Kehamilan pertamaku merupakan anugrah yang Allah SWT beri kepada aku dan suami. Menanti hanya dalam dua minggu selang acara akad nikah, tak menjamin Allah SWT seratus persen mempercayai kami atas amanah-Nya. Bagaimana bisa menjelang lulus trimester dua aku harus melahirkan seorang putri yang lucu dan menggemaskan ke dunia ini secara paksa.
Aku mengalami ketuban pecah dini. Kondisi dimana aku dan suami harus mengikhlaskan separuh hati kami untuk pergi selama-lamanya. Bayi mungil itu belum kulihat secara langsung sampai saat ini. Hanya berupa foto saat almarhummah hendak dikafani.
Sedih, menangis, hati teriris. Itu yang aku rasakan setiap kali melihat putri kecilku yang malang.
In syaa Allah, Annasya sudah ditempat terbaik sayang. (Sabtu, 25 Desember 2021)
Ya, nama anakku Nur Annasya Gauri Kama, yang memiliki arti Cahaya dari Anak Saputra astiYana yang penuh kebahagiaan dan cinta. Semoga Allah SWT mengabulkan harapan kami. Aamiin.
Aku memiliki riwayat pendarahan saat memasuki usia 6 minggu. Panik! Itu yang aku rasakan ketika melihat darah itu keluar. Berusaha tidak panik, tapi aku hanyalah seorang calon ibu anak pertama, dan kandunganku harus aman. Ku akui, selama hamil aku mengalami kondisi yang sangat berbeda dari sebelumnya (semua calon ibu pasti merasakannya).
Melihat wanita lain, ketika sedang hamil dengan situasi penuh kebahagiaan dan tawa membayangkan aku akan merasakannya juga. Tapi, nyatanya aku melewati kondisi yang benar-benar diluar dugaanku. Aku mudah lelah dan stress. Melihat orang-orang disekitarku rasanya tak habis pikir mengapa tidak berusaha mengubah kebiasaan mereka. Bahkan ketika hamil pun, hanya aku dan calon anakkulah yang menguatkan diriku sendiri. Tidak ada rasanya hidup penuh kedamaian selama aku melewati masa kehamilan.
Aku mudah menangis, jengkel dan melawan ego mereka. Aku seorang calon ibu yang untuk pertama kalinya mencoba mereda situasi kalut dan berusaha melupakan kejadian buruk disetiap harinya. Aku hanya memikirkan kandunganku, calon anakku. Tapi, tetap saja apa yang aku usahakan hanyalah sebuah perbandingan saja dan sia sia.
Aku mengalami pendarahan, SALAH
Aku tidak banyak gerak. SALAH
Aku butuh perhatian. SALAH
Bercerita dengan mereka yang sudah pengalaman pun rasanya tak ada gunanya. Sekali lagi hanya berujung perbandingan.
“ah, kamu hanya dibuat-buat hamilnya”
“keluhan itu harus kamu lawan, jangan dituruti”
“coba lihat si A dia hamil bisa begini, bisa begitu”
“dinikmati aja. Kan kamu baru anak pertama”
Kalimat itu sering bermunculan dan seketika aku menganggap diriku sangat lemah. Aku dibawah level mereka.
Lagi-lagi akulah yang penguat batin ini, setelah memasuki usia 4 bulan sebisa mungkin aku melawan semua keluhan yang aku alami. Aku berbohong, ketika mengungkapkan bahwa aku baik-baik saja. Padahal tidak! Aku masih mengalami semua keluhan itu, tapi aku menutupinya. Agar semua orang menganggap diriku sekuat apa yang mereka bayangkan. Sampai akhirnya aku mengalami ketuban pecah dini dan harus kehilangan anakku, semua orang hanya berbelas kasih dan diam. Seolah nantinya aku mendapatkan amanah semudah itu.
Hilang sudah penguat batin dalam diri ini, yaitu anakku, bayi manisku. Seperti kehilangan separuh jiwa yang dulunya aku eluh-eluhkan akan menjadi sahabatku dikala aku sendiri.
Teruntuk Putri pertamaku, Annasya.
Terima kasih telah berkenan menjadi syafa’at ayah ibumu di akhirat nanti, Nak.
Ibu mohon maaf tidak menjagamu dengan baik. Ibu jahat sama Annasya. Annasya anak yang kuat, mampu bertahan ketika ibu mengalami berbagai keluhan. Annasya jugalah yang menemani saat ibu sedih selama ini.
Annasya lah mutiara hati ibu.
Ibu ingin peluk dan cium Annasya, Annasya ibu tunggu tunggu kelahiran mu, Nak. Tapi, Allah lebih sayang Annasya.
Annasya bahagia Disana, tidak?
Semoga Annasya bertemu dengan Utinya Annasya, ya. Uti yang melahirkan dan merawat ibu selama ini. Uti adalah nenek yang baik, Nak. Dulu Utinya Annasya ingin sekali melihat ibu punya anak. Uti ingin melihat cucu dari ibu, yaitu Annasya.
Doakan ibu ya. Doakan ibu baik-baik saja setelah kepergian Annasya.
Tolong sesekali hadir dimimpi ibu, Nak
Ibu setiap hari rindu Annasya..
Ibu sayang Annasya. Ibu sayang Dudut ❤️