Akhir Kisah
Aku hadir di antara orang-orang. Berdiri bak patung di tengah-tengah orang. Memandang jauh raut seseorang yang jauhnya berkilo-kilo cahaya. Kupandanginya cukup lama, sampai akhirnya memilih berbalik dan pergi. Merelakan dan melepaskan.
Namun, tiba-tiba tanganku di cekal seseorang, membuatku berbalik dan tak terkejut melihat siapa gerangan. Dulu wajahnya mampu menggemparkan hati, sekarang tidak lagi. Sudah habis waktuku untuk mengukir namanya di sana.
Namanya, Ramah.
Seorang tuan yang dulunya sempat mencuri perhatianku sempat pula kagum bahkan lebih seiring berjalannya waktu. Hingga pada akhirnya aku memilih pergi dan menjauh. Aku bertekad tidak. Ya, tidak.
Mimpi hanya mimpi, bayang semu yang tak nyata. Aku diam saat kau bertanya. Saat bertanya balik pun kau tak menjawab 'apa maumu'.







