Aku Tahu
Aku tahu cinta ini bertepuk sebelah tangan, atau dia pun berusaha, tapi cintanya mamang tak sebesar cintaku padanya. Dipikir-pikir, ya tidak apa-apa. Perlakukan aku sesukamu, tapi aku tetap mencintaimu semampuku. Aku masih ingat dan memegang komitmenku di hadapan Tuhan, untuk terus mencari ridha suami: kecuali dia sudah memutuskan pernikahan ini, aku tak akan merajuk.
Sekedar pelukan kenapa ya berat? Sedang hal ini penting untukku. Kenyataan bahwa aku masih meminta pelukannya, artinya aku masih membutuhkannya. Atau memang aku tak boleh sedikit pun membutuhkannya? Baiklah... Tanpa perasaanku kepadanya, aku tak akan mengharap sekedar pelukan darinya, tak menangis lagi, tak juga ikut sedih dan telaten membaca berbagai referansı hanya untuk memahaminya.Â
Tuhan, ambillah rasa cintaku ini untuknya. Aku kembalikan kepadamu. Kau tahu aku berusaha semampuku untuk mengambil hatinya, namun berbuah luka. Beri hamba kekuatan untuk bertahan, jika memang harus. Ambillah, beri keikhlasan, jika titipan ini sudah sepatutnya Engkau ambil kembali. Aku percaya Kau tahu lebih dari tahu isi hatiku, lelahku, pun kesalahanku...Â
Semoga Kau mengampuniku.Â









