Ini, sudah lebih dari cukup.
Terima kasih telah kau hadirkan dia dalam hidupku, Ya Allah. Kalau kata dewi lestari,
"Ku bahagia, kau telah terlahir di dunia."
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
🪼

@theartofmadeline

PR's Tumblrdome
I'd rather be in outer space 🛸
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
taylor price

shark vs the universe
AnasAbdin
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
hello vonnie
NASA

titsay

Origami Around
Sade Olutola
Keni
Three Goblin Art

★

JVL
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Spain

seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
@agungtri
Ini, sudah lebih dari cukup.
Terima kasih telah kau hadirkan dia dalam hidupku, Ya Allah. Kalau kata dewi lestari,
"Ku bahagia, kau telah terlahir di dunia."

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dan saya jatuh cinta orang yang bahkan saya belum pernah bertemu dengannya.
Namanya, Sekar Kirana Prameswari
Kelak dia akan memanggilku ayah. Atau bapak. Atau papa. Atau daddy. Atau apapun sesuai keinginannya.
Aku akan memanggilnya, Nak, Nduk, Dek atau apapun juga seperti keinginannya.
Aku tak sabar ingin jadi cinta pertamanya. Aku tak sabar ingin melihatnya tumbuh. Kita berjuang bersama ya, Nak. Aku, ibumu dan dirimu
With Love, ibu dan bapakmu
Mungkin memang terlalu dini, tapi
Alhamdulillah Ya Allah
Source: https://www.instagram.com/p/CnTHN2ShF85/?igshid=YmMyMTA2M2Y= https://www.instagram.com/p/CnTHn_mBZiV/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Beberapa kejadian akhir-akhir ini, bikin malam ini kepikiran. Nggak tidur-tidur karena takut tiba-tiba gempa, banjir, tanah longsor, atau bencana lainnya kemudian tidak bisa menyelamat diri atau menyelamatkan keluarga. Ini bener-bener kepikiran sampai sekarang, betapa bersyukurnya karena kejadian beberapa hari yang lalu hanya jaraknya hanya sekitar 1-2 detik dari musibah terjadi, alhamdulillah masih diberikan keselamatan. Diberikan kesempatan hidup untuk terus mempersiapkan diri. Ya Allah, lindungilah hamba dan keluarga hamba. Teman-teman hamba, orang-orang yang hamba kenal maupun tidak. Diberikan kesehatan dan keselamatan dimanapun berada. Aamiin

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bismillah. Semoga dilancarkan terus. Aamiin Ya Rabb
Mohon, Tuhan. Untuk kali ini saja
PERCAKAPAN SEORANG BAPAK DENGAN PUTRINYA
Jauh sebelum Pilar Parrhesia lahir, saya sudah merencanakan untuk mengajak Daya berbicara tentang sejumlah hal, terutama tentang posisi dan peran seorang kakak. Galuh beberapa kali mengingatkan pentingnya mengkondisikan Daya agar bisa mengerti posisi dan perannya yang baru. Amat penting agar Daya bisa kooperatif dalam rutinitas harian kami – frase “kerjasama” sangat sering kami pakai saat berbicara dengan Daya.
Daya berusia 6 tahun 6 bulan saat adiknya lahir. Sudah bukan balita, tapi masih jauh untuk disebut “sudah besar”. Kendati dia sangat antusias menanti kehadiran adiknya, tetap saja kami merasa perlu menyiapkan sejumlah hal agar transisi dari anak tunggal menjadi si sulung bisa berjalan sebaik mungkin.
Tidak banyak-banyak amat, sih, yang kami lakukan. Di antaranya: meminta beberapa teman agar memberi hadiah buat Daya. Penting agar antusiasmenya menanti adik tidak diinterupsi oleh pikiran semacam “kok semua ngasih hadiahnya buat adik, sih?” – dan kemudian merasa tidak lagi menjadi pusat perhatian.
Beberapa jam setelah kelahiran Pilar, saya bilang kepada Daya: “Besok bapak mau ngobrol sama Daya.”
“Ngobrol apa, sih? Sekarang aja diomongin,” katanya.
“Ngobrol kayak orang dewasa gitu, deh.”
“Berarti ngobrolnya harus di kafe, dong.”
Keep reading
Bang. Apa yang seharusnya dilakukan ketika sedang berada dititik seperti tidak punya seseorang yang mau mendengarkan? Padahal diri ini ingin sekali bercerita tentang segalanya.
TITIK TIDAK ADA SIAPA-SIAPA
Gilang, punya motor, ga? Kemungkinan punya ya. Kalau punya, coba pas lagi ngerasa di titik jenuh dan ga ada seorang pun yang bisa kita jadikan tempat untuk cerita, ambil kunci, pake jaket, bawa helm, pake sarung tangan dan sepatu, siapin duit 15 ribu, lalu cabut aja keluar ga tau ke mana. Jalan aja gitu keliling santai 40-50 kmpj. Sambil lihat-lihat kanan-kiri. paling asik ke arah Senayan trus ke Sudirman (kalau di Jakarta atau sekitarnya). Soalnya gedungnya tinggi-tinggi bisa jadi kerangka untuk berimajinasi. Pas jalan itu kita lagi ga ada beban. Ga ada pikiran. Karena keluar aja langsung cabut ga pakai rencana. Di momen itu, kita bisa ngobrol dengan diri sendiri. Kita bisa objektif melihat sejauh mana kita berjalan dan berlari.
Cerita aja gitu ngalir. Kadang kalau saya sampai bego-begoin diri sendiri pas inget ngelakuin hal bodoh. Lebih sering saya tertawa atas apa yang saya lakukan. Duit di dompet tinggal 15 ribu. Bensin mau habis pula. Ya, tertawain aja itu semua. Juga coba nyanyi lagu-lagu yang menyoal kehidupan. Coba Linkin Park “One More Light” atau “The Messenger”, teksnya sederhana tapi berisi.
When you feel you're alone Cut off from this cruel world Your instinct’s telling you to run
Listen to your heart Those angel voices They'll see you to you They'll be your guide Back home where life leaves us blind Love keeps us kind It keeps us kind Atau coba lagu-lagunya Imagine Dragons.
Gilang, ga perlu capek mencari validasi orang untuk diajak bicara. Kamu punya dirimu sendiri untuk bersua. Dirimu yang paham banget maunya apa. Dirimu yang paling mengerti kamu mau gimana. Dirimu yang merasakan segalanya. Ajak dia bicara karena dia yang paling memahami. Jangan berharap pada manusia. Capek, Gil. Dalam diskusimu dengan dirimu sendiri itu, kamu akan mengerti bahwa kadang ada Dia yang selalu kita lupa. Dia yang bisa jadi mengajak diri kita untuk ngobrol. Melalui ilham. Mengadu ke Tuhan semuanya. Ga perlu lah orang tahu, Gil. Toh kebanyakan mereka tidak bisa jadi solusi keresahanmu.
Nikmati kesendirian ini. Nikmati ridemu dengan motor kesayanganmu. Nikmati diskusi dengan-Nya. Tadi kan kamu masih ada 15 ribu, beli gorengan dapat 5 lah. Beli bakwan 2, tahu, tempe, sama combro masing-masing satu. Kenyang, pikiran tenang. Beli Air Mineral 4 ribu. Masih sisa 1 ribu. Sambil sekali lagi memperhatikan orang-orang. Ya, kayak anak-anak Indie gitu lah.
Di momen kesendirian ini justru kita bisa melakukan evaluasi. Ini yang disebut Me Time, Gil. Momen tanpa beban, tapi fokus ke diri kita. Momen tanpa rencana, tapi kita yang jadi sentralnya. Siapa lagi yang akan memikirkan kita kalau bukan diri kita sendiri?
Kan seru ini; lagunya Linkin Park, cemilannya gorengan, konsep berpikirnya Indie filosofis. Nikmat mana lagi sih yang harus kita dustakan? Coba deh.
Percayalah. Jika aku sudah membiarkan dirimu tahu akunku di media biru ini kepadamu, kau bukan orang biasa bagiku

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Baru kemarin menulis tentang masih banyak Muslimah yang larut menghabiskan banyak waktunya membaca, mengikuti kisah-kisah bohong, kisah karangan manusia, rela menghabiskan waktu, uang dll, hanya untuk menyerap berbagai kebohongan, yang akhirnya menurun kepada anak-anaknya, Alhamdulilah jumpa tulisan dibawah ini.
Ustadz Abu Dzaye Fathummaly memposting di Group Bukitinngi Kota Islami...yang masih kebanyakan mimpi menghabiskan waktu membaca kisah-kisah bohong-bohongan, baca yang ini,,,keren banget.
*Berkisahlah*
Jika saat ini kau memiliki anak perempuan, jangan berikan ia dongeng putri salju....
Tapi berikan ia kisah Maryam Ibunda Nabi Isa, wanita langit yang mulia karena ia sangat menjaga kesucian dan kehormatannya
Jika saat ini kau punya anak perempuan, jangan berikan ia dongeng cinderela...
Tapi berikan ia kisah Khadijah yang menjadi wanita suci hingga ia disandingkan dengan lelaki paling mulia di muka bumi ini Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam...
Berikan ia kisah bukan dongeng yang semata terlihat indah diawal, tampak menyenangkan di depan namun justru merusak jiwa dan ruh generasi kita..
Jika saat ini kau punya anak laki-laki,
Jangan berikan ia dongeng malin kundang yang durhaka pada ibundanya...tapi berikan ia kisah Uwais AlQorni yang sangat setia berbakti pada ibundanya bahkan hingga akhir hayat sang ibu tercinta...
Jangan berikan ia dongeng kancil yang licik, ia mencuri timun petani..kancil melakukan dosa, namun kita anggap itu lucu dan biasa..
Berikan ia kisah Mahmud Gajah Abrahah yang menolak untuk menghancurkan Ka'bah karena ia takut pada Tuhannya..
Gantilah dongeng arjuna yang (katanya) rupawan dengan kisah Nabi Yusuf Alaihissalam yang paling Tampan dan Rupawan..
Gantilah dongeng kura-kura dengan semut ibrahim...
Gantilah dongeng bangau dengan gagak dalam kisah qobil dan habil..
Gantilah.. Gantilah.. dan gantilah..
Gantilah dongeng itu dengan kisah..
Jangan berikan ia dongeng Ramayana yang menyesatkan akidah...
Namun berilah ia kisah Bilal bin Rabbah yang memperjuangkan keimanannya bairpun maut taruhannya..
Jangan berikan ia dongeng-dongeng dengan kesenangan yang semu, dengan kemuliaan yang semu..
Namun berikan ia kisah nyata yang penuh hikmah..
Jangan memulai harinya dengan sebuah kebohongan, karena dongeng adalah kebohongan yang direkayasa manusia.
Mulailah harinya dengan kejujuran yaitu dengan berkisah, kisah nyata bukan rekayasa...
Ada sosok Rasullah yang mulia, yang kisahnya memiliki ribuan hikmah.. Yang membaca setiap lembar kisahnya akan memberikan pelajaran bagi kita.. Karena Rasulullah adalah AlQur'an yang berjalan..
Jika masa kecil kita dipenuhi dengan dongeng hayalan.. Maka sudahilah.. Cukup itu sampai pada diri kita saja..
Putus rantainya..
Biarkan anak kita tumbuh dengan kisah dan segeralah mulai berkisah..
Jaga dan Selamatkan akidah mereka selagi engkau ada disampingnya..
Kisah... Kisah.. Dan kisah tauladan untuk anak kita..
*Jaga aqidah*
*Jaga ukhuwah*
*Jaga Islam sampai mati*
Belajar terus Ann, PRmu masih sangat banyak. Jahe sama lengkuas udah bisa bedain belum? 😅
“Akan ada saatnya dimana satu-satunya jembatan komunikasi yang tersisa antara kita hanyalah story atau tweet di gaduhnya dunia maya. Dan kadang, kita pun berusaha untuk menghancurkan jembatan itu agar kita tak saling menghampiri lagi.”
— @cindyjoviand
Sudah hampir seminggu puasa, suami ga pernah rewel mau dimasakin apa. Dari pertama nikah sampai sekarang pun kalau ditanya mau makan apa, jawabnya apa yang saya masak pasti dimakan. Walau saya sudah tahu makanan yang dia sukai dan tidak disukai.
Shubuh tadi, saya telat bangun karena malamnya ga bisa tidur. Baru bisa tidur sekitar jam 2an. Mual dan muntah-muntah. Mungkin pengaruh hormon mau menginjak trimester kedua. Suami yang udah capek kerja seharian terus taraweh dan belum istirahat, mijetin saya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Saya cuma bilang mau dipijat yang ini, yang itu. Sebelah sini, sebelah situ. Karena memang saya ngerasa pegal dan kayak capek karena muntah. Suami tetap nurut. Nah, saya bangun udah adzan shubuh. Saya kaget dan langsung cari suami, udah ga ada. Udah pergi ke Masjid. Lihat ke dapur, piring dan alat masak kotor. Saya mikir kayaknya suami masak sendiri. Huft.
Sedih. Ambil wudhu. Lalu sholat shubuh sambil nangis. Ngerasa bersalah karena ga nyiapin sahur. Waktu suami pulang dia malah senyum dan mencium kening saya lembut (ga batalin puasa kok hehe)
“Aa sayang sama Uni” kalimat yang saya dengar shubuh tadi.
Ingin bersyukur sedalam-dalamnya, sepanjang hidup karena ditakdirkan berjodoh dengan lelaki sepertinya. Mungkin bagi yang lain tulisan ini ga penting. Tapi bagi saya setiap peristiwa yang saya merasakan syukur yang berlimpah dari biasanya, sabar yang berlebih dari biasanya, kayaknya perlu dituliskan. Hhe…
Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa"
(Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa). (QS. Al Furqon: 74)
Semoga Alllaah menjodohkan kita dengan orang yang mau menerima lebih dan kurang kita. Aamiin…
Bersamamu. 2019.
Kehabisan Waktu
Ada begitu banyak pintu kesempatan di depan kita dan hal ini kemudian menjadi sebuah masalah saat kita terlalu lama berpikir untuk memilih pintu mana, terlalu lama berpikir mana pintu yang bisa memberikan keuntungan yang lebih besar. Juga kita takut kalau kita salah memilih kesempatan.
Sementara itu, waktu terus bergerak. Kita masih sibuk berpikir harus memilih yang mana, mencoba berbagai rumusan untuk menentukannya, bertanya pada banyak orang, bahkan setelah bertanya pun kita tidak serta merta mengikuti dan percaya pada pertimbangannya. Kita masih pada pertimbangan dan keraguan kita.
Waktu bergulir.
Kita belum juga menentukan.
Pintu kesempatan itu akan berubah menjadi pintu kematian. Terlalu banyak kesempatan baik yang kita lewatkan hanya karena kita bingung memilih. Padahal, kalau ada begitu banyak pilihan kesempatan baik di depan mata. Ambil saja salah satu, bukankah memilih yang manapun sama baiknya karena memang semuanya adalah pilihan yang baik? Kita terlalu sibuk ingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya. Terlalu sibuk melihat setiap kesempatan yang ada. Tapi, kita tak kunjung menentukan pilihan. Hingga batas waktu.
Banyak sekali pilihan-pilihan baik yang hilang, berubah menjadi pintu kematian. Karena momentum atas pilihan itu sudah hilang. Ya, kita kehilangan momentumnya.
Kesempatan-kesempatan baik yang hilang, kemudian kita terpaksa dan dipaksa oleh keadaan untuk memilih hanya karena sudah tidak ada waktu lagi.
©kurniawangunadi
Saling menyimpan rahasia
Ada orang-orang yang saling menyimpan rahasia, entah kecil atau besar. Cerita yang disembunyikan diam-diam, menjadi pelajaran berharga, menjadi kenangan, atau menjadi apapun.
Seperti kisah yang kudengar dari temanku. Ia pernah tiba-tiba bertanya, retoris. “Apa dia ingat ya zaman dulu kami berproses untuk menikah, meski akhirnya tidak jadi. Waktu aku sampai datang ke rumahnya, bertemu ayahnya waktu itu. Kira-kira ia ingat nggak ya?” ujarnya.
Ah, itulah salah satu rahasia kecil antara dua orang manusia. Kini, keduanya sudah membina rumah tangga masing-masing. Pertanyaan tadi muncul tiba-tiba waktu kami berkumpul, reuni.
Apakah pertanyaan dan pikiran seperti itu memicu perasaan lama tumbuh kembali, tentu saja tidak.
Pertanyaan itu justru memicu banyak rasa ingin tahu kami, tentang bagaimana manusia bisa memanipulasi sikapnya di hadapan orang lain saat mereka bertemu, seolah tidak pernah terjadi apa-apa di masa lalu, padahal kenyataannya pernah ada apa-apa.
Beberapa rahasia kecil kita, semacam aib kita zaman kecil. Zaman SD, SMP, SMA, juga disimpan oleh rekan kita yang lain, kita pun menyimpan memori tentang bagaimana nakalnya mereka dahulu. Tapi kini, semuanya seolah telah berlalu, tidak terjadi apa-apa.
Bahkan kalau aku hitung, aku tahu bahwa rahasiaku pun dipegang oleh beberapa orang. Beberapa di antaranya adalah sahabat, teman-teman terbaik. Beberapa di antaranya disebabkan oleh keadaan, sesuatu yang membuatku merasa perlu untuk aku menyampaikannya.
Kadang, ada rasa khawatir jika tiba-tiba rahasia itu menyeruak, tapi aku tahu, sudah bertahun lalu, aku tahu bahwa rahasia itu disimpan oleh orang-orang baik. Yogyakarta, 20 Januari 2019 | ©kurniawangunadi
Saya juga berharap hal yang sama

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Riuh
Riuh redam ini datang kembali. Segala macam tulisan menyeruak membanjiri akun biru tua ini.
Tapi aku bahagia diantara keramaian ini. Berdesak-desakan dan membahagiakan mendapati kabar aktifnya "dunia ini" lagi
Welcome to Narita International Airport, Tokyo
Garuda Flight Attendants