Segitiga, Otak, dan Cinta
Akhir - akhir ini saya wondering, apa bener cinta itu ga bisa dikendalikan.
Entah untuk keberapa kalinya dapet cerita, ada temen yang naksir someone who isnāt available anymore. Yaaah, masih pacaran sih, belum nikah. Di fase ini, manusia di seluruh dunia terbagi menjadi dua;Ā
1) deketin aja, toh janur kuning belum melengkungĀ
Kenapa bisa suka sama orang yang sudah punya pasangan? Semua teman saya itu menjawab hal yang sama āKan kita ga bisa milih mau suka sama siapaā. Apa bener, cinta yang sejatinya ada di otak kita itu nggak bisa dikendalikan? Apa iya seklise dan senaif itu?Ā
Pilihan untuk tetep PDKT ato nyerah itu tentu saja membawa konsekuensi. Banyak orang dengan pilihan pertama ga mau menyesal di akhir nanti. Tapi gini, ketika orang yang ditaksir ini mengorbankan pasangannya untuk kita, apa kita akan menerima orang itu? Jangan - jangan ini hanya permainan adrenalin, mencari tantangan, āPDKT sama yang uda pacaran lebih seruā atau pencarian pengakuan āaku lebih baik daripada pacarmuā.
Permasalahan selanjutnya, gimana kalo kita nanti bakal jadi the next pacar yang dikorbankan? Well then karma serves you right, isnāt it? :)
Oh wait, ada pilihan lain selain itu.
Selingkuh. TTM. Friendzone.
Whatever kind of relationship which both of you interact more than friend. Is it a win-win solution?
Ayolah, bukannya menjadi orang ketiga itu berarti mengotori cinta itu sendiri? Itās not the right way to expressing love. Karena cinta itu harusnya saling menghormati. Karena dua orang yang telah bersama itu telah membangun banyak hal berdua. Keberadaan kita sebagai orang baru yang memiliki perasaan terhadap orang yang berpasangan, ya gitu aja. Itās like a phase.
If you really love thatĀ personĀ (who isnāt available), hereās thing I suggest
1. Do a gentle battle
Sebelum menyerah, coba dekati dulu orangnya. Bilang langsung kalau suka. And every good thing you do for her/him is based on that feeling.
Coba minta kepastian, apa orang itu mau melepas pacarnya buat kita. But, just like i wrote before, thereās a possibility that you will be the next pacar yang dikorbankan. Kecuali habis itu langsung nikah, haha
3. Mundur
Setelah berjuang semaksimal mungkin, tapi tanpa membuahkan kepastian, saya rasa mundur adalah langkah yang tepat. Yups, jika tanpa membuahkan kepastian. Hormatilah diri kita sendiri untuk tidak menjadi orang ketiga :) You know what, dua orang yang berpasangan itu have been together for reason(s) we dont know and we dont understand. They go through many things, laughter and sadness. Bandingkan kedatangan kita yang baru kemarin sore, itās not comparable.
4. Move on
A personĀ came into our life for some reasons. They may come and go, but our life goes on, even without them :)
Dan kembali ke pertanyaan pertama, jika cinta itu tidak bisa dikendalikan, toh kita bisa mengendalikan respon dan tindakan kita menanggapi perasaan itu.
Iya ga sih?
So, dengan siapa pun cinta yang kita rasakan sekarang, be wise :)
Di tengah salju tipis kotaĀ StockholmĀ
danĀ chatĀ chat curhat yang lucu
btw, kenapa sekalinya ane nulis malah nulis beginian? hahhaha :D