IELTS Preparation Class @ IALF Jakarta
Jadi gue, sebagai salah satu dari ratusan ribu jiwa yang bermimpi mau ambil S2 di luar, harus ambil IELTS (International English Language Testing System). Berhubung udah pernah denger dari temen-temen kalau IELTS ini lumayan jadi momok (krn sampe ada yang ngulang lebih dua kali, dan ada juga yang ngulang sampai 4 kali). Based on cerita2 itu, gue ambil IELTS Preparation Class (Prep Class) at IALF Kuningan, Jakarta. DI IALF sendiri ada beberapa jam untuk Prep Class nya. Akhirnya gue milih kelas Selasa- Jumat, 16.00-18.30. Selain karena waktunya pas, harga kelas jam ini paling murah dibanding yang lain. Katanya sih karena peminatnya paling dikit dibanding yg lain (utk orang pulang kerja nanggung jamnya karena biasanya baru pada keluar jam 17an, tapi untuk orang yang ga kerja juga kentang katanya hmm).Â
Sebelum daftar, calon murid harus ikut placement test dulu, dan gue ambil placement test di bulan Desember 2016. Tanya sama Mbak Resepsionis (kalo ga salah ada Mbak Rahmi dan Mbak Mia, kalo ga salah yes :p), kelas baru bakal ada Januari awal karena Desember ini guru2nya, yang notabene native speakers, pada mudik Natalan. Menurut hasil placement test, gue masuk level intermediate dan bisa ambil kelas di IALF daaaan menurut quota pun masih kebagian quota Prep Class Januari 2017. Setelah itu, oke ongkang-ongkang kakilah gue nungguin konfirmasi pembayaran utk kelas Januari itu. Benerlah, akhir Desember 2016 gue terima sms konfirmasi kalau gue kebagian masuk Prep Class Januari. Gue udah bales sms konfirmasinya. Tapi kok nungggu dan masih menunggu nggak dikirimin email utk petunjuk pembayaran juga. Alhasil seminggu kemudian (telat banget sih, i know :’ my bad) gue telp IALFnya daaaaaaaan.....
Gue nggak (jadi) kebagian Prep Class Januari....
Ternyata quotanya udh abis, dan karena mereka ga terima sms konfirmasi gue akhirnya gue nggak dapet quotanya *insert cry emoji here*. Padahal at that time, kayak gue lagi berharap2 banget bakal dapet kelas secepet mungkin, dan some part of me merasa gedeg bangeeet kenapa SMS nya sampai nggak ketrima. Tapiii yowes move on lah. Akhirnya dapet lagi kelas Februari. Kali ini gue sampe agresif dan determined untuk nggak kelewatan lagi kelasnya wkwk. Akhirnya mulai kelas 13 Februari - 17 Maret 2017. Total pertemuan 50 jam dan dapet gurunya David Airth. Luckily atmosfer kelasnya enak banget. Anak-anaknya nyambung satu sama lain dan David ini banyak (buangeet) kasih tips, tricks & knowledge yang gue baru tau di kelas ini. Penjelasannya David  juga clear dan David sering pake analogi2 sederhana supaya murid2nya ngerti. Selain itu, beda dengan kultur di Indonesia (based on pengalaman pribadi sih ini), David sebagai guru justru welcome banget kalau muridnya men challenge ideas dia dan nanyain David banyak hal. Jadi kalau David kasih jawaban A dan kita sebagai murid ga setuju jawabannya A, David akan memikirkan lagi jawabannya dan malah akan diskusi dua arah. Ini dia salah satu hal yang gue suka pas ambil Prep Class ini. Selama hampir sebulan les, ada sekitar 2 kali mock test kalau nggak salah. Jadi mock test itu semacam simulasi real IELTS, which consists of listening, reading, writing & speaking section.  Tapi menurut kebijakan IALF buat section writing & speaking, penilaian setiap examiner akan beda, jadi supaya nggak subjektif, David nggak akan dikasih nilai. Cuma akan dikasih feedback keseluruhan ttg performa writing dan speaking. Btw utk speaking juga nggak dilakukan one on one dengan native speaker. Speaking sistemnya lebih kayak latihan sama classmates dan we gave feedback to each other (tapi tetep David akan keliling kelas dan mampir ke setiap pasangan untuk mantau)
Pas 17 Maret dateng, eh malah agak berat ternyata buat udahan sama Prep Class ini, considering anak2nya asik banget dan konten juga gurunya pun oke. Oiya IALF ini juga punya fasilitas perpustakaan dan common room. Perpustakaan ini punya banyak buku latian IELTS yang beragam. Selain buku IELTS & tentang  bahasa Inggris,  ada juga buku-buku lainnya, antara lain tentang pengetahuan umum, novel, majalah2 kayak TEMPO english edition, dan koran b.ing & b.indo (Kompas, Jakarta Post, NY Times). Fasilitas komputer untuk listening dan untuk latian IELTS di software komputer juga disediain. Selain perpus, ada juga fasilitas Common Room, yang dipakai untuk makan ataupun sekedar ngopi2 dan ngobrol buat murid IALF. So over all, sebenernya ambil Prep Class di IALF ini sih banyak untungnya. Cuma emang ada beberapa hal yang masih bisa ditingkatin menurut gue. Salah satunya adalah pembahasan Writing Task 1 tentang maps & process. As far as i can remember, di Preparation Class ini mayoritas ngebahas writing task 1 tentang bar chart, pie chart, line graph,  dan tabel aja soalnya. Padahal tetep ada kemungkinan buat dapet map dan process di writing task 1. (makanya itu akhirnya gue ambil Preparation Class Plus di IALF, yang khusus ngebahas tentang Writing & Speaking).
Satu lagi, untuk kalian yang berencana ambil Preparation Class di IALF, gue saranin untuk daftar & ambil Placement Test secepet mgkn, karena yaa itu tadi, kebanyakan yg udh ambil Placement Test pun masih harus nunggu quota min sebulan soalnya.Â
Untuk para peminat dan pencari info lebih jelas bisa buka http://www.ialf.edu/ieltsprepjakarta.html :)
p.s: tulisan ini murni bentuk curhat colongan gue, yang semoga info ini bisa bermanfaat ya guys ;)














