Sikap adalah Cerminan Diri...
Terus belajar sebuah teori sederhana:
"Yang tidak ingin dirasakan, jangan dilakukan kepada orang lain."
Jika ingin dihargai, maka belajarlah menghargai.
Jika ingin didengar, maka beri ruang orang lain untuk berbicara.
Jika tidak ingin menjadi bahan pembicaraan, maka jangan menjadikan orang lain sebagai bahan cerita.
Jika tidak ingin diperlakukan tidak adil, maka jangan bersikap tidak adil.
Jika tidak sejalan, bukan berarti harus bermusuhan dan menutup akses komunikasi, cukup pahami bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk sepemikiran.
Jangan menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan.
Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari sikap yang mereka lihat setiap hari.
Jangan suka memanas-manasi keadaan.
Jangan menularkan emosi hanya karena sedang tidak suka.
Jangan mempengaruhi orang lain dengan ketidaksukaan pribadi.
Dan jangan pernah mengusik ketenangan orang lain, walaupun merasa berbeda, tidak disukai atau tidak sepaham.
Karena ketenangan seseorang bukan ancaman bagi siapa pun.
Mari menjadi orang dewasa yang bijak.
Diam tanpa menyimpan dengki.
Sederhana, namun inilah bentuk kedewasaan dan pengendalian diri.
Karena pada akhirnya, sikap dan cara berbicara adalah cerminan karakter.
Orang bisa berkata apa saja, tetapi cara menyampaikannya menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.
Jadi sebelum menilai orang lain, lihat dulu bagaimana sikap diri sendiri.
Karena dari sikaplah, kualitas seseorang terlihat jelas.
---Takalar kota || Jumat, 20 februari 2026 || pukul: 23.39 WITA---