Ada hal yang membuatku termenung dari sebuah percakapan bersama salah seorang teman yang masih membersamai 10 tahun hingga sekarang. "..serius ini buat aku? terus kamu mandiin taqiyya gimana?.. " "Aku taruh taqiyya dipangku yg udah dikasi perlak di bawahnya,yaudah sambil digendong miring Aku bilas2 hehe.." "Apa ngga ribet, ti?" "Justru klo pake bak bayi akunya yg ngerasa ribet. Sbnernya mau apapun caranya yg penting bersih kan,ya? Hehe" "Caranya aneh sih wkwk. tapi aku suka jawabanmu; yang penting bersih. Wow lah seorang oti bisa berubah dari yang penuh ragu dan bimbang, jadi sat set cepet ambil hikmah, dan bisa bodo amat sama pendapat yg mengusik keputusanmu (iya karena kamu punya alasan yg kuat dan kamu yakin) . Kamu berubah ti semenjak habis niqa" terangnya yang bikin aku auto ber ah eh ah eh terkejut masa sih kayak ga ngeuh sama kedinamisan diri sendiri. 😅 Semenjak itu aku disadarkan banyak hal dari sebab2 yang membuatku seperti sekarang. Mungkin sisi cerobohnya masih. sifat sikap yang dirasa buriq jadi lebih glowing karena kemauan diri yang mau nelen ga enaknya ujian. Dan sifat positifku yang masih bertahan dan melekat aku yakin datang dari amal kebaikan2 orang tua yg tersembunyi. Aku menemukan diriku yang lebih mantab dari sebelumnya, lebih rapi otaknya dan perasaannya. Dan sungguh.. aku tidak bisa sampai di titik ini kalau bukan karena pertolongan Allah, dan kebaikan orang tua. semoga kebaikan2, amal2 yang aku lakuin sekarang, Allah convert ke taqiyya. Berbuah menjadi anak yang sholihah, pribadi yang kuat, dan Allahsentris setiap menjalani kehidupan apapun di dunia. Aamiin. 💫🌿 (di Mom Life) https://www.instagram.com/p/ClzxJsZptj2/?igshid=NGJjMDIxMWI=











