Sebuah keterangan menarik dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, “Seorang pria berada bersama sekelompok orang. Kemudian lewatlah seorang wanita maka pria tersebut menampakkan kepada orang-orang yang sedang bersamanya bahwa dia menundukkan pandangannya, namun jika dia melihat mereka lalai darinya maka dia pun memandang kepada wanita yang lewat tersebut, dan jika dia takut ketahuan maka dia pun kembali menundukkan pandangannya. Dan Allah Subhanahu Wata’ala telah mengetahui isi hatinya bahwa dia ingin melihat aurat wanita tersebut.” (Dzammul Hawa hal 65, muslim or id) Allah Subhanahu Wata’ala mengetahui apa yang tersembunyi dari isi hati berupa pikiran-pikiran kotor atau fantasinya. Sebagaimana laki-laki melihat wanita bercadar hanya dari mata, postur atau mendengar suaranya saja lalu dirinya khayalkan/berfantasi dan Allah Subhanahu Wata’ala mengetahuinya. Lalu bagaimana mungkin dirinya tidak malu pada Allah Subhanahu Wata’ala? Tenang-tenang saja? Tidak merasa bersalah? Dan tidak takut ketika bertemu Allah Subhanahu Wata’ala? Dan, dari mana awalnya fantasi itu tadi? Dari data yang disampaikan oleh matanya, ketika matanya berkhianat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika matanya tidak berkhianat maka tidak akan timbul fantasi tersebut atas izin Allah Subhanahu Wata’ala. Pentingnya menjaga tersebab mata bukan hanya sekadar melakukan dosa/pengkhianatan namun juga membawa data-data atau racun ke dalam hati. Akhirnya macam-macam sebab datanya berantakan maka hasilnya pun berantakan. Inilah bahaya yang ditimbulkan sebab mata adalah sumber data yang akan menentukan diri dan hati seseorang dan poinnya adalah Allah Subhanahu Wata’ala tahu segalanya bahkan yang tersembunyi dalam dada.
Dan, semua akan kembali pada-Nya. Lalu bagaimana ketika kamu melakukan pengkhianatan dan hati penuh dengan keburukan, dosa dan akan kembali pada Allah Subhanahu Wata’ala? Bukankah sejatinya masing-masing sedang melangkah pada perjalanan pulang menuju-Nya? Yang akan dikumpulkan dan ditanya. Lalu bagaimana ketika menghadap pada-Nya sedang Allah Subhanahu Wata’ala tahu segalanya? Pentingnya muraqabah tidak hanya lisan, tangan, kaki, mata, telinga juga hati. Jika muraqabah seseorang kuat maka performa di kehidupan lahir dan batin sama sebab sadar bahwa Allah Subhanahu Wata’ala mengawasi hingga ke hatinya.
Demikian, semoga bermanfaat sebab materi seperti ini jauh lebih mudah ketika dibicarakan namun susah setengah mati ketika diamalkan. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala beri taufik untuk mengamalkannya sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala beri taufik ketika mempelajari/menyampaikannya. Aamiin Ya Mujibassailin.
Disarikan dari petuturan Ust. Muhammad Nuzul Dzikri حَفِظَهُ اللهُ Ditulis; untuk mengingatkan diri sendiri.
Menjadi Hebat
Kau adalah gadis yang penuh rasa ingin tahu, sekaligus sebenarnya kau memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia, lebih dari yang setiap hari kamu lewati. Selain, kau juga memiliki hal-hal baik yang tersimpan, sesuatu yang membuatmu terlihat menarik sebagai perempuan.
Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang melelahkan. Seperti temanmu yang ribut dengan riasan, sibuk bagaimana menarik hati orang lain, sibuk memikirkan memiliki pasangan di usia muda, kau jangan.
Kau adalah gadis yang haus akan ilmu juga aktivitas. Itu menjadikanmu cemerlang, bersinar karena kau menyibukan dirimu di ruang-ruang kebermanfaatan yang jarang terisi. Dan itu membuatmu amat mudah dikenali.
Kau adalah gadis yang cemerlang. Jangan biarkan tekanan sosial, kata orang, dan pandangan umum masyarakat mengalahkan keteguhan hatimu, mengerdilkan perananmu. Juga jangan takut untuk menjadi seseorang yang lebih, yang kata orang-orang nanti tidak ada laki-laki yang mau denganmu. Jangan dengarkan itu, dengarlah bahwa itu tidak ada hubungannya sama sekali.
Kau adalah gadis yang cerdas. Kau mampu membuat rumusan hidupmu sendiri, mampu menyesuaikan dirimu dengan keadaan, juga mampu mengubah keadaan disekitarmu.
Suatu hari, aku akan melihatmu berdiri tegak, menjadi perempuan, menjadi ibu peradaban yang penuh dengan hal cemerlang. Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga. Kebaikan hati, kepedulian, keramahan, keluhuran budi, kecerdasan pikir, dan segala sesuatu yang membuat mampu menjadi cantik, tak peduli waktu, tak peduli penilaian.
Hingga suatu hari kudengar kau berkata padaku :
“Terima kasih Ayah, telah mengajarkanku menjadi perempuan yang demikian.”
Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mengetahui bahwa masih ada orang-orang yang rindu ngobrol sama saya.. Sudah cukup menenangkan diri saya. Bahwa paling tidak saya pernah punya sedikit makna dalam cerita hidup mereka.
Ketika Anak Perempuan Menikah.
Memasuki umur di mana pertanyaan yang datang bukan lagi “Kamu kapan?” tetapi “Udah punya anak berapa?” di grup alumni teman-teman SMP tempo hari. Khan maen.
Kemudian tersadar, ku sudah tidak muda lagi rupanya.
Sedih? Ndak dong. Karena sudah mengimani akan ada waktu-Nya nanti (jika tidak berjodoh dengan kematian terlebih dahulu) sesuai waktu yang Allah Subhanahu Wata’ala kehendaki.
Cuma kadang bosan aja sama pertanyaan yang itu-itu mulu. Seandainya para netizen ini menyadari bahwa semua sudah ketetapan-Nya termasuk kapan meniqa, kapan punya anak dsbnya. Mengutarakan tanpa beban, tapi apaqa mereka memikirkan beban dari pertanyaan yang mereka utarakan setelahnya? Sayangnya tydac. Kzl akutu.
Meniqa bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
“Aku capek kerja, bla bla bla mau niqa aja.” Ndak gitu beb. Tidak semudah itu Hayatiiiiiii.
Meniqa itu perlu ilmu sebagai pegangan dalam mengarungi bahtera yang tentu masalahnya akan lebih kompleks dibanding ketika masih berstatus single. Bersyukurnya banyak teman sebaya yang sudah menikah terlebih dahulu sehingga banyak ilmu yang bisa diserap dari mereka.
Setelah beberapa tahun lalu menjadi anak rantau kemudian sekarang memutuskan full time anak rumahan dirasa merupakan keputusan yang tepat, Qadarullah. Hari-hari diisi dengan kejahilan, ngambek dan ketawa-ketiwi bersama orang tua adalah hari-hari berharga yang tidak ditemui selama beberapa tahun lalu dari terbit matahari hingga terbenamnya dan berganti malam kemudian pagi lagi. Hal yang paling disyukuri akhir-akhir ini.
Barangkali, Allah Subhanahu Wata’ala sedang memberi kesempatan untuk berkumpul dengan orang tua yang tidak semuanya dialami oleh orang lain sembari berbakti dan memantaskan diri sebelum akhirnya nanti Allah Subhanahu Wata’ala pertemukan dengan seseorang.
Seperti yang diceritakan oleh seorang sahabat,
“Soalnya laki-laki yang sudah menikah sama perempuan yang sudah menikah. Buseeet jauh banget rasanya.”
“Bener-bener perjuangan Ibu tuh dimulai sejak dia nikah.”
“Sejak meninggalkan ortunya.”
“Dan keadaan itu musti dilalui. Siklus kehidupannya gitu.”
Ada nasihat yang begitu melekat ketika beberapa hari lalu scrolling instagram,
“Untuk anak-anak perempuanku,
Dahulukan kepentingan Ibu Mertua kalian dibanding kami. Pastikan Ayah/Ibu di sana merasa anaknya BERTAMBAH satu lagi saat kalian menikah. Jangan pernah sekalipun membuat beliau malah merasa anaknya hilang diambil orang.
Jangan cemburu atas kasih sayang Ibu mertua kepada suami kalian. Jangan pernah ngiri dengan bakti suami kepada Ibunya. Harusnya bersyukur punya suami yang sayang, hormat dan memuliakan Ibunya.
Karena besarnya bakti suami kepada Ibunya, sebesar itu kemuliaan dan berkah atas rumah tanggamu. Besarnya kasih sayang Ibu Mertua kepada suamimu, akan berbanding lurus dengan besarnya kasih sayang suami pada dirimu. Ayo kita support suami masing-masing untuk menjadi anak surga Ibunya. Karena ‘anak Surga‘ tentu akan membawa istrinya pula ke Surga kelak. Aamiin Ya Rabb.“ - tattyelmir
Nasihat yang juga sama,
Ketika anak perempuan menikah maka yang utama bukan lagi orang tuanya tetapi suaminya.
“Ada ortu itu ada sisi bikin adem mbak.”
“Sedangkan suami itu tetap orang lain yang sedang berusaha masuk di kehidupan kita.”
“Nanti deh kamu ngerasain.”
“Hahaha.”
“Aku aja tiap mudik pasti pulangnya pake nangis pas di dalam kereta.”
“Terus chat Ibu. Katanya udah sewajarnya aku nangis dan wajib ikut suami ke mana pun.”
“Kangennya tuh bisa sampe sakit banget mbak di dada. Kalau zaman kuliah, masih bisa kan dikit-dikit pulang. Maksudnya LDR zaman single sama udah nikah itu beda.”
“Karena di otak udah nikah, jauh dari ortu, dan sekarang yang pertama suami. Dan ndak boleh asal curhat ke ortu.”
Barangkali hal yang sama juga dirasakan oleh setiap orang tua yang memiliki anak perempuan ketika harus legowo dengan fase baru yang mereka lalui. Pemahaman di antara keduanya yang juga harus dikomunikasikan dengan baik agar orang tua tetap merasa dianggap ada sehingga mereka pun bisa memahami.
Menjadi anak/istri salihah itu tidak mudah, tetapi kalau kamu bisa. Itu akan mempermudah urusan akhirat orang tuamu nanti.
Untuk lelaki;
Sebelum nanti kamu meminta calon istrimu memindahkan bakti dari orang tuanya kepada dirimu, terlebih dahulu kamu pastikan telah melakukan baktimu terhadap orang tuamu; terutama Ibumu (terinspirasi dari sosok Cakra Garnida dalam Sabtu Bersama Bapak).
Juga menjadi kewajibanmu membantu istrimu untuk menjalin hubungan yang baik dengan mertuanya sekaligus tetap menjaga komunikasi yang baik pula dengan orang tuanya.
Untuk perempuan;
Sudah menjadi kewajibanmu mendukung suamimu untuk tetap berbakti kepada orang tuanya setelah kalian menikah.
Ketika anak perempuan menikah maka yang utama bukan lagi orang tuanya tetapi suaminya sedangkan anak lelaki tetap wajib berbakti kepada orang tuanya sekalipun telah menikah.
Kompleks sekali ya hidup ini :“))
Kebaikan tak pernah datang terlambat karena takdir akan hadir pada waktu yang tepat.
Persiapkan sabarnya. Siagakan prasangkanya. Biar peradaban berkembang melesat, tapi tak semua hal bisa kita percepat.
-
Buah yang matang di pohon bernilai lebih tinggi juga berkualitas lebih baik secara rasa dibanding buah yang matang dikarbit.
Kadang, kita tak sanggup menahan laju inginnya diri akan hal-hal di luar sana. Kalau bisa tak perlu menunggu, kenapa harus?
Hasrat itu pun terakomodasi dengan zaman yang mengedepankan kecepatan. Lambat = membuat orang lain menunggu = tertinggal.
Pun rekayasa zaman terus memangkas waktu tunggu atas segala sesuatu, ketetapan takdir atas peristiwa hidup kita sebagai manusia tak pernah bisa dikarbit.
Apapun yang terjadi, kebaikan dengan rasa manisnya akan selalu datang pada waktu yang paling tepat. Jadi? Persiapkan sabarnya, siagakan prasangkanya.
Sabar lagi sebentar, maju terus tak gentar. Nanti, semua ada waktunya.
Ketika negor sesama nakes buat pake masker udah kayak melakukan kesalahan bangeett gitu😅
Lu gapapa foto ga pake masker, tapi jangan diupload.. Simpen aja sendiri gitu masalahnya😅
Fisik vs Visi
Karena fisik, seseorang bisa jatuh cinta dengan mudah pada pandangan pertama. Namun kian hari cinta itu bisa memudar, bahkan barangkali tak bertahan lama. Sebab fisik kelak bisa berubah, menjadi tak sesuai harapan. Sebab fisik pula, bukan penanda kesetiaan seseorang. Juga karena fisik, ada banyak pernikahan yang tak mampu bertahan.
Karena visi, seseorang bisa jatuh cinta berkali-kali pada sosok yang sama. Bahkan kian hari, cinta mereka makin erat. Menggenggam dan menguatkan satu sama lain. Sebab visi, adalah soal hati, pandangan hidup ke depan, bahkan perencanaan soal bagaimana kelak saat kembali menghadapNya. Yang tentu saja hal-hal seperti itu jauh lebih dibutuhkan untuk mengarungi kehidupan.
Karena Fisik, seorang lelaki bisa mudah terpesona. Pada manisnya senyuman, pada wajah yang meneduhkan, pada suara yang penuh kelembutan. Namun ketika waktu berjalan, yang pada akhirnya menghilangkan satu demi satu kecantikan, bisa jadi pesona itu pudar, dan cinta lelaki itu pun melebur bersama pudarnya pesona perempuan
Karena Fisik, seorang perempuan bisa dengan mudah merelakan hatinya. Pada tingginya badan, dada yang tegap, tampannya wajah, suara yang penuh keberanian. Namun kelak ketika waktu perlahan memunculkan kerutan di wajah, menggerogoti segala kekuatan, maka hati itu pun akan terbawa, pada pandangan lain yang jauh lebih menyejukkan.
Karena Visi, seorang lelaki takkan pernah bosan dalam mencintai pasangannya. Pada kecantikan pikirannya, ilmu yang terus direguknya, kelembutan akhlak dan tutur katanya, serta khidmah terhadap segala perintahnya. Sebab pada akhirnya, dalam perjuangannya menafkahi keluarganya, yang ia butuhkan adalah ketentraman di rumahnya, rumah yang betul betul menjadi rumah bagi jiwa dan raganya.
Karena Visi, seorang wanita akan terus setia pada suaminya. Tak peduli seberapa besar materi yang diberikannya, ia jauh lebih terpesona pada bagaimana kelamah-lembutan perilaku dan tutur katanya, bagaimana kepekaannya, bagaimana saat mampu menjadi pendengar yang baik atas segala keluh kesahnya, dan bagaimana ia menatap masa depan dengan penuh perjuangan dan keikhlasan. Sebab pada akhirnya, jalan ia menuju surga ada pada ridha suamiNya.
Jika kelak kamu mencari seseorang, maka carilah karena visi-nya. Karena visi yang takkan pernah pudar seiring waktu berjalan, Sebab pada akhirnya, nilai-nilai yang tertanam dalam hatinya itu jauh lebih dibutuhkan untuk hubungan yang panjang, yang abadi hingga kelak di surgaNya.
Malang, 9 September 2020, 06.12 Mushonnifun Faiz Sugihartanto
Sepakat

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Kamu, ambisius ya orangnya"
Percayalah. Saya ambisius atas apa yang saya inginkan bukan kayak anak kecil bangun tidur yang pingin coklat sama susu. Bukan baru kemarin saya ingin meraih ini itu. Karakter ambisius ini ga terbentuk dalam waktu yang sebentar dan mudah.. Harus melewati beberapa patah hati berulang. hahaha..
“Lagi-lagi soal patah hati ya?” Iya, setelah ditelaah, throwback beberapa tahun belakangan. Memang patah hati sepatah-patahnya bisa membuat kita produktif dan berkembang banget lho..
"Tidak semua hal dalam hidup ini harus berjalan sesuai aturanmu. Akan selalu ada hal-hal yang tidak bisa kamu dapatkan."
-10/09/2020-
pas. nusuk. just like my condition right now.